Tampilkan postingan dengan label Tazkiyah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tazkiyah. Tampilkan semua postingan

Selasa, 25 Oktober 2011

Cantik dengan Jilbab

Aku bangga menjadi wanita muslimah
di saat yang lain bangga menjadi wanita modern
Aku bangga jilbabku menguntai di dada
di saat yang lain bangga menguntai kecantikannya
yang memukau dan menawan yang tiada henti
aku bangga jika mahkota adalah jilbabku
di saat yang lain bangga jika rambut adalah mahkotanya
wahai kawan yang bermimpi
sanjungan akan cantik bukanlah buka-bukaan
cantik bukan selalu berdandan
dan cantik bukan berarti seorang pujaan
kuulurkan jilbabku hingga terasa damai hatiku

Minggu, 16 Oktober 2011

Bekal Terbaik

Sungguh....
Setiap hembusan nafas ini adalah sebuah kereta menuju ajal
Masih Pantaskah aku bersantai?
Padahal bekal ini belumlah cukup untuk menempuh perjalanan
yang aku pun tak tahu seberapa jauhnya ia.
Seandainya waktu dapat kuputar ulang
akan kuambil bekal terbaik, yakni AMAL
Dia adalah bekal terbaik yang pernah ada
Harus kusadari bahwasetiap perbuatan
akan ada balasannya dari Allah subhanahu wa ta'ala

Ilmu dan Akhirat

Fudhail BIn Iyadh berkata: ketakutan manusia akan Allah sejajar dengan ilmunya tentang Allah, dan penolakannya dengan kenikmatan dunia sejejar dengan keinginannya dengan akhirat.

Kamis, 06 Oktober 2011

Kemaksiatan Melahirkan Kemaksiatan Lainnya

catatan ini aku copas dari note seorang teman di fb.  mudah-mudahan bermanfaat. selamat membaca!

Sesungguhnya kemaksiatan yang dilakukan seorang hamba akan melahirkan kemaksiatan-kemaksiatan yang lain, sehingga pelakunya susah dan berat meninggalkannya. Sebagian salaf mengatakan: “Sesungguhnya diantara hukuman keburukan adalah terjadinya keburukan setelahnya, dan sesungguhnya di antara pahala kebaikan adalah kebaikan setelahnya”. Jika seorang hamba telah melakukan sebuah kebaikan, maka kebaikan yang berada di dekatnya mengatakan: “Hendaklah engkau mengamalkan aku juga!”. Jika dia telah mengamalkan kebaikan kedua, maka kebaikan ketiga akan mengatakan seperti itu juga , dan begitu seterusnya. Sehingga kebaikan selalu bertambah dan keuntungan berlipat ganda. Sebaliknya, keburukan juga seperti itu. Maka akhirnya ketaatan dan kemaksiatan itu menjadi sifat yang melekat dan keadaan yang tetap ada pada pelakunya. Jika seorang muhsin (orang yang sudah terbiasa berbuat ketaatan dengan sebaik-baiknya) meninggalkan ketaatan-ketaatan, maka jiwanya tertekan, bumi yang luas terasa sempit, dan dia merasa seperti ikan yang meninggalkan air. Sampai dia kembali melaksanakan ketaatan-ketaatan, maka jiwanya akan menjadi tenang dan hatinya menjadi tenteram. Sebaliknya, jika seorang mujrim (orang yang sudah terbiasa melakukan kemaksiatan-kemaksiatan yang besar) meninggalkan kemaksiatan dan menuju ketaatan, maka jiwanya tertekan, dadanya terasa sempit, sampai dia terbiasa melaksanakan ketaatan-ketaatan (Lihat Ad-Da' wa Dawa' karya Ibnul Qoyyim Al-Jauziyah)

Hal ini diisyaratkan di dalam sebuah hadits Nabi Muhammmad saw dengan sabda Beliau “Hendaklah kamu selalu jujur, karena sesungguhnya jujur itu akan menuntun menuju kebaikan, dan sesungguhnya kebaikan itu akan menuntun kepada surga. Dan tidaklah seseorang selalu berkata jujur dan berusaha menetapi kejujuran, sampai dia ditulis di sisi Allah swt sebagai orang yang sangat jujur. Dan hendaklah kamu selalu menjauhi dusta, karena sesungguhnya dusta itu akan menuntun menuju kemaksiatan, dan sesungguhnya kemaksiatan itu akan menuntun menuju neraka. Dan tidaklah seseorang selalu berkata dusta dan selalu memilih kedustaan, sampai dia ditulis di sisi Allah swt sebagai orang yang pendusta (HR. Muslim dari 'Abdullah bin Mas'ud)


Oleh karena itu Allah swt melarang kemaksiatan dan sarana-sarananya. Allah swt telah mengharamkan perbuatan-perbuatan keji, baik yang nampak maupun yang tidak nampak.Allah swt juga melarang mendekati perbuatan-perbuatan keji itu dan sebab-sebab yang menghantarkan kepadanya. Semua itu sebagai rahmat-Nya kepada para hamba dan menjaga mereka dari perkara yang membahayakan mereka di dunia dan akhirat.


