Jumat, 06 Agustus 2010

Memories of CCC


Third day without Anti. Aku udah nggak terlalu sedih lagi, habis.... 2 hari ini aku sibuk banget. Pagi-pagi setiap jam 7 aku keluar dari kost berburu pak Darwis. huffff. Lagi-lagi terlambat. si bapak dah keburu ke CCC (celebes convention center).
Kalo dengar CCC aku jadi ingat kenangan jalan kaki di jalan Metro tanjung bunga bareng Anti. Waktu itu kita baru aja selesai mengikuti acara SEMARAK AL-Qur'an yang diadakan di tripple C alias CCC. jalan metro tanjung bunga tuh bukan jalur angkot or PT-pT. so kita musti carter, dan bayarnya 2 kali lipat tarif biasanya. so aku n Anti memutuskan untuk jalan kaki ke luar.
Sepanjang jalan kami terus-terusan ngoceh. sok lagi bawain acara jalan-jalan. oh iya, aku punya satu acara sama anti, namanya "Jejak kaki". dalam acara ini kami bertugas meliput perjalanan kami dan menceritakan apa saja yang ada di sekitar kami. Tentu saja aksi kami ini menarik perhatian beberapa pengendara bahkan penumpang yang berhasil mencarter mobil. Tak pelak lagi muka keheranan tergambar jelas di wajah mereka. mungkin mereka mikirnya kayak gini, "Wong edan, jalan kaki kok happy banget" ho..ho..ho.. belum tahu mereka kalo kita berdua baru aja kabur dari RS dadi. yang terobsesi jadi penyiar TV *nggak ding! prinsip kami kan "selalu ceria di mana aja"
Ternyata, jarak dari CCC ke jalan umum tuh nggak jauh-jauh amat. Perjalanan kami sore itu very-very nice. Udara nggak panas, langit rada-rada mendung, terus angin laut yang sepoy-sepoy menambah indahnya jalan bareng kami. duh... jadi kangen.
kami juga sempetin foto-foto loh. *kapan ya narsis nya ilang? hari itu kami agak lama nunggu angkot. soalnya pada penuh or nggak mengarah ke partam. pas dapet angkot eh... sopirnya ugal-ugalan. wal hasil sampe di rumah kepala jadi puyeng.
Meskipun sekarang aku dan nggak sama Anti. meskipun sekarang kita bedua udah jalan masing-masing, aku di sini dan Anti di kampung, tapi kenangan yang kami buat berdua selama kurang lebih 4 tahun di makassar, kan tetap ada di hatiku. Menemaniku di kala aku rindu padanya, sahabatku yang mengerti aku luar dan dalam.

Rabu, 04 Agustus 2010

kelas C


ini nih foto-foto teman kelas aku yang narsis-narsis. he..he..he..
moga-moga aja mereka nggak ngejitak palaku, atau menjotos wajahku yang ayu ini. (wah narsis lagi nih)
ayo tebak aku yang mana?

Minggu, 01 Agustus 2010

bad mood

malas banget masa udah capek capek nulis panjang kali lebar, kali tinggi kali luas kali dalam, eh... malah nggak tersave. padahal ceritanya seru banget lagi.
Arrggghhhhh!!! jadi Malas. kalo moodnya udah jelek kayak gini, biar di apain juga ga bakal balik kayak semula. aku nggak bisa bikin cerita yang sama sebanyak 2 kali. beda rasanya.
padahal aku pengen banget berbagi perassan ku itu dengan blog ku sayang. udah lah mungkin emng ga boleh diterbitin kali yah.

Kok Gitu Sih?

“anj***, BRENGSEK!!!”
Astagfirullah. Pagi-pagi kuping ku sudah dibuat panas mendengar ucapan yang bagiku sangat kasar. Apalagi diucapkan oleh seorang cewek, muslimah lagi. Salah seorang penghuni Kost Flora yang belum lama tinggal di kost kami terus-terusan mengomel sendiri di kamarx. Aku yang lagi menjemur pakain di hari minggu yang cerah ini, mau nggak mau harus mendengar ucapan kasar tersebut. Berkali-kali aku beristigfar karena berkali-kali pula ia melontarkan ucapan yang nggak enak di dengar.
Sebut saja R. Dia sedang sibuk menelpon ke sebuah no Hp, tapi tak ada Jawaban. Sementara, ia ingin segera mendapatkan kejelasan itulah yang membuatnya kesal..tapi apakah harus sampai mengeluarkan kata-kata kasar.
“ini orang tuli kah? Hp kok nggak di angkat-angkat! Dasar Anj***, tai kucing!”
Astagfirullah.
Semua kata-kata kasar terlontar dengan sangat mulus dari bibir anak itu. Entah siapa yang diteleponnya. Tapi beberapa menit kemudian terajawablah rasa penasaranku. Dan kenyataan ini membuatku geleng-geleng kepala sambil berdecak (emangx cicak?) Miris..
“Halo, Ma. Jadi pindah nggak sih?! Kalo nggak jadi aku mo belajar kelompok bareng kelompok”
Entah apa yang diucapkan mamax diseberang sana.
“Makanya cepetan! Dari tadi di telpon nggak diangkat-angkat! Cepat sudah..!”
Mungkin mamanya menjawab tadi ketiduran, soalnya R ngomongnnya gini, “Tidur terus, udah jam berapa ini?”
Astagfirullahaladzim.
Salah satu hal yang tidak aku sukai dan paling tidak aku suka adalah mendengar orang berkata kasar. Aku yang mendengarnya merasa seolah aku yang dikata-katai. Mungkin ini sebabnya aku nggak suka nonton sinetron, banyak sumpah serapahnya sih… Apalagi dibulan yang suci ini, bulan dimana seharusnya kita belajar untuk menahan hawa nafsu, bukan hanya makan dan minum, tetapi perkataan dan perbuatan yang tidak baik. Katakan yang baik atau diam.
Semoga kita tidak seperti R. Berbicara dengan orang tua sendiri terlebih lagi seorang ibu, seharusnya dengan perkataan yang lemah lembut, bukan dengan bentakan. Bagaimana pun ibu adalah orang yang paling besar pengorbanannya dalam hidup kita. Ibu yang rela menyabung nyawa saat melahirkan kita. Ibu yang salah satu kakinya sudah ada di kubur untuk memperjuangkan kita melihat dunia ini. Ibu yang dengan sabarnya mengurus kita, mulai dari bayi sampe gede. Tidak sepantasnya seorang ibu mendapat perlakuan yang tidak semena-mena dari seorang anak. (ini nih akibat terlalu berlebihan memanjakan anak).
Bukankah Allah telah menyampaikan hal ini dalam Qs. Luqman:14 yang artinya sbb:
Dan kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu- bapanya; ibunya Telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah- tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun[1180]. Bersyukurlah kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakmu, Hanya kepada-Kulah kembalimu.
Bersyukurlah kita yang masih mempunyai ibu, banyak orang yang ingin mendapat kasih sayang ibu tapi ibunya udah ga ada, atau yang sejak lahir udah nggak tau siapa ibunya. So, selagi masih punya ibu, perlakukanlah ibu kita dengan sebaik-baiknya. Karena ridha Allah terletak pada ridhanya ibu kita. Nah.. Mumpung lagi bulan suci, bulan dimana segala pahala amal ibadah kita dilipatgandakan, marilah kita berbuat kebaikan sebanyak-banyaknya, termasuk kepada ibunda kita.
Untuk ibuku yang tercinta… sungguh aku mencintaimu karena Allah. Terimakasih atas segala do’a dan kasih sayang yang kau berikan pada ku. Tak dapat kuhitung sudah berapa banyak pengorbanan yang kau lakukan demi aku. Ku tahu aku tak kan bisa membalas semua jasamu padaku. Karena itu aku akan berusaha untuk menjadi anak yang shaleh supaya bisa menjadi tabunganmu di akhirat kelak. Amin…
NB: tiga hal yang pahalanya terus mengalir kepada orang yang sudah wafat: sedekah jariah, ilmu yang bermanfaat, dan do’a anak yang saleh.

teman baru


hehehehe
aku baru aja abis buka-buka facebook. aku dapat teman baru loh. namanya nurul Azkiyah. mirip ma nama hijrahnya aku. orangnya manis, kayak aku. ho..ho..ho.. Narsis abis....tetep.
yap. sekarang aku mo cari teman sebanyak-banyaknya ga cuma yang ku kenal tapi juga dari luar (luar negeri kali yah.kayaknya boleh juga tuh).
ini dia fotonya.
menurut aku sih rada-rada mirip ma Anti, tapi kata kakak Ani nggak tuh.
berhubung sekarang aku mo ke BEM buat ambil SKKB bareng k Ani jadi blognya dipendingnya dulu yah...
oh iya aku sekarang lagi suka baca note haris Hirata hirowling. lucu abis, gokil punya. kayaknya bakal calon orang tenar deh. semoga sukses ya Ris...

Jumat, 30 Juli 2010

Syok Plus Happy

"Prenk,, prsiapkan waktu ta nh tgl 7-8-10 bwt dtng k prnikhnx Ijha ma k imo yg akan d adakan d rmhx Ijha..So bg yg wisuda tgl 5, jgn cpt2 pulkam okay.."
Degggg!!! jantungku berhenti berdetak. (nggak Ding!), aku tertegun membaca pesan yang tampil di layar hp kuw. Ija Mau nikah? sama Kak Imo?
Waktu itu aku baru saja tiba di kampus, belum hilang lelah ku berjalan dari kost malah kabar mengejutkan yang aku terima. Nggak tahu kenapa, rasanya pengen nangis. Terharu kali yah? Pelan-pelan kuatur nafasku yang masih memburu karena capek sekaligus syok. Aku nggak tahan untuk nggak ngasih tahu Anti. mo tau anti bilang apa?
"Innalillah. eh maksudnya barakallah. Tapi tapi tapi kok bisa Ija ma kak Imo. jangan-jangan dijodohin ma dosen-dosen di jurusan mu lagi."
Aku tak membalas 'tuduhannya' itu. Memang sih sudah menjadi rahasia umum kalau di jurusanku pemuda-dan pemudi nya saling dijodohkan. katanya kenapa harus dari luar kalo ada orang dalam.
hari itu, topik yang menjadi pembahasan hangat di jurusanku adalah K Imo dan Ija. Bukan hanya di kalangan mahasiswa kelas C 2006 tapi juga di angkatan lain, asisten-asisten bahkan dosen-dosen.
Waktu aku di minta tolongi oleh salah seorang dosen di jurusanku untuk memintakan nomor surat di k Imo, aku jadi salah tingkah sendiri. Aku mo menghadapi kak imo dengan cara yang bagaimana yah? loh kok jadi aku yang grogi, harusnya kak imo yang grogi. Ada-ada aja. Di ruang administrasi aku berusaha mencari kecocokan antara temanku hadijah dengan K Imo melalui foto-foto asisten Administrasi yang ada di ruangan tersebut. setelah berkali-kali menatap dengan seksama foto itu. Akhirnya dengan helaan nafas yang berat aku mengatakan pada diriku sendiri.
"Yah... boleh lah" (nggak ikhlas banget deh kayaknya)
bukan gitu, fren. Aku nggak pernah bayangin seorang Ija yang bodinya imut-imut, manis, dan santun meskipun kadang nyebelin bisa berjodoh dengan seorang K Imo yang aku yakin semua orang akan bilang dia nyebelin, rese suka bikin orang kecele, bodinya agak tinggi besar, dan agak manis sih sebenarnya.adduh. Pokoknya bener-bener nggak kebayang deh. (Sewot banget ya)
Namanya juga jodoh, nggak bisa ditebak, tadinya dikira bakal sama si A eh ternyata jadinya sama si B. Aku Jadi kepikiran seseorang. Kira-kira gimana ya perassannya pas tau ija bakal merid ma k Imo bukan dengan dirinya. Yang sabar ya Fren. pasti ada yang lebih baik. (halah Sok Tua)
However, aku turut bahagia mendengar kabar ini. Bahagia banget malah. Sampe mo nangis saking bahagianya. Satu lagi teman ku yang akan menyempurnakan sepaurh dari agamanya.
Bwt Ija dan K imo : Semoga bisa menjadi keluarga yang SaMaRa "Sakinah ma waddah wa rahmah"
Habis ini, siapa lagi ya? hmmmmmmmmm.......

Kamis, 22 Juli 2010

hiks..hiks... apa yang aku takutkan akhirnya terjadi juga. Alhamdulillah skripsi ku sudah kelar. tapi kelar doank. kedua pembimbing ku sama-sama sibuk. Mereka terus-terusan nuntut penyelesaian studyku tapi mereka sama sekali nggak ada waktu bwt baca skripsi yang telah ku buat dengan penuh perasaan. padahal pembayaran SPP sudah berlangsung.
aku pusing banget. kepalaku rasanya mo pecah memikirkan semua masalah yang menghampiriku belakangan ini. aku harus bisa menyelesaikan studyku sebelum tanggal 9 Agustus 2010 karena kalau tidak, aku harus membayar SPP untuk 1 semester ke depan sebesar Rp 675.000.belum lagi sewa kost yang naik sampai 3jeti. untung lah ummy ku mau ngerti, katanya nggak papa.
baru aja mama nelpon, aku terharu banget waktu beliau bilang, berusaha saja nak. begitu memang itu urusan. nggak selalu mudah. mau di apa kalo memang nggak bisa selesai pada waktunya. sabar. aku nggak tahan buat nggak nangis

Jumat, 06 Agustus 2010

Memories of CCC


Third day without Anti. Aku udah nggak terlalu sedih lagi, habis.... 2 hari ini aku sibuk banget. Pagi-pagi setiap jam 7 aku keluar dari kost berburu pak Darwis. huffff. Lagi-lagi terlambat. si bapak dah keburu ke CCC (celebes convention center).
Kalo dengar CCC aku jadi ingat kenangan jalan kaki di jalan Metro tanjung bunga bareng Anti. Waktu itu kita baru aja selesai mengikuti acara SEMARAK AL-Qur'an yang diadakan di tripple C alias CCC. jalan metro tanjung bunga tuh bukan jalur angkot or PT-pT. so kita musti carter, dan bayarnya 2 kali lipat tarif biasanya. so aku n Anti memutuskan untuk jalan kaki ke luar.
Sepanjang jalan kami terus-terusan ngoceh. sok lagi bawain acara jalan-jalan. oh iya, aku punya satu acara sama anti, namanya "Jejak kaki". dalam acara ini kami bertugas meliput perjalanan kami dan menceritakan apa saja yang ada di sekitar kami. Tentu saja aksi kami ini menarik perhatian beberapa pengendara bahkan penumpang yang berhasil mencarter mobil. Tak pelak lagi muka keheranan tergambar jelas di wajah mereka. mungkin mereka mikirnya kayak gini, "Wong edan, jalan kaki kok happy banget" ho..ho..ho.. belum tahu mereka kalo kita berdua baru aja kabur dari RS dadi. yang terobsesi jadi penyiar TV *nggak ding! prinsip kami kan "selalu ceria di mana aja"
Ternyata, jarak dari CCC ke jalan umum tuh nggak jauh-jauh amat. Perjalanan kami sore itu very-very nice. Udara nggak panas, langit rada-rada mendung, terus angin laut yang sepoy-sepoy menambah indahnya jalan bareng kami. duh... jadi kangen.
kami juga sempetin foto-foto loh. *kapan ya narsis nya ilang? hari itu kami agak lama nunggu angkot. soalnya pada penuh or nggak mengarah ke partam. pas dapet angkot eh... sopirnya ugal-ugalan. wal hasil sampe di rumah kepala jadi puyeng.
Meskipun sekarang aku dan nggak sama Anti. meskipun sekarang kita bedua udah jalan masing-masing, aku di sini dan Anti di kampung, tapi kenangan yang kami buat berdua selama kurang lebih 4 tahun di makassar, kan tetap ada di hatiku. Menemaniku di kala aku rindu padanya, sahabatku yang mengerti aku luar dan dalam.

Rabu, 04 Agustus 2010

kelas C


ini nih foto-foto teman kelas aku yang narsis-narsis. he..he..he..
moga-moga aja mereka nggak ngejitak palaku, atau menjotos wajahku yang ayu ini. (wah narsis lagi nih)
ayo tebak aku yang mana?

Minggu, 01 Agustus 2010

bad mood

malas banget masa udah capek capek nulis panjang kali lebar, kali tinggi kali luas kali dalam, eh... malah nggak tersave. padahal ceritanya seru banget lagi.
Arrggghhhhh!!! jadi Malas. kalo moodnya udah jelek kayak gini, biar di apain juga ga bakal balik kayak semula. aku nggak bisa bikin cerita yang sama sebanyak 2 kali. beda rasanya.
padahal aku pengen banget berbagi perassan ku itu dengan blog ku sayang. udah lah mungkin emng ga boleh diterbitin kali yah.

Kok Gitu Sih?

“anj***, BRENGSEK!!!”
Astagfirullah. Pagi-pagi kuping ku sudah dibuat panas mendengar ucapan yang bagiku sangat kasar. Apalagi diucapkan oleh seorang cewek, muslimah lagi. Salah seorang penghuni Kost Flora yang belum lama tinggal di kost kami terus-terusan mengomel sendiri di kamarx. Aku yang lagi menjemur pakain di hari minggu yang cerah ini, mau nggak mau harus mendengar ucapan kasar tersebut. Berkali-kali aku beristigfar karena berkali-kali pula ia melontarkan ucapan yang nggak enak di dengar.
Sebut saja R. Dia sedang sibuk menelpon ke sebuah no Hp, tapi tak ada Jawaban. Sementara, ia ingin segera mendapatkan kejelasan itulah yang membuatnya kesal..tapi apakah harus sampai mengeluarkan kata-kata kasar.
“ini orang tuli kah? Hp kok nggak di angkat-angkat! Dasar Anj***, tai kucing!”
Astagfirullah.
Semua kata-kata kasar terlontar dengan sangat mulus dari bibir anak itu. Entah siapa yang diteleponnya. Tapi beberapa menit kemudian terajawablah rasa penasaranku. Dan kenyataan ini membuatku geleng-geleng kepala sambil berdecak (emangx cicak?) Miris..
“Halo, Ma. Jadi pindah nggak sih?! Kalo nggak jadi aku mo belajar kelompok bareng kelompok”
Entah apa yang diucapkan mamax diseberang sana.
“Makanya cepetan! Dari tadi di telpon nggak diangkat-angkat! Cepat sudah..!”
Mungkin mamanya menjawab tadi ketiduran, soalnya R ngomongnnya gini, “Tidur terus, udah jam berapa ini?”
Astagfirullahaladzim.
Salah satu hal yang tidak aku sukai dan paling tidak aku suka adalah mendengar orang berkata kasar. Aku yang mendengarnya merasa seolah aku yang dikata-katai. Mungkin ini sebabnya aku nggak suka nonton sinetron, banyak sumpah serapahnya sih… Apalagi dibulan yang suci ini, bulan dimana seharusnya kita belajar untuk menahan hawa nafsu, bukan hanya makan dan minum, tetapi perkataan dan perbuatan yang tidak baik. Katakan yang baik atau diam.
Semoga kita tidak seperti R. Berbicara dengan orang tua sendiri terlebih lagi seorang ibu, seharusnya dengan perkataan yang lemah lembut, bukan dengan bentakan. Bagaimana pun ibu adalah orang yang paling besar pengorbanannya dalam hidup kita. Ibu yang rela menyabung nyawa saat melahirkan kita. Ibu yang salah satu kakinya sudah ada di kubur untuk memperjuangkan kita melihat dunia ini. Ibu yang dengan sabarnya mengurus kita, mulai dari bayi sampe gede. Tidak sepantasnya seorang ibu mendapat perlakuan yang tidak semena-mena dari seorang anak. (ini nih akibat terlalu berlebihan memanjakan anak).
Bukankah Allah telah menyampaikan hal ini dalam Qs. Luqman:14 yang artinya sbb:
Dan kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu- bapanya; ibunya Telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah- tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun[1180]. Bersyukurlah kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakmu, Hanya kepada-Kulah kembalimu.
Bersyukurlah kita yang masih mempunyai ibu, banyak orang yang ingin mendapat kasih sayang ibu tapi ibunya udah ga ada, atau yang sejak lahir udah nggak tau siapa ibunya. So, selagi masih punya ibu, perlakukanlah ibu kita dengan sebaik-baiknya. Karena ridha Allah terletak pada ridhanya ibu kita. Nah.. Mumpung lagi bulan suci, bulan dimana segala pahala amal ibadah kita dilipatgandakan, marilah kita berbuat kebaikan sebanyak-banyaknya, termasuk kepada ibunda kita.
Untuk ibuