Tampilkan postingan dengan label motivasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label motivasi. Tampilkan semua postingan

Kamis, 29 November 2012

Sebuah Perenungan

28 November 2012

Pada tanggal yang sama dengan hari ini, 24 tahun yang lalu , ibu saya berjuang untuk menghadirkan saya di dunia ini. ibu bilang pada hari itu awan di langit tampak begitu indah, membiaskan cahaya matahari sore yang memukau. Karena itu beliau memberikan nama Megasari kepada saya. 

Setiap kali saya merenungi sejarah pemberian nama tersebut, membuat saya tersenyum sendiri. Mengingat betapa waktu kecil saya sering sekali  bertanya, menangis, dan selalu ingin menjadi nomor 1 membuat saya berpikir, apa kah ini ada hubungannya dengan nama saya? hm... jawabnya bisa iya, bisa juga tidak.
Saya mulai berpikir, mungkin salah satu alasan mengapa ibu saya memberi nama seperti itu adalah supaya saya juga bisa selalu memberikan kebahagiaan kepada ibu, dan orang-orang di sekitar saya, menjadi orang yang tidak sombong, memilki hati yang teduh dan cita-cita yang tinggi.

Sejak masih duduk di sekolah dasar sampai SMA saya selalu berusaha untuk menjadi yang terbaik.Peluang-peluang beasiswa tak pernah saya biarkan lewat begitu saja. Karenanya belajar sungguh-sungguh adalah sebuah keharusan. Bersyukur karena saya merupakan tipe pebelajar, saya sangat menyukai belajar. Matematika, bahasa inggris, Kimia, Fisika, Komputer, dll merupakan teman baikku. Tapi jangan salah, saya juga tetap punya sahabat-sahabat. Saya tidak lantas menjadi orang yang hanya asyik dengan buku dan pelajaran, saya juga sangat senang dengan pertemanan. Bisa berbagi dengan orang-orang yang memiliki kesamaan pandangan dan memilki selera humor yang lumayan gokil merupakan hal yang sangat saya syukuri dalam hidup ini. 

Jika mengingat bagaimana besarnya usaha dan semangat juang, serta cita-cita yang tinggi saat masih sekolah dulu, saya merasa terheran-heran sendiri. Bagaimana saya bisa begitu bersemangatnya di tengah kesulitan hidup saat itu? di tengah himpitan ekonomi yang tidak mudah, saya dengan percaya dirinya mengatakan pada diri saya, ibu saya dan orang-orang lain di sekitar saya, bahwa saya akan kuliah di Makassar, ibu kota Provinsi Sul-Sel. Padahal tentu bagi ibu saya yang saat itu belum berstatus PNS persoalan itu bukanlah hal yang mudah. Jangankan uang kuliah, ongkos berangkat saja belum tentu punya, belum lagi biaya hidup yang harus ditanggung nantinya. Waktu itu ibu sempat membuat keputusan bahwa saya hanya akan kuliah di daerah. masuk kebidanan. hal tersebut tidak mematahkan semangat saya untuk tetap belajar keras. Akan kubuktikan bahwa saya juga bisa seperti teman-teman yang lain. Saya ingin mengejar cita-cita saya, saya ingin melompat lebih jauh dari apa yang saya bisa. Masih Ada waktu! kata saya waktu itu, dan inilah saya saat ini, berhasil lulus tepat waktu (4 tahun) di Jurusan Matematika Universitas Negeri Makassar, dan sempat meraih gelar lulusan terbaik.

Namun, jika saya mecoba membandingkan, semangat juang saya waktu sekolah lebih kuat dibandingkan saat kuliah dan bekerja. Saya mulai merasa bosan dengan apa yang saya jalani. Menjalani aktivitas sehari-hari tanpa ambisi, tanpa tantangan, dan begitu-begitu saja. Jelas bosan dengan ritme yang selalu sama. Saya tanyakan kembali pada diri saya, mana semangat itu? apa sampai di sini saja perjuangan itu? sudah pantaskah saya untuk merasa puas dengan apa yang sudah saya capai saat ini? 

Jujur saya merasa, saya masih bisa lebih dari diri saya saat ini. Jika orang lain bisa kenapa saya tidak? lalu kenapa saya tidak berusaha mencoba? kenapa tidak saya kembali membangun cita-cita hidup saya? kalau dulu orientasi saya hanyalah dunia, maka saat ini saya harus melandaskan cita-cita saya pada pondasi yang kokoh, yakni keimanan kepada Allah, dan keinginan untuk meraih keridhaan-Nya. 

Perlahan saya mulai memungut kembali kepingan-kepingan impian saya yang pernah saya campakkan karena mengannggapnya mustahil. Beberapa orang yang ada di sekitar saya meyakinkan ku bahwa tidak ada yang mustahil jika kita benar-benar mengingikannya -tentunya atas kehendak Allah- dan berusaha mewujudkannya. Mereka membangkitkan rasa percaya diri saya, sikap optimis yang pernah pudar kini sedikit demi sedikit kembali cerah . Thanks for supporting me. Arigato minna ^_^

Ada rasa malu ketika menyadari di usia saya saat ini belum banyak yang saya bisa lakukan untuk diri saya, orang tua saya, keluarga saya, dan ummat ini. sungguh saya sangat  ingin dengan ilmu yang saya miliki saya bisa mengambil peran dalam membangun peradaban, mengembalikan kejayaan Islam. Saya ingin membuktikan pada dunia bahwa umat islam bukanlah orang yang terbelakang, bukanlah umat yang tidak punya cita-cita, namun mereka juga bisa maju, menggebrak dan menggenggam dunia. Namun bukan dunia semata  tujuan kami, melainkan kampung akhirat lah yang dituju. 

Karena itu, saya mengazzamkan diri untuk tidak berhenti bermimipi. Untuk terus bercita-cita yang tinggi. Menyusun bata-bata impian untuk menjadi bangunan yang kokoh di atas pondasi yang kuat.  Akan kusingkirkan segala hal (rasa takut, pesimis, ragu-ragu) yang bisa mengahalangi terwujudnya impian ini dan akan kuganti dengan optimisme yang didukung dengan iman, usaha, do'a dan tawakkal kepada Allah.

Saat kutatap semburat  jingga di langit sore ini, kubisikkan semangat pada diri ku
"ini belum selesai, semua belum berakhir. akan kukejar mimpi ku. takkan saya biarkan ia berlalu begitu saja. impian ini begitu indah, seindah lukisan mega di atas sana"



Megasari

Selasa, 18 Oktober 2011

New Spirit


Setelah membaca beberapa tulisan dari Icha, semangat saya kembali terpacu untuk mewujudkan mimpi-mimpi saya. Saya ingin melakukan hal-hal yang sempat pudar karena terlalu nyaman dengan keadaan yang ada sekarang, istilah kerennya sih "zona nyaman". Padahal as a human, saya juga punya mimpi (nan kkumi isseotjyo). ***salah satunya mimpi waktu lagi tidur.

Saya nggak peduli, apakah mimpi saya bisa terwujud atau tidak, yang jelas saya akan berusaha dengan penuh semangat dan tawakkal kepada Allah. seperti yang sempat saya kutip dari blognya Icha:


"We are responsible for the effort, notthe outcome. Ketika kita menaruh seluruh effort yang kita miliki disetiap kegiatan yang kita lakukan, maka orang lain pun juga menghargai seluruhusaha kita.. Dan ketika sudah melewati masa-masa berat tersebut, ketika kitabertambah dewasa, dan bertukar pikiran dengan orang lain, yang kita ingatbukanlah hasil akhir dari apa yang kita lakukan, tapi yang lebih membuat kitabangga adalah seberapa besar dan keras usaha kita untuk bisa mencapai hasilakhir tersebut. Karena kehidupan itu adalah proses.."
Yup! Benar banget, hidup adalah proses, proses untuk senantiasa menjadi lebih baik dari kemarin. Rasanya sayang banget kalo nggak ada perubahan dalam hidup, bahkan malah mundur. Tapi tetap mesti memperhatikan batasan-batasan Allah. Cz kalo kita sudah berani melanggar batasan itu, maka apa yang kita kerjakan nggak akan berberkah, bahkan boleh jadi ia menjadi penghalang diri kita untuk mengapai keridhaan Allah.
Nah.... mumpung sekarang saya masih bebas, belum ada yang mengikat, so nggak ada salahnya buat saya untuk mengejar mimpi-mimpi saya. Bahkan kalo boleh meminta pada Allah, saya ingin diberikan pasangan yang sama-sama memiliki mimpi yang besar. Bukan hanya untuk diri sendiri, tapi juga demi kemaslahatan Umat
Di antar mimpi yang ingin saya wujudkan adalah: Lanjut S2 di luar Sulawesi, Punya pekerjaan yang bagus, Mendirikan Islamic Boarding School, Go abroad especially Madinah n Japan...
Never give Up. Trust to Allah. InsyaAllah You'll find the way..... Ganbarimasu!!!! Allahu Akbar!!!


