Tampilkan postingan dengan label Fren Story. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Fren Story. Tampilkan semua postingan

Selasa, 25 Oktober 2011

Masih Sama

Hari ahad kemarin Anti (My BF) tiba di Makassar. Aku tidak deg-degan menantinya, tapi tetap mendoakan semoga perjalannya lancar. aku juga tidak mengirimkannya sms meski itu hanya untuk bertanya, "dah dimana?"

Aku hanya berpikir, "insyaAllah ntar ketemu kok" lagian dia juga bukan orang yang baru di Makassar ini. Saat itu aku tetap fokus pada pembicaraan dalam pertemuan, di sekretariat. Sesekali ku lihat hp ku, siapa tahu ada sms darinya yang menanyakan alamat baru ku. 

Pukul 5.00 WITA barulah ada sms darinya, itu artinya dia dah tiba. Segera ku kirimkan sms balasan menjelaskan lokasi tempat tinggalku yang baru. Aku lebih dulu tiba dibandingkan dia. Dia tiba di rumah, saat aku sedang mandi. Usai mandi, aku mendengar ada suara yang nggak asing lagi di telingaku. 

Suara itu...begitu mencekam... "hmmmm... Anti dah tiba". Aku nggak langsung menemuinya, aku malah asyik nyuci pakaian di kamar mandi. Habis itu aku menuju kamar, sambil berkata, "wah, kamu berhasil juga nemuin alamat ini?" ujarku 
"berhasil donk... saya nggak mungkin di sini kalo ga berhasil"
"bagus... bagus..."
Untuk sementara, aku tinggalkan dulu Anti  di ruang tamu ngobrol bareng Firah. Aku mesti pakaian dulu khan... Usai persalinan ups maksudnya ganti baju, aku menghampirinya dan menarik tanganya ke atas untuk berdiri...

"ckckckck .... nggak berubah" ucapku mengomentari ukuran tubuhnya.

"iya nih... tambah kurus saya" timpal Anti, "peluk dulu donk..." lanjutnya. 

Barulah di situ kami cupika cupiki melepaskan kerinduan yang tak terperikan ..***halah
HAAAAA...... aku kangen banget ma tuh anak....gemes deh.. kirain bodynya udah bertambah eh, taunya masih sama aja. Abis itu langsung minta ole2. tau nggak dia ngasih apa, aku dikasih tiket pesawat, katanya itu harganya satu juta. aku melengos. 
"he... Ga, ini yang beneran. Ambil ini" dia mengeluarkan sesuatu dari tasnya, aku dengan senang hati menerimanya. dan dengan penuh semangat membuka bungkusan itu. Isinya  apa yah? penasaran. buka...buka...buka... 
"hah???? Roti????!!!!" GUBRAKK!!! aku pun terlontar ke belakang. Anti tertawa cekikikan. Anti toh... masa' ole2nya roti dari pesawat. Huaaaa.....nggak bener iki. Mana pesanan rok batikku????
"Wei... itu Roti satu Juta tau..." bela Anti.
Aku memang penggemar Roti, tapi .... ah... sudahlah, Thanks Sob...
Kamu emang ga berubah, masih kayak dulu, masih suka ga bawa ole-ole...
hehehe..piece ^_^ V



Kamis, 13 Oktober 2011

Dia....Ukhti ku...

Aku baru aja buka-buka draft dan ternyata ada tulisan ini.  Sekalian aja di edit dan dipublish. Check it out!
Semakin hari, aku merasa semakin dekat dengannya. Bahkan sudah sampe tidur bareng. ck..ck..ck... waktu emang bisa merubah segalanya. bayangkan, kami punya ranjang masing-masing tapi kami lebih memilih tidur di lantai dengan menggelar kasur yang cukup besar untuk kami berdua.
Setiap jam 10 malam meja belajar di geser, kasur dihampar, dan kelambu pun digantung. si dia udah kecanduan kelambu. Dan tiap pagi juga kami bahu membahu merapikan tempat tidur***banyakan dia sih yang ngerapihin.
Dulu sempat menangis karenanya, tapi akhirnya lebih sering tertawa bersamanya. Kalo dia lagi diam, artinya jangan tanya-tanya. so aku cuek aja sampai dia yang membuka mulut dengan gumaman, atau gurauan. 
sosok yang baik, yang kuat, pekerja keras, yang cekatan, dan sederhana, serta kadang terkesan lugu (lucu dan guriting). Mengajarkan ku banyak hal terutama soal kerapihan dan kebersihan. Dia juga suka ma'dawa-dawa di dapur. Bersamanya aku berani membuat kapurung, dan ongol-ongol. 
Dia, ukhti ku, membuat ku tertawa dengan guyonannya, dan membuatku menangis saat mendengar tangisnya di hari berpulangnya ibundanya yang tercinta, membuatku ikut kesal ketika ada yang menipunya, dan membuatku berat meniggalkan kost Flora.
Dia.. ukhti ku yang pernah menegurku saat aku kebablasan bercanda dengan seorang senior yang bukan mahramku. Syukran ukh, karena sudah menegur. Ana emang butuh itu. Itu menunjukkan cinta ukhti pada ana yang tidak ingin ana terjatuh dalam kemaksiatan.
Dia, Ukhti ku, penggemar warna hijau yang diam-diam membaca blog ku. Semua barang-barang di kamar mandi serba hijau. Sabun pun hijau. Hampir aja aku dicat hijau sama dia.
Dia, Ukhti ku, yang rajin banget ke pasar Butung dan pulang kampung dengan motornya yang dijuluki 'MORA'. Aku sering ditinggal sendirian di kamar kost. suka berkata "....sedding..". 
dia Ukhti ku, yang pusing tujuh keliling kalo ngeliat kondisi Flora yang berantakan dan rumputnya udah tinggi. Semangatnya luar biasa. Meski hanya setahun tinggal bersama tapi kesannya insyaAllah tetap tertinggal. 
Dia... ukhti ku... Rahmawati Rusli....
kaifa Haluki ya ukh....? gimana Proposalnya?


NB: Tulisan ini kudedikasikan kepada al ukh... RARA


Senin, 13 Juni 2011

Me n By Best Friend

me n Anti

dulu kita sahabat, teman begitu hangat,

mengalahkan sinar mentari....
dulu kita sahabat, berteman bagai ulat

berharap jadi kupu-kupu....
kini kita melangkah berjauh-jauhan,
kau jauhi dirku karena sesuatu,
mungkin ku terlalu bertingkah kejauhan
namun itu karena ku sayaaaaang.....
persahabatan bagai kepompong...


lagu Persahabatan dari Sindentosca terngiang-ngiang di telingaku. duh... kok kayaknya pas banget yah dengan perasaan ku saat ini. sedih juga sih. Dulu sering banget make lagu ini sebagai backing soundx vidio narsis aku dan sahabat ku. bahkan kami sampai membuat koreografinya segala. hihihi lucu juga kalo ingat zaman gokil-gokilx diriku dan dia.

Ngomong-ngomong tentang perasahabatan, aku ga setuju dengan lagu "kepompong". soalnya masa hidup kupu-kupu itu kan bentar banget. aku nggak mau persahabatan ku kaya gitu. yah.... meski sekarang aku dan sahabatku lagi dalam masa dormansi, tapi sebanarnya aku tetap berharap persahabatanku itu bisa seperti sendal jepit. seperti yang pernah dikatakannya pada ku. filosofi sendal jepit, ga eksis kalo cuman satu aja, ga ada pasangannya.
pfuhhh.....

Sejak hari kamis lalu aku uring-uringan, dan sekarang blom baikan juga. setiap kali ingat masalah itu, ada perasaan kesal sekaligus perasaan bersalah. entahlah..
semakin ingin melupakan, eh... malah semakin sering muncul diingatan.

benci..benci... tapi rindu jua ...
rindu-rindu... tapi benci jua...
so mesti gmana donk?????

padahal aku juga pengen banget tahu kegiatan dia di sana. lagi ngapain, ketemu ma siapa aja, gmana kegiatannya, sempat jalan2 kemana? trus mo minta ole-ole juga, tapi karena dia nggak bilang-bilang masalah keberangkatannya (alias dirahasiain) artinya aq juga ga berhak nanya2 tentang hal itu. hiks...mewek lagi.

dia katanya mo jadi goshwriter. ku search di wikipedia gosht writer itu artinya penulis untuk orang lain. dan itu di bayar. bagus juga. so selain bisa dapat duit dari situ, dia juga bisa tetap nulis untuk dirinya sendiri. cukup realistis. yah.... semoga cita-cita mu bisa tercapai sobat!

hmmmm.....jadi kangen masa sama-sama dulu. Tempat atau keadaan seburuk apapun jadi menyenangkan jika bersama. contohnya

  1. waktu di bus dalam perjalanan masamba - makassar, waktu itu pak sopir nyetel musik keras-keras. duh... kepala ku tuh udah kayak digebukin. ditambah lagi, orang yang duduk di kursi di depan kami menyetel kursinya ke belakang banget. uhhhh BT. udah pusing, kejepit lagi. dengan sedikit lebay aq menjerit, "aduh..!!" dan sahabat ku langsung menegur orang tsb, "pak tolong maju-maju sediki, terjepit temanku!" hiks jadi terharu. habis itu kita cekikikan deh... hihihi.
  2. waktu laporan pas jadi maba 2006. kompakan bo'ong biar terhindar dari siksaan. xixixi
  3. waktu pertama kali datang ke mks bwt kul, nunggu di pinggir jalan dekat telp umum dari jam 3 subuh ampe jam 6, ditemani sopir taksi dan anjing - anjing.
  4. jalan kaki dari Telkom sampai ke rumah atau sebaliknya sambil bawaain acara jejak kaki.
  5. ngeMC bareng di acara PesKilnya maba 2008
  6. keliling pasar Sentral yang sumpek dengan barang dagangan dan para penjualnya yang dengan riang gembira berkoar-koar menawarkan barang dagangannya , "cari apa buk, singgah belanja" awalnya kami menjawab sapaan itu dengan senyum. tapi lama-lama BT juga, apa ga bosan ngomong gitu terus, akhirnya kau pun mejawab sekenanya, "cari jalan keluar mbak, mas" ganti sahabat ku yang cekikikan.
  7. maming bareng di kosannya kak Ambu
  8. belanja bulanan di Sejahtera, (tragedi obat penghilang daki)
  9. jalan-jalan ke Mall, cek per cek cuman buat nengokin buku-buku di Gramedia. dasar kutu buku.
  10. bercerita panjang lebar tentang apa saja sampai lupa waktu, mau di rumahku, di rumahnya, di rumah neneknya, di kosan kakaknya, di kosan ku. di rumahnya fera, di jalanan.

Ya.... semua ada jamannya*ngutip dari iklan. Itu waktu jamannya kita masih sama-sama, sekarang kita udah jauhan. udah ga bisa jalan bareng lagi atau yg sejenisx. Udah sibuk dengan urusan masing-masing. Walau begitu, tak akan ada yang berubah dengan makna persahabatan kami. Bagi ku sahabat sejati itu bukanlah yg selalu di depan mata atau yang senantiasa di sisi. Tetapi dia yg setia di hati & di ingat dalam setiap bisikan Doa.

Special to my best friend
thanks for your coming in my live.
thanks for undersanding me
thanks for your time
thanks for listening my story
thanks for sharing with me.
bagi ku kau istimewa, aku pun ingin jadi istimewa untukmu.

Namun jika itu sulit, tak apa, aku tak akan memaksa.
"laa ikraaha fiddiin.." tidak ada paksaan dalam agama.

begitu pula seharusnya, tidak ada paksaan dalam persahabatan.


Just be my Best Friend Forever ....

Jumat, 10 Juni 2011

Catatan tengah Malam

Malam kian larut. Suasana di RQIB tampak lengang. Kami baru saja selesai rapat staf Al-Insan untuk persiapan program-program Bimbel dalam waktu dekat. Ada K sri, K Nahdah, K jira, K yunita, dan Ukhti Fatma. bahagia rasanya bisa berada di tengah-tengah mereka. Rasa solidaritas yang tinggi membuatku betah bergabung di Al-Insan. orang-orang seperti merekalah yang aku butuhkan. Mereka yang senantiasa mengingatkan dalam menetapi kebaikan. mereka yang dengan canda ringannya mampu menerbitkan senyum di bibir. mereka yang dengan ketulusan nya mampu menyejukkan hati. Mereka yang dengan semangat tinggi mampu memotivasi untuk senantiasa berbuat/berkarya. "don't Stop to think"

Saat ini mereka semua tengah terlelap dalam mimpi indah usai rapat. Aku sendiri, masih terjaga. kembali aku teringat akan sahabat ku yang sedang jauh di sana.... sedang apa ia malam ini? Semoga keistiqamahan senantiasa bersamanya.
Baru saja ku buka fbnya, dan kudapati fotonya terpampang di salah satu album milik temannya. ya Allah... aku malu. mudah-mudahan foto itu ga terlihat oleh yang bukan mahram.

Jujur, aku bingung. antara ingin marah atau sebaliknya. aku senang mendengarnya bisa turut dalam ajang pelatihan penulisan itu. keren banget. tapi aku juga khawatir, keistiqamahan itu perlahan-lahan mulai terkikis. mulai dari pergi tanpa mahram (ini mungkin hanya dugaan ku semata), sampai hal-hal kecil lainya, yang mungkin bagi sebagian orang dianggap sepela, namun justru disitulah ujian keimanannya.

Ya Rabb, di malam yang kian larut ini, izinkan hamba meminta pada-Mu. Jagalah saudariku di manapun ia berada. Istiqamahkan lah ia dalam segala hal. Kutau ia bukan orang yang lemah, namun ku tahu pula bahwa syaitan tak pernah tidur. dan ku yakini hanya Engkaulah yang maha berkuasa atas segala sesuatu. Engkaulah yang maha memegang hati manusia.

Sobat, mungkin sikapku padamu terlalu berlebihan, tapi aku marah bukan hanya karena kau mengabaikan ku, tapi lebih pada hal yang prinsip. Semoga saja kau tahu apa itu. Sebenarnya aku tak pantas marah, toh masing-masing kita sudah dewasa. kita tau mana yang baik dan mana yang buruk. kita juga yang akan mempertanggung jawabkan semua perbuatan kita kepada-Nya kelak. Afwan, jika aku terkesan sewot. aku marah, karena rasa sayang ku padamu.

Ternyata aku tak cukup bijak, aku tak ingin kau terbebani dengan sikap childishku ini. karena itu untuk sementara waktu, aku ingin menghilang dari kehidupan mu. baik-baik ya ukh....

