Wa adalah kata bantu subjek (pokok kalimat) Desu atau Dearimasu adalah bentuk positif yang digunakan untuk membuat sebuah ucapan menjadi formal. Huruf u biasanya tidak disuarakan.
Nah... sekarang saat ini saya akan mencoba membuat kalimat dalam bahasa Jepang. Tapi saya juga lagi belajar loh... jadi gomen ne ... klo salah.
Watashi wa Mega desu
= Saya adalah mega
Watashi wa indonesia-jin desu
= saya adalah orang Indonesia
Watashi wa Eigo no sensei desu
= saya adalah guru bahasa inggris
Anohito wa Anti-san desu
= Dia (adalah) nona Anti
Kanojo wa Indonesia-jin desu
= dia (perempuan) (adalah) orang Indonesia
Kare wa Nihon-jin desu
= dia (laki-laki) adalah orang Jepang
Watashi-tachi wa shimbunkisha desu
= kami adalah wartawan
Sudah 2 hari ini, pore berdiam diri, nggak bersemangat. Dia betah selama berjam-jam menggelung dirinya si atas karton. Kasihan pore, dia lagi sakit. Sepertinya terserang flu. nggak mau makan sedikit pun meskipun hanya seteguk air, soalnya tenggorkannya lagi sakit. Akibatnya, tubuhnya jadi kurus. kecantikannya pun mulai pudar.
Saya jadi iba jika melihat ekspresi kesakitannya. Saya nggak tau mau ngelakuin apa. Saya sudah berusaha memberinya makan, tapi ditolaknya. Begitupun dengan air. Saya takut dia nggak kuat menahan sakit atau kekurangan cairan dan akhirnya mati. Saya hanya bisa menyelimutinya, berusaha memberikan kehangatan pada tubuh kecil tak berdosa itu.
Sementara itu, kedua saudaranya Pora dan Poro sama sekali tidak peduli akan penderitaan Pore. Mereka asyik kejar-kejaran, berlomba menghabiskan makanan yang disiapkan. yah.. namanya juga binatang. Tapi yang nyebelin, ibunya ituloh, si Jamesha sama sekali nggak merasa kasihan terhadap anaknya. oh... Jamesha, dimana naluri keibuan mu? dia itu anakmu...
Saat ini Pore kembali menggelung dirinya di sudut ruangan, di atas tumpukan tikar dan kain lap. Sepertinya ia berusaha mencari tempat yang bisa membuatnya hangat. Ekspresi sakit masih tergambar jelas dari wajah dan gerak tubuhnya.
Hari ahad kemarin Anti (My BF) tiba di Makassar. Aku tidak deg-degan menantinya, tapi tetap mendoakan semoga perjalannya lancar. aku juga tidak mengirimkannya sms meski itu hanya untuk bertanya, "dah dimana?"
Aku hanya berpikir, "insyaAllah ntar ketemu kok" lagian dia juga bukan orang yang baru di Makassar ini. Saat itu aku tetap fokus pada pembicaraan dalam pertemuan, di sekretariat. Sesekali ku lihat hp ku, siapa tahu ada sms darinya yang menanyakan alamat baru ku.
Pukul 5.00 WITA barulah ada sms darinya, itu artinya dia dah tiba. Segera ku kirimkan sms balasan menjelaskan lokasi tempat tinggalku yang baru. Aku lebih dulu tiba dibandingkan dia. Dia tiba di rumah, saat aku sedang mandi. Usai mandi, aku mendengar ada suara yang nggak asing lagi di telingaku.
Suara itu...begitu mencekam... "hmmmm... Anti dah tiba". Aku nggak langsung menemuinya, aku malah asyik nyuci pakaian di kamar mandi. Habis itu aku menuju kamar, sambil berkata, "wah, kamu berhasil juga nemuin alamat ini?" ujarku
"berhasil donk... saya nggak mungkin di sini kalo ga berhasil"
"bagus... bagus..."
Untuk sementara, aku tinggalkan dulu Anti di ruang tamu ngobrol bareng Firah. Aku mesti pakaian dulu khan... Usai persalinan ups maksudnya ganti baju, aku menghampirinya dan menarik tanganya ke atas untuk berdiri...
"ckckckck .... nggak berubah" ucapku mengomentari ukuran tubuhnya.
Barulah di situ kami cupika cupiki melepaskan kerinduan yang tak terperikan ..***halah
HAAAAA...... aku kangen banget ma tuh anak....gemes deh.. kirain bodynya udah bertambah eh, taunya masih sama aja. Abis itu langsung minta ole2. tau nggak dia ngasih apa, aku dikasih tiket pesawat, katanya itu harganya satu juta. aku melengos.