Diantara perbuatan keji yang telah Allah swt haramkan di dalam Kitab-Nya dan lewat lisan Rasul-Nya adalah zina. Allah swt berfirman yang artinya “Dan janganlah kamu mendekati zina, Sesungguhnya zina itu suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk” (Al-Isra:32)


Sarana-sarana yang menghantarkan menuju zina juga diharamkan, seperti wanita keluar rumah memakai parfum, membuka aurat kepada orang lain, berbicara manja kepada laki-laki yang bukan mahram, bersafar tanpa mahram, ikhtilath (campur baur laki-laki dan perempuan), khalwat (laki-laki berduaan dengan wanita yang bukan mahramnya), tabarruj (perbuatan wanita yang memamerkan dandanan dan perhiasan), mengumbar pandangan kepada wanita yang bukan mahram, dan lain-lain.


Ketika larangan Allah swt diterjang, maka apakah yang terjadi? Kemaksiatan berantai membelenggu sang pelaku. Akhirnya berujung kepada zina. Ketika si wanita telah hamil karena zina, aborsi ditempuh sebagai solusi. Dengan banyaknya perzinaan, maka aborsi juga semakin meningkat pesat. Padahal di dalam perbuatan aborsi terdapat berbagai bahaya dan pelanggaran syariat yang dilakukan. Maka perlu ada usaha bersama untuk membendung perilaku menyimpang dari agama ini, sehingga harapan mearaih kebahagiaan dunia dan akhirat bisa diraih oleh umat ini dengan ridha ilahi.


Diambil dari Majalah As-Sunnah, Jumadil Tsani 1430/Juni 2009
dipublish ulang oleh http://perpustakaan-islam.com/

Minggu, 27 Juni 2010

Ya …Allah ku sebut nama-MU

Ketika musibah menimpa
bencana melanda dan tragedy terjadi
mereka yang tertimpa akan selalu berseru
Ya Allah…
ketika pintu-pintu permintaan telah tertutup
dan tabir permohonan telah diguraikan
Orang-orang mendesah
Ya Allah…
Ketika semua cara
tak mampu untuk meyelesaikan
Setiap jalan terasa menyempit
Harapan terputus
Dan semua jalan pintas membuntu
Merekapun menyeru, ya allah…
Ketika bumi terasa menyempit
Dikarenakan himpitan persoalan hidup
Dan jiwa terasa seolah-olah tertekan
Oleh beban berat keidupan yang anda pikul
Semua menyeru ya allah…
Setiap ucapan yang baik,
Doa yang tulus,
Rintian yang jujur,
Air mata yang menetes penuh keikhlasan
Dan keluhan yang menggundah gulanakan hati
Adalah hanya pantas ditujukan ke hadirat-Nya
Setiap dinihari menjelang,
Tengadahkan kedua telapak tangan,
Julurkan tanganpenu harap
Tengarahkan terus tatapan matamu kea rah-nya
Untuk memohon pertolongan
Ketika lidah bergerak
Tak lain hanya untuk menyebut,
Mengingat dan berdzikir menyebut nama-nya
Dengan begitu hati akan tenang jiwa akan damai,
Syaraf tak lagi menegang,
Dan iman kembali berkobar-kobar.
“Demikianlah, Dengan Selalu Menyebut Nama-Nya,Keyakinan Akan Semakin Kokoh Karena Allah Maha Lembut Terhadap Hamba-Hamba-Nya” (Asy-Syuara: 9)

Bukan berarti...

Saat kekuatan ini mulai melemah
bukan berarti harus menyerah
saat kemampuan ini mulai pudar
bukan beraarti harus menghindar
saat kegigihan mulai rapuh
bukan berarti harus terjatuh
bentuk kasih sayang Allah
tidak selamanya terasa manis
kadang pahit
disinilah proses hidup berjalan
untuk mendapatkan rasa manis itu

Hidup Adalah Belajar

Hidup adalah belajar
Belajar bersyukur meski tak cukup
belajar Ikhlas meski tak rela
belajar taat meski berat.
belajar memahami meski tak sehati
Belajar bersabar meski terbebani
Belajar setia meski tergoda
belajar dan terus belajar
dengankeyakinan setegar karang
Tapi sudah menajadi kodrat,
Hati seperti air laut bergelombang
pasang surut dan sering terbawa arus
maka dari itulah kita harus belajar
belajar untuk tetap berada di jalan yang benar
belajar menjadi lebih baik
untuk menjadi yang terbaik
InsyaAllah mendapatkan yang terbaik.

Dari ibnu umar beliau berkata bahwa Rasulullah bersabda:

Seorang muslim dengan muslim yang lain adalah saudara.
Seorang muslim tidak boleh berbuat zalim
Dan mengecewakan muslim yang lain
Barang siapa membantu kebutuhan saudaranya ,
Maka Allah akan memenuhi kebutuhannya
Barang siapa membebaskan seorang muslim dari kesulitan,
Maka Allah akan membebaskannya pada hari kiamat
Dan barangsiapa menutupi aib seorang muslim
Maka Allah akan menutupi aibnya pada hari kiamat.
(HR. Muslim)

Sebelum kita mengeluh

Sekedar pengobar semangat untukku, untukmu, dan untuk kita semua…
“hari ini sebelum kita mengatakan kata-kata yang tidak baik,
Pikirkan tentang seseorang yang tidak dapat berkata-kata sama sekali.
Sebelum kita mengeluh tentang rasa dari makanan,
Pikrkan tentang seseorang yang tidakapapun untuk dimakan
Sebelum kita mengeluh tidak punya apa-apa
Pikirkan tentang seseorang yang meminta-minta di jalanan
Sebelum kita mengeluh bahwa kita buruk
Pikirkan tentang seseorang yang berada pada keadaan yang terburuk dalam hidupnya
Hari ini sebelum kita mengeluh tentang hidup,
Pikirkantentang seseorang yang meninggal terlalu cepat
Dan ketika kita sedang bersedih dan hidup dalam kesusahan,
Tersenyum dan berterimakasihlah kepada tuhan
Bahwa kita MASIH HIDUP”
Tampilkan postingan dengan label Tazkiyah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tazkiyah. Tampilkan semua postingan

Selasa, 25 Oktober 2011

Cantik dengan Jilbab

Aku bangga menjadi wanita muslimah
di saat yang lain bangga menjadi wanita modern
Aku bangga jilbabku menguntai di dada
di saat yang lain bangga menguntai kecantikannya
yang memukau dan menawan yang tiada henti
aku bangga jika mahkota adalah jilbabku
di saat yang lain bangga jika rambut adalah mahkotanya
wahai kawan yang bermimpi
sanjungan akan cantik bukanlah buka-bukaan
cantik bukan selalu berdandan
dan cantik bukan berarti seorang pujaan
kuulurkan jilbabku hingga terasa damai hatiku

Minggu, 16 Oktober 2011

Bekal Terbaik

Sungguh....
Setiap hembusan nafas ini adalah sebuah kereta menuju ajal
Masih Pantaskah aku bersantai?
Padahal bekal ini belumlah cukup untuk menempuh perjalanan
yang aku pun tak tahu seberapa jauhnya ia.
Seandainya waktu dapat kuputar ulang
akan kuambil bekal terbaik, yakni AMAL
Dia adalah bekal terbaik yang pernah ada
Harus kusadari bahwasetiap perbuatan
akan ada balasannya dari Allah subhanahu wa ta'ala

Ilmu dan Akhirat

Fudhail BIn Iyadh berkata: ketakutan manusia akan Allah sejajar dengan ilmunya tentang Allah, dan penolakannya dengan kenikmatan dunia sejejar dengan keinginannya dengan akhirat.

Kamis, 06 Oktober 2011

Kemaksiatan Melahirkan Kemaksiatan Lainnya

catatan ini aku copas dari note seorang teman di fb.  mudah-mudahan bermanfaat. selamat membaca!