Jumat, 15 April 2011

Congratulation to BULAN

Alhamdulillahirabbil alamin....
Sungguh tak dapat ku gambarkan bagaimana bahagianya hati ini manakala pertama kali melihat cover bukumu yng pertama sobat....
sungguh aq sangat terharu. akhirnya, setelah melalui penantian, pengorbanan, celaan dan cibiran dari beberapa orang di sekitar mu yang tidak dapat menerima alasan mu kluar dari bangku kuliah- buku mu pun akan terbit juga.
aku turut senang, karena sekarang saat orang2 menanyakan tentangmu pada ku, dengan bangga aq katakan, "bukunya akan segera terbit" atau jika ada yang bertanya pada ku siapa saja teman2ku, kini aq bisa menjawab dengan lugas bahwa aq punya teman seorang dokter, bidan, suster, dan seorang penulis.
Tahukah kamu, dulu aq pernah menginginkan di antara kita berlima ga ada yang sama pekerjaannya, dan itu akhirnya terwujud. ups... tpi bukan berarti aku yang mendepakmu dari biologi.
Hari ini ku dengar buku mu telah terbit. AAAA..........aku ingin teriak dan ngasih tau ke orang2 tentang itu. aku sena..ngg....... sampai2 ingin menangis. ini bukan karena 3 bulan lagi kau akan,mentraktir ku atau membayar utang-utang mu. hehehehe. bukan, sobat... tapi karena kau sahabatku. aq tau bangetg gimana perjuangan mu selama ini. inilah sesuatu yang kau cintai itu. I'M VERY PROUD OF YOU.
Tapi yang perlu kau tau, bukumu terbit atau tidak,itu tak menjadi masalah buatku. aq tetap bangga padamu. kamu kuat, kamu berani, kamu the best lah...
as usual i say be the best who you are

Sabtu, 15 Januari 2011

Rara dan Seribu Rumus

Sejak tadi malam Rara belajar habis-habisan, oh salah. Bukan hanya sejak malam tapi sejak magrib ba’da shalat dia sudah bergulat dengan buku Kimia Fisik nya.
“serius amat neng….” Tegurku, “oh… mau final ya.. “
“hmm” jawabnya singkat.
“ok deh kalo gitu, selamat belajar, aku nggak bakal ngajak ngobrol. SEMANGAT!!” Ucapku memberikan semangat, yang disambut dengan senyum misterius dari Rara.
Setelah itu kami pun sibuk dengan pekerjaan kami masing-masing. Aku dengan segala administrasi bimbel dan Rara dengan soal-soal KIMIA fisikanya.
Jam 8 malam ku ajak Rara shalat Isya.
“duh….. Susahnya ini soal, ndak menger-menger ka’. Shalat ma’ kapang dulu di’?”
“iya, siapa tau dapat pencerahan, hehe”
Kami pun shalat berjamaah. Hanya berdua. Mungkin akhawaat yang lain udah pada shalat di kamar masing-masing.
Usai shalat, aku kembali ke depan Laptop dan Rara kembali ke dunia lain, I mean “dunia Kimiafisika”. Duh.. Jadi ingat masa-masa kuliah dulu. halah… lagaknya kayak udah lama banget ga kuliah, baru aja kemarin selesainya udah sok tua.
Next. Alhamdulillah pekerjaanku selesai sebelum jam 10. So bisa tidur lebih awal. Kemarin2 aku bobonya di atas jam 12 malam karena harus menyelesaikan persiapan Al-Insan Fullday yang dilaksanakan hari Ahad lalu. Mata ku udah kayak orang kesurupan dibuatnya. Lingkar hitamnya semakin menjadi-jadi.
“yeyeye… akhirnya bisa tidur sebelum Rara. Ra’ aku bobo duluan yah… Assalamualaykum…..” godaku.
“Wa’alaykum salam” lagi-lagi dengan senyum misteriusnya.
Sampai mata ini terpejam, Rara masih asyik dengan pulpen dan bukunya.
Pukul 4. 30
Saat ku buka mata ini, Rara sudah kembali di depan buku Kimia fisikanya.
“SERIBU!!!” Seru Rara tiba-tiba . Aku terkejut dibuatnya
“apanya yang seribu, Ra’?” Tanyaku yang masih terkantuk-kantuk. jangan-jangan Rara lagi ngigau jadi penjual di pasarsentral.
“oh!” iya tersadar, ga nyangka kalo aku udah bangun, he..he..he..kedapatan, “ini loh, banyak sekali rumusnya…. Bayangkan satu buku. Bo’. Mungkin nyampe seribu”
Hahaha… ta’ kirain apa. Rara lebai deh...
Gini nih sindrom orang-orang yang belajar pake system SKS (system kebut semalam). Besoknya ujian baru pelajari semua materi. Gimana ga puyeng tuh, apa lagi kalo rumusnya dah sampe seribu kayak yang dibilang Rara.
“eh, katanya ada loh orang yang sampe gila gara-gara cerdas banget” ujar Rara menutup bukunya.
“kok bisa?” tanyaku iseng
“pasalnya, ada soal yang ga bisa dia selesaikan, habis tanya sana-sini, ga ada yang tau dan mereka juga nggak musingin hal itu. tapi si cerdas ini, penasaran banget. tiap hari dia mikirin rumusnya, sampe-sampe berhenti kuliah karena stressnya..ckckk”
“kasian baget ya. tapi kamu nggak bakal kayak gitu khan…. paling stress nya bukan karena cerdas dan penasaran, tapi bingung rumus mana yang mau dipake untuk ngerjain soal ntar. hehehe” jawabku tega
“iya, apa lagi seribu rumus” Rara kembali mengulang istilah barunya. SERIBU RUMUS
Pukul 7.30 am,
Rara pun pergi dengan sebuah doa. semoga dari SERIBU RUMUS itu ada yang nyangkut di kepala bisa digunakan dalam pertarungan di final nanti. GOOD LUCk ya, Ukh….

***
Usai Ujian….
Rara masuk ke kamar kost dengan muka kusut.
“gimana ujiannya? sukses?”
Rara diam
“susah banget ya?”
“nggak susah, tapi waktunya sedikit sekali..” jawab Rara penuh penyesalan
“emang berapa nomor soalnya?”
“lima nomor”
“oh..Cuma lima, kok”
“tapi 1 nomor terbagi lagi a,b,c,d,e”
Ups, kalo diitung-itung, sampe 25 nomor tuh.
“Trus, berapa nomor yang berhasil diselesaikan”
“Cuma 3”
“wah, lumayan tuh, bisa dapat 80an lah” ucapku menghibur walau aku nggak yakin tiga nomor itu benar semua, xixixi
“ih… kan kita juga mau dapat A”
“InsyaAllah bisa kok dapat A, kan penilaiannya bukan Cuma dari nilai final aja”
“Masalahnya, Seribu rumus ku belum terpakai semua”
GUBRAKK!!!! SERIBU RUMUS bo’?!!!!!

Rabu, 29 Desember 2010

Sehari 3 menit

Saat ku tulis kan catatan ini, aku sedang senyum-senyum sendiri membayangka kekonyolanku, sambil menatap laptop di hadapanku. ya iyalah di hadapan masa’ menatap yang di belakang, bisa kepelintir tuh…
Sehari 3 menit. Apa coba? ayo tebak, ayo,ayo…
1. Makan 3 menit, bukan aku banget. Paling cepat aku tuh makan 5 menit.
2. Minum 3 menit → lama amat.
3. Mandi 3 menit → daurah kali?!
4. Shalat 3 menit →Wah nggak tuma’ninah tuh.
5. Nulis 3 menit → Nulis apaan coba 3 menit dalam sehari.
Trus apa donk?
Sehari 3 menit. Nelpon ke Anti kenyok…hahaha… (pelit amat). Ih nggak lagi. Masih mending aku, yang nelpon 3 menit dalam sehari. Lah anti, cuman sms doang. Itu pun pake operator yang biasanya ngasih gratisan. semurah itukah aku. halah jangan lebay. aku tahu itu bukan berarti aku murah, tapi aku tak bisa dinilai dengan tariff sms. (mencoba berlapang dada, meski pahit terasa)
Fakta:
Sebenarnya 12 – 13an lah ma Anti. Aku sekarang pindah paket ke tariff Rp20/menit. Kalo dulux sms ku Rp 60 /sms, sekarang dah aku ganti dengan nelpon 3 menit. Coba aja hitung,
3 menit x Rp20/menit = Rp60,00.
Sama kan dengan tariff sms ku yang dulu. Kenapa aku nggak sms? Jawabannya adalah karena tarif sms paket ini mahal, its about Rp115/ sms.
Kalo ada yang bilang aku pelit, nggak juga tuh. bukankah kita dituntut untuk selalu mengamalkan ilmu yang sudah kita dapatkan. nah disinilah aku mengamalkan ilmu matematika yang telah ku peroleh selama 4 tahun di bangku kuli ah…. PERHITUNGAN. Dan ingat pesan mamanya Anti, “HEMAT”.
Sehari 3 menit. Lumayan buat ngobatin kangen…..
NB:
aku setuju banget ma mamanya Anti. Hemat. Aku benar-benar menyadari pentingnya berhemat, ketika aku merasakan susah dan beratnya cari duit sendiri. kerja..kerja…kerja…

Minggu, 12 Desember 2010

rindu berat

Pagi ini aku tiba dengan selamat di Makassar. Kota yang ku tinggali selama 4 tahun lebih ini, tampak sepi. Ketika ku pijakkan kaki masuk di kost flora, lagi2 ku temui hal berbeda dengan 7 bulan yang lalu. Saat itu masih ada Dewi, Nunu, Anti, Rara, Upe Uppa dll. Tapi pagi ini aku tidak menemukan itu. Bahkan tak ada yang menjawab salam ku. Entahlah.. mungkin pada nggak dengar. Yenyum adek indah yang menyapaku cukup mengobati kekecewaanku, meski itu masih kurang.
Kangen.... berat... sama "flora girl", yang always ceria dan rame. Rindu pada sorak sorai mereka. Pada kegokilan mereka.
Saat lagi istirahat siang kubuka kembali vidio kenangan ku dan Anti. hiks... pengen nangis... kangen... skrg aku ga bisa kayak dulu lagi. Cuma dia yang bisa ku ajak ngelakuin hal-hal gokil bin narsis kayak gitu. Cuma dia! nggak yang lain.. dia adalah sahabat yang tak kan terganti. Always forever...
Miss you my best friend

Rabu, 20 Oktober 2010

MY BFF: Jauh di mata dekat di telinga


Hari ini, Kamis 14 Oktober 2010. Seharian aku di kamar kost. Cuma keluar waktu pagi untuk beli sayur mayur. Abis itu ya di kamar aja. Aku lagi kena sindrom malas kayaknya. Padahal aku dapat tugas Mading untuk membuat bahasan utama mengenai masalah futur. Aku Cuma bisa nyelesaiin 2 paragraf aja. buntu (kayak WC). No idea. Sulit mengembangkan paragraphnya. Yah aku sadari, aku memang belum meliki kafa’ah di bidang ini.
Siang abis masak, mandi, shalat duhur dan makan siang, aku bobo. Cerintanya sih mo nyiapin energi bwt musyawarah ntar sore bareng anak2 diklat. Tapi fakta berbicara lain. Bangun tidur kepalaku sakit banget. Untuk shalat aja aku susah. Apalagi mo jalan ke Tabaria yang jaraknya sekitar 2 kiloan dari kost ku. Oh No.
Lagi sakit-sakitnya kepala ini. Hp ku berdering, ku pikir dari Kadep, ternyata dari Fera. One of my BBF. Senang… banget, di telpon ma Fera, apalagi si Fera tuh mengkonferensikannya dengan Anti. Trus aku usul bwt ngajak Iin. Jadi deh kita ber4 ngobrol seru. Seru…banget. Cz semuanya pada mo ngomong, sampe nggak jelas siapa yang lagi ngomong dan lagi ngomogin apa. Gini nih kalo 4 gadis jadi-jadian ketemu. Tema pembicaraannya beragam, mulai dari tanya2 kabar masing2, baik kesehatan, aktivitas skrg, maupun kapan merid. Bagi yang merid nggak ngundang2 bakal digigit ma Fera si pembawa virus Rabies. Selama ngobrol Iin paling sering nyebut2 kata “boker”. Kalo Anti, apa ya? Kayaknya dia yang suaranya paling jauh… sayup2 gimana gitu….
Ketika ditanya gimana perasaannya saat ini, jawabannya macam-macam.
Anti : terus terang tadi aku tuh suntuk banget. nggak tau mo ngapain. kangen….berat ma kalian. tapi skrg ga lagi, cz dah dengar suara kalian
Aku : tadi lagi sakit kepala, tapi mendengar suara kalian yang kayak kerumunan lebah tiba2 nggak pengen sakit kepala lagi. nggak sanggup kalo musti skait kepala ganda.
Iin : sekarang aku malah sakit kepala, cz lagi tidur siang dibangunin ma telponx fera, trus ngobrol ma kalian. huh. (berlagak nggak butuh)
Aku dan Anti : oohhh gitu ya? (nada sinis)
Fera : In, putusin aja telponnya, sudah get out aja.
Iin : bededeh. santai fren….
Fera : kalo saya lagi flu ini. mo bagi-bagi flu ma kalian. kita kan harus saling berbagi. mau toh?
Anti : nggak usah, Fer. untuk yang satu inii kami ikhlas ga di kasih
Iin : iya, flux bwt Fera aja
Aku : nggak semua hal bisa dibagi, say. kamu pake puas2 dah tuh flu.
Ada hal yang bikin kami semua “GUBRRAAKK”. Fera belum tahu kalo Anti dah berhenti kuliah di Biologi. ck..ck..ck… tuh Anak benar2 lugu ato gimana ya? padahal dari kemaren2 aku dan Anti udah ngasih isyarat bahkan udah pernah bilang. Fera heran, pasalx Anti nggak balik2 ke Makassar. Dikiranya si Anti lagi libur panjang…. emang sih… tapi panjang….banget.
Aku : ok, Fer, sepertinya Anti kesulitan untuk menjelaskannya pada dirimu mbak. so biar dakuw saja yang melakukan tugas diplomasi ini.
Anti : hu… gaya…
Fera : iya cepatan. Ntar ku gigit lo
Aku : Ok, mbak. dengar baik2 ya. karena aku nggak akan mengulanginya. Jadi harus pasang telinga lebar2. siap?
Fera : hm. apa? cepat mi!
Aku : Bismillahirrahmanirahim. I love you. ha..ha…ha…!
Anti : Gyaaaaa! Mega….!!!
Fera : woi serius donk. ntar kugigit beneran nih. menetes mi ini iler ku’
Aku : gini loh Fera. pertama: Anti nggak suka biologi. Kedua Anti pengen kabur dari biologi. ketiga Anti pengen kabur dari saya
Iin : ya. karena Mega suka boker-boker!
terdengar tawa dari mereka bertiga. aku pun complain.
haha…..ha… begitulah seterusnya. hingga akhirnya terjadi perdebatan singkat. Fera menyayangkan keputusan Anti. Katanya sayang… tinggal sedikit lagi. Wah..blom tau dia kalo Anti tuh yang sedikit bukan sisanya, tapi yang sudah diprogram. Fera menyarankan untuk meneruskan dulu kuliahnya Anti.
Aku yang dari awal udah tau wataknya Anti yang very-very keras - lo mo ngomong apa juga ga bakal mempan - mencoba menengahi. Aku mengibaratkan kuliahnya Anti di Biologi sebagai makanan yang membuatnya sakit perut. Apakah dia harus terus memakannya atau menghentikannya. Tanggapan forum berbeda2.
Anti : Me…. bagus banget pengibaratannya…
Fera : kalo menurut saya, kita mesti lihat manfaat dan mudharatnya.
Anti :Justru itu fer kenapa aku berhenti dari bio. cz aku ngarasa lebih besar mudharatnya bagi dirikuw.
Iin : kalo saya, pergi dulu boker, baru habis itu lanjut lagi makannya.
aku, anti dan fera : Hu… dari tadi boker aja yang di omongin….
Anti emang nggak berminat melanjutkan kuliahnya yang keteteran di Biologi. ia dari awal memang sudah gak suka. tapi nyadarnya telat. So ketika dia memutuskan untuk berhenti banyak yang terkejut. Emang susah menjalani sesuatu yang ga dicintai, meskipun ada yang bilang “jangan hanya mau melakukan apa yang kamu cintai, tapi cobalah mencintai apa yang kamu kerjakan”. Aku sih setuju banget dengan kalimat itu. Tapi ada sebahagian orang yang tidak dapat melakukannya. Dan mungkin itu termasuk Anti. Dia tidak mencintai biologi, dan tidak berusaha untuk mencintainya. Dia cinta menulis, kalo boleh kubilang (maaf ya anti) dia “gila menulis”. Siang malam dia menulis dan menulis. Dia sanggup begadang, cuman bwt nulis cerita. Salut deh bwt semangatnya. Coba aja kuliahnya juga kayak gitu. Yakin deh dia bakal jadi mahasiswa teladan.
Akhirnya, Fera pun berusaha untuk memahami keputusan Anti. Sedangkan Aku dan Iin yang memang sudah dari awal menerima keputusan Anti, adem-adem aja mendengar perdebatan kecil di antara mereka. itulah gunanya teman. Tugas kita adalah untuk menasehatinya dan memberikan semangat bukan untuk memaksakan kehendak kita. Karena belum tentu yang kita anggap baik, juga dirasa baik oleh sahabat kita. Kita bakal tunggu anti melanjutkan kuliahnya tahun depan di bidang yang diminatinya. Tulis-menulis. CAYO ANTI. GANBATTE KUDASAI! KAMI AKAN MENDUKUNGMU KAWAN!
Ada lagi nih, kami sempat tebak2an warna baju. Dimulai dari menebak warna baju Iin
Aku : Iin pake baju warna putih.
Fera : warna cokelat.
Anti : me’ kamu tadi nebaknya warna apa?
Aku : warna putih
Anti :In, warna apa bajumu?
Fera : ih curang, anti jawab dulu donk!
Aku : iya, Ti’. Tebak dulu warna bajunya Iin
Anti : kalo aku warna merah.
Iin : Jawabannya putih. Cz aku lagi pake bau dalam.
Aku : ya..ye..ye..ye… aku menang,..next. Tebak aku pake baju warna apa?
Anti : Aku…aku..Jawab dulu. Tadi sempat dengar Rara teriak. Bajunya Mega warna hijau.
Fera & IIN : curang….
Aku : iya.. Curang, masa’ Anti nguping?
Anti : eits.. Tunggu dulu. Itu membuktikan kalo pendengaranku masih bagus.. He…
Aku : ya udah warna bajuku dah ketebak, lanjut, bajunya Anti
Fera : warna biru
Iin : warna cokelat
Aku : mmm.. Apa ya? Kayaknya warna cokelat batik2 gitu.
Iin : ih..saya duluan yang tebak warna cokelat.
Aku : Nggak papa kali kalo sama
Ant : iya, nggak papa tawwa sama
Fera : Jawabannya?
Anti : Warna cokelat…
Fera : ya… salah lagi
Aku & Iin : he.. Fera sudah dua kali salah.
Terakhir nebak warna bajunya Fera
Iin : warna Pink
Anti : iya, pasti bajunya warna PINK
Aku : iya, eh nggak. Fera pake baju warna hijau.
Fera :hehehehe… aku nggak pake baju
GUBRAKKKK. Ternyata si Fera cuman lagi pake sarung. Ih… rantasa’na deh.
Anti : kalo gitu warna sarungnya, apa?
Fera : warna biru kotak2, he.. (sambil nyengir)
HUAHHAHAHA NGGAK ADA YANG BENAR.
Begitulah isi obrolan 4 cewek aneh yang nggak jelas visi misi hidupnya. Nggak ding. Meskipun kami semua rada2 gimana… gitu. Tapi kami semua punya cita-cita yang luhur. Yakni mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasar kepada….”
Priiittttt!!!!! Udah..udah..nggak usah dilanjutin baca undang-undangnya. Ini kan hari kamis.
Ok back to us. Fera S.Ked., sekarang lagi sibuk Koas untuk meraih gelar Dokter. Masih ada setahun lebih baru selesai. sempat merid dan sempat punya anak. hoho! Iin si suster ngesot udah selesai kuliahnya. Dan sekarang lagi magang di RS Andi Djemma masamba. Dakuw , generasi Kartini yang udah S.Pd., ini akhirnya dapat kerja ngajar selama 3 bulan di SMA Makassar Raya sebagai guru Bahasa Inggris. Luar biasa. 4 tahun kuliah di matematika, eh selesainya malah ngajar Bahasa Inggris. Orang2 pada heran, but so what? Dari pada nganggur. Trus Anti, calon sarjana Bio yang memutuskan untuk mundur demi sebuah cita2 terpendam yang akhirnya ditemukannya kini bersemedi di Wotu demi kelancaran kariernya di masa mendatang. sebanarnya sahabat kami masih ada satu lagi, namanya Ika Rahayu. dia lulusan kebidanan, dan sekarang lagi di ternate, ikut suami. no hpx jg nggak aktif. kata Fera, kayaknya ika ada di pedalaman hutan ternate deh. he…he..he..
Kami semua punya cita2, semua punya cara yang berbeda untuk mewujudkannya. meski berbeda pandangan tapi kami berusaha untuk menerima perbedaan itu dan menghargai prinsip hidup masing-masing. karena tak seharusnya perbedaan menjadi jurang. bukankah kita diciptakan untuk dapat saling melengkapi. nggak modal banget deh… nyontek lagunya melly goeslaw. misi mbak.. melly. whatever lah. pokoknya Jadilah yang terbaik siapapun kau adanya. aku jadi teringat pada puisi yang pernah kutempel di dinding kamarku dan Anti.
Luv U All my Best Friend Forever.

