Rabu, 02 November 2011

Selamat Jalan Pore

Akhirnya, setelah genap seminggu sakit, Pore pun menghembuskan nafas terakhirnya. Aku pikir dia bakal sembuh, soalnya kemarin dan tadi malam dia udah bisa makan dan ngejilat-jilat tubuhnya. Tadi pagi pun aku masih ngeliat dia di pintu kamar.
Hari ini aku seharian ful di rumah, Internetan sepuasnya mumpung masih ada bonus, dan emang nggak ada schedule di luar. So asyik browsing, danmendandani blog. Menjelang shalat Ashar, waktu mo pergi ambil wudhu, tiba-tiba aku teringat Pore, si kucing yang udah seminggu sakit. Aku nggak melihat dia dari tadi. Habis wudhu, barulah aku nyariin Pore. Dimana-mana kucari ngga ketemu. Akhirnya kunyalakan lampu kamar agar bisa leih leluasa melihat. Alangkah terkejutnya aku ketika kutemukan Pore di sudut kamar sudah tergeletak kaku tak bergerak dengan mata dan mulut yang terbuka.
"innalillah...Pore dah meninggal" tak dapat kupungkiri, aku sedih atas kematiannya. Ternyata cuma sampai hari ini aja batas hidup Pore. Dan tadi malam waktu dia masuk ke kelambu dan tidur di kasurku, itu adalah salam perpisahan terakhirnya.
Hiks.... nggak ada lagi kucing cantik yang menjadi kebanggan kami. Kucing yang paling rajin mandi, kucing yang paling keras ngeongannya. yang menjadi saingan Poro kalo mo makan.
Sekarang Anak kucing Jamesha tinggal 2, rasanya nggak complete, karena aku menjumpai mereka saat masih bertiga. dan bagiku mereka adalah satu kesatuan yang saling melengkapi.
Padahal Firah udah berusaha agar Pore sembuh, termasuk mengancam Pore, "Pore, kamu harus sembuh yah sebelum saya pulkam, kalo tidak nanti saya taruh di luar loh..."
Mungkin Pore ngerasa nggak kuat dan akhirnya memilih mati. hiks...
Selamat Jalan Pore. ..

Sampai saat aku nulis blog ini, Firah belum tahu kalo kucing cantiknya mati. Aku sendiri nggak berani mengangkat mayatnya. What should I do?

Selasa, 01 November 2011

Aku dan Tulisanku


Aku bukan penulis, tapi aku suka menulis, karena dengan menulislah aku bisa mengeluarkan unek-unek ku tentang apa saja Tentangku, sahabatku, kehidupanku, dan mimpi-mimpiku.

Sebenarnya, aku menulis hanya untuk diriku, tapi kalau itu dibaca sama orang lain nggak papa juga sih, asal jangan protes aja sama gaya menulisku yang nggak ngikutin tata bahasa kepenulisan. Maklumlah aku bukan sastrawan, atau jurnalis, or cerpenis melainkan seorang alumni jurusan Matematika.

Sejak kecil aku suka menulis ***selain membaca tentunya. Aku menuliskan perasaanku, pengalamanku atau khayalanku di dalam sebuah buku. Mungkin ini disebabkan karena sifatku yang pemalu dan nggak banyak omong (kecuali sama orang-orang tertentu). Disatu sisi aku sangat suka bercerita, sementara di sisi lain nggak selalu ada orang didekat ku yang bersedia mendengar cerita ku 24 jam, so jadilah menulis sebagai sarana yang tepat buatku untuk mengekspresikan diri. cieh..

Setelah keseringan menulis, aku menyadari bahwa ada banyak sekali kejadian di sekitar kita yang bisa diceritakan kembali dalam bentuk tulisan. Meskipun itu bukanlah sebuah tulisan yang bagus, never mind. Setiap dari kita punya hak untuk menyalurkan kebutuhannya, termasuk menulis. Karena nggak semua orang mampu mengutarakan apa yang dia rasakan lewat lisan. Seseorang mungkin butuh menulis supaya dia nggak stress karena banyak memendam masalah dan sebagainya. Yah... sepanjang hal itu nggak mengganggu orang lain, aku rasa nggak apa-apa.