"he... Ga, ini yang beneran. Ambil ini" dia mengeluarkan sesuatu dari tasnya, aku dengan senang hati menerimanya. dan dengan penuh semangat membuka bungkusan itu. Isinya apa yah? penasaran. buka...buka...buka...
"hah???? Roti????!!!!" GUBRAKK!!! aku pun terlontar ke belakang. Anti tertawa cekikikan. Anti toh... masa' ole2nya roti dari pesawat. Huaaaa.....nggak bener iki. Mana pesanan rok batikku????
"Wei... itu Roti satu Juta tau..." bela Anti.
Aku memang penggemar Roti, tapi .... ah... sudahlah, Thanks Sob...
Kamu emang ga berubah, masih kayak dulu, masih suka ga bawa ole-ole...
Aku bangga menjadi wanita muslimah
di saat yang lain bangga menjadi wanita modern
Aku bangga jilbabku menguntai di dada
di saat yang lain bangga menguntai kecantikannya
yang memukau dan menawan yang tiada henti
aku bangga jika mahkota adalah jilbabku
di saat yang lain bangga jika rambut adalah mahkotanya
wahai kawan yang bermimpi
sanjungan akan cantik bukanlah buka-bukaan
cantik bukan selalu berdandan
dan cantik bukan berarti seorang pujaan
kuulurkan jilbabku hingga terasa damai hatiku
Rabu 23 Agustus 2011 aku resmi meniggalkan kost Flora. Berat….
sungguh berat rasanya kaki ini melangkah meniggalkan my lovely kost. Rumah
kedua ku setelah rumah yang ada di Masamba. 5 tahun bukan waktu yang singkat
hingga mampu membuatku meninggalkannya. Kutatap kost ku itu dengan perasaan
gamang, sambil menutup pagar depan berulang kali ku katakana “angiong Flora…
sayonara…” dua kata dua bahasa yang artinya sama-sama selamat tinggal.di boncengan motor Rara, air mataku pun tumpah….
hiks sedih banget
Tiba di kost baru, aku disambut dengan bau yang semerbak. Benar-benar menyengat. Bukan bau yang sedap, tapi bau kotoran kucing. HOEK!!! itulah kesan pertama ku di kost baru. Membersihkan tahi kucing yang ada di dekat tempat cuci piring. Karena itu aku bertekad untuk tidak membaik-baiki kucing-kucing yang ada di rumah ini. Mereka adalah kucing-kucing peliharaan teman kost ku yang baru. Sempat ada niat gini, "aku bakalan ngebaik-baikin tuh anak kucing di depan tuannya, tapi kalo tuannya ga ada aku bakalan taro mereka di luar" ***bergumam dengan tatapan sinis dan kepala yang meliuk-liuk ala pemeran antagonis di sinetron2 Indonesia.
Anti sempat bilang, " tapi kan mereka lucu me..."
Aku jawab, "tapi kan tainya ga lucu ti..."
Tapi... tapi .... itu dulu, semua rencana jahat ku hanya ada di angan-angan. Beberapa hari tinggal di kost baru bersama Firah, Ferda dan Nisa aku mulai menyukai kucing-kucing tersebut. Apalagi dengan keberadaan Fira aku nggak bisa leluasa melakukan aksi gila ku. Bukan.. bukan karena takut sama firah, tapi karena Firah rajin ngurusin kucingnya, so aku nggak perlu direpotkan dengan urusan kotoran kucing lagi.
Kini, hampir 2 bulan tinggal di sini aku malah jadi sayang sama kucing-kucing itu. Sering ngajakin mereka main, ngelus-ngelus bulunya, ngasih mereka makan, menatap mereka dengan tatapan kasih sayang ***kurker banget yak.
Kucing-kucing itu bernama Jamesha, Pora, Pore, dan Poro. berikut Deskripsi dari keempat kucing tersebut.
1. Jamesha, Ibu kucing yang baik hati. Sering membawakan makanan kepada anak-anaknya. Saking baiknya, dia rela mencuri demi ketiga anak-anak nya. Dia rela diusik tidurnya oleh ketiga anaknya yang ingin menyusu. Dia suka sekali menggoyang-goyangkan ekornya untuk meggoda anak-anaknya. Dia rela nggak makan demi anak-anaknya. kalo anak-anaknya lagi menyusu, dia bakalan menjilati satu persatu anaknya dengan tujuan memandikan tentunya. Tapi akhir-akhir ini Jamesha mulai galak, mungkin karena dia hamil lagi. oh NO!