kemarin aku di sms sama dewi yang bikin aku ketawa ini nih isi sms nya

Rabu, 01 September 2010

Math C 06: Jejak-jejak Makna, serta Cinta dan Syukur.

Habis ngeliat foto-foto bareng teman kelas rasanya kok sedih ya? Gaya mereka sih bikin aku ketawa karena pada aneh, lucu dan narsis abis. Nggak terasa udah 4 tahun kami sama-sama. Meskipun yang intensifnya tuh cuma 3 tahun. Kuliah bareng-bareng, nunggu dosen bareng-bareng, Kerja tugas bareng, apalagi kalo yang udah nggak ketolong, pasti dikasi ma Iswandi terus di copy paste. Wandi benar-benar berjasa waktu kami mahasiswa yang otaknya pas-pasan pada sok memprogram MK stural (Struktur Aljabar) yang lebih banyak pembuktian. Kayaknya jawaban anak2 satu kelas tuh pada nyatat punya dia yang udah di foto copy. Setiap pekan selama satu semester, usai kuliah aljabar pasti tempat fotocopy pada ramai oleh kami mahasiswa berseragam hitam putih sambil cekikian sana sini. He..he..he… thanks ya Wandi.
Ini dia foto-foto mereka




Liat aja. Dari gaya mereka yang rela jungkir balik n numpuk-numpuk di bangku kuliah, bahkan ada yang sampe rela ngelepasin headset (meskipun hasratnya-untuk ikutan bergaya- nggak kesampean). Keliatan banget kan kalo mereka gipo alias gila photo abis. Ck..ck…ck… teman-teman ku yang narsis. tobat…tobat…

Yang diatas itu adalah para model sukarela, bisa diandelin buat promo iklan apa saja, Anda berminat? 


Liat nih Jaket baru ku.. Cuma 80 rb loh…..

Nah yang sibuk mamerin jaket persatuannya kelas C itu yang namanya Wandi. Someone smart in study but lemot in plesetan. Iya, dia tuh paling nggak bisa main plesetan kata. Lama mikirnya. Ternyata si einsten kami yang satu ini emang udah di program untuk nyelesaiin soal matematika, bukan soal plesetan. Maap ye…

Acara pernikahan salah satu teman kelas ku Rosdiana (kiri), ini namanya kawin kembar. teman-teman pada turut bahagia karena kebagian makanan gratis dan juga momen berharga untuk FOTO-FOTO

Hiks jadi kangen ma teman-teman semuanya, kangen ma kebersamaan mereka, kangen sama cerita lucu dan keisengan mereka. Meskipun aku jarang banget gabung sama mereka karena kesibukanku di prodi, tapi aku senang kalo ngeliat mereka ngumpul. Rasanya aku berada di tengah-tengah mereka.



Saat ini sebagian besar teman kelas ku sudah kelar kuliahnya alias S.Pd. tinggal beberapa orang yang belum. Udah jarang ngumpul-ngumpul kayak dulu soalnya dan pada balik ke kampong masing-masing. Hiks. Sedih juga. Nggak kebayang sebelumnya kalo ternyata 4 tahun itu adalah waktu yang singkat untuk kebersamaan yang indah.
Buat seluruh teman-teman kelas C.. Aku bersyukur bisa kenal dengan kalian semua. kenangan bersama kalian akan tersimpan rapi di dalam memoriku. menjadi satu asset yang nggak akan bisa tergantikan oleh apa pun. karena kalian Istimewa. selamat atas kelulusan kalian. semoga kebersamaan kita selama 4 tahun di kelas C matematika UNM ini bukanlah hal sia-sia. Bersama kalian aku merasa bahwa kita tak pernah benar-benar sendiri.

Lagu untuk persahabatan by: Rain
hidup tak lagi terasa sepi, malam pun tak lagi terasa sunyi
ketika ada teman yang peduli, dan mau untuk untuk berbagi
kesedihan pun terganti tawa, kebimbangan pun terhapus sirna
ketika ada sahabat setia, yang mampu sembuhkan luka..
tiada yang abadi di dunia tiada yang kekal selamanya
coba dengarkan petuah dari mereka semua
kita hidup di dunia hanya sementara
dan tak ka nada yang sanggup untuk tetap bertahan
kecuali cinta dan persahabatan.
Pastikan ada teman yang peduli dan mau untuk berbagi

Senin, 30 Agustus 2010

gara-gara tragedi BHP

Masih ngelanjutin tragedi BHP alias benda hitam panjang.
Di hari yang sama, abis dari TKK aku dan Rara melaju ke Jl. Landak. kami akan ke rumah K silvia Adelina untuk mengambil barang yang akan disumbangkan selanjutnya. kami berdua sama-sama belum pernah datang ke sana. Melaui pesan yang dikirim oleh kak Salwa ,kami memperoleh alamat Kak Silvia.
"Jl. landak Inspeksi Kanal no 11, Graha quality, sebelum jembatan merah sebelah kanan"
Berbekal pengetahuan itu, dua gadis yang tangguh ini pun mulai beraksi.
"Brummmm" Rara mulai melarikan motornya, sesampainya di jalan veteran bukannya terus ke jalan di depan kami, Rara malah membelokkan motornya ke kanan mengikuti arus kendaraan yang menuju ke Parang tambung.
"loh, Ra'?Kok nggak terus aja?"
"Nggak bisa, jalurnya searah, bukan dua arah" Jawabnya.
"masa' sih?" perasaanku mengatakan nggak gitu, karena aku pernah berkendara dengan Nurul (rekan ku di Prodi)melalui jalur itu. Bisa kok. Dengan rasa tak percaya, aku memperhatikan arus kendaraan yang keluar dan masuk jalan Landak. what! masuk?! it means that...
"Ra' bisa kok, tuh mobil yang dari Veteran bisa masuk kok"
"Ah yang benar?" ucap Rara setengah percaya. Tapi akhirnya di ujung jalan veteran Rara punmemutar motornya. terus melewati jalan landak, terus belok lagi ke jalan Landak.
"ya! putaran kedua..."seruku. Nggak tahu kenapa aku kok suka banget ya ngusilin Rara?
kami pun tiba di jembatan yang kami duga jembatan yang berada di atas kanal.
"stop! stop! stop!" seru ku sotoy. Rara pun menghentikan motorx.
"btw, ada 4 jalan di samping kanal, mana jalan yang benar?"
"ntar dulu, aku mo baca do'a: ihdinasiratal mustaqim" itu yang kuharap akan dikatakan oleh Rara. Tapi ternyata nggak gitu.
setelah capek celingak-celinguk dan membuat deduksi yang nggak masuk akal, akhirnya Rara memutuskan menelpon kak Silvia Adelina. Jiaaahh!!! kenapa nggak dari tadi aja?
"Assalamu alaykum"
"waalykum salam" jawab suara di sebarang sana.
"Kak,kami udah ada di dekat jemabatan, yang mana di sini jalan ke rumah ta'?" tanya Rara. aku masih sibuk melihat ke sana kemari, tapi kali ini lebih hati2, takut tragedi BHP terulang lagi."Tak akan terulang lagi.. semu..wa... kesalahanku..." sayup-sayup terdengar suara merdu mas Afgan.
Kak silvia sibuk menjelaskan ke Rara lokasi rumahnya, Rara nggak ngeh-ngeh juga. Aku berkali-kali nyeletuk. Dan anehnya Rara mengucapkan kembali kata-kata yang ku celetukin. Kasihan Rara...
"apa, kak? Graha Polisi?"
What?! aku tersentak demi mendengar ucapan Rara. "hush! bukan graha Polisi,neng! Graha Quality" ucapku meluruskan.
"oh.. Graha Quality"
"Ra' tanyain, gimana bentuk gerbangnya?" saranku sambil mondar-mandir diantara 2 tiang listrik, tempat kami memarkir motor.
"eh, katanya yang ada tiang warna biru" Rara memberitahuku.
"lah ini tiang warna biru" tunjukku pada tiang listrik yang ku maksud tadi. Rara kembali ber oo... ria. ia kembali bertanya, "terus kak?"
aku iseng iseng memperhatikan tiang biru itu, dan aku terpana dengan temuanku.
"Ra'! ini tuh ada tulisannya Graha quality" aku menunjuk pada tulisan kecil di pinggir tiang. Rara menoleh, dan melihat ke Atas.
"astagfirullah ini nih gerbangnya. Liat di atas" ucap rara,"udah kak, udah ketemu, assalamaualaykum" lanjutnya seraya memutuskan hubungan telp dengan kak silvia.
HA...di situ tertulis gede-gede "GRAHA QUALITY"
Aku tercengang. Ternyata dari tadi kami sudah nongkrong di bawah gerbang kompleks Graha quality. Tiang yang kukira tiang listrik ternyata Tiang gerbang. Saking sibuknya melihat ke kiri, kanan depan dan belakang, kami sampai tidak memperhatikan tulisan di atas kami. Ini semua gara2 BHP..

Minggu, 08 Agustus 2010

Menangis Semalam

Kost flora , 4 agustus 2010
Saat kutulis kan catatan ini, air mataku tengah mengalir deras di kedua pipiku. Bagaimana tidak, sahabatku tersayang - anti - malam ini berangkat ke wotu –kampung halamannya- untuk jangka waktu yang panjang.
Sedih? Sudah pasti aku sedih. Tadi di terminal aku sama sekali nggak nangis karena ada indigo yang bikin aku ketawa-ketawa. Pun ketika di pt-pt dalam perjalanan pulang ke kost. Waktu anti sms aku yang bunyinya kayak gini:
“ukhti mungkin tak pernah ku katakana sebelumnya bahwa aku mencintaimu karena Allah, bagiku tak ada sahabat yang mampu memahamiku kecuali ukhti. Akhirnya air mataku pun menetes”
Saat itu air mataku pun hampir keluar jika tidak kutahan. Sebisanya aku menahan agar bola-bola kristal yang ada di mataku tak pecah. Aku meremas tanganku dan menggigit bibirku agar tak menangis. Dan berhasil.
Aku nggak mau cengeng. Itu tekadku.
Tapi hal sebaliknya terjadi ketika aku tiba di rumah. Baru saja kubuka pintu kamar ku, perasaan sesak mulai menyeruak didada, mendorong ku untuk menangis. Apalagi ketika kupandangi kasur, dan tempat laptop di mana anti selalu menghabiskan waktunya untuk menulis. Air mataku pun tak terbendung lagi.
Baru kusadari bahwa aku sangat…sangat sedih berpisah dengannya. Sedih karena aku tak bisa lagi melakukan hal-hal yang biasa aku lakukan dengannya. Sedih karena tak melihatnya di sini. Sedih karena masih banyak hal yang ingin kuceritakan padanya tentang hari ini yang tak sempat kuceritakan.
Aku ga berani keluar dari kamar, takut upe’ bakal ketawa ngeliat mataku yang bengkak dan sembab seperti ini.
Sedihku semakin bertambah ketika kuputuskan untuk makan. Aku sudah terbiasa makan sama anti. Di ambilin apa-apa, atau ngambilin apa-apa, mo piring, sendok, gelas, dll. Aku udah terbiasa ngeliat dia yang kalo ngambil nasi kayak gali kuburan, atau porsi makannya yang bikin takut. Air mataku semakin deras. Setiap suapan diringi dengan tangis.
Sekali lagi aku harus merasakan yang namanya di tinggal sahabat. Serasa ada sebagian dari diriku yang pergi. Mungkin aku terlalu berlebihan, tapi itulah yang kurasa. Aku sudah terbiasa hidup dengannya, menjalani hari bersamanya, berbagi cerita, tawa, dan duka. Sehingga aku merasa ia adalah bagian dari hidupku. So ketika dia pergi aku merasa hampa…
Kutahu insyaallah kami masih bisa bertemu kembali, tapi aku takut semua jadi tak sama. Anti bilang, “cepat atau lambat kita bakal pisah, tapi emang paling bagus kalo kita pisahnya masih lama”
Bagiku, anti itu bukan Cuma sahabat, tapi saudara, aku yang sejak dulu pengen punya kakak perempuan yang bisa kujadikan tempat curhat akhirnya ngedapetin itu dari Anti. kalo ada masalah pasti ngeluhnya ke Anti. Aku nggak pernah segan sama Anti, kalo aku mo marah ya marah. mo BT ya BT. Anti juga yang sering kuajak ngelakuin hal-hal aneh. seperti memutar tubuh sampai 360o dengan kaki tetap di tempat.
pfuhh…. akhirnya anti pulang. waktu dia ada pengen dia nggak ada. pas dia nggak ada, pengaen dia ada. kayaknya hari-hariku bakal jadi kurang seru karena anti ga ada. kalau pun seru tetap nggak seru karena nggak ada yang bakal mendengar ceritaku, kalo pulang ke rumah ntar Cuma diam sendiri. bisa-bisa aku jadi Mega yang dulu. yang selalu sibuk dengan dunia diamnya. moga-moga aja nggak.
aku bermimpi tentang hari ini
di saat kita berdua slalu bersama
dan bila nanti kau ingat kembali
masa-masa inilah yang akan kita kenang selalu
kau tak sendiri ku selalu bersamamu
temani aku dalam habisnya waktu
biarkan saja hidup tak mudah
asal kau selalu ada bersamaku