Sabtu, 15 Januari 2011

We and our Dream

Males. Sudah seminggu ini aku nggak kemana-mana. Di rumah…. Aja ngerjain modul. Nggak tau napa, aktivitas ku yang sudah ku susun rapi terus-terusan batal, dan kalo udah kayak gitu aku udah males bwt cari kegiatan lain di luar. No planning B neeh. So, di rumah aja nyusun modul or puzzle, and some times baca e-book
Aku mulai terbiasa duduk berjam-jam di depan laptop untuk menyusun modul yang bakal di pakai di bimbel. Sekarangm selain ngajar di sma makassar raya, aku juga dapat job ngajar privat dan bimbelm sekaligus jadi staff di lembaga bimbingan belajar al-insan. Lumayanlah, buat nyokong kehidupanku di makassar. Secara dana dari ummi dah distop sejak bulan ini.
Ummi ngijinin aku tinggal di makassar, dengan syarat aku harus bisa nanggung biaya sendiri. Alias mandiri. Bukannya perhitungan ma anak sendiri, aku tahu ummi mau mendidik aku menjadi orang yang bisa mandiri. Selain itu, adikku, Ilham yang lagi sekolah di pelayaran juga butuh dana yang tidak sedikit. Aku sih enjoy aja. Emang sudah saatnya aku mandiri dan ga bergantung pada ummi. Aku yakin setiap orang punya reskinya masing-masing dan udah di atur ma Allah. Selama ia masih hidup rezkinya juga akan tetap mengalir sampai ia mati. Rizky allah tuh luas, dan ia datang dari arah yang ga kita sangka. Tul gak?
Oh iya, aku baru aja selesai baca bukunya dewi lestari yang lebih d kenal sebagai dee. Judulnya perahu kertas. Seru. Banyak pesan yang bisa di petik dari cerita itu. Beberapa di antaranya, kita harus realistis tanpa perlu ninggalin impian kita. Trus ada juga, kadang kita mesti berputar menjadi orang lain untuk bisa menjadi yang kita inginkan, and the other is you should be honest. Kita musti jujur dan masih banyak lagi.
Aku salut banget sama para penulis. Mereka memiliki daya imaginasi yang tinggi, kemampuan merangkai kata, dan sangat bersemangat dalam menulis cerita panjang-panjang ampe ratusan halaman. Kalo aku mah, nyerah. Nggak bisa bikin tulisan yang panjang dan utuh gitu.
Di bawah ini kutipan dari cerpen tersebut:

“jadi ... Kamu ingin menjadi sesuatu yang bukan diri kamu dulu, untuk akhirnya menjadi diri kamu yang asli, begitu?”
“yah, kalau memang harus begitu jalannya, kenapa nggak?”

Perhatikan kalimat ini:
berputar menjadi sesuatu yang bukan kita demi menjadi diri kita lagi.”
Aku merasakan adanya kebijakan di balik kalimat tsb. Ketika kita diperhadapkan dengan kenyataan bahwa impian kita susah untuk diwujudkan, entah itu karena factor orang tua, lingkungan atau yang lainnya, tidak ada salahnya untuk mengambil jalan yang berputar demi mencapai impian kita. Dengan begitu nggak ada yang yang perlu dikorbankan atau disakiti. Hanya perlu sedikit usaha dan kesabaran. Novel yang sangat inspiratif. yang lain kudu baca yah…..

Rabu, 29 Desember 2010

Belajar dari monyet

Dalam suatu penelitian yang dilakukan oleh para profesor di USA, ada 2 ekor monyet yang dimasukkan ke dalam satu ruangan kosong secara bersama-sama.

Kita sebut saja monyet tersebut Monyet A dan B. Di dalam ruangan tersebut terdapat sebuah tiang, dan diatas tiang tersebut nampak beberapa pisang yang sudah matang. Apa yang akan dilakukan oleh 2 monyet tersebut menurut anda?

Setelah membiasakan diri dengan keadaan lingkungan di dalam ruangan tersebut, mereka mulai mencoba meraih pisang-pisang tersebut.

Monyet A yang mula-mula mencoba mendaki tiang. Begitu monyet A berada di tengah tiang, sang profesor menyemprotkan air kepadanya, sehingga terpleset dan jatuh. Monyet A mencoba lagi, dan disemprot, jatuh lagi, demikian berkali-kali sampai akhirnya monyet A menyerah.

Giliran berikutnya monyet B yang mencoba, mengalami kejadian serupa, dan akhirnya menyerah pula. Berikutnya ke dalam ruangan dimasukkan monyet C. Yang menarik adalah,para profesor tidak akan lagi menyemprot para monyet jika mereka naik.Begitu si monyet C mulai menyentuh tiang, dia langsung ditarik oleh monyet A dan B.

Mereka berusaha mencegah, agar monyet C tidak mengalami`kesialan’ seperti mereka. Karena dicegah terus dan diberi nasehat tentang bahayanya bila mencoba memanjat keatas, monyet C akhirnya takut juga dan tidak pernah memanjat lagi.

Langkah selanjutnya yang dilakukan oleh para profesor adalahmengeluarkan monyet A dan B, serta memasukkan monyet D dan E. Sama seperti monyet-monyet sebelumnya, monyet D dan E juga tertarik dengan pisang diatas tiang dan mencoba memanjatnya. Monyet C secara spontan langsung mencegah keduanya agar tidak naik.

“Hai, mengapa kami tidak boleh naik ?” protes keduanya”.
Ada teman-teman yang memberitahu saya,bahwa naik ke atas itu berbahaya. Saya juga tidak tahu, ada apa di atas,tapi lebih baik cari aman saja, jangan keatas deh” jelas monyet C.
Monyet D percaya dan tidak berani naik, tapi tidak demikian dengan monyet E yang memang bandel.
“Saya ingin tahu, bahaya seperti apa sih,yang ada di atas ….. Dan kalau ada bahaya, masak iya saya tidak bisa menghindarinya ?” tegas monyet E.

Walaupun sudah dicegah oleh monyet Cdan D, monyet E nekad naik …….

Dan karena memang sudah tidak disemprot lagi, monyet E bisa meraih pisang yang dinginkannya…..

Manakah diantara karakter diatas yang menggambarkan tingkah laku anda saat ini?

Dari ilustrasi tersebut diatas dapat dikatakan bahwa Karakter A dan B adalah orang yang pernah melakukan sesuatu, dan gagal. Karena itu mereka kapok, tidak akan mengulanginya lagi, dan berusaha mengajarkan ke oranglain tentang kegagalan tersebut. Mereka tidak ingin orang lain juga gagal seperti mereka.

Karakter C dan D, adalah orang yang menerima petunjuk dari orang lain, hal-hal apa yang tidak boleh dilakukan, dan mereka mematuhinya tanpa berani mencobanya sendiri.

Karakter E adalah type orang yang tidak mudah percaya dengan sesuatu, sebelum mereka mencobanya sendiri. Mereka juga berani menentang arus dan menanggung resiko asalkan bisa mencapai keinginan mereka.

Pisang dalam cerita diatas menggambarkan impian kita.

Setiap orang dalam hidup ini mempunyai impian yang tinggi tentang masa depannya. Namun sayangnya, banyak sekalihal-hal yang terjadi di sekitar kita, yang menyebabkan impian kita terkubur.

Orang-orang dengan karakter A,B,C,D akan mengatakan kepada kita hal-hal seperti ini”,Sudahlah, jangan melakukan pekerjaan yang sia-sia seperti itu. Percuma. Saya dulu sudah pernah melakukannya berkali-kali dan gagal.

Sebagai seorang teman yang baik, saya tidak mau kamu gagal seperti saya” atau mungkin kalimat “Kamu mau gagal kayak si X… lebih baik lakukan sesuatu yang pasti-pasti saja deh”.