2. PORA
2. Pora, Kucing hitam putih. Anak pertama dari tiga kembaran. Kucing ini paling sering mengalami peristiwa tragis bahkan sejak pertama dilahirkannya. Waktu itu Jamesha sudah waktunya melahirkan, tapi dengan santainya dia jalan-jalan di dalam rumah, sementara Pora sudah bergelantungan di lubang kelahirannya. terpaksa Nisa membantu menariknya keluar. Pernah jatuh dari loteng ketika jamesha menggendongnya, pernah juga jatuh dari lemari. Sifat: paling akrab dengan manusia, paling kecil suaranya, suka makan jagung, kacang panjang dan wajik khas mandar, plus kerupuk.
3. Pore. Kucing belang, warisan dari Jamesha. Paling dekat dengan ibunya, paling cantik dan pemberani. selain itu kucing ini juga paling manja. Pore juga paling kerang ngeongannya, dan paling kuat firasatnya. Pernah suatu kali, pore uring-uringangan. Bawaannya lesu melulu, tampangnya sedih, kami semua khawatir melihat sikapnya saat itu. ternyata malamnya dia menjadi pembahasan dalam rapat pondokan. Anak-anak tetangga sebelah berniat untuk membuangnya. kasian Pore. Kucing yang satu ini juga punya kebiasaan yang baik, dia rajin banget mandi dan memandikan saudaranya dengan lidahnya. tidak heran jika di antara ketiga kembarannya dialah yang paling bersih.
4. Poro. Si bungsu yang sok jago. Tapi sebenarnya dia yang paling penakut. Begitu ada ancaman, dia langsung lari ke bawah lemari. kucing yang paling agresif saat makan atau saat Jamesha membawakan makanan. Kalo aku perhatikan nih, ya .. Poro itu adalah kucing yang paling bandel, suka ngegangguin saudara-saudaranya yang lagi tidur. Emang sih
awalnya cuma mengelus-ngelus, tapi kemudian dia tidak tahan untuk tidak
menggigit telinga Pore maupun Pora. dia juga beberapa kali kepergok mencuri ikan, ***gini nih kalo kebiasaan di kasih makanan hasil curian. nah... kucing ini paling dekat dengan tikar. dia juga yang paling nyebelin. Tadi malam aja sarung ku dikencingi olehnya. PORO....!!!!!! awas kamu yah.. hehehe
Kami paling repot pada saat menjelang makan, kucing -kucing ini akan segera berlari ke dapur dan mengeong-ngeong di kaki kami dengan suara yang super nyaring (kecuali pora).Supaya kami bisa makan dengan tenang, kucing-kucing ini kami simpan di luar rumah dulu. kadang dengan makanannya, kadang juga tidak. Ferda tuh yang paling sering ngebooingin kucing. Biasa juga, kami berlari ke kamar, menghindari kejaran kucing-kucing yang agresif itu dan menguncikannya. pokoknya di kost ini butuh perjuangan untuk makan.
Saat malam datang, nyamuk-nyamuk pun mulai beraksi. Berhubung aku orangnya paling anti sama anti nyamuk, maka kami memasang kelambu di ruang tamu untuk menghindari serbuan nyamuk. emang sih... serbuan nyamuk bisa dihindari, tapi serbuan lain datang kemudian. Ketika Kelambu mulai terpasang, trio kucing ini pada tawaf di sekitar kelambu. Tahu tawaf khan... itu loh prosesi mutar-mutar di sekitar ka'bah kalo orang naik haji. Kucing-kucing ini tawafnya di sekitar kelambu. kalo tawaf biasa sih nggak masalah. tapi yang jadi masalah mereka tawaf sambil menyerang kelambu. melompat-lompat dan bergelantungan di kelambu. Duh.... kucing.... kalian kenapa sih...?
Meskipun begitu, kami tetap sayang pada mereka. Aku paling suka ngeliatin mereka yang lagi tidur dengan pulas sambil berpelukan satu sama lain. Kucing aja bisa saling menyayangi, so kenapa kita (manusia) tidak?
Kali ini saya mau bercerita tentang tetangga-tetangga baru saya. ups, salah, yang benar sayalah yang jadi tetangga baru mereka. Mereka memang anak-anak cowok, tapi selera mereka nggak beda-beda amat dengan selera remaja cewek. Like the title above, mereka rajin banget nonton FTV siang bareng-bareng. Entah apa yang ada di benak para pria itu ketika menyaksikan tontonan tersebut.
Saya diam-diam memperhatikan kebiasaan mereka ini. Asal tahu saja, rumah saya dan rumah mereka hanya dibatasi oleh dinding seng, so apapun yang mereka omongin ataupun lakukan bisa terdengar jelas dari kamar kami. Saya ikut tertawa, manakala mendengar tawa mereka saat menonton FTV.