First DayWithout Anti

Aku malas ke mana-mana. Nggak ada semangat ngelakuin apa pun. Padahal hari ini aku punya banyak undangan wisuda. Kamarku rapi dan bersih, tapi hampa. Sendiri apa enaknya. Sunyi…. Nggak ada teman ngobrol.
Anti katanya dah tiba dengan selamat di wotu. Alhamdulillah.
Aku tahu semua ini gak akan berlangsung lama. Paling satu dua hari aku dah pulih. Duh kayak orang sakt aja. Ternyata gini ya rasanya ditinggal seseorang yang udah lama bersama kita. Pantas aja. Tadi pagi waktu baru bangun mataku bengkak. Dewi ngetawain aku:
“kamu abis nangis ya? Mata ampe bengkak kayak gitu”
Aigo…. Aku bener-bener kesepian di sini. Rasanya pengen pulang kampung juga. Tapi kak hur bilang, “tenang aja, lama-lama juga akan terbiasa. Seperti waktu pertama ke makassar, sedikit-sedikit nangis. Tapi lama kelamaan kan enjoy juga”
Hmmmm, mungkin benar. Sekarang yang aku pusingkan adalah, dimana aku bisa dapetin orang yang mau tinggal bareng aku, aku kan nggak sanggup kalo musti bayar 3jt sendiri. Mana aku belum dapet kerja lagi. Pfuhhh!
besok pagi aku musti bersemangat lagi, aku mau ke rumahnya p darwis pagi-pagi. Terus ke amanagappa buat ngurusin kepanitiaan. Sebenarnya aku masih capek banget. Tapi nggak boleh terus uring-uringan kayak gini. Bentar lagi kan puasa. Aku pengen memasuki bulan ramadhan dengan perasaan yang lapang dan hati yang bersih. Buat semuanya.. Fighting! Ayo berjuang untuk meraup pahala yang sebesar-besarnya!

Jumat, 06 Agustus 2010

Memories of CCC


Third day without Anti. Aku udah nggak terlalu sedih lagi, habis.... 2 hari ini aku sibuk banget. Pagi-pagi setiap jam 7 aku keluar dari kost berburu pak Darwis. huffff. Lagi-lagi terlambat. si bapak dah keburu ke CCC (celebes convention center).
Kalo dengar CCC aku jadi ingat kenangan jalan kaki di jalan Metro tanjung bunga bareng Anti. Waktu itu kita baru aja selesai mengikuti acara SEMARAK AL-Qur'an yang diadakan di tripple C alias CCC. jalan metro tanjung bunga tuh bukan jalur angkot or PT-pT. so kita musti carter, dan bayarnya 2 kali lipat tarif biasanya. so aku n Anti memutuskan untuk jalan kaki ke luar.
Sepanjang jalan kami terus-terusan ngoceh. sok lagi bawain acara jalan-jalan. oh iya, aku punya satu acara sama anti, namanya "Jejak kaki". dalam acara ini kami bertugas meliput perjalanan kami dan menceritakan apa saja yang ada di sekitar kami. Tentu saja aksi kami ini menarik perhatian beberapa pengendara bahkan penumpang yang berhasil mencarter mobil. Tak pelak lagi muka keheranan tergambar jelas di wajah mereka. mungkin mereka mikirnya kayak gini, "Wong edan, jalan kaki kok happy banget" ho..ho..ho.. belum tahu mereka kalo kita berdua baru aja kabur dari RS dadi. yang terobsesi jadi penyiar TV *nggak ding! prinsip kami kan "selalu ceria di mana aja"
Ternyata, jarak dari CCC ke jalan umum tuh nggak jauh-jauh amat. Perjalanan kami sore itu very-very nice. Udara nggak panas, langit rada-rada mendung, terus angin laut yang sepoy-sepoy menambah indahnya jalan bareng kami. duh... jadi kangen.
kami juga sempetin foto-foto loh. *kapan ya narsis nya ilang? hari itu kami agak lama nunggu angkot. soalnya pada penuh or nggak mengarah ke partam. pas dapet angkot eh... sopirnya ugal-ugalan. wal hasil sampe di rumah kepala jadi puyeng.
Meskipun sekarang aku dan nggak sama Anti. meskipun sekarang kita bedua udah jalan masing-masing, aku di sini dan Anti di kampung, tapi kenangan yang kami buat berdua selama kurang lebih 4 tahun di makassar, kan tetap ada di hatiku. Menemaniku di kala aku rindu padanya, sahabatku yang mengerti aku luar dan dalam.

Rabu, 04 Agustus 2010

kelas C


ini nih foto-foto teman kelas aku yang narsis-narsis. he..he..he..
moga-moga aja mereka nggak ngejitak palaku, atau menjotos wajahku yang ayu ini. (wah narsis lagi nih)
ayo tebak aku yang mana?

Jumat, 30 Juli 2010

Syok Plus Happy

"Prenk,, prsiapkan waktu ta nh tgl 7-8-10 bwt dtng k prnikhnx Ijha ma k imo yg akan d adakan d rmhx Ijha..So bg yg wisuda tgl 5, jgn cpt2 pulkam okay.."
Degggg!!! jantungku berhenti berdetak. (nggak Ding!), aku tertegun membaca pesan yang tampil di layar hp kuw. Ija Mau nikah? sama Kak Imo?
Waktu itu aku baru saja tiba di kampus, belum hilang lelah ku berjalan dari kost malah kabar mengejutkan yang aku terima. Nggak tahu kenapa, rasanya pengen nangis. Terharu kali yah? Pelan-pelan kuatur nafasku yang masih memburu karena capek sekaligus syok. Aku nggak tahan untuk nggak ngasih tahu Anti. mo tau anti bilang apa?
"Innalillah. eh maksudnya barakallah. Tapi tapi tapi kok bisa Ija ma kak Imo. jangan-jangan dijodohin ma dosen-dosen di jurusan mu lagi."
Aku tak membalas 'tuduhannya' itu. Memang sih sudah menjadi rahasia umum kalau di jurusanku pemuda-dan pemudi nya saling dijodohkan. katanya kenapa harus dari luar kalo ada orang dalam.
hari itu, topik yang menjadi pembahasan hangat di jurusanku adalah K Imo dan Ija. Bukan hanya di kalangan mahasiswa kelas C 2006 tapi juga di angkatan lain, asisten-asisten bahkan dosen-dosen.
Waktu aku di minta tolongi oleh salah seorang dosen di jurusanku untuk memintakan nomor surat di k Imo, aku jadi salah tingkah sendiri. Aku mo menghadapi kak imo dengan cara yang bagaimana yah? loh kok jadi aku yang grogi, harusnya kak imo yang grogi. Ada-ada aja. Di ruang administrasi aku berusaha mencari kecocokan antara temanku hadijah dengan K Imo melalui foto-foto asisten Administrasi yang ada di ruangan tersebut. setelah berkali-kali menatap dengan seksama foto itu. Akhirnya dengan helaan nafas yang berat aku mengatakan pada diriku sendiri.
"Yah... boleh lah" (nggak ikhlas banget deh kayaknya)
bukan gitu, fren. Aku nggak pernah bayangin seorang Ija yang bodinya imut-imut, manis, dan santun meskipun kadang nyebelin bisa berjodoh dengan seorang K Imo yang aku yakin semua orang akan bilang dia nyebelin, rese suka bikin orang kecele, bodinya agak tinggi besar, dan agak manis sih sebenarnya.adduh. Pokoknya bener-bener nggak kebayang deh. (Sewot banget ya)
Namanya juga jodoh, nggak bisa ditebak, tadinya dikira bakal sama si A eh ternyata jadinya sama si B. Aku Jadi kepikiran seseorang. Kira-kira gimana ya perassannya pas tau ija bakal merid ma k Imo bukan dengan dirinya. Yang sabar ya Fren. pasti ada yang lebih baik. (halah Sok Tua)
However, aku turut bahagia mendengar kabar ini. Bahagia banget malah. Sampe mo nangis saking bahagianya. Satu lagi teman ku yang akan menyempurnakan sepaurh dari agamanya.
Bwt Ija dan K imo : Semoga bisa menjadi keluarga yang SaMaRa "Sakinah ma waddah wa rahmah"
Habis ini, siapa lagi ya? hmmmmmmmmm.......

Minggu, 30 Mei 2010

Bersama itu indah


Sendiri itu ga asyik. sepi. Nggak tau mo ngobrol ma siapa? secara aku kan suka banget ngobrol. sekarang aku lagi di tempat favorit aku setelah kamar kost. yap di prodi. hari minggu gini wajar lah nggak ada orang. dibilang nggak ada, nggak juga sih. cz masih ada tukang dan beberapa mahasiswa yang suka nongkrong di kampus kayak aku. tapi tetap aja kayak ga ada org, wong aq ga kenal baik ama mereka. di luar sana, tukang senso lagi asyik bergelut dengan batang pohon. iya, pak tukang lagi nebang pohon ketapang. nggak tau deh kenapa pohonnya ditebang. aku sih rada ga se7 gi2 thdp penebangan pohon, baik dalam skala kecil maupun besar. gini-gini aq jg pecinta lingkungan hidup loh.
wah... di luar hujan, mmm bau tanah tersiram hujan mengingatkan ku pada Asyaranova. sahabatku yang satu i2 suka mencium bau tanah yang baru tersiram hujan. kalo temanku yang namanya fera suka cium bau rumput. kalo aq sendiri suka bau nasi yang baru masak. he..he..he.. unik khan... kalo kalian suka bau apa?
hujan selalu bisa membuatku terkenang pada masa lalu. entahlah, banyak kenangan yang terjadi ketika hujan.. misalnya nih ya... aku jadi ingat waktu sma sering pulang hujan-hujanan di jalan bareng teman-teman.. anti, halima, fera, agus, ricky, haliq kun, arsyad dll. ...
aku juga jadi ingat, waktu smt 1 aku pernah duduk di gazebo bareng someone pas lagi hujan. suit...suit...ets itu masa lalu
atau hujan-hujanan pulang dan pergi tarbiyah..ke kampus bareng rainbow di subuh hari. oh.. rainbow aku kangen banget ma kalian. kapan ya bisa ngumpul lagi?
sekarang aku nggak bisa pulang ke kost soalnya masih hujan. ntar aja kalo ujanx dah reda.
sambil nunggu hujan reda aku mo cerita tentang kebersamaannku dengan fera n anti selama dua hari ini.
hari jum'at, aku nggak ada kegiatan, kami (i mean me n anti) ngajakin fera ketemuan di MTC. cerintanya kita mo hang otu bareng. aku dan anti tiba lebih dulu di MTC, kami pergi ke ATM dulu bwt ngambil duitx anti. dan terxta uang beasiswa anti keluar. so dia harus nepatin janjinya nraktir aq es krim.
ternyata di samping ATM ada pameran buku, temapat bangus banget, nyaman, n cocok aja di taruh di situ. buku-bukunya diskon. aku langsung ke t4 buku2 desain rumah, scr aq suka banget ngeliatin model2 rumah. itung-itung referensi bwt masa dpn. kami nggak lupa foto-foto juga (ketahuan deh narsisx).
bosan baca buku, kami memutuskan bwt duduk di dekat McD yang belum buka. dan nggak lama kemudian fera nongol. N d adventure begin....
jalan-jalan ke karebosi lewat karebosi link (itu tuh jalan bawah tanah yang menghubungkan karebosi dengan MTC). keren...
di sana kami cuman muter..muter... eh, ada bapak-bapak yang kakinya lagi dicicipin ikan loh... sebenarnya aku mo nanya, "kakix kenapa pak? jamuran ya?" tapi keburu ditarik ma anti. kita jalan lagi. tanpa sepengetahuan ku, anti mencatat situasi itu di dalam benaknya untuk memnemukan jalan pulang. he..he..
di t4 penjual aksesoris kami singgah bwt ngeliat-liat gelang.tapi aku dan fera nggak minat habis kita kan bukan cewek yang girly abis. kita hanya manusia biasa yang tak luput dari kesalahan.. loh hubunganx apaan ya?
begitu seterusnya, singgah, liat-liat barang sambil coba-coba, dan langsung hengkang begitu penjualnya menghampiri. hi..hi..hi... kita emang nggak niat beli cuma iseng-iseng aja. lagian siapa juga yang mau pake bros dan gelang segede gajah. wah hiperbola tuh kayaknya.
kalo dibilang kami nggak beli apa-apa nggak juga. di tempat baju kami, ups Anti membelikan kami baju kaos 3 warna, ungu, pink n kuning yang masing-masing buat anti, fera dan aku. kenapa aku milih kuning? karena, aku nggak punya baju yang warna kuning, kenapa anti pilih warna ungu? karena anti mau jadi janda. eh nggak ding! maap ye ti'.
abis i2 kita ditraktir ice cream ma anti. sambil makan tak lupa foto-foto (ck..ck..ck)
makanya ada setengah jam kali ya? abis porsi gede dan manis banget. kayaknya aku bakalan stop makan ice cream dalam sebulan ini.
the next step is... sejahtera, supermarket buat anak kost pada umumnya. emang sih harganya nggak beda-beda amat sama di tempat lain tapi nggak tau kenapa kalo kebutuhan bulanan dah habis, selalu aja sejahtera jadi sasaran. mungkin karena namanya kali ya? kami juga sempat singgah beli aksesoris rambut yang warnanya juga ungu, pimk n kuning. oh iya, aku blum bilang kenapa kami beli baju 3 warna dengan 1 model plus aksesoris rambut khan.. he..kami mo pemotretan di flora. potret 3 sahabat yang pada gila. sampe di rumah kami pun melaksanakan niat kami. make many picture by using my bison cam. wuih gayanya ... kayak lagi di fotobox aja. yg lain jangan sirik ye...setelah puas foto-foto, kami pun melakukan kgiatan bebas, ada yang bobo, ada yang baca buku. pokoknya gaya anak kos gitu deh..
malamnya nonton bareng sampe jam 2 (aku nggak ikutan loh..fera dan anti tuh yang nonoton, aku tidur duluan secara aku emang cepat tidur kalo malam). walhasil, mereka bangun kesiangan, pukul 05.55 am.
itu baru hari pertama. Hari kedua ntar di cerita selanjutnya...
Tampilkan postingan dengan label Fren Story. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Fren Story. Tampilkan semua postingan

Selasa, 25 Oktober 2011

Masih Sama

Hari ahad kemarin Anti (My BF) tiba di Makassar. Aku tidak deg-degan menantinya, tapi tetap mendoakan semoga perjalannya lancar. aku juga tidak mengirimkannya sms meski itu hanya untuk bertanya, "dah dimana?"