Aku mengenal blog dari seorang teman kuliahku, Mardiyah. Thanks ya udah ngenalin aku sama dunia blogging. Blog ini bener-bener berguna. Jujur aku lebih suka nulis di blog dari pada di fb. Kalo di fb kan banyak teman-teman yang kenal sosok aku kayak apa, rasanya malu aja kalo mereka membaca tulisan aku. ***wah.... ga PD banget yah. Kalo di blog khan nggak ada yang kenal kecuali segelintir teman dekatku. Blog rasanya lebih nyaman. Seperti 'rumah sendiri', Lebih bebas berekspresi. hehehe...

Pelajaran Kesatu (Part 2#)

B. ......DE ........ DESU

Bentuk ini berfungsi untuk menghubungkan dua kata benda atau kalimat, Desu yang pertama, kita ganti dengan "de". Langsung ke contoh aja kali yah...
> Watashi wa Mega desu.
> Watashi wa Indonesia jin desu
= Watashi wa Mega de, Indonesia-jin desu

Gampang khan...
Ini aku kasih beberapa contoh lagi
> Anda tuan Tanaka, Orang Jepang = Anata wa Tanaka-san de, Nihon-jin desu
> Rita seorang perempuan, pegawai toko = Rita-san wa onna de, ten-in desu
> Ilham seorang laki-laki pegawai Bank = Ilham-san wa otoko de, ginko~in desu
> Kami guru, mereka dokter = watashi-tachi wa sensei de, anohito-tachi wa isha desu
> Ini Radio, itu Televisi = Kore wa rajio d , sore wa terebi
> Ini pensil, itu pulpen = kore wa empitsu de, sore wa mennenhitsu desu.

Tango (Kosa Kata)
Nihon = Jepang
Rajio = Rajio
Televisi = Terebi
Pensil = Empitsu
Pulpen = Mannenhitsu
Buku = hon
... - san = tuan/nona/saudara
... - tachi = bentuk jamak untuk orang
Isha = Dokter
Sensei = guru
Ten-in = pegawai toko
Ginko~in = Pegawai bank
Kore = ini
Sore = itu (dekat dengan lawan bicara).
Are = it (jauh dari keduanya)

Kamis, 27 Oktober 2011

DAIKKA (Pelajaran Kesatu)

A.  ....Wa .......... Desu (Dearimasu)
 Wa adalah kata bantu subjek (pokok kalimat)
Desu atau Dearimasu adalah bentuk positif yang digunakan untuk membuat sebuah ucapan menjadi formal. Huruf u biasanya tidak disuarakan.

Nah... sekarang saat ini saya akan mencoba membuat kalimat dalam bahasa Jepang. Tapi saya juga lagi belajar loh... jadi gomen ne ... klo salah.

Watashi wa Mega desu
= Saya adalah mega

Watashi wa indonesia-jin desu
= saya adalah orang Indonesia

Watashi wa Eigo no sensei desu
= saya adalah guru bahasa inggris

Anohito wa Anti-san desu
= Dia (adalah) nona Anti

Kanojo wa Indonesia-jin desu
= dia (perempuan) (adalah) orang Indonesia

Kare wa Nihon-jin desu
= dia (laki-laki) adalah orang Jepang

Watashi-tachi wa shimbunkisha desu
= kami adalah wartawan



Derita Pore

Sudah 2 hari ini, pore berdiam diri, nggak bersemangat. Dia betah selama berjam-jam menggelung dirinya si atas karton. Kasihan pore, dia lagi sakit. Sepertinya terserang flu. nggak mau makan sedikit pun meskipun hanya seteguk air,  soalnya tenggorkannya lagi sakit. Akibatnya, tubuhnya jadi kurus. kecantikannya pun mulai pudar. 

Saya jadi iba jika melihat ekspresi kesakitannya. Saya nggak tau mau ngelakuin apa. Saya sudah berusaha memberinya makan, tapi ditolaknya. Begitupun dengan air. Saya takut dia nggak kuat menahan sakit atau kekurangan cairan dan akhirnya mati. Saya hanya bisa menyelimutinya, berusaha memberikan kehangatan pada tubuh kecil tak berdosa itu.

Sementara itu, kedua saudaranya Pora dan Poro sama sekali tidak peduli akan penderitaan Pore. Mereka asyik kejar-kejaran, berlomba menghabiskan makanan yang disiapkan. yah.. namanya juga binatang. Tapi yang nyebelin, ibunya ituloh, si Jamesha sama sekali nggak merasa kasihan terhadap anaknya. oh... Jamesha, dimana naluri keibuan mu? dia itu anakmu...