Seperti Siang ini, lagi-lagi mereka -yang umurnya kutaksir sekitar 19-20 an - pada ngumpul rame-rame buat nonton FTV. kali Ini ceritanya tentang cowok tampan yang jadi pengantar bunga. Ketika dia sedang menjalankan tugasnya tersebut, ada pria lain yang sangat percaya pada mimpi. Dia baru saja bermmimpi bahwa ada seseorang yang memberinya bunga. dan dalam mimpi itu dikatakan bahwa orang yang memberinya bunga adalah jodohnya. nah...bertemulah 'sang pemimpi' tadi dengan cowok pengantar bunga, lalu 'sang pemimpi' berkata, "saya adalah orang yang sangat percaya pada mimpi, dan saya yakin kalau anda ini adalah jodoh saya"
Kontan aja cowok2 tetangga kost saya pada tertawa. Mungkin mereka ngeri jika mereka mengalami hal yang sama. Kemudian mereka kembali heboh pada bagian berikut:
Cewek yang jadi pemeran utama akhirnya bertemu dengan cowok pengantar bunga,
"kamu percaya nggak, kalo ada orang bisa langsung suka pada pandangan pertama?" ciri-ciri mau menyatakan cinta tuh...
Kali ini mereka bahkan bersorak, dan berhu....hu... ria. Saya yakin, itu adalah kalimat yang tidak asing bagi mereka. Soalnya kemarin malam waktu Firah lagi begadang, dia sempat dengar tetangga kamar kami baik yang di sebelah kiri maupun kanan pada asyik ngegombal cewek-cewek di telepon menjelang jam 12-san. hemmm gini nih kerjaan anak muda sekarang, saya jadi iba sama cewek-cewek yang jadi korban keisengan mereka.
Ketika melihat pemeran FTV yang ganteng, tiba-tiba ada yang nyeletuk, "orang itu mirip saya kan?"
***hahaha kepedean. Temannya pun menjawab, "iya mirip, pantat dia mirip muka mu?" majelis nonton itu pun kembali berguncang oleh tawa mereka.
Ada lagi kebiasaan mereka yang unik, mereka suka banget nonton infotainment. Setahu saya, yang suka nonton acara gosip begitu tuh cuma perempuan, ternyata pengetahuan saya salah. Wah.... tetanggaku emang unik.
Setelah membaca beberapa tulisan dari Icha, semangat saya kembali terpacu untuk mewujudkan mimpi-mimpi saya. Saya ingin melakukan hal-hal yang sempat pudar karena terlalu nyaman dengan keadaan yang ada sekarang, istilah kerennya sih "zona nyaman". Padahal as a human, saya juga punya mimpi (nan kkumi isseotjyo). ***salah satunya mimpi waktu lagi tidur.
Saya nggak peduli, apakah mimpi saya bisa terwujud atau tidak, yang jelas saya akan berusaha dengan penuh semangat dan tawakkal kepada Allah. seperti yang sempat saya kutip dari blognya Icha:
"We are responsible for the effort, notthe outcome. Ketika kita menaruh seluruh effort yang kita miliki disetiap kegiatan yang kita lakukan, maka orang lain pun juga menghargai seluruhusaha kita.. Dan ketika sudah melewati masa-masa berat tersebut, ketika kitabertambah dewasa, dan bertukar pikiran dengan orang lain, yang kita ingatbukanlah hasil akhir dari apa yang kita lakukan, tapi yang lebih membuat kitabangga adalah seberapa besar dan keras usaha kita untuk bisa mencapai hasilakhir tersebut. Karena kehidupan itu adalah proses.."
Yup! Benar banget, hidup adalah proses, proses untuk senantiasa menjadi lebih baik dari kemarin. Rasanya sayang banget kalo nggak ada perubahan dalam hidup, bahkan malah mundur. Tapi tetap mesti memperhatikan batasan-batasan Allah. Cz kalo kita sudah berani melanggar batasan itu, maka apa yang kita kerjakan nggak akan berberkah, bahkan boleh jadi ia menjadi penghalang diri kita untuk mengapai keridhaan Allah.
Nah.... mumpung sekarang saya masih bebas, belum ada yang mengikat, so nggak ada salahnya buat saya untuk mengejar mimpi-mimpi saya. Bahkan kalo boleh meminta pada Allah, saya ingin diberikan pasangan yang sama-sama memiliki mimpi yang besar. Bukan hanya untuk diri sendiri, tapi juga demi kemaslahatan Umat
Di antar mimpi yang ingin saya wujudkan adalah: Lanjut S2 di luar Sulawesi, Punya pekerjaan yang bagus, Mendirikan Islamic Boarding School, Go abroad especially Madinah n Japan...
Never give Up. Trust to Allah. InsyaAllah You'll find the way..... Ganbarimasu!!!! Allahu Akbar!!!
Wa adalah kata bantu subjek (pokok kalimat) Desu atau Dearimasu adalah bentuk positif yang digunakan untuk membuat sebuah ucapan menjadi formal. Huruf u biasanya tidak disuarakan.
Nah... sekarang saat ini saya akan mencoba membuat kalimat dalam bahasa Jepang. Tapi saya juga lagi belajar loh... jadi gomen ne ... klo salah.
Watashi wa Mega desu
= Saya adalah mega
Watashi wa indonesia-jin desu
= saya adalah orang Indonesia
Watashi wa Eigo no sensei desu
= saya adalah guru bahasa inggris
Anohito wa Anti-san desu
= Dia (adalah) nona Anti
Kanojo wa Indonesia-jin desu
= dia (perempuan) (adalah) orang Indonesia
Kare wa Nihon-jin desu
= dia (laki-laki) adalah orang Jepang
Watashi-tachi wa shimbunkisha desu
= kami adalah wartawan
Sudah 2 hari ini, pore berdiam diri, nggak bersemangat. Dia betah selama berjam-jam menggelung dirinya si atas karton. Kasihan pore, dia lagi sakit. Sepertinya terserang flu. nggak mau makan sedikit pun meskipun hanya seteguk air, soalnya tenggorkannya lagi sakit. Akibatnya, tubuhnya jadi kurus. kecantikannya pun mulai pudar.
Saya jadi iba jika melihat ekspresi kesakitannya. Saya nggak tau mau ngelakuin apa. Saya sudah berusaha memberinya makan, tapi ditolaknya. Begitupun dengan air. Saya takut dia nggak kuat menahan sakit atau kekurangan cairan dan akhirnya mati. Saya hanya bisa menyelimutinya, berusaha memberikan kehangatan pada tubuh kecil tak berdosa itu.
Sementara itu, kedua saudaranya Pora dan Poro sama sekali tidak peduli akan penderitaan Pore. Mereka asyik kejar-kejaran, berlomba menghabiskan makanan yang disiapkan. yah.. namanya juga binatang. Tapi yang nyebelin, ibunya ituloh, si Jamesha sama sekali nggak merasa kasihan terhadap anaknya. oh... Jamesha, dimana naluri keibuan mu? dia itu anakmu...
Saat ini Pore kembali menggelung dirinya di sudut ruangan, di atas tumpukan tikar dan kain lap. Sepertinya ia berusaha mencari tempat yang bisa membuatnya hangat. Ekspresi sakit masih tergambar jelas dari wajah dan gerak tubuhnya.
Hari ahad kemarin Anti (My BF) tiba di Makassar. Aku tidak deg-degan menantinya, tapi tetap mendoakan semoga perjalannya lancar. aku juga tidak mengirimkannya sms meski itu hanya untuk bertanya, "dah dimana?"
Aku hanya berpikir, "insyaAllah ntar ketemu kok" lagian dia juga bukan orang yang baru di Makassar ini. Saat itu aku tetap fokus pada pembicaraan dalam pertemuan, di sekretariat. Sesekali ku lihat hp ku, siapa tahu ada sms darinya yang menanyakan alamat baru ku.
Pukul 5.00 WITA barulah ada sms darinya, itu artinya dia dah tiba. Segera ku kirimkan sms balasan menjelaskan lokasi tempat tinggalku yang baru. Aku lebih dulu tiba dibandingkan dia. Dia tiba di rumah, saat aku sedang mandi. Usai mandi, aku mendengar ada suara yang nggak asing lagi di telingaku.
Suara itu...begitu mencekam... "hmmmm... Anti dah tiba". Aku nggak langsung menemuinya, aku malah asyik nyuci pakaian di kamar mandi. Habis itu aku menuju kamar, sambil berkata, "wah, kamu berhasil juga nemuin alamat ini?" ujarku
"berhasil donk... saya nggak mungkin di sini kalo ga berhasil"
"bagus... bagus..."
Untuk sementara, aku tinggalkan dulu Anti di ruang tamu ngobrol bareng Firah. Aku mesti pakaian dulu khan... Usai persalinan ups maksudnya ganti baju, aku menghampirinya dan menarik tanganya ke atas untuk berdiri...
"ckckckck .... nggak berubah" ucapku mengomentari ukuran tubuhnya.
Barulah di situ kami cupika cupiki melepaskan kerinduan yang tak terperikan ..***halah
HAAAAA...... aku kangen banget ma tuh anak....gemes deh.. kirain bodynya udah bertambah eh, taunya masih sama aja. Abis itu langsung minta ole2. tau nggak dia ngasih apa, aku dikasih tiket pesawat, katanya itu harganya satu juta. aku melengos.