Aku hanya berpikir, "insyaAllah ntar ketemu kok" lagian dia juga bukan orang yang baru di Makassar ini. Saat itu aku tetap fokus pada pembicaraan dalam pertemuan, di sekretariat. Sesekali ku lihat hp ku, siapa tahu ada sms darinya yang menanyakan alamat baru ku. 

Pukul 5.00 WITA barulah ada sms darinya, itu artinya dia dah tiba. Segera ku kirimkan sms balasan menjelaskan lokasi tempat tinggalku yang baru. Aku lebih dulu tiba dibandingkan dia. Dia tiba di rumah, saat aku sedang mandi. Usai mandi, aku mendengar ada suara yang nggak asing lagi di telingaku. 

Suara itu...begitu mencekam... "hmmmm... Anti dah tiba". Aku nggak langsung menemuinya, aku malah asyik nyuci pakaian di kamar mandi. Habis itu aku menuju kamar, sambil berkata, "wah, kamu berhasil juga nemuin alamat ini?" ujarku 
"berhasil donk... saya nggak mungkin di sini kalo ga berhasil"
"bagus... bagus..."
Untuk sementara, aku tinggalkan dulu Anti  di ruang tamu ngobrol bareng Firah. Aku mesti pakaian dulu khan... Usai persalinan ups maksudnya ganti baju, aku menghampirinya dan menarik tanganya ke atas untuk berdiri...

"ckckckck .... nggak berubah" ucapku mengomentari ukuran tubuhnya.

"iya nih... tambah kurus saya" timpal Anti, "peluk dulu donk..." lanjutnya. 

Barulah di situ kami cupika cupiki melepaskan kerinduan yang tak terperikan ..***halah
HAAAAA...... aku kangen banget ma tuh anak....gemes deh.. kirain bodynya udah bertambah eh, taunya masih sama aja. Abis itu langsung minta ole2. tau nggak dia ngasih apa, aku dikasih tiket pesawat, katanya itu harganya satu juta. aku melengos. 
"he... Ga, ini yang beneran. Ambil ini" dia mengeluarkan sesuatu dari tasnya, aku dengan senang hati menerimanya. dan dengan penuh semangat membuka bungkusan itu. Isinya  apa yah? penasaran. buka...buka...buka... 
"hah???? Roti????!!!!" GUBRAKK!!! aku pun terlontar ke belakang. Anti tertawa cekikikan. Anti toh... masa' ole2nya roti dari pesawat. Huaaaa.....nggak bener iki. Mana pesanan rok batikku????
"Wei... itu Roti satu Juta tau..." bela Anti.
Aku memang penggemar Roti, tapi .... ah... sudahlah, Thanks Sob...
Kamu emang ga berubah, masih kayak dulu, masih suka ga bawa ole-ole...
hehehe..piece ^_^ V



Kamis, 13 Oktober 2011

Dia....Ukhti ku...

Aku baru aja buka-buka draft dan ternyata ada tulisan ini.  Sekalian aja di edit dan dipublish. Check it out!
Semakin hari, aku merasa semakin dekat dengannya. Bahkan sudah sampe tidur bareng. ck..ck..ck... waktu emang bisa merubah segalanya. bayangkan, kami punya ranjang masing-masing tapi kami lebih memilih tidur di lantai dengan menggelar kasur yang cukup besar untuk kami berdua.
Setiap jam 10 malam meja belajar di geser, kasur dihampar, dan kelambu pun digantung. si dia udah kecanduan kelambu. Dan tiap pagi juga kami bahu membahu merapikan tempat tidur***banyakan dia sih yang ngerapihin.
Dulu sempat menangis karenanya, tapi akhirnya lebih sering tertawa bersamanya. Kalo dia lagi diam, artinya jangan tanya-tanya. so aku cuek aja sampai dia yang membuka mulut dengan gumaman, atau gurauan. 
sosok yang baik, yang kuat, pekerja keras, yang cekatan, dan sederhana, serta kadang terkesan lugu (lucu dan guriting). Mengajarkan ku banyak hal terutama soal kerapihan dan kebersihan. Dia juga suka ma'dawa-dawa di dapur. Bersamanya aku berani membuat kapurung, dan ongol-ongol. 
Dia, ukhti ku, membuat ku tertawa dengan guyonannya, dan membuatku menangis saat mendengar tangisnya di hari berpulangnya ibundanya yang tercinta, membuatku ikut kesal ketika ada yang menipunya, dan membuatku berat meniggalkan kost Flora.
Dia.. ukhti ku yang pernah menegurku saat aku kebablasan bercanda dengan seorang senior yang bukan mahramku. Syukran ukh, karena sudah menegur. Ana emang butuh itu. Itu menunjukkan cinta ukhti pada ana yang tidak ingin ana terjatuh dalam kemaksiatan.
Dia, Ukhti ku, penggemar warna hijau yang diam-diam membaca blog ku. Semua barang-barang di kamar mandi serba hijau. Sabun pun hijau. Hampir aja aku dicat hijau sama dia.
Dia, Ukhti ku, yang rajin banget ke pasar Butung dan pulang kampung dengan motornya yang dijuluki 'MORA'. Aku sering ditinggal sendirian di kamar kost. suka berkata "....sedding..". 
dia Ukhti ku, yang pusing tujuh keliling kalo ngeliat kondisi Flora yang berantakan dan rumputnya udah tinggi. Semangatnya luar biasa. Meski hanya setahun tinggal bersama tapi kesannya insyaAllah tetap tertinggal. 
Dia... ukhti ku... Rahmawati Rusli....
kaifa Haluki ya ukh....? gimana Proposalnya?


NB: Tulisan ini kudedikasikan kepada al ukh... RARA


Senin, 13 Juni 2011

Me n By Best Friend

me n Anti

dulu kita sahabat, teman begitu hangat,

mengalahkan sinar mentari....
dulu kita sahabat, berteman bagai ulat

berharap jadi kupu-kupu....
kini kita melangkah berjauh-jauhan,
kau jauhi dirku karena sesuatu,
mungkin ku terlalu bertingkah kejauhan
namun itu karena ku sayaaaaang.....
persahabatan bagai kepompong...


lagu Persahabatan dari Sindentosca terngiang-ngiang di telingaku. duh... kok kayaknya pas banget yah dengan perasaan ku saat ini. sedih juga sih. Dulu sering banget make lagu ini sebagai backing soundx vidio narsis aku dan sahabat ku. bahkan kami sampai membuat koreografinya segala. hihihi lucu juga kalo ingat zaman gokil-gokilx diriku dan dia.

Ngomong-ngomong tentang perasahabatan, aku ga setuju dengan lagu "kepompong". soalnya masa hidup kupu-kupu itu kan bentar banget. aku nggak mau persahabatan ku kaya gitu. yah.... meski sekarang aku dan sahabatku lagi dalam masa dormansi, tapi sebanarnya aku tetap berharap persahabatanku itu bisa seperti sendal jepit. seperti yang pernah dikatakannya pada ku. filosofi sendal jepit, ga eksis kalo cuman satu aja, ga ada pasangannya.
pfuhhh.....

Sejak hari kamis lalu aku uring-uringan, dan sekarang blom baikan juga. setiap kali ingat masalah itu, ada perasaan kesal sekaligus perasaan bersalah. entahlah..
semakin ingin melupakan, eh... malah semakin sering muncul diingatan.

benci..benci... tapi rindu jua ...
rindu-rindu... tapi benci jua...
so mesti gmana donk?????

padahal aku juga pengen banget tahu kegiatan dia di sana. lagi ngapain, ketemu ma siapa aja, gmana kegiatannya, sempat jalan2 kemana? trus mo minta ole-ole juga, tapi karena dia nggak bilang-bilang masalah keberangkatannya (alias dirahasiain) artinya aq juga ga berhak nanya2 tentang hal itu. hiks...mewek lagi.

dia katanya mo jadi goshwriter. ku search di wikipedia gosht writer itu artinya penulis untuk orang lain. dan itu di bayar. bagus juga. so selain bisa dapat duit dari situ, dia juga bisa tetap nulis untuk dirinya sendiri. cukup realistis. yah.... semoga cita-cita mu bisa tercapai sobat!

hmmmm.....jadi kangen masa sama-sama dulu. Tempat atau keadaan seburuk apapun jadi menyenangkan jika bersama. contohnya

  1. waktu di bus dalam perjalanan masamba - makassar, waktu itu pak sopir nyetel musik keras-keras. duh... kepala ku tuh udah kayak digebukin. ditambah lagi, orang yang duduk di kursi di depan kami menyetel kursinya ke belakang banget. uhhhh BT. udah pusing, kejepit lagi. dengan sedikit lebay aq menjerit, "aduh..!!" dan sahabat ku langsung menegur orang tsb, "pak tolong maju-maju sediki, terjepit temanku!" hiks jadi terharu. habis itu kita cekikikan deh... hihihi.
  2. waktu laporan pas jadi maba 2006. kompakan bo'ong biar terhindar dari siksaan. xixixi
  3. waktu pertama kali datang ke mks bwt kul, nunggu di pinggir jalan dekat telp umum dari jam 3 subuh ampe jam 6, ditemani sopir taksi dan anjing - anjing.
  4. jalan kaki dari Telkom sampai ke rumah atau sebaliknya sambil bawaain acara jejak kaki.
  5. ngeMC bareng di acara PesKilnya maba 2008
  6. keliling pasar Sentral yang sumpek dengan barang dagangan dan para penjualnya yang dengan riang gembira berkoar-koar menawarkan barang dagangannya , "cari apa buk, singgah belanja" awalnya kami menjawab sapaan itu dengan senyum. tapi lama-lama BT juga, apa ga bosan ngomong gitu terus, akhirnya kau pun mejawab sekenanya, "cari jalan keluar mbak, mas" ganti sahabat ku yang cekikikan.
  7. maming bareng di kosannya kak Ambu
  8. belanja bulanan di Sejahtera, (tragedi obat penghilang daki)
  9. jalan-jalan ke Mall, cek per cek cuman buat nengokin buku-buku di Gramedia. dasar kutu buku.
  10. bercerita panjang lebar tentang apa saja sampai lupa waktu, mau di rumahku, di rumahnya, di rumah neneknya, di kosan kakaknya, di kosan ku. di rumahnya fera, di jalanan.

Ya.... semua ada jamannya*ngutip dari iklan. Itu waktu jamannya kita masih sama-sama, sekarang kita udah jauhan. udah ga bisa jalan bareng lagi atau yg sejenisx. Udah sibuk dengan urusan masing-masing. Walau begitu, tak akan ada yang berubah dengan makna persahabatan kami. Bagi ku sahabat sejati itu bukanlah yg selalu di depan mata atau yang senantiasa di sisi. Tetapi dia yg setia di hati & di ingat dalam setiap bisikan Doa.

Special to my best friend
thanks for your coming in my live.
thanks for undersanding me
thanks for your time
thanks for listening my story
thanks for sharing with me.
bagi ku kau istimewa, aku pun ingin jadi istimewa untukmu.

Namun jika itu sulit, tak apa, aku tak akan memaksa.
"laa ikraaha fiddiin.." tidak ada paksaan dalam agama.

begitu pula seharusnya, tidak ada paksaan dalam persahabatan.


Just be my Best Friend Forever ....

Jumat, 10 Juni 2011

Catatan tengah Malam

Malam kian larut. Suasana di RQIB tampak lengang. Kami baru saja selesai rapat staf Al-Insan untuk persiapan program-program Bimbel dalam waktu dekat. Ada K sri, K Nahdah, K jira, K yunita, dan Ukhti Fatma. bahagia rasanya bisa berada di tengah-tengah mereka. Rasa solidaritas yang tinggi membuatku betah bergabung di Al-Insan. orang-orang seperti merekalah yang aku butuhkan. Mereka yang senantiasa mengingatkan dalam menetapi kebaikan. mereka yang dengan canda ringannya mampu menerbitkan senyum di bibir. mereka yang dengan ketulusan nya mampu menyejukkan hati. Mereka yang dengan semangat tinggi mampu memotivasi untuk senantiasa berbuat/berkarya. "don't Stop to think"

Saat ini mereka semua tengah terlelap dalam mimpi indah usai rapat. Aku sendiri, masih terjaga. kembali aku teringat akan sahabat ku yang sedang jauh di sana.... sedang apa ia malam ini? Semoga keistiqamahan senantiasa bersamanya.
Baru saja ku buka fbnya, dan kudapati fotonya terpampang di salah satu album milik temannya. ya Allah... aku malu. mudah-mudahan foto itu ga terlihat oleh yang bukan mahram.

Jujur, aku bingung. antara ingin marah atau sebaliknya. aku senang mendengarnya bisa turut dalam ajang pelatihan penulisan itu. keren banget. tapi aku juga khawatir, keistiqamahan itu perlahan-lahan mulai terkikis. mulai dari pergi tanpa mahram (ini mungkin hanya dugaan ku semata), sampai hal-hal kecil lainya, yang mungkin bagi sebagian orang dianggap sepela, namun justru disitulah ujian keimanannya.

Ya Rabb, di malam yang kian larut ini, izinkan hamba meminta pada-Mu. Jagalah saudariku di manapun ia berada. Istiqamahkan lah ia dalam segala hal. Kutau ia bukan orang yang lemah, namun ku tahu pula bahwa syaitan tak pernah tidur. dan ku yakini hanya Engkaulah yang maha berkuasa atas segala sesuatu. Engkaulah yang maha memegang hati manusia.

Sobat, mungkin sikapku padamu terlalu berlebihan, tapi aku marah bukan hanya karena kau mengabaikan ku, tapi lebih pada hal yang prinsip. Semoga saja kau tahu apa itu. Sebenarnya aku tak pantas marah, toh masing-masing kita sudah dewasa. kita tau mana yang baik dan mana yang buruk. kita juga yang akan mempertanggung jawabkan semua perbuatan kita kepada-Nya kelak. Afwan, jika aku terkesan sewot. aku marah, karena rasa sayang ku padamu.

Ternyata aku tak cukup bijak, aku tak ingin kau terbebani dengan sikap childishku ini. karena itu untuk sementara waktu, aku ingin menghilang dari kehidupan mu. baik-baik ya ukh....