Sesungguhnya kemaksiatan yang dilakukan seorang hamba akan melahirkan kemaksiatan-kemaksiatan yang lain, sehingga pelakunya susah dan berat meninggalkannya. Sebagian salaf mengatakan: “Sesungguhnya diantara hukuman keburukan adalah terjadinya keburukan setelahnya, dan sesungguhnya di antara pahala kebaikan adalah kebaikan setelahnya”. Jika seorang hamba telah melakukan sebuah kebaikan, maka kebaikan yang berada di dekatnya mengatakan: “Hendaklah engkau mengamalkan aku juga!”. Jika dia telah mengamalkan kebaikan kedua, maka kebaikan ketiga akan mengatakan seperti itu juga , dan begitu seterusnya. Sehingga kebaikan selalu bertambah dan keuntungan berlipat ganda. Sebaliknya, keburukan juga seperti itu. Maka akhirnya ketaatan dan kemaksiatan itu menjadi sifat yang melekat dan keadaan yang tetap ada pada pelakunya. Jika seorang muhsin (orang yang sudah terbiasa berbuat ketaatan dengan sebaik-baiknya) meninggalkan ketaatan-ketaatan, maka jiwanya tertekan, bumi yang luas terasa sempit, dan dia merasa seperti ikan yang meninggalkan air. Sampai dia kembali melaksanakan ketaatan-ketaatan, maka jiwanya akan menjadi tenang dan hatinya menjadi tenteram. Sebaliknya, jika seorang mujrim (orang yang sudah terbiasa melakukan kemaksiatan-kemaksiatan yang besar) meninggalkan kemaksiatan dan menuju ketaatan, maka jiwanya tertekan, dadanya terasa sempit, sampai dia terbiasa melaksanakan ketaatan-ketaatan (Lihat Ad-Da' wa Dawa' karya Ibnul Qoyyim Al-Jauziyah)

Hal ini diisyaratkan di dalam sebuah hadits Nabi Muhammmad saw dengan sabda Beliau “Hendaklah kamu selalu jujur, karena sesungguhnya jujur itu akan menuntun menuju kebaikan, dan sesungguhnya kebaikan itu akan menuntun kepada surga. Dan tidaklah seseorang selalu berkata jujur dan berusaha menetapi kejujuran, sampai dia ditulis di sisi Allah swt sebagai orang yang sangat jujur. Dan hendaklah kamu selalu menjauhi dusta, karena sesungguhnya dusta itu akan menuntun menuju kemaksiatan, dan sesungguhnya kemaksiatan itu akan menuntun menuju neraka. Dan tidaklah seseorang selalu berkata dusta dan selalu memilih kedustaan, sampai dia ditulis di sisi Allah swt sebagai orang yang pendusta (HR. Muslim dari 'Abdullah bin Mas'ud)


Oleh karena itu Allah swt melarang kemaksiatan dan sarana-sarananya. Allah swt telah mengharamkan perbuatan-perbuatan keji, baik yang nampak maupun yang tidak nampak.Allah swt juga melarang mendekati perbuatan-perbuatan keji itu dan sebab-sebab yang menghantarkan kepadanya. Semua itu sebagai rahmat-Nya kepada para hamba dan menjaga mereka dari perkara yang membahayakan mereka di dunia dan akhirat.


Diantara perbuatan keji yang telah Allah swt haramkan di dalam Kitab-Nya dan lewat lisan Rasul-Nya adalah zina. Allah swt berfirman yang artinya “Dan janganlah kamu mendekati zina, Sesungguhnya zina itu suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk” (Al-Isra:32)


Sarana-sarana yang menghantarkan menuju zina juga diharamkan, seperti wanita keluar rumah memakai parfum, membuka aurat kepada orang lain, berbicara manja kepada laki-laki yang bukan mahram, bersafar tanpa mahram, ikhtilath (campur baur laki-laki dan perempuan), khalwat (laki-laki berduaan dengan wanita yang bukan mahramnya), tabarruj (perbuatan wanita yang memamerkan dandanan dan perhiasan), mengumbar pandangan kepada wanita yang bukan mahram, dan lain-lain.


Ketika larangan Allah swt diterjang, maka apakah yang terjadi? Kemaksiatan berantai membelenggu sang pelaku. Akhirnya berujung kepada zina. Ketika si wanita telah hamil karena zina, aborsi ditempuh sebagai solusi. Dengan banyaknya perzinaan, maka aborsi juga semakin meningkat pesat. Padahal di dalam perbuatan aborsi terdapat berbagai bahaya dan pelanggaran syariat yang dilakukan. Maka perlu ada usaha bersama untuk membendung perilaku menyimpang dari agama ini, sehingga harapan mearaih kebahagiaan dunia dan akhirat bisa diraih oleh umat ini dengan ridha ilahi.