"he... Ga, ini yang beneran. Ambil ini" dia mengeluarkan sesuatu dari tasnya, aku dengan senang hati menerimanya. dan dengan penuh semangat membuka bungkusan itu. Isinya apa yah? penasaran. buka...buka...buka...
"hah???? Roti????!!!!" GUBRAKK!!! aku pun terlontar ke belakang. Anti tertawa cekikikan. Anti toh... masa' ole2nya roti dari pesawat. Huaaaa.....nggak bener iki. Mana pesanan rok batikku????
"Wei... itu Roti satu Juta tau..." bela Anti.
Aku memang penggemar Roti, tapi .... ah... sudahlah, Thanks Sob...
Kamu emang ga berubah, masih kayak dulu, masih suka ga bawa ole-ole...
Aku bangga menjadi wanita muslimah
di saat yang lain bangga menjadi wanita modern
Aku bangga jilbabku menguntai di dada
di saat yang lain bangga menguntai kecantikannya
yang memukau dan menawan yang tiada henti
aku bangga jika mahkota adalah jilbabku
di saat yang lain bangga jika rambut adalah mahkotanya
wahai kawan yang bermimpi
sanjungan akan cantik bukanlah buka-bukaan
cantik bukan selalu berdandan
dan cantik bukan berarti seorang pujaan
kuulurkan jilbabku hingga terasa damai hatiku
Rabu 23 Agustus 2011 aku resmi meniggalkan kost Flora. Berat….
sungguh berat rasanya kaki ini melangkah meniggalkan my lovely kost. Rumah
kedua ku setelah rumah yang ada di Masamba. 5 tahun bukan waktu yang singkat
hingga mampu membuatku meninggalkannya. Kutatap kost ku itu dengan perasaan
gamang, sambil menutup pagar depan berulang kali ku katakana “angiong Flora…
sayonara…” dua kata dua bahasa yang artinya sama-sama selamat tinggal.di boncengan motor Rara, air mataku pun tumpah….
hiks sedih banget
Tiba di kost baru, aku disambut dengan bau yang semerbak. Benar-benar menyengat. Bukan bau yang sedap, tapi bau kotoran kucing. HOEK!!! itulah kesan pertama ku di kost baru. Membersihkan tahi kucing yang ada di dekat tempat cuci piring. Karena itu aku bertekad untuk tidak membaik-baiki kucing-kucing yang ada di rumah ini. Mereka adalah kucing-kucing peliharaan teman kost ku yang baru. Sempat ada niat gini, "aku bakalan ngebaik-baikin tuh anak kucing di depan tuannya, tapi kalo tuannya ga ada aku bakalan taro mereka di luar" ***bergumam dengan tatapan sinis dan kepala yang meliuk-liuk ala pemeran antagonis di sinetron2 Indonesia.
Anti sempat bilang, " tapi kan mereka lucu me..."
Aku jawab, "tapi kan tainya ga lucu ti..."
Tapi... tapi .... itu dulu, semua rencana jahat ku hanya ada di angan-angan. Beberapa hari tinggal di kost baru bersama Firah, Ferda dan Nisa aku mulai menyukai kucing-kucing tersebut. Apalagi dengan keberadaan Fira aku nggak bisa leluasa melakukan aksi gila ku. Bukan.. bukan karena takut sama firah, tapi karena Firah rajin ngurusin kucingnya, so aku nggak perlu direpotkan dengan urusan kotoran kucing lagi.
Kini, hampir 2 bulan tinggal di sini aku malah jadi sayang sama kucing-kucing itu. Sering ngajakin mereka main, ngelus-ngelus bulunya, ngasih mereka makan, menatap mereka dengan tatapan kasih sayang ***kurker banget yak.
Kucing-kucing itu bernama Jamesha, Pora, Pore, dan Poro. berikut Deskripsi dari keempat kucing tersebut.
1. Jamesha, Ibu kucing yang baik hati. Sering membawakan makanan kepada anak-anaknya. Saking baiknya, dia rela mencuri demi ketiga anak-anak nya. Dia rela diusik tidurnya oleh ketiga anaknya yang ingin menyusu. Dia suka sekali menggoyang-goyangkan ekornya untuk meggoda anak-anaknya. Dia rela nggak makan demi anak-anaknya. kalo anak-anaknya lagi menyusu, dia bakalan menjilati satu persatu anaknya dengan tujuan memandikan tentunya. Tapi akhir-akhir ini Jamesha mulai galak, mungkin karena dia hamil lagi. oh NO!