Jumat, 15 April 2011

Congratulation to BULAN

Alhamdulillahirabbil alamin....
Sungguh tak dapat ku gambarkan bagaimana bahagianya hati ini manakala pertama kali melihat cover bukumu yng pertama sobat....
sungguh aq sangat terharu. akhirnya, setelah melalui penantian, pengorbanan, celaan dan cibiran dari beberapa orang di sekitar mu yang tidak dapat menerima alasan mu kluar dari bangku kuliah- buku mu pun akan terbit juga.
aku turut senang, karena sekarang saat orang2 menanyakan tentangmu pada ku, dengan bangga aq katakan, "bukunya akan segera terbit" atau jika ada yang bertanya pada ku siapa saja teman2ku, kini aq bisa menjawab dengan lugas bahwa aq punya teman seorang dokter, bidan, suster, dan seorang penulis.
Tahukah kamu, dulu aq pernah menginginkan di antara kita berlima ga ada yang sama pekerjaannya, dan itu akhirnya terwujud. ups... tpi bukan berarti aku yang mendepakmu dari biologi.
Hari ini ku dengar buku mu telah terbit. AAAA..........aku ingin teriak dan ngasih tau ke orang2 tentang itu. aku sena..ngg....... sampai2 ingin menangis. ini bukan karena 3 bulan lagi kau akan,mentraktir ku atau membayar utang-utang mu. hehehehe. bukan, sobat... tapi karena kau sahabatku. aq tau bangetg gimana perjuangan mu selama ini. inilah sesuatu yang kau cintai itu. I'M VERY PROUD OF YOU.
Tapi yang perlu kau tau, bukumu terbit atau tidak,itu tak menjadi masalah buatku. aq tetap bangga padamu. kamu kuat, kamu berani, kamu the best lah...
as usual i say be the best who you are

Sabtu, 15 Januari 2011

Rara dan Seribu Rumus

Sejak tadi malam Rara belajar habis-habisan, oh salah. Bukan hanya sejak malam tapi sejak magrib ba’da shalat dia sudah bergulat dengan buku Kimia Fisik nya.
“serius amat neng….” Tegurku, “oh… mau final ya.. “
“hmm” jawabnya singkat.
“ok deh kalo gitu, selamat belajar, aku nggak bakal ngajak ngobrol. SEMANGAT!!” Ucapku memberikan semangat, yang disambut dengan senyum misterius dari Rara.
Setelah itu kami pun sibuk dengan pekerjaan kami masing-masing. Aku dengan segala administrasi bimbel dan Rara dengan soal-soal KIMIA fisikanya.
Jam 8 malam ku ajak Rara shalat Isya.
“duh….. Susahnya ini soal, ndak menger-menger ka’. Shalat ma’ kapang dulu di’?”
“iya, siapa tau dapat pencerahan, hehe”
Kami pun shalat berjamaah. Hanya berdua. Mungkin akhawaat yang lain udah pada shalat di kamar masing-masing.
Usai shalat, aku kembali ke depan Laptop dan Rara kembali ke dunia lain, I mean “dunia Kimiafisika”. Duh.. Jadi ingat masa-masa kuliah dulu. halah… lagaknya kayak udah lama banget ga kuliah, baru aja kemarin selesainya udah sok tua.
Next. Alhamdulillah pekerjaanku selesai sebelum jam 10. So bisa tidur lebih awal. Kemarin2 aku bobonya di atas jam 12 malam karena harus menyelesaikan persiapan Al-Insan Fullday yang dilaksanakan hari Ahad lalu. Mata ku udah kayak orang kesurupan dibuatnya. Lingkar hitamnya semakin menjadi-jadi.
“yeyeye… akhirnya bisa tidur sebelum Rara. Ra’ aku bobo duluan yah… Assalamualaykum…..” godaku.
“Wa’alaykum salam” lagi-lagi dengan senyum misteriusnya.
Sampai mata ini terpejam, Rara masih asyik dengan pulpen dan bukunya.
Pukul 4. 30
Saat ku buka mata ini, Rara sudah kembali di depan buku Kimia fisikanya.
“SERIBU!!!” Seru Rara tiba-tiba . Aku terkejut dibuatnya
“apanya yang seribu, Ra’?” Tanyaku yang masih terkantuk-kantuk. jangan-jangan Rara lagi ngigau jadi penjual di pasarsentral.
“oh!” iya tersadar, ga nyangka kalo aku udah bangun, he..he..he..kedapatan, “ini loh, banyak sekali rumusnya…. Bayangkan satu buku. Bo’. Mungkin nyampe seribu”
Hahaha… ta’ kirain apa. Rara lebai deh...
Gini nih sindrom orang-orang yang belajar pake system SKS (system kebut semalam). Besoknya ujian baru pelajari semua materi. Gimana ga puyeng tuh, apa lagi kalo rumusnya dah sampe seribu kayak yang dibilang Rara.
“eh, katanya ada loh orang yang sampe gila gara-gara cerdas banget” ujar Rara menutup bukunya.
“kok bisa?” tanyaku iseng
“pasalnya, ada soal yang ga bisa dia selesaikan, habis tanya sana-sini, ga ada yang tau dan mereka juga nggak musingin hal itu. tapi si cerdas ini, penasaran banget. tiap hari dia mikirin rumusnya, sampe-sampe berhenti kuliah karena stressnya..ckckk”
“kasian baget ya. tapi kamu nggak bakal kayak gitu khan…. paling stress nya bukan karena cerdas dan penasaran, tapi bingung rumus mana yang mau dipake untuk ngerjain soal ntar. hehehe” jawabku tega
“iya, apa lagi seribu rumus” Rara kembali mengulang istilah barunya. SERIBU RUMUS
Pukul 7.30 am,
Rara pun pergi dengan sebuah doa. semoga dari SERIBU RUMUS itu ada yang nyangkut di kepala bisa digunakan dalam pertarungan di final nanti. GOOD LUCk ya, Ukh….

***
Usai Ujian….
Rara masuk ke kamar kost dengan muka kusut.
“gimana ujiannya? sukses?”
Rara diam
“susah banget ya?”
“nggak susah, tapi waktunya sedikit sekali..” jawab Rara penuh penyesalan
“emang berapa nomor soalnya?”
“lima nomor”
“oh..Cuma lima, kok”
“tapi 1 nomor terbagi lagi a,b,c,d,e”
Ups, kalo diitung-itung, sampe 25 nomor tuh.
“Trus, berapa nomor yang berhasil diselesaikan”
“Cuma 3”
“wah, lumayan tuh, bisa dapat 80an lah” ucapku menghibur walau aku nggak yakin tiga nomor itu benar semua, xixixi
“ih… kan kita juga mau dapat A”
“InsyaAllah bisa kok dapat A, kan penilaiannya bukan Cuma dari nilai final aja”
“Masalahnya, Seribu rumus ku belum terpakai semua”
GUBRAKK!!!! SERIBU RUMUS bo’?!!!!!

Rabu, 29 Desember 2010

Sehari 3 menit

Saat ku tulis kan catatan ini, aku sedang senyum-senyum sendiri membayangka kekonyolanku, sambil menatap laptop di hadapanku. ya iyalah di hadapan masa’ menatap yang di belakang, bisa kepelintir tuh…
Sehari 3 menit. Apa coba? ayo tebak, ayo,ayo…
1. Makan 3 menit, bukan aku banget. Paling cepat aku tuh makan 5 menit.
2. Minum 3 menit → lama amat.
3. Mandi 3 menit → daurah kali?!
4. Shalat 3 menit →Wah nggak tuma’ninah tuh.
5. Nulis 3 menit → Nulis apaan coba 3 menit dalam sehari.
Trus apa donk?
Sehari 3 menit. Nelpon ke Anti kenyok…hahaha… (pelit amat). Ih nggak lagi. Masih mending aku, yang nelpon 3 menit dalam sehari. Lah anti, cuman sms doang. Itu pun pake operator yang biasanya ngasih gratisan. semurah itukah aku. halah jangan lebay. aku tahu itu bukan berarti aku murah, tapi aku tak bisa dinilai dengan tariff sms. (mencoba berlapang dada, meski pahit terasa)
Fakta:
Sebenarnya 12 – 13an lah ma Anti. Aku sekarang pindah paket ke tariff Rp20/menit. Kalo dulux sms ku Rp 60 /sms, sekarang dah aku ganti dengan nelpon 3 menit. Coba aja hitung,
3 menit x Rp20/menit = Rp60,00.
Sama kan dengan tariff sms ku yang dulu. Kenapa aku nggak sms? Jawabannya adalah karena tarif sms paket ini mahal, its about Rp115/ sms.
Kalo ada yang bilang aku pelit, nggak juga tuh. bukankah kita dituntut untuk selalu mengamalkan ilmu yang sudah kita dapatkan. nah disinilah aku mengamalkan ilmu matematika yang telah ku peroleh selama 4 tahun di bangku kuli ah…. PERHITUNGAN. Dan ingat pesan mamanya Anti, “HEMAT”.
Sehari 3 menit. Lumayan buat ngobatin kangen…..
NB:
aku setuju banget ma mamanya Anti. Hemat. Aku benar-benar menyadari pentingnya berhemat, ketika aku merasakan susah dan beratnya cari duit sendiri. kerja..kerja…kerja…

Minggu, 12 Desember 2010

rindu berat

Pagi ini aku tiba dengan selamat di Makassar. Kota yang ku tinggali selama 4 tahun lebih ini, tampak sepi. Ketika ku pijakkan kaki masuk di kost flora, lagi2 ku temui hal berbeda dengan 7 bulan yang lalu. Saat itu masih ada Dewi, Nunu, Anti, Rara, Upe Uppa dll. Tapi pagi ini aku tidak menemukan itu. Bahkan tak ada yang menjawab salam ku. Entahlah.. mungkin pada nggak dengar. Yenyum adek indah yang menyapaku cukup mengobati kekecewaanku, meski itu masih kurang.
Kangen.... berat... sama "flora girl", yang always ceria dan rame. Rindu pada sorak sorai mereka. Pada kegokilan mereka.
Saat lagi istirahat siang kubuka kembali vidio kenangan ku dan Anti. hiks... pengen nangis... kangen... skrg aku ga bisa kayak dulu lagi. Cuma dia yang bisa ku ajak ngelakuin hal-hal gokil bin narsis kayak gitu. Cuma dia! nggak yang lain.. dia adalah sahabat yang tak kan terganti. Always forever...
Miss you my best friend

Rabu, 20 Oktober 2010

MY BFF: Jauh di mata dekat di telinga


Hari ini, Kamis 14 Oktober 2010. Seharian aku di kamar kost. Cuma keluar waktu pagi untuk beli sayur mayur. Abis itu ya di kamar aja. Aku lagi kena sindrom malas kayaknya. Padahal aku dapat tugas Mading untuk membuat bahasan utama mengenai masalah futur. Aku Cuma bisa nyelesaiin 2 paragraf aja. buntu (kayak WC). No idea. Sulit mengembangkan paragraphnya. Yah aku sadari, aku memang belum meliki kafa’ah di bidang ini.
Siang abis masak, mandi, shalat duhur dan makan siang, aku bobo. Cerintanya sih mo nyiapin energi bwt musyawarah ntar sore bareng anak2 diklat. Tapi fakta berbicara lain. Bangun tidur kepalaku sakit banget. Untuk shalat aja aku susah. Apalagi mo jalan ke Tabaria yang jaraknya sekitar 2 kiloan dari kost ku. Oh No.
Lagi sakit-sakitnya kepala ini. Hp ku berdering, ku pikir dari Kadep, ternyata dari Fera. One of my BBF. Senang… banget, di telpon ma Fera, apalagi si Fera tuh mengkonferensikannya dengan Anti. Trus aku usul bwt ngajak Iin. Jadi deh kita ber4 ngobrol seru. Seru…banget. Cz semuanya pada mo ngomong, sampe nggak jelas siapa yang lagi ngomong dan lagi ngomogin apa. Gini nih kalo 4 gadis jadi-jadian ketemu. Tema pembicaraannya beragam, mulai dari tanya2 kabar masing2, baik kesehatan, aktivitas skrg, maupun kapan merid. Bagi yang merid nggak ngundang2 bakal digigit ma Fera si pembawa virus Rabies. Selama ngobrol Iin paling sering nyebut2 kata “boker”. Kalo Anti, apa ya? Kayaknya dia yang suaranya paling jauh… sayup2 gimana gitu….
Ketika ditanya gimana perasaannya saat ini, jawabannya macam-macam.
Anti : terus terang tadi aku tuh suntuk banget. nggak tau mo ngapain. kangen….berat ma kalian. tapi skrg ga lagi, cz dah dengar suara kalian
Aku : tadi lagi sakit kepala, tapi mendengar suara kalian yang kayak kerumunan lebah tiba2 nggak pengen sakit kepala lagi. nggak sanggup kalo musti skait kepala ganda.
Iin : sekarang aku malah sakit kepala, cz lagi tidur siang dibangunin ma telponx fera, trus ngobrol ma kalian. huh. (berlagak nggak butuh)
Aku dan Anti : oohhh gitu ya? (nada sinis)
Fera : In, putusin aja telponnya, sudah get out aja.
Iin : bededeh. santai fren….
Fera : kalo saya lagi flu ini. mo bagi-bagi flu ma kalian. kita kan harus saling berbagi. mau toh?
Anti : nggak usah, Fer. untuk yang satu inii kami ikhlas ga di kasih
Iin : iya, flux bwt Fera aja
Aku : nggak semua hal bisa dibagi, say. kamu pake puas2 dah tuh flu.
Ada hal yang bikin kami semua “GUBRRAAKK”. Fera belum tahu kalo Anti dah berhenti kuliah di Biologi. ck..ck..ck… tuh Anak benar2 lugu ato gimana ya? padahal dari kemaren2 aku dan Anti udah ngasih isyarat bahkan udah pernah bilang. Fera heran, pasalx Anti nggak balik2 ke Makassar. Dikiranya si Anti lagi libur panjang…. emang sih… tapi panjang….banget.
Aku : ok, Fer, sepertinya Anti kesulitan untuk menjelaskannya pada dirimu mbak. so biar dakuw saja yang melakukan tugas diplomasi ini.
Anti : hu… gaya…
Fera : iya cepatan. Ntar ku gigit lo
Aku : Ok, mbak. dengar baik2 ya. karena aku nggak akan mengulanginya. Jadi harus pasang telinga lebar2. siap?
Fera : hm. apa? cepat mi!
Aku : Bismillahirrahmanirahim. I love you. ha..ha…ha…!
Anti : Gyaaaaa! Mega….!!!
Fera : woi serius donk. ntar kugigit beneran nih. menetes mi ini iler ku’
Aku : gini loh Fera. pertama: Anti nggak suka biologi. Kedua Anti pengen kabur dari biologi. ketiga Anti pengen kabur dari saya
Iin : ya. karena Mega suka boker-boker!
terdengar tawa dari mereka bertiga. aku pun complain.
haha…..ha… begitulah seterusnya. hingga akhirnya terjadi perdebatan singkat. Fera menyayangkan keputusan Anti. Katanya sayang… tinggal sedikit lagi. Wah..blom tau dia kalo Anti tuh yang sedikit bukan sisanya, tapi yang sudah diprogram. Fera menyarankan untuk meneruskan dulu kuliahnya Anti.
Aku yang dari awal udah tau wataknya Anti yang very-very keras - lo mo ngomong apa juga ga bakal mempan - mencoba menengahi. Aku mengibaratkan kuliahnya Anti di Biologi sebagai makanan yang membuatnya sakit perut. Apakah dia harus terus memakannya atau menghentikannya. Tanggapan forum berbeda2.
Anti : Me…. bagus banget pengibaratannya…
Fera : kalo menurut saya, kita mesti lihat manfaat dan mudharatnya.
Anti :Justru itu fer kenapa aku berhenti dari bio. cz aku ngarasa lebih besar mudharatnya bagi dirikuw.
Iin : kalo saya, pergi dulu boker, baru habis itu lanjut lagi makannya.
aku, anti dan fera : Hu… dari tadi boker aja yang di omongin….
Anti emang nggak berminat melanjutkan kuliahnya yang keteteran di Biologi. ia dari awal memang sudah gak suka. tapi nyadarnya telat. So ketika dia memutuskan untuk berhenti banyak yang terkejut. Emang susah menjalani sesuatu yang ga dicintai, meskipun ada yang bilang “jangan hanya mau melakukan apa yang kamu cintai, tapi cobalah mencintai apa yang kamu kerjakan”. Aku sih setuju banget dengan kalimat itu. Tapi ada sebahagian orang yang tidak dapat melakukannya. Dan mungkin itu termasuk Anti. Dia tidak mencintai biologi, dan tidak berusaha untuk mencintainya. Dia cinta menulis, kalo boleh kubilang (maaf ya anti) dia “gila menulis”. Siang malam dia menulis dan menulis. Dia sanggup begadang, cuman bwt nulis cerita. Salut deh bwt semangatnya. Coba aja kuliahnya juga kayak gitu. Yakin deh dia bakal jadi mahasiswa teladan.
Akhirnya, Fera pun berusaha untuk memahami keputusan Anti. Sedangkan Aku dan Iin yang memang sudah dari awal menerima keputusan Anti, adem-adem aja mendengar perdebatan kecil di antara mereka. itulah gunanya teman. Tugas kita adalah untuk menasehatinya dan memberikan semangat bukan untuk memaksakan kehendak kita. Karena belum tentu yang kita anggap baik, juga dirasa baik oleh sahabat kita. Kita bakal tunggu anti melanjutkan kuliahnya tahun depan di bidang yang diminatinya. Tulis-menulis. CAYO ANTI. GANBATTE KUDASAI! KAMI AKAN MENDUKUNGMU KAWAN!
Ada lagi nih, kami sempat tebak2an warna baju. Dimulai dari menebak warna baju Iin
Aku : Iin pake baju warna putih.
Fera : warna cokelat.
Anti : me’ kamu tadi nebaknya warna apa?
Aku : warna putih
Anti :In, warna apa bajumu?
Fera : ih curang, anti jawab dulu donk!
Aku : iya, Ti’. Tebak dulu warna bajunya Iin
Anti : kalo aku warna merah.
Iin : Jawabannya putih. Cz aku lagi pake bau dalam.
Aku : ya..ye..ye..ye… aku menang,..next. Tebak aku pake baju warna apa?
Anti : Aku…aku..Jawab dulu. Tadi sempat dengar Rara teriak. Bajunya Mega warna hijau.
Fera & IIN : curang….
Aku : iya.. Curang, masa’ Anti nguping?
Anti : eits.. Tunggu dulu. Itu membuktikan kalo pendengaranku masih bagus.. He…
Aku : ya udah warna bajuku dah ketebak, lanjut, bajunya Anti
Fera : warna biru
Iin : warna cokelat
Aku : mmm.. Apa ya? Kayaknya warna cokelat batik2 gitu.
Iin : ih..saya duluan yang tebak warna cokelat.
Aku : Nggak papa kali kalo sama
Ant : iya, nggak papa tawwa sama
Fera : Jawabannya?
Anti : Warna cokelat…
Fera : ya… salah lagi
Aku & Iin : he.. Fera sudah dua kali salah.
Terakhir nebak warna bajunya Fera
Iin : warna Pink
Anti : iya, pasti bajunya warna PINK
Aku : iya, eh nggak. Fera pake baju warna hijau.
Fera :hehehehe… aku nggak pake baju
GUBRAKKKK. Ternyata si Fera cuman lagi pake sarung. Ih… rantasa’na deh.
Anti : kalo gitu warna sarungnya, apa?
Fera : warna biru kotak2, he.. (sambil nyengir)
HUAHHAHAHA NGGAK ADA YANG BENAR.
Begitulah isi obrolan 4 cewek aneh yang nggak jelas visi misi hidupnya. Nggak ding. Meskipun kami semua rada2 gimana… gitu. Tapi kami semua punya cita-cita yang luhur. Yakni mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasar kepada….”
Priiittttt!!!!! Udah..udah..nggak usah dilanjutin baca undang-undangnya. Ini kan hari kamis.
Ok back to us. Fera S.Ked., sekarang lagi sibuk Koas untuk meraih gelar Dokter. Masih ada setahun lebih baru selesai. sempat merid dan sempat punya anak. hoho! Iin si suster ngesot udah selesai kuliahnya. Dan sekarang lagi magang di RS Andi Djemma masamba. Dakuw , generasi Kartini yang udah S.Pd., ini akhirnya dapat kerja ngajar selama 3 bulan di SMA Makassar Raya sebagai guru Bahasa Inggris. Luar biasa. 4 tahun kuliah di matematika, eh selesainya malah ngajar Bahasa Inggris. Orang2 pada heran, but so what? Dari pada nganggur. Trus Anti, calon sarjana Bio yang memutuskan untuk mundur demi sebuah cita2 terpendam yang akhirnya ditemukannya kini bersemedi di Wotu demi kelancaran kariernya di masa mendatang. sebanarnya sahabat kami masih ada satu lagi, namanya Ika Rahayu. dia lulusan kebidanan, dan sekarang lagi di ternate, ikut suami. no hpx jg nggak aktif. kata Fera, kayaknya ika ada di pedalaman hutan ternate deh. he…he..he..
Kami semua punya cita2, semua punya cara yang berbeda untuk mewujudkannya. meski berbeda pandangan tapi kami berusaha untuk menerima perbedaan itu dan menghargai prinsip hidup masing-masing. karena tak seharusnya perbedaan menjadi jurang. bukankah kita diciptakan untuk dapat saling melengkapi. nggak modal banget deh… nyontek lagunya melly goeslaw. misi mbak.. melly. whatever lah. pokoknya Jadilah yang terbaik siapapun kau adanya. aku jadi teringat pada puisi yang pernah kutempel di dinding kamarku dan Anti.
Luv U All my Best Friend Forever.