Diambil dari Majalah As-Sunnah, Jumadil Tsani 1430/Juni 2009
dipublish ulang oleh http://perpustakaan-islam.com/

Minggu, 27 Juni 2010

Ya …Allah ku sebut nama-MU

Ketika musibah menimpa
bencana melanda dan tragedy terjadi
mereka yang tertimpa akan selalu berseru
Ya Allah…
ketika pintu-pintu permintaan telah tertutup
dan tabir permohonan telah diguraikan
Orang-orang mendesah
Ya Allah…
Ketika semua cara
tak mampu untuk meyelesaikan
Setiap jalan terasa menyempit
Harapan terputus
Dan semua jalan pintas membuntu
Merekapun menyeru, ya allah…
Ketika bumi terasa menyempit
Dikarenakan himpitan persoalan hidup
Dan jiwa terasa seolah-olah tertekan
Oleh beban berat keidupan yang anda pikul
Semua menyeru ya allah…
Setiap ucapan yang baik,
Doa yang tulus,
Rintian yang jujur,
Air mata yang menetes penuh keikhlasan
Dan keluhan yang menggundah gulanakan hati
Adalah hanya pantas ditujukan ke hadirat-Nya
Setiap dinihari menjelang,
Tengadahkan kedua telapak tangan,
Julurkan tanganpenu harap
Tengarahkan terus tatapan matamu kea rah-nya
Untuk memohon pertolongan
Ketika lidah bergerak
Tak lain hanya untuk menyebut,
Mengingat dan berdzikir menyebut nama-nya
Dengan begitu hati akan tenang jiwa akan damai,
Syaraf tak lagi menegang,
Dan iman kembali berkobar-kobar.
“Demikianlah, Dengan Selalu Menyebut Nama-Nya,Keyakinan Akan Semakin Kokoh Karena Allah Maha Lembut Terhadap Hamba-Hamba-Nya” (Asy-Syuara: 9)

Bukan berarti...

Saat kekuatan ini mulai melemah
bukan berarti harus menyerah
saat kemampuan ini mulai pudar
bukan beraarti harus menghindar
saat kegigihan mulai rapuh
bukan berarti harus terjatuh
bentuk kasih sayang Allah
tidak selamanya terasa manis
kadang pahit
disinilah proses hidup berjalan
untuk mendapatkan rasa manis itu

Hidup Adalah Belajar

Hidup adalah belajar
Belajar bersyukur meski tak cukup
belajar Ikhlas meski tak rela
belajar taat meski berat.
belajar memahami meski tak sehati
Belajar bersabar meski terbebani
Belajar setia meski tergoda
belajar dan terus belajar
dengankeyakinan setegar karang
Tapi sudah menajadi kodrat,
Hati seperti air laut bergelombang
pasang surut dan sering terbawa arus
maka dari itulah kita harus belajar
belajar untuk tetap berada di jalan yang benar
belajar menjadi lebih baik
untuk menjadi yang terbaik
InsyaAllah mendapatkan yang terbaik.

Dari ibnu umar beliau berkata bahwa Rasulullah bersabda:

Seorang muslim dengan muslim yang lain adalah saudara.
Seorang muslim tidak boleh berbuat zalim
Dan mengecewakan muslim yang lain
Barang siapa membantu kebutuhan saudaranya ,
Maka Allah akan memenuhi kebutuhannya
Barang siapa membebaskan seorang muslim dari kesulitan,
Maka Allah akan membebaskannya pada hari kiamat
Dan barangsiapa menutupi aib seorang muslim
Maka Allah akan menutupi aibnya pada hari kiamat.
(HR. Muslim)

Sebelum kita mengeluh

Sekedar pengobar semangat untukku, untukmu, dan untuk kita semua…
“hari ini sebelum kita mengatakan kata-kata yang tidak baik,
Pikirkan tentang seseorang yang tidak dapat berkata-kata sama sekali.
Sebelum kita mengeluh tentang rasa dari makanan,
Pikrkan tentang seseorang yang tidakapapun untuk dimakan
Sebelum kita mengeluh tidak punya apa-apa
Pikirkan tentang seseorang yang meminta-minta di jalanan
Sebelum kita mengeluh bahwa kita buruk
Pikirkan tentang seseorang yang berada pada keadaan yang terburuk dalam hidupnya
Hari ini sebelum kita mengeluh tentang hidup,
Pikirkantentang seseorang yang meninggal terlalu cepat
Dan ketika kita sedang bersedih dan hidup dalam kesusahan,
Tersenyum dan berterimakasihlah kepada tuhan
Bahwa kita MASIH HIDUP”