2. PORA
2. Pora, Kucing hitam putih. Anak pertama dari tiga kembaran. Kucing ini paling sering mengalami peristiwa tragis bahkan sejak pertama dilahirkannya. Waktu itu Jamesha sudah waktunya melahirkan, tapi dengan santainya dia jalan-jalan di dalam rumah, sementara Pora sudah bergelantungan di lubang kelahirannya. terpaksa Nisa membantu menariknya keluar. Pernah jatuh dari loteng ketika jamesha menggendongnya, pernah juga jatuh dari lemari. Sifat: paling akrab dengan manusia, paling kecil suaranya, suka makan jagung, kacang panjang dan wajik khas mandar, plus kerupuk.
3. Pore. Kucing belang, warisan dari Jamesha. Paling dekat dengan ibunya, paling cantik dan pemberani. selain itu kucing ini juga paling manja. Pore juga paling kerang ngeongannya, dan paling kuat firasatnya. Pernah suatu kali, pore uring-uringangan. Bawaannya lesu melulu, tampangnya sedih, kami semua khawatir melihat sikapnya saat itu. ternyata malamnya dia menjadi pembahasan dalam rapat pondokan. Anak-anak tetangga sebelah berniat untuk membuangnya. kasian Pore. Kucing yang satu ini juga punya kebiasaan yang baik, dia rajin banget mandi dan memandikan saudaranya dengan lidahnya. tidak heran jika di antara ketiga kembarannya dialah yang paling bersih.
4. Poro. Si bungsu yang sok jago. Tapi sebenarnya dia yang paling penakut. Begitu ada ancaman, dia langsung lari ke bawah lemari. kucing yang paling agresif saat makan atau saat Jamesha membawakan makanan. Kalo aku perhatikan nih, ya .. Poro itu adalah kucing yang paling bandel, suka ngegangguin saudara-saudaranya yang lagi tidur. Emang sih
awalnya cuma mengelus-ngelus, tapi kemudian dia tidak tahan untuk tidak
menggigit telinga Pore maupun Pora. dia juga beberapa kali kepergok mencuri ikan, ***gini nih kalo kebiasaan di kasih makanan hasil curian. nah... kucing ini paling dekat dengan tikar. dia juga yang paling nyebelin. Tadi malam aja sarung ku dikencingi olehnya. PORO....!!!!!! awas kamu yah.. hehehe
Kami paling repot pada saat menjelang makan, kucing -kucing ini akan segera berlari ke dapur dan mengeong-ngeong di kaki kami dengan suara yang super nyaring (kecuali pora).Supaya kami bisa makan dengan tenang, kucing-kucing ini kami simpan di luar rumah dulu. kadang dengan makanannya, kadang juga tidak. Ferda tuh yang paling sering ngebooingin kucing. Biasa juga, kami berlari ke kamar, menghindari kejaran kucing-kucing yang agresif itu dan menguncikannya. pokoknya di kost ini butuh perjuangan untuk makan.
Saat malam datang, nyamuk-nyamuk pun mulai beraksi. Berhubung aku orangnya paling anti sama anti nyamuk, maka kami memasang kelambu di ruang tamu untuk menghindari serbuan nyamuk. emang sih... serbuan nyamuk bisa dihindari, tapi serbuan lain datang kemudian. Ketika Kelambu mulai terpasang, trio kucing ini pada tawaf di sekitar kelambu. Tahu tawaf khan... itu loh prosesi mutar-mutar di sekitar ka'bah kalo orang naik haji. Kucing-kucing ini tawafnya di sekitar kelambu. kalo tawaf biasa sih nggak masalah. tapi yang jadi masalah mereka tawaf sambil menyerang kelambu. melompat-lompat dan bergelantungan di kelambu. Duh.... kucing.... kalian kenapa sih...?
Meskipun begitu, kami tetap sayang pada mereka. Aku paling suka ngeliatin mereka yang lagi tidur dengan pulas sambil berpelukan satu sama lain. Kucing aja bisa saling menyayangi, so kenapa kita (manusia) tidak?
Kali ini saya mau bercerita tentang tetangga-tetangga baru saya. ups, salah, yang benar sayalah yang jadi tetangga baru mereka. Mereka memang anak-anak cowok, tapi selera mereka nggak beda-beda amat dengan selera remaja cewek. Like the title above, mereka rajin banget nonton FTV siang bareng-bareng. Entah apa yang ada di benak para pria itu ketika menyaksikan tontonan tersebut.
Saya diam-diam memperhatikan kebiasaan mereka ini. Asal tahu saja, rumah saya dan rumah mereka hanya dibatasi oleh dinding seng, so apapun yang mereka omongin ataupun lakukan bisa terdengar jelas dari kamar kami. Saya ikut tertawa, manakala mendengar tawa mereka saat menonton FTV.
Seperti Siang ini, lagi-lagi mereka -yang umurnya kutaksir sekitar 19-20 an - pada ngumpul rame-rame buat nonton FTV. kali Ini ceritanya tentang cowok tampan yang jadi pengantar bunga. Ketika dia sedang menjalankan tugasnya tersebut, ada pria lain yang sangat percaya pada mimpi. Dia baru saja bermmimpi bahwa ada seseorang yang memberinya bunga. dan dalam mimpi itu dikatakan bahwa orang yang memberinya bunga adalah jodohnya. nah...bertemulah 'sang pemimpi' tadi dengan cowok pengantar bunga, lalu 'sang pemimpi' berkata, "saya adalah orang yang sangat percaya pada mimpi, dan saya yakin kalau anda ini adalah jodoh saya"
Kontan aja cowok2 tetangga kost saya pada tertawa. Mungkin mereka ngeri jika mereka mengalami hal yang sama. Kemudian mereka kembali heboh pada bagian berikut:
Cewek yang jadi pemeran utama akhirnya bertemu dengan cowok pengantar bunga,
"kamu percaya nggak, kalo ada orang bisa langsung suka pada pandangan pertama?" ciri-ciri mau menyatakan cinta tuh...
Kali ini mereka bahkan bersorak, dan berhu....hu... ria. Saya yakin, itu adalah kalimat yang tidak asing bagi mereka. Soalnya kemarin malam waktu Firah lagi begadang, dia sempat dengar tetangga kamar kami baik yang di sebelah kiri maupun kanan pada asyik ngegombal cewek-cewek di telepon menjelang jam 12-san. hemmm gini nih kerjaan anak muda sekarang, saya jadi iba sama cewek-cewek yang jadi korban keisengan mereka.
Ketika melihat pemeran FTV yang ganteng, tiba-tiba ada yang nyeletuk, "orang itu mirip saya kan?"
***hahaha kepedean. Temannya pun menjawab, "iya mirip, pantat dia mirip muka mu?" majelis nonton itu pun kembali berguncang oleh tawa mereka.
Ada lagi kebiasaan mereka yang unik, mereka suka banget nonton infotainment. Setahu saya, yang suka nonton acara gosip begitu tuh cuma perempuan, ternyata pengetahuan saya salah. Wah.... tetanggaku emang unik.
Setelah membaca beberapa tulisan dari Icha, semangat saya kembali terpacu untuk mewujudkan mimpi-mimpi saya. Saya ingin melakukan hal-hal yang sempat pudar karena terlalu nyaman dengan keadaan yang ada sekarang, istilah kerennya sih "zona nyaman". Padahal as a human, saya juga punya mimpi (nan kkumi isseotjyo). ***salah satunya mimpi waktu lagi tidur.
Saya nggak peduli, apakah mimpi saya bisa terwujud atau tidak, yang jelas saya akan berusaha dengan penuh semangat dan tawakkal kepada Allah. seperti yang sempat saya kutip dari blognya Icha:
"We are responsible for the effort, notthe outcome. Ketika kita menaruh seluruh effort yang kita miliki disetiap kegiatan yang kita lakukan, maka orang lain pun juga menghargai seluruhusaha kita.. Dan ketika sudah melewati masa-masa berat tersebut, ketika kitabertambah dewasa, dan bertukar pikiran dengan orang lain, yang kita ingatbukanlah hasil akhir dari apa yang kita lakukan, tapi yang lebih membuat kitabangga adalah seberapa besar dan keras usaha kita untuk bisa mencapai hasilakhir tersebut. Karena kehidupan itu adalah proses.."
Yup! Benar banget, hidup adalah proses, proses untuk senantiasa menjadi lebih baik dari kemarin. Rasanya sayang banget kalo nggak ada perubahan dalam hidup, bahkan malah mundur. Tapi tetap mesti memperhatikan batasan-batasan Allah. Cz kalo kita sudah berani melanggar batasan itu, maka apa yang kita kerjakan nggak akan berberkah, bahkan boleh jadi ia menjadi penghalang diri kita untuk mengapai keridhaan Allah.
Nah.... mumpung sekarang saya masih bebas, belum ada yang mengikat, so nggak ada salahnya buat saya untuk mengejar mimpi-mimpi saya. Bahkan kalo boleh meminta pada Allah, saya ingin diberikan pasangan yang sama-sama memiliki mimpi yang besar. Bukan hanya untuk diri sendiri, tapi juga demi kemaslahatan Umat
Di antar mimpi yang ingin saya wujudkan adalah: Lanjut S2 di luar Sulawesi, Punya pekerjaan yang bagus, Mendirikan Islamic Boarding School, Go abroad especially Madinah n Japan...
Never give Up. Trust to Allah. InsyaAllah You'll find the way..... Ganbarimasu!!!! Allahu Akbar!!!