kemarin aku di sms sama dewi yang bikin aku ketawa ini nih isi sms nya

Rabu, 01 September 2010

Math C 06: Jejak-jejak Makna, serta Cinta dan Syukur.

Habis ngeliat foto-foto bareng teman kelas rasanya kok sedih ya? Gaya mereka sih bikin aku ketawa karena pada aneh, lucu dan narsis abis. Nggak terasa udah 4 tahun kami sama-sama. Meskipun yang intensifnya tuh cuma 3 tahun. Kuliah bareng-bareng, nunggu dosen bareng-bareng, Kerja tugas bareng, apalagi kalo yang udah nggak ketolong, pasti dikasi ma Iswandi terus di copy paste. Wandi benar-benar berjasa waktu kami mahasiswa yang otaknya pas-pasan pada sok memprogram MK stural (Struktur Aljabar) yang lebih banyak pembuktian. Kayaknya jawaban anak2 satu kelas tuh pada nyatat punya dia yang udah di foto copy. Setiap pekan selama satu semester, usai kuliah aljabar pasti tempat fotocopy pada ramai oleh kami mahasiswa berseragam hitam putih sambil cekikian sana sini. He..he..he… thanks ya Wandi.
Ini dia foto-foto mereka




Liat aja. Dari gaya mereka yang rela jungkir balik n numpuk-numpuk di bangku kuliah, bahkan ada yang sampe rela ngelepasin headset (meskipun hasratnya-untuk ikutan bergaya- nggak kesampean). Keliatan banget kan kalo mereka gipo alias gila photo abis. Ck..ck…ck… teman-teman ku yang narsis. tobat…tobat…

Yang diatas itu adalah para model sukarela, bisa diandelin buat promo iklan apa saja, Anda berminat? 


Liat nih Jaket baru ku.. Cuma 80 rb loh…..

Nah yang sibuk mamerin jaket persatuannya kelas C itu yang namanya Wandi. Someone smart in study but lemot in plesetan. Iya, dia tuh paling nggak bisa main plesetan kata. Lama mikirnya. Ternyata si einsten kami yang satu ini emang udah di program untuk nyelesaiin soal matematika, bukan soal plesetan. Maap ye…

Acara pernikahan salah satu teman kelas ku Rosdiana (kiri), ini namanya kawin kembar. teman-teman pada turut bahagia karena kebagian makanan gratis dan juga momen berharga untuk FOTO-FOTO

Hiks jadi kangen ma teman-teman semuanya, kangen ma kebersamaan mereka, kangen sama cerita lucu dan keisengan mereka. Meskipun aku jarang banget gabung sama mereka karena kesibukanku di prodi, tapi aku senang kalo ngeliat mereka ngumpul. Rasanya aku berada di tengah-tengah mereka.



Saat ini sebagian besar teman kelas ku sudah kelar kuliahnya alias S.Pd. tinggal beberapa orang yang belum. Udah jarang ngumpul-ngumpul kayak dulu soalnya dan pada balik ke kampong masing-masing. Hiks. Sedih juga. Nggak kebayang sebelumnya kalo ternyata 4 tahun itu adalah waktu yang singkat untuk kebersamaan yang indah.
Buat seluruh teman-teman kelas C.. Aku bersyukur bisa kenal dengan kalian semua. kenangan bersama kalian akan tersimpan rapi di dalam memoriku. menjadi satu asset yang nggak akan bisa tergantikan oleh apa pun. karena kalian Istimewa. selamat atas kelulusan kalian. semoga kebersamaan kita selama 4 tahun di kelas C matematika UNM ini bukanlah hal sia-sia. Bersama kalian aku merasa bahwa kita tak pernah benar-benar sendiri.

Lagu untuk persahabatan by: Rain
hidup tak lagi terasa sepi, malam pun tak lagi terasa sunyi
ketika ada teman yang peduli, dan mau untuk untuk berbagi
kesedihan pun terganti tawa, kebimbangan pun terhapus sirna
ketika ada sahabat setia, yang mampu sembuhkan luka..
tiada yang abadi di dunia tiada yang kekal selamanya
coba dengarkan petuah dari mereka semua
kita hidup di dunia hanya sementara
dan tak ka nada yang sanggup untuk tetap bertahan
kecuali cinta dan persahabatan.
Pastikan ada teman yang peduli dan mau untuk berbagi

Senin, 30 Agustus 2010

gara-gara tragedi BHP

Masih ngelanjutin tragedi BHP alias benda hitam panjang.
Di hari yang sama, abis dari TKK aku dan Rara melaju ke Jl. Landak. kami akan ke rumah K silvia Adelina untuk mengambil barang yang akan disumbangkan selanjutnya. kami berdua sama-sama belum pernah datang ke sana. Melaui pesan yang dikirim oleh kak Salwa ,kami memperoleh alamat Kak Silvia.
"Jl. landak Inspeksi Kanal no 11, Graha quality, sebelum jembatan merah sebelah kanan"
Berbekal pengetahuan itu, dua gadis yang tangguh ini pun mulai beraksi.
"Brummmm" Rara mulai melarikan motornya, sesampainya di jalan veteran bukannya terus ke jalan di depan kami, Rara malah membelokkan motornya ke kanan mengikuti arus kendaraan yang menuju ke Parang tambung.
"loh, Ra'?Kok nggak terus aja?"
"Nggak bisa, jalurnya searah, bukan dua arah" Jawabnya.
"masa' sih?" perasaanku mengatakan nggak gitu, karena aku pernah berkendara dengan Nurul (rekan ku di Prodi)melalui jalur itu. Bisa kok. Dengan rasa tak percaya, aku memperhatikan arus kendaraan yang keluar dan masuk jalan Landak. what! masuk?! it means that...
"Ra' bisa kok, tuh mobil yang dari Veteran bisa masuk kok"
"Ah yang benar?" ucap Rara setengah percaya. Tapi akhirnya di ujung jalan veteran Rara punmemutar motornya. terus melewati jalan landak, terus belok lagi ke jalan Landak.
"ya! putaran kedua..."seruku. Nggak tahu kenapa aku kok suka banget ya ngusilin Rara?
kami pun tiba di jembatan yang kami duga jembatan yang berada di atas kanal.
"stop! stop! stop!" seru ku sotoy. Rara pun menghentikan motorx.
"btw, ada 4 jalan di samping kanal, mana jalan yang benar?"
"ntar dulu, aku mo baca do'a: ihdinasiratal mustaqim" itu yang kuharap akan dikatakan oleh Rara. Tapi ternyata nggak gitu.
setelah capek celingak-celinguk dan membuat deduksi yang nggak masuk akal, akhirnya Rara memutuskan menelpon kak Silvia Adelina. Jiaaahh!!! kenapa nggak dari tadi aja?
"Assalamu alaykum"
"waalykum salam" jawab suara di sebarang sana.
"Kak,kami udah ada di dekat jemabatan, yang mana di sini jalan ke rumah ta'?" tanya Rara. aku masih sibuk melihat ke sana kemari, tapi kali ini lebih hati2, takut tragedi BHP terulang lagi."Tak akan terulang lagi.. semu..wa... kesalahanku..." sayup-sayup terdengar suara merdu mas Afgan.
Kak silvia sibuk menjelaskan ke Rara lokasi rumahnya, Rara nggak ngeh-ngeh juga. Aku berkali-kali nyeletuk. Dan anehnya Rara mengucapkan kembali kata-kata yang ku celetukin. Kasihan Rara...
"apa, kak? Graha Polisi?"
What?! aku tersentak demi mendengar ucapan Rara. "hush! bukan graha Polisi,neng! Graha Quality" ucapku meluruskan.
"oh.. Graha Quality"
"Ra' tanyain, gimana bentuk gerbangnya?" saranku sambil mondar-mandir diantara 2 tiang listrik, tempat kami memarkir motor.
"eh, katanya yang ada tiang warna biru" Rara memberitahuku.
"lah ini tiang warna biru" tunjukku pada tiang listrik yang ku maksud tadi. Rara kembali ber oo... ria. ia kembali bertanya, "terus kak?"
aku iseng iseng memperhatikan tiang biru itu, dan aku terpana dengan temuanku.
"Ra'! ini tuh ada tulisannya Graha quality" aku menunjuk pada tulisan kecil di pinggir tiang. Rara menoleh, dan melihat ke Atas.
"astagfirullah ini nih gerbangnya. Liat di atas" ucap rara,"udah kak, udah ketemu, assalamaualaykum" lanjutnya seraya memutuskan hubungan telp dengan kak silvia.
HA...di situ tertulis gede-gede "GRAHA QUALITY"
Aku tercengang. Ternyata dari tadi kami sudah nongkrong di bawah gerbang kompleks Graha quality. Tiang yang kukira tiang listrik ternyata Tiang gerbang. Saking sibuknya melihat ke kiri, kanan depan dan belakang, kami sampai tidak memperhatikan tulisan di atas kami. Ini semua gara2 BHP..

Minggu, 08 Agustus 2010

Menangis Semalam

Kost flora , 4 agustus 2010
Saat kutulis kan catatan ini, air mataku tengah mengalir deras di kedua pipiku. Bagaimana tidak, sahabatku tersayang - anti - malam ini berangkat ke wotu –kampung halamannya- untuk jangka waktu yang panjang.
Sedih? Sudah pasti aku sedih. Tadi di terminal aku sama sekali nggak nangis karena ada indigo yang bikin aku ketawa-ketawa. Pun ketika di pt-pt dalam perjalanan pulang ke kost. Waktu anti sms aku yang bunyinya kayak gini:
“ukhti mungkin tak pernah ku katakana sebelumnya bahwa aku mencintaimu karena Allah, bagiku tak ada sahabat yang mampu memahamiku kecuali ukhti. Akhirnya air mataku pun menetes”
Saat itu air mataku pun hampir keluar jika tidak kutahan. Sebisanya aku menahan agar bola-bola kristal yang ada di mataku tak pecah. Aku meremas tanganku dan menggigit bibirku agar tak menangis. Dan berhasil.
Aku nggak mau cengeng. Itu tekadku.
Tapi hal sebaliknya terjadi ketika aku tiba di rumah. Baru saja kubuka pintu kamar ku, perasaan sesak mulai menyeruak didada, mendorong ku untuk menangis. Apalagi ketika kupandangi kasur, dan tempat laptop di mana anti selalu menghabiskan waktunya untuk menulis. Air mataku pun tak terbendung lagi.
Baru kusadari bahwa aku sangat…sangat sedih berpisah dengannya. Sedih karena aku tak bisa lagi melakukan hal-hal yang biasa aku lakukan dengannya. Sedih karena tak melihatnya di sini. Sedih karena masih banyak hal yang ingin kuceritakan padanya tentang hari ini yang tak sempat kuceritakan.
Aku ga berani keluar dari kamar, takut upe’ bakal ketawa ngeliat mataku yang bengkak dan sembab seperti ini.
Sedihku semakin bertambah ketika kuputuskan untuk makan. Aku sudah terbiasa makan sama anti. Di ambilin apa-apa, atau ngambilin apa-apa, mo piring, sendok, gelas, dll. Aku udah terbiasa ngeliat dia yang kalo ngambil nasi kayak gali kuburan, atau porsi makannya yang bikin takut. Air mataku semakin deras. Setiap suapan diringi dengan tangis.
Sekali lagi aku harus merasakan yang namanya di tinggal sahabat. Serasa ada sebagian dari diriku yang pergi. Mungkin aku terlalu berlebihan, tapi itulah yang kurasa. Aku sudah terbiasa hidup dengannya, menjalani hari bersamanya, berbagi cerita, tawa, dan duka. Sehingga aku merasa ia adalah bagian dari hidupku. So ketika dia pergi aku merasa hampa…
Kutahu insyaallah kami masih bisa bertemu kembali, tapi aku takut semua jadi tak sama. Anti bilang, “cepat atau lambat kita bakal pisah, tapi emang paling bagus kalo kita pisahnya masih lama”
Bagiku, anti itu bukan Cuma sahabat, tapi saudara, aku yang sejak dulu pengen punya kakak perempuan yang bisa kujadikan tempat curhat akhirnya ngedapetin itu dari Anti. kalo ada masalah pasti ngeluhnya ke Anti. Aku nggak pernah segan sama Anti, kalo aku mo marah ya marah. mo BT ya BT. Anti juga yang sering kuajak ngelakuin hal-hal aneh. seperti memutar tubuh sampai 360o dengan kaki tetap di tempat.
pfuhh…. akhirnya anti pulang. waktu dia ada pengen dia nggak ada. pas dia nggak ada, pengaen dia ada. kayaknya hari-hariku bakal jadi kurang seru karena anti ga ada. kalau pun seru tetap nggak seru karena nggak ada yang bakal mendengar ceritaku, kalo pulang ke rumah ntar Cuma diam sendiri. bisa-bisa aku jadi Mega yang dulu. yang selalu sibuk dengan dunia diamnya. moga-moga aja nggak.
aku bermimpi tentang hari ini
di saat kita berdua slalu bersama
dan bila nanti kau ingat kembali
masa-masa inilah yang akan kita kenang selalu
kau tak sendiri ku selalu bersamamu
temani aku dalam habisnya waktu
biarkan saja hidup tak mudah
asal kau selalu ada bersamaku

First DayWithout Anti

Aku malas ke mana-mana. Nggak ada semangat ngelakuin apa pun. Padahal hari ini aku punya banyak undangan wisuda. Kamarku rapi dan bersih, tapi hampa. Sendiri apa enaknya. Sunyi…. Nggak ada teman ngobrol.
Anti katanya dah tiba dengan selamat di wotu. Alhamdulillah.
Aku tahu semua ini gak akan berlangsung lama. Paling satu dua hari aku dah pulih. Duh kayak orang sakt aja. Ternyata gini ya rasanya ditinggal seseorang yang udah lama bersama kita. Pantas aja. Tadi pagi waktu baru bangun mataku bengkak. Dewi ngetawain aku:
“kamu abis nangis ya? Mata ampe bengkak kayak gitu”
Aigo…. Aku bener-bener kesepian di sini. Rasanya pengen pulang kampung juga. Tapi kak hur bilang, “tenang aja, lama-lama juga akan terbiasa. Seperti waktu pertama ke makassar, sedikit-sedikit nangis. Tapi lama kelamaan kan enjoy juga”
Hmmmm, mungkin benar. Sekarang yang aku pusingkan adalah, dimana aku bisa dapetin orang yang mau tinggal bareng aku, aku kan nggak sanggup kalo musti bayar 3jt sendiri. Mana aku belum dapet kerja lagi. Pfuhhh!
besok pagi aku musti bersemangat lagi, aku mau ke rumahnya p darwis pagi-pagi. Terus ke amanagappa buat ngurusin kepanitiaan. Sebenarnya aku masih capek banget. Tapi nggak boleh terus uring-uringan kayak gini. Bentar lagi kan puasa. Aku pengen memasuki bulan ramadhan dengan perasaan yang lapang dan hati yang bersih. Buat semuanya.. Fighting! Ayo berjuang untuk meraup pahala yang sebesar-besarnya!

Jumat, 06 Agustus 2010

Memories of CCC


Third day without Anti. Aku udah nggak terlalu sedih lagi, habis.... 2 hari ini aku sibuk banget. Pagi-pagi setiap jam 7 aku keluar dari kost berburu pak Darwis. huffff. Lagi-lagi terlambat. si bapak dah keburu ke CCC (celebes convention center).
Kalo dengar CCC aku jadi ingat kenangan jalan kaki di jalan Metro tanjung bunga bareng Anti. Waktu itu kita baru aja selesai mengikuti acara SEMARAK AL-Qur'an yang diadakan di tripple C alias CCC. jalan metro tanjung bunga tuh bukan jalur angkot or PT-pT. so kita musti carter, dan bayarnya 2 kali lipat tarif biasanya. so aku n Anti memutuskan untuk jalan kaki ke luar.
Sepanjang jalan kami terus-terusan ngoceh. sok lagi bawain acara jalan-jalan. oh iya, aku punya satu acara sama anti, namanya "Jejak kaki". dalam acara ini kami bertugas meliput perjalanan kami dan menceritakan apa saja yang ada di sekitar kami. Tentu saja aksi kami ini menarik perhatian beberapa pengendara bahkan penumpang yang berhasil mencarter mobil. Tak pelak lagi muka keheranan tergambar jelas di wajah mereka. mungkin mereka mikirnya kayak gini, "Wong edan, jalan kaki kok happy banget" ho..ho..ho.. belum tahu mereka kalo kita berdua baru aja kabur dari RS dadi. yang terobsesi jadi penyiar TV *nggak ding! prinsip kami kan "selalu ceria di mana aja"
Ternyata, jarak dari CCC ke jalan umum tuh nggak jauh-jauh amat. Perjalanan kami sore itu very-very nice. Udara nggak panas, langit rada-rada mendung, terus angin laut yang sepoy-sepoy menambah indahnya jalan bareng kami. duh... jadi kangen.
kami juga sempetin foto-foto loh. *kapan ya narsis nya ilang? hari itu kami agak lama nunggu angkot. soalnya pada penuh or nggak mengarah ke partam. pas dapet angkot eh... sopirnya ugal-ugalan. wal hasil sampe di rumah kepala jadi puyeng.
Meskipun sekarang aku dan nggak sama Anti. meskipun sekarang kita bedua udah jalan masing-masing, aku di sini dan Anti di kampung, tapi kenangan yang kami buat berdua selama kurang lebih 4 tahun di makassar, kan tetap ada di hatiku. Menemaniku di kala aku rindu padanya, sahabatku yang mengerti aku luar dan dalam.

Rabu, 04 Agustus 2010

kelas C


ini nih foto-foto teman kelas aku yang narsis-narsis. he..he..he..
moga-moga aja mereka nggak ngejitak palaku, atau menjotos wajahku yang ayu ini. (wah narsis lagi nih)
ayo tebak aku yang mana?

Jumat, 30 Juli 2010

Syok Plus Happy

"Prenk,, prsiapkan waktu ta nh tgl 7-8-10 bwt dtng k prnikhnx Ijha ma k imo yg akan d adakan d rmhx Ijha..So bg yg wisuda tgl 5, jgn cpt2 pulkam okay.."
Degggg!!! jantungku berhenti berdetak. (nggak Ding!), aku tertegun membaca pesan yang tampil di layar hp kuw. Ija Mau nikah? sama Kak Imo?
Waktu itu aku baru saja tiba di kampus, belum hilang lelah ku berjalan dari kost malah kabar mengejutkan yang aku terima. Nggak tahu kenapa, rasanya pengen nangis. Terharu kali yah? Pelan-pelan kuatur nafasku yang masih memburu karena capek sekaligus syok. Aku nggak tahan untuk nggak ngasih tahu Anti. mo tau anti bilang apa?
"Innalillah. eh maksudnya barakallah. Tapi tapi tapi kok bisa Ija ma kak Imo. jangan-jangan dijodohin ma dosen-dosen di jurusan mu lagi."
Aku tak membalas 'tuduhannya' itu. Memang sih sudah menjadi rahasia umum kalau di jurusanku pemuda-dan pemudi nya saling dijodohkan. katanya kenapa harus dari luar kalo ada orang dalam.
hari itu, topik yang menjadi pembahasan hangat di jurusanku adalah K Imo dan Ija. Bukan hanya di kalangan mahasiswa kelas C 2006 tapi juga di angkatan lain, asisten-asisten bahkan dosen-dosen.
Waktu aku di minta tolongi oleh salah seorang dosen di jurusanku untuk memintakan nomor surat di k Imo, aku jadi salah tingkah sendiri. Aku mo menghadapi kak imo dengan cara yang bagaimana yah? loh kok jadi aku yang grogi, harusnya kak imo yang grogi. Ada-ada aja. Di ruang administrasi aku berusaha mencari kecocokan antara temanku hadijah dengan K Imo melalui foto-foto asisten Administrasi yang ada di ruangan tersebut. setelah berkali-kali menatap dengan seksama foto itu. Akhirnya dengan helaan nafas yang berat aku mengatakan pada diriku sendiri.
"Yah... boleh lah" (nggak ikhlas banget deh kayaknya)
bukan gitu, fren. Aku nggak pernah bayangin seorang Ija yang bodinya imut-imut, manis, dan santun meskipun kadang nyebelin bisa berjodoh dengan seorang K Imo yang aku yakin semua orang akan bilang dia nyebelin, rese suka bikin orang kecele, bodinya agak tinggi besar, dan agak manis sih sebenarnya.adduh. Pokoknya bener-bener nggak kebayang deh. (Sewot banget ya)
Namanya juga jodoh, nggak bisa ditebak, tadinya dikira bakal sama si A eh ternyata jadinya sama si B. Aku Jadi kepikiran seseorang. Kira-kira gimana ya perassannya pas tau ija bakal merid ma k Imo bukan dengan dirinya. Yang sabar ya Fren. pasti ada yang lebih baik. (halah Sok Tua)
However, aku turut bahagia mendengar kabar ini. Bahagia banget malah. Sampe mo nangis saking bahagianya. Satu lagi teman ku yang akan menyempurnakan sepaurh dari agamanya.
Bwt Ija dan K imo : Semoga bisa menjadi keluarga yang SaMaRa "Sakinah ma waddah wa rahmah"
Habis ini, siapa lagi ya? hmmmmmmmmm.......

Minggu, 30 Mei 2010

Bersama itu indah


Sendiri itu ga asyik. sepi. Nggak tau mo ngobrol ma siapa? secara aku kan suka banget ngobrol. sekarang aku lagi di tempat favorit aku setelah kamar kost. yap di prodi. hari minggu gini wajar lah nggak ada orang. dibilang nggak ada, nggak juga sih. cz masih ada tukang dan beberapa mahasiswa yang suka nongkrong di kampus kayak aku. tapi tetap aja kayak ga ada org, wong aq ga kenal baik ama mereka. di luar sana, tukang senso lagi asyik bergelut dengan batang pohon. iya, pak tukang lagi nebang pohon ketapang. nggak tau deh kenapa pohonnya ditebang. aku sih rada ga se7 gi2 thdp penebangan pohon, baik dalam skala kecil maupun besar. gini-gini aq jg pecinta lingkungan hidup loh.
wah... di luar hujan, mmm bau tanah tersiram hujan mengingatkan ku pada Asyaranova. sahabatku yang satu i2 suka mencium bau tanah yang baru tersiram hujan. kalo temanku yang namanya fera suka cium bau rumput. kalo aq sendiri suka bau nasi yang baru masak. he..he..he.. unik khan... kalo kalian suka bau apa?
hujan selalu bisa membuatku terkenang pada masa lalu. entahlah, banyak kenangan yang terjadi ketika hujan.. misalnya nih ya... aku jadi ingat waktu sma sering pulang hujan-hujanan di jalan bareng teman-teman.. anti, halima, fera, agus, ricky, haliq kun, arsyad dll. ...
aku juga jadi ingat, waktu smt 1 aku pernah duduk di gazebo bareng someone pas lagi hujan. suit...suit...ets itu masa lalu
atau hujan-hujanan pulang dan pergi tarbiyah..ke kampus bareng rainbow di subuh hari. oh.. rainbow aku kangen banget ma kalian. kapan ya bisa ngumpul lagi?
sekarang aku nggak bisa pulang ke kost soalnya masih hujan. ntar aja kalo ujanx dah reda.
sambil nunggu hujan reda aku mo cerita tentang kebersamaannku dengan fera n anti selama dua hari ini.
hari jum'at, aku nggak ada kegiatan, kami (i mean me n anti) ngajakin fera ketemuan di MTC. cerintanya kita mo hang otu bareng. aku dan anti tiba lebih dulu di MTC, kami pergi ke ATM dulu bwt ngambil duitx anti. dan terxta uang beasiswa anti keluar. so dia harus nepatin janjinya nraktir aq es krim.
ternyata di samping ATM ada pameran buku, temapat bangus banget, nyaman, n cocok aja di taruh di situ. buku-bukunya diskon. aku langsung ke t4 buku2 desain rumah, scr aq suka banget ngeliatin model2 rumah. itung-itung referensi bwt masa dpn. kami nggak lupa foto-foto juga (ketahuan deh narsisx).
bosan baca buku, kami memutuskan bwt duduk di dekat McD yang belum buka. dan nggak lama kemudian fera nongol. N d adventure begin....
jalan-jalan ke karebosi lewat karebosi link (itu tuh jalan bawah tanah yang menghubungkan karebosi dengan MTC). keren...
di sana kami cuman muter..muter... eh, ada bapak-bapak yang kakinya lagi dicicipin ikan loh... sebenarnya aku mo nanya, "kakix kenapa pak? jamuran ya?" tapi keburu ditarik ma anti. kita jalan lagi. tanpa sepengetahuan ku, anti mencatat situasi itu di dalam benaknya untuk memnemukan jalan pulang. he..he..
di t4 penjual aksesoris kami singgah bwt ngeliat-liat gelang.tapi aku dan fera nggak minat habis kita kan bukan cewek yang girly abis. kita hanya manusia biasa yang tak luput dari kesalahan.. loh hubunganx apaan ya?
begitu seterusnya, singgah, liat-liat barang sambil coba-coba, dan langsung hengkang begitu penjualnya menghampiri. hi..hi..hi... kita emang nggak niat beli cuma iseng-iseng aja. lagian siapa juga yang mau pake bros dan gelang segede gajah. wah hiperbola tuh kayaknya.
kalo dibilang kami nggak beli apa-apa nggak juga. di tempat baju kami, ups Anti membelikan kami baju kaos 3 warna, ungu, pink n kuning yang masing-masing buat anti, fera dan aku. kenapa aku milih kuning? karena, aku nggak punya baju yang warna kuning, kenapa anti pilih warna ungu? karena anti mau jadi janda. eh nggak ding! maap ye ti'.
abis i2 kita ditraktir ice cream ma anti. sambil makan tak lupa foto-foto (ck..ck..ck)
makanya ada setengah jam kali ya? abis porsi gede dan manis banget. kayaknya aku bakalan stop makan ice cream dalam sebulan ini.
the next step is... sejahtera, supermarket buat anak kost pada umumnya. emang sih harganya nggak beda-beda amat sama di tempat lain tapi nggak tau kenapa kalo kebutuhan bulanan dah habis, selalu aja sejahtera jadi sasaran. mungkin karena namanya kali ya? kami juga sempat singgah beli aksesoris rambut yang warnanya juga ungu, pimk n kuning. oh iya, aku blum bilang kenapa kami beli baju 3 warna dengan 1 model plus aksesoris rambut khan.. he..kami mo pemotretan di flora. potret 3 sahabat yang pada gila. sampe di rumah kami pun melaksanakan niat kami. make many picture by using my bison cam. wuih gayanya ... kayak lagi di fotobox aja. yg lain jangan sirik ye...setelah puas foto-foto, kami pun melakukan kgiatan bebas, ada yang bobo, ada yang baca buku. pokoknya gaya anak kos gitu deh..
malamnya nonton bareng sampe jam 2 (aku nggak ikutan loh..fera dan anti tuh yang nonoton, aku tidur duluan secara aku emang cepat tidur kalo malam). walhasil, mereka bangun kesiangan, pukul 05.55 am.
itu baru hari pertama. Hari kedua ntar di cerita selanjutnya...