Bukankah hal-hal seperti itu yang sering kita dengar sehari-hari?
Tampilkan postingan dengan label motivasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label motivasi. Tampilkan semua postingan

Kamis, 29 November 2012

Sebuah Perenungan

28 November 2012

Pada tanggal yang sama dengan hari ini, 24 tahun yang lalu , ibu saya berjuang untuk menghadirkan saya di dunia ini. ibu bilang pada hari itu awan di langit tampak begitu indah, membiaskan cahaya matahari sore yang memukau. Karena itu beliau memberikan nama Megasari kepada saya. 

Setiap kali saya merenungi sejarah pemberian nama tersebut, membuat saya tersenyum sendiri. Mengingat betapa waktu kecil saya sering sekali  bertanya, menangis, dan selalu ingin menjadi nomor 1 membuat saya berpikir, apa kah ini ada hubungannya dengan nama saya? hm... jawabnya bisa iya, bisa juga tidak.
Saya mulai berpikir, mungkin salah satu alasan mengapa ibu saya memberi nama seperti itu adalah supaya saya juga bisa selalu memberikan kebahagiaan kepada ibu, dan orang-orang di sekitar saya, menjadi orang yang tidak sombong, memilki hati yang teduh dan cita-cita yang tinggi.

Sejak masih duduk di sekolah dasar sampai SMA saya selalu berusaha untuk menjadi yang terbaik.Peluang-peluang beasiswa tak pernah saya biarkan lewat begitu saja. Karenanya belajar sungguh-sungguh adalah sebuah keharusan. Bersyukur karena saya merupakan tipe pebelajar, saya sangat menyukai belajar. Matematika, bahasa inggris, Kimia, Fisika, Komputer, dll merupakan teman baikku. Tapi jangan salah, saya juga tetap punya sahabat-sahabat. Saya tidak lantas menjadi orang yang hanya asyik dengan buku dan pelajaran, saya juga sangat senang dengan pertemanan. Bisa berbagi dengan orang-orang yang memiliki kesamaan pandangan dan memilki selera humor yang lumayan gokil merupakan hal yang sangat saya syukuri dalam hidup ini. 

Jika mengingat bagaimana besarnya usaha dan semangat juang, serta cita-cita yang tinggi saat masih sekolah dulu, saya merasa terheran-heran sendiri. Bagaimana saya bisa begitu bersemangatnya di tengah kesulitan hidup saat itu? di tengah himpitan ekonomi yang tidak mudah, saya dengan percaya dirinya mengatakan pada diri saya, ibu saya dan orang-orang lain di sekitar saya, bahwa saya akan kuliah di Makassar, ibu kota Provinsi Sul-Sel. Padahal tentu bagi ibu saya yang saat itu belum berstatus PNS persoalan itu bukanlah hal yang mudah. Jangankan uang kuliah, ongkos berangkat saja belum tentu punya, belum lagi biaya hidup yang harus ditanggung nantinya. Waktu itu ibu sempat membuat keputusan bahwa saya hanya akan kuliah di daerah. masuk kebidanan. hal tersebut tidak mematahkan semangat saya untuk tetap belajar keras. Akan kubuktikan bahwa saya juga bisa seperti teman-teman yang lain. Saya ingin mengejar cita-cita saya, saya ingin melompat lebih jauh dari apa yang saya bisa. Masih Ada waktu! kata saya waktu itu, dan inilah saya saat ini, berhasil lulus tepat waktu (4 tahun) di Jurusan Matematika Universitas Negeri Makassar, dan sempat meraih gelar lulusan terbaik.

Namun, jika saya mecoba membandingkan, semangat juang saya waktu sekolah lebih kuat dibandingkan saat kuliah dan bekerja. Saya mulai merasa bosan dengan apa yang saya jalani. Menjalani aktivitas sehari-hari tanpa ambisi, tanpa tantangan, dan begitu-begitu saja. Jelas bosan dengan ritme yang selalu sama. Saya tanyakan kembali pada diri saya, mana semangat itu? apa sampai di sini saja perjuangan itu? sudah pantaskah saya untuk merasa puas dengan apa yang sudah saya capai saat ini? 

Jujur saya merasa, saya masih bisa lebih dari diri saya saat ini. Jika orang lain bisa kenapa saya tidak? lalu kenapa saya tidak berusaha mencoba? kenapa tidak saya kembali membangun cita-cita hidup saya? kalau dulu orientasi saya hanyalah dunia, maka saat ini saya harus melandaskan cita-cita saya pada pondasi yang kokoh, yakni keimanan kepada Allah, dan keinginan untuk meraih keridhaan-Nya. 

Perlahan saya mulai memungut kembali kepingan-kepingan impian saya yang pernah saya campakkan karena mengannggapnya mustahil. Beberapa orang yang ada di sekitar saya meyakinkan ku bahwa tidak ada yang mustahil jika kita benar-benar mengingikannya -tentunya atas kehendak Allah- dan berusaha mewujudkannya. Mereka membangkitkan rasa percaya diri saya, sikap optimis yang pernah pudar kini sedikit demi sedikit kembali cerah . Thanks for supporting me. Arigato minna ^_^

Ada rasa malu ketika menyadari di usia saya saat ini belum banyak yang saya bisa lakukan untuk diri saya, orang tua saya, keluarga saya, dan ummat ini. sungguh saya sangat  ingin dengan ilmu yang saya miliki saya bisa mengambil peran dalam membangun peradaban, mengembalikan kejayaan Islam. Saya ingin membuktikan pada dunia bahwa umat islam bukanlah orang yang terbelakang, bukanlah umat yang tidak punya cita-cita, namun mereka juga bisa maju, menggebrak dan menggenggam dunia. Namun bukan dunia semata  tujuan kami, melainkan kampung akhirat lah yang dituju. 

Karena itu, saya mengazzamkan diri untuk tidak berhenti bermimipi. Untuk terus bercita-cita yang tinggi. Menyusun bata-bata impian untuk menjadi bangunan yang kokoh di atas pondasi yang kuat.  Akan kusingkirkan segala hal (rasa takut, pesimis, ragu-ragu) yang bisa mengahalangi terwujudnya impian ini dan akan kuganti dengan optimisme yang didukung dengan iman, usaha, do'a dan tawakkal kepada Allah.

Saat kutatap semburat  jingga di langit sore ini, kubisikkan semangat pada diri ku
"ini belum selesai, semua belum berakhir. akan kukejar mimpi ku. takkan saya biarkan ia berlalu begitu saja. impian ini begitu indah, seindah lukisan mega di atas sana"



Megasari

Selasa, 18 Oktober 2011

New Spirit


Setelah membaca beberapa tulisan dari Icha, semangat saya kembali terpacu untuk mewujudkan mimpi-mimpi saya. Saya ingin melakukan hal-hal yang sempat pudar karena terlalu nyaman dengan keadaan yang ada sekarang, istilah kerennya sih "zona nyaman". Padahal as a human, saya juga punya mimpi (nan kkumi isseotjyo). ***salah satunya mimpi waktu lagi tidur.

Saya nggak peduli, apakah mimpi saya bisa terwujud atau tidak, yang jelas saya akan berusaha dengan penuh semangat dan tawakkal kepada Allah. seperti yang sempat saya kutip dari blognya Icha:


"We are responsible for the effort, notthe outcome. Ketika kita menaruh seluruh effort yang kita miliki disetiap kegiatan yang kita lakukan, maka orang lain pun juga menghargai seluruhusaha kita.. Dan ketika sudah melewati masa-masa berat tersebut, ketika kitabertambah dewasa, dan bertukar pikiran dengan orang lain, yang kita ingatbukanlah hasil akhir dari apa yang kita lakukan, tapi yang lebih membuat kitabangga adalah seberapa besar dan keras usaha kita untuk bisa mencapai hasilakhir tersebut. Karena kehidupan itu adalah proses.."
Yup! Benar banget, hidup adalah proses, proses untuk senantiasa menjadi lebih baik dari kemarin. Rasanya sayang banget kalo nggak ada perubahan dalam hidup, bahkan malah mundur. Tapi tetap mesti memperhatikan batasan-batasan Allah. Cz kalo kita sudah berani melanggar batasan itu, maka apa yang kita kerjakan nggak akan berberkah, bahkan boleh jadi ia menjadi penghalang diri kita untuk mengapai keridhaan Allah.
Nah.... mumpung sekarang saya masih bebas, belum ada yang mengikat, so nggak ada salahnya buat saya untuk mengejar mimpi-mimpi saya. Bahkan kalo boleh meminta pada Allah, saya ingin diberikan pasangan yang sama-sama memiliki mimpi yang besar. Bukan hanya untuk diri sendiri, tapi juga demi kemaslahatan Umat
Di antar mimpi yang ingin saya wujudkan adalah: Lanjut S2 di luar Sulawesi, Punya pekerjaan yang bagus, Mendirikan Islamic Boarding School, Go abroad especially Madinah n Japan...
Never give Up. Trust to Allah. InsyaAllah You'll find the way..... Ganbarimasu!!!! Allahu Akbar!!!


Sabtu, 15 Januari 2011

We and our Dream

Males. Sudah seminggu ini aku nggak kemana-mana. Di rumah…. Aja ngerjain modul. Nggak tau napa, aktivitas ku yang sudah ku susun rapi terus-terusan batal, dan kalo udah kayak gitu aku udah males bwt cari kegiatan lain di luar. No planning B neeh. So, di rumah aja nyusun modul or puzzle, and some times baca e-book
Aku mulai terbiasa duduk berjam-jam di depan laptop untuk menyusun modul yang bakal di pakai di bimbel. Sekarangm selain ngajar di sma makassar raya, aku juga dapat job ngajar privat dan bimbelm sekaligus jadi staff di lembaga bimbingan belajar al-insan. Lumayanlah, buat nyokong kehidupanku di makassar. Secara dana dari ummi dah distop sejak bulan ini.
Ummi ngijinin aku tinggal di makassar, dengan syarat aku harus bisa nanggung biaya sendiri. Alias mandiri. Bukannya perhitungan ma anak sendiri, aku tahu ummi mau mendidik aku menjadi orang yang bisa mandiri. Selain itu, adikku, Ilham yang lagi sekolah di pelayaran juga butuh dana yang tidak sedikit. Aku sih enjoy aja. Emang sudah saatnya aku mandiri dan ga bergantung pada ummi. Aku yakin setiap orang punya reskinya masing-masing dan udah di atur ma Allah. Selama ia masih hidup rezkinya juga akan tetap mengalir sampai ia mati. Rizky allah tuh luas, dan ia datang dari arah yang ga kita sangka. Tul gak?
Oh iya, aku baru aja selesai baca bukunya dewi lestari yang lebih d kenal sebagai dee. Judulnya perahu kertas. Seru. Banyak pesan yang bisa di petik dari cerita itu. Beberapa di antaranya, kita harus realistis tanpa perlu ninggalin impian kita. Trus ada juga, kadang kita mesti berputar menjadi orang lain untuk bisa menjadi yang kita inginkan, and the other is you should be honest. Kita musti jujur dan masih banyak lagi.
Aku salut banget sama para penulis. Mereka memiliki daya imaginasi yang tinggi, kemampuan merangkai kata, dan sangat bersemangat dalam menulis cerita panjang-panjang ampe ratusan halaman. Kalo aku mah, nyerah. Nggak bisa bikin tulisan yang panjang dan utuh gitu.
Di bawah ini kutipan dari cerpen tersebut:

“jadi ... Kamu ingin menjadi sesuatu yang bukan diri kamu dulu, untuk akhirnya menjadi diri kamu yang asli, begitu?”
“yah, kalau memang harus begitu jalannya, kenapa nggak?”

Perhatikan kalimat ini:
berputar menjadi sesuatu yang bukan kita demi menjadi diri kita lagi.”
Aku merasakan adanya kebijakan di balik kalimat tsb. Ketika kita diperhadapkan dengan kenyataan bahwa impian kita susah untuk diwujudkan, entah itu karena factor orang tua, lingkungan atau yang lainnya, tidak ada salahnya untuk mengambil jalan yang berputar demi mencapai impian kita. Dengan begitu nggak ada yang yang perlu dikorbankan atau disakiti. Hanya perlu sedikit usaha dan kesabaran. Novel yang sangat inspiratif. yang lain kudu baca yah…..

Rabu, 29 Desember 2010

Belajar dari monyet

Dalam suatu penelitian yang dilakukan oleh para profesor di USA, ada 2 ekor monyet yang dimasukkan ke dalam satu ruangan kosong secara bersama-sama.