Saat ini Pore kembali menggelung dirinya di sudut ruangan, di atas tumpukan tikar dan kain lap. Sepertinya ia berusaha mencari tempat yang bisa membuatnya hangat. Ekspresi sakit masih tergambar jelas dari wajah dan gerak tubuhnya.
Met istirahat ya Pore, moga cepat sembuh....
 

Selasa, 25 Oktober 2011

Masih Sama

Hari ahad kemarin Anti (My BF) tiba di Makassar. Aku tidak deg-degan menantinya, tapi tetap mendoakan semoga perjalannya lancar. aku juga tidak mengirimkannya sms meski itu hanya untuk bertanya, "dah dimana?"

Aku hanya berpikir, "insyaAllah ntar ketemu kok" lagian dia juga bukan orang yang baru di Makassar ini. Saat itu aku tetap fokus pada pembicaraan dalam pertemuan, di sekretariat. Sesekali ku lihat hp ku, siapa tahu ada sms darinya yang menanyakan alamat baru ku. 

Pukul 5.00 WITA barulah ada sms darinya, itu artinya dia dah tiba. Segera ku kirimkan sms balasan menjelaskan lokasi tempat tinggalku yang baru. Aku lebih dulu tiba dibandingkan dia. Dia tiba di rumah, saat aku sedang mandi. Usai mandi, aku mendengar ada suara yang nggak asing lagi di telingaku. 

Suara itu...begitu mencekam... "hmmmm... Anti dah tiba". Aku nggak langsung menemuinya, aku malah asyik nyuci pakaian di kamar mandi. Habis itu aku menuju kamar, sambil berkata, "wah, kamu berhasil juga nemuin alamat ini?" ujarku 
"berhasil donk... saya nggak mungkin di sini kalo ga berhasil"
"bagus... bagus..."
Untuk sementara, aku tinggalkan dulu Anti  di ruang tamu ngobrol bareng Firah. Aku mesti pakaian dulu khan... Usai persalinan ups maksudnya ganti baju, aku menghampirinya dan menarik tanganya ke atas untuk berdiri...

"ckckckck .... nggak berubah" ucapku mengomentari ukuran tubuhnya.

"iya nih... tambah kurus saya" timpal Anti, "peluk dulu donk..." lanjutnya. 

Barulah di situ kami cupika cupiki melepaskan kerinduan yang tak terperikan ..***halah
HAAAAA...... aku kangen banget ma tuh anak....gemes deh.. kirain bodynya udah bertambah eh, taunya masih sama aja. Abis itu langsung minta ole2. tau nggak dia ngasih apa, aku dikasih tiket pesawat, katanya itu harganya satu juta. aku melengos. 
"he... Ga, ini yang beneran. Ambil ini" dia mengeluarkan sesuatu dari tasnya, aku dengan senang hati menerimanya. dan dengan penuh semangat membuka bungkusan itu. Isinya  apa yah? penasaran. buka...buka...buka... 
"hah???? Roti????!!!!" GUBRAKK!!! aku pun terlontar ke belakang. Anti tertawa cekikikan. Anti toh... masa' ole2nya roti dari pesawat. Huaaaa.....nggak bener iki. Mana pesanan rok batikku????
"Wei... itu Roti satu Juta tau..." bela Anti.
Aku memang penggemar Roti, tapi .... ah... sudahlah, Thanks Sob...
Kamu emang ga berubah, masih kayak dulu, masih suka ga bawa ole-ole...
hehehe..piece ^_^ V



Cantik dengan Jilbab

Aku bangga menjadi wanita muslimah
di saat yang lain bangga menjadi wanita modern
Aku bangga jilbabku menguntai di dada
di saat yang lain bangga menguntai kecantikannya
yang memukau dan menawan yang tiada henti
aku bangga jika mahkota adalah jilbabku
di saat yang lain bangga jika rambut adalah mahkotanya
wahai kawan yang bermimpi
sanjungan akan cantik bukanlah buka-bukaan
cantik bukan selalu berdandan
dan cantik bukan berarti seorang pujaan
kuulurkan jilbabku hingga terasa damai hatiku

Rabu, 02 November 2011

Selamat Jalan Pore

Akhirnya, setelah genap seminggu sakit, Pore pun menghembuskan nafas terakhirnya. Aku pikir dia bakal sembuh, soalnya kemarin dan tadi malam dia udah bisa makan dan ngejilat-jilat tubuhnya. Tadi pagi pun aku masih ngeliat dia di pintu kamar.
Hari ini aku seharian ful di rumah, Internetan sepuasnya mumpung masih ada bonus, dan emang nggak ada schedule di luar. So asyik browsing, danmendandani blog. Menjelang shalat Ashar, waktu mo pergi ambil wudhu, tiba-tiba aku teringat Pore, si kucing yang udah seminggu sakit. Aku nggak melihat dia dari tadi. Habis wudhu, barulah aku nyariin Pore. Dimana-mana kucari ngga ketemu. Akhirnya kunyalakan lampu kamar agar bisa leih leluasa melihat. Alangkah terkejutnya aku ketika kutemukan Pore di sudut kamar sudah tergeletak kaku tak bergerak dengan mata dan mulut yang terbuka.
"innalillah...Pore dah meninggal" tak dapat kupungkiri, aku sedih atas kematiannya. Ternyata cuma sampai hari ini aja batas hidup Pore. Dan tadi malam waktu dia masuk ke kelambu dan tidur di kasurku, itu adalah salam perpisahan terakhirnya.
Hiks.... nggak ada lagi kucing cantik yang menjadi kebanggan kami. Kucing yang paling rajin mandi, kucing yang paling keras ngeongannya. yang menjadi saingan Poro kalo mo makan.
Sekarang Anak kucing Jamesha tinggal 2, rasanya nggak complete, karena aku menjumpai mereka saat masih bertiga. dan bagiku mereka adalah satu kesatuan yang saling melengkapi.
Padahal Firah udah berusaha agar Pore sembuh, termasuk mengancam Pore, "Pore, kamu harus sembuh yah sebelum saya pulkam, kalo tidak nanti saya taruh di luar loh..."
Mungkin Pore ngerasa nggak kuat dan akhirnya memilih mati. hiks...
Selamat Jalan Pore. ..

Sampai saat aku nulis blog ini, Firah belum tahu kalo kucing cantiknya mati. Aku sendiri nggak berani mengangkat mayatnya. What should I do?

Selasa, 01 November 2011

Aku dan Tulisanku


Aku bukan penulis, tapi aku suka menulis, karena dengan menulislah aku bisa mengeluarkan unek-unek ku tentang apa saja Tentangku, sahabatku, kehidupanku, dan mimpi-mimpiku.

Sebenarnya, aku menulis hanya untuk diriku, tapi kalau itu dibaca sama orang lain nggak papa juga sih, asal jangan protes aja sama gaya menulisku yang nggak ngikutin tata bahasa kepenulisan. Maklumlah aku bukan sastrawan, atau jurnalis, or cerpenis melainkan seorang alumni jurusan Matematika.

Sejak kecil aku suka menulis ***selain membaca tentunya. Aku menuliskan perasaanku, pengalamanku atau khayalanku di dalam sebuah buku. Mungkin ini disebabkan karena sifatku yang pemalu dan nggak banyak omong (kecuali sama orang-orang tertentu). Disatu sisi aku sangat suka bercerita, sementara di sisi lain nggak selalu ada orang didekat ku yang bersedia mendengar cerita ku 24 jam, so jadilah menulis sebagai sarana yang tepat buatku untuk mengekspresikan diri. cieh..

Setelah keseringan menulis, aku menyadari bahwa ada banyak sekali kejadian di sekitar kita yang bisa diceritakan kembali dalam bentuk tulisan. Meskipun itu bukanlah sebuah tulisan yang bagus, never mind. Setiap dari kita punya hak untuk menyalurkan kebutuhannya, termasuk menulis. Karena nggak semua orang mampu mengutarakan apa yang dia rasakan lewat lisan. Seseorang mungkin butuh menulis supaya dia nggak stress karena banyak memendam masalah dan sebagainya. Yah... sepanjang hal itu nggak mengganggu orang lain, aku rasa nggak apa-apa.

Aku mengenal blog dari seorang teman kuliahku, Mardiyah. Thanks ya udah ngenalin aku sama dunia blogging. Blog ini bener-bener berguna. Jujur aku lebih suka nulis di blog dari pada di fb. Kalo di fb kan banyak teman-teman yang kenal sosok aku kayak apa, rasanya malu aja kalo mereka membaca tulisan aku. ***wah.... ga PD banget yah. Kalo di blog khan nggak ada yang kenal kecuali segelintir teman dekatku. Blog rasanya lebih nyaman. Seperti 'rumah sendiri', Lebih bebas berekspresi. hehehe...

Pelajaran Kesatu (Part 2#)

B. ......DE ........ DESU

Bentuk ini berfungsi untuk menghubungkan dua kata benda atau kalimat, Desu yang pertama, kita ganti dengan "de". Langsung ke contoh aja kali yah...
> Watashi wa Mega desu.
> Watashi wa Indonesia jin desu
= Watashi wa Mega de, Indonesia-jin desu

Gampang khan...
Ini aku kasih beberapa contoh lagi
> Anda tuan Tanaka, Orang Jepang = Anata wa Tanaka-san de, Nihon-jin desu
> Rita seorang perempuan, pegawai toko = Rita-san wa onna de, ten-in desu
> Ilham seorang laki-laki pegawai Bank = Ilham-san wa otoko de, ginko~in desu
> Kami guru, mereka dokter = watashi-tachi wa sensei de, anohito-tachi wa isha desu
> Ini Radio, itu Televisi = Kore wa rajio d , sore wa terebi
> Ini pensil, itu pulpen = kore wa empitsu de, sore wa mennenhitsu desu.

Tango (Kosa Kata)
Nihon = Jepang
Rajio = Rajio
Televisi = Terebi
Pensil = Empitsu
Pulpen = Mannenhitsu
Buku = hon
... - san = tuan/nona/saudara
... - tachi = bentuk jamak untuk orang
Isha = Dokter
Sensei = guru
Ten-in = pegawai toko
Ginko~in = Pegawai bank
Kore = ini
Sore = itu (dekat dengan lawan bicara).
Are = it (jauh dari keduanya)

Kamis, 27 Oktober 2011

DAIKKA (Pelajaran Kesatu)

A.  ....Wa .......... Desu (Dearimasu)
 Wa adalah kata bantu subjek (pokok kalimat)
Desu atau Dearimasu adalah bentuk positif yang digunakan untuk membuat sebuah ucapan menjadi formal. Huruf u biasanya tidak disuarakan.

Nah... sekarang saat ini saya akan mencoba membuat kalimat dalam bahasa Jepang. Tapi saya juga lagi belajar loh... jadi gomen ne ... klo salah.

Watashi wa Mega desu
= Saya adalah mega

Watashi wa indonesia-jin desu
= saya adalah orang Indonesia

Watashi wa Eigo no sensei desu
= saya adalah guru bahasa inggris

Anohito wa Anti-san desu
= Dia (adalah) nona Anti

Kanojo wa Indonesia-jin desu
= dia (perempuan) (adalah) orang Indonesia

Kare wa Nihon-jin desu
= dia (laki-laki) adalah orang Jepang

Watashi-tachi wa shimbunkisha desu
= kami adalah wartawan



Derita Pore

Sudah 2 hari ini, pore berdiam diri, nggak bersemangat. Dia betah selama berjam-jam menggelung dirinya si atas karton. Kasihan pore, dia lagi sakit. Sepertinya terserang flu. nggak mau makan sedikit pun meskipun hanya seteguk air,  soalnya tenggorkannya lagi sakit. Akibatnya, tubuhnya jadi kurus. kecantikannya pun mulai pudar. 

Saya jadi iba jika melihat ekspresi kesakitannya. Saya nggak tau mau ngelakuin apa. Saya sudah berusaha memberinya makan, tapi ditolaknya. Begitupun dengan air. Saya takut dia nggak kuat menahan sakit atau kekurangan cairan dan akhirnya mati. Saya hanya bisa menyelimutinya, berusaha memberikan kehangatan pada tubuh kecil tak berdosa itu.

Sementara itu, kedua saudaranya Pora dan Poro sama sekali tidak peduli akan penderitaan Pore. Mereka asyik kejar-kejaran, berlomba menghabiskan makanan yang disiapkan. yah.. namanya juga binatang. Tapi yang nyebelin, ibunya ituloh, si Jamesha sama sekali nggak merasa kasihan terhadap anaknya. oh... Jamesha, dimana naluri keibuan mu? dia itu anakmu...

Saat ini Pore kembali menggelung dirinya di sudut ruangan, di atas tumpukan tikar dan kain lap. Sepertinya ia berusaha mencari tempat yang bisa membuatnya hangat. Ekspresi sakit masih tergambar jelas dari wajah dan gerak tubuhnya.
Met istirahat ya Pore, moga cepat sembuh....
 

Selasa, 25 Oktober 2011

Masih Sama

Hari ahad kemarin Anti (My BF) tiba di Makassar. Aku tidak deg-degan menantinya, tapi tetap mendoakan semoga perjalannya lancar. aku juga tidak mengirimkannya sms meski itu hanya untuk bertanya, "dah dimana?"

Aku hanya berpikir, "insyaAllah ntar ketemu kok" lagian dia juga bukan orang yang baru di Makassar ini. Saat itu aku tetap fokus pada pembicaraan dalam pertemuan, di sekretariat. Sesekali ku lihat hp ku, siapa tahu ada sms darinya yang menanyakan alamat baru ku. 

Pukul 5.00 WITA barulah ada sms darinya, itu artinya dia dah tiba. Segera ku kirimkan sms balasan menjelaskan lokasi tempat tinggalku yang baru. Aku lebih dulu tiba dibandingkan dia. Dia tiba di rumah, saat aku sedang mandi. Usai mandi, aku mendengar ada suara yang nggak asing lagi di telingaku. 

Suara itu...begitu mencekam... "hmmmm... Anti dah tiba". Aku nggak langsung menemuinya, aku malah asyik nyuci pakaian di kamar mandi. Habis itu aku menuju kamar, sambil berkata, "wah, kamu berhasil juga nemuin alamat ini?" ujarku 
"berhasil donk... saya nggak mungkin di sini kalo ga berhasil"
"bagus... bagus..."
Untuk sementara, aku tinggalkan dulu Anti  di ruang tamu ngobrol bareng Firah. Aku mesti pakaian dulu khan... Usai persalinan ups maksudnya ganti baju, aku menghampirinya dan menarik tanganya ke atas untuk berdiri...

"ckckckck .... nggak berubah" ucapku mengomentari ukuran tubuhnya.

"iya nih... tambah kurus saya" timpal Anti, "peluk dulu donk..." lanjutnya. 

Barulah di situ kami cupika cupiki melepaskan kerinduan yang tak terperikan ..***halah
HAAAAA...... aku kangen banget ma tuh anak....gemes deh.. kirain bodynya udah bertambah eh, taunya masih sama aja. Abis itu langsung minta ole2. tau nggak dia ngasih apa, aku dikasih tiket pesawat, katanya itu harganya satu juta. aku melengos. 
"he... Ga, ini yang beneran. Ambil ini" dia mengeluarkan sesuatu dari tasnya, aku dengan senang hati menerimanya. dan dengan penuh semangat membuka bungkusan itu. Isinya  apa yah? penasaran. buka...buka...buka... 
"hah???? Roti????!!!!" GUBRAKK!!! aku pun terlontar ke belakang. Anti tertawa cekikikan. Anti toh... masa' ole2nya roti dari pesawat. Huaaaa.....nggak bener iki. Mana pesanan rok batikku????
"Wei... itu Roti satu Juta tau..." bela Anti.
Aku memang penggemar Roti, tapi .... ah... sudahlah, Thanks Sob...
Kamu emang ga berubah, masih kayak dulu, masih suka ga bawa ole-ole...
hehehe..piece ^_^ V



Cantik dengan Jilbab

Aku bangga menjadi wanita muslimah
di saat yang lain bangga menjadi wanita modern
Aku bangga jilbabku menguntai di dada
di saat yang lain bangga menguntai kecantikannya
yang memukau dan menawan yang tiada henti
aku bangga jika mahkota adalah jilbabku
di saat yang lain bangga jika rambut adalah mahkotanya
wahai kawan yang bermimpi
sanjungan akan cantik bukanlah buka-bukaan
cantik bukan selalu berdandan
dan cantik bukan berarti seorang pujaan
kuulurkan jilbabku hingga terasa damai hatiku