Kita sebut saja monyet tersebut Monyet A dan B. Di dalam ruangan tersebut terdapat sebuah tiang, dan diatas tiang tersebut nampak beberapa pisang yang sudah matang. Apa yang akan dilakukan oleh 2 monyet tersebut menurut anda?

Setelah membiasakan diri dengan keadaan lingkungan di dalam ruangan tersebut, mereka mulai mencoba meraih pisang-pisang tersebut.

Monyet A yang mula-mula mencoba mendaki tiang. Begitu monyet A berada di tengah tiang, sang profesor menyemprotkan air kepadanya, sehingga terpleset dan jatuh. Monyet A mencoba lagi, dan disemprot, jatuh lagi, demikian berkali-kali sampai akhirnya monyet A menyerah.

Giliran berikutnya monyet B yang mencoba, mengalami kejadian serupa, dan akhirnya menyerah pula. Berikutnya ke dalam ruangan dimasukkan monyet C. Yang menarik adalah,para profesor tidak akan lagi menyemprot para monyet jika mereka naik.Begitu si monyet C mulai menyentuh tiang, dia langsung ditarik oleh monyet A dan B.

Mereka berusaha mencegah, agar monyet C tidak mengalami`kesialan’ seperti mereka. Karena dicegah terus dan diberi nasehat tentang bahayanya bila mencoba memanjat keatas, monyet C akhirnya takut juga dan tidak pernah memanjat lagi.

Langkah selanjutnya yang dilakukan oleh para profesor adalahmengeluarkan monyet A dan B, serta memasukkan monyet D dan E. Sama seperti monyet-monyet sebelumnya, monyet D dan E juga tertarik dengan pisang diatas tiang dan mencoba memanjatnya. Monyet C secara spontan langsung mencegah keduanya agar tidak naik.

“Hai, mengapa kami tidak boleh naik ?” protes keduanya”.
Ada teman-teman yang memberitahu saya,bahwa naik ke atas itu berbahaya. Saya juga tidak tahu, ada apa di atas,tapi lebih baik cari aman saja, jangan keatas deh” jelas monyet C.
Monyet D percaya dan tidak berani naik, tapi tidak demikian dengan monyet E yang memang bandel.
“Saya ingin tahu, bahaya seperti apa sih,yang ada di atas ….. Dan kalau ada bahaya, masak iya saya tidak bisa menghindarinya ?” tegas monyet E.

Walaupun sudah dicegah oleh monyet Cdan D, monyet E nekad naik …….

Dan karena memang sudah tidak disemprot lagi, monyet E bisa meraih pisang yang dinginkannya…..

Manakah diantara karakter diatas yang menggambarkan tingkah laku anda saat ini?

Dari ilustrasi tersebut diatas dapat dikatakan bahwa Karakter A dan B adalah orang yang pernah melakukan sesuatu, dan gagal. Karena itu mereka kapok, tidak akan mengulanginya lagi, dan berusaha mengajarkan ke oranglain tentang kegagalan tersebut. Mereka tidak ingin orang lain juga gagal seperti mereka.

Karakter C dan D, adalah orang yang menerima petunjuk dari orang lain, hal-hal apa yang tidak boleh dilakukan, dan mereka mematuhinya tanpa berani mencobanya sendiri.

Karakter E adalah type orang yang tidak mudah percaya dengan sesuatu, sebelum mereka mencobanya sendiri. Mereka juga berani menentang arus dan menanggung resiko asalkan bisa mencapai keinginan mereka.

Pisang dalam cerita diatas menggambarkan impian kita.

Setiap orang dalam hidup ini mempunyai impian yang tinggi tentang masa depannya. Namun sayangnya, banyak sekalihal-hal yang terjadi di sekitar kita, yang menyebabkan impian kita terkubur.

Orang-orang dengan karakter A,B,C,D akan mengatakan kepada kita hal-hal seperti ini”,Sudahlah, jangan melakukan pekerjaan yang sia-sia seperti itu. Percuma. Saya dulu sudah pernah melakukannya berkali-kali dan gagal.

Sebagai seorang teman yang baik, saya tidak mau kamu gagal seperti saya” atau mungkin kalimat “Kamu mau gagal kayak si X… lebih baik lakukan sesuatu yang pasti-pasti saja deh”.

Bukankah hal-hal seperti itu yang sering kita dengar sehari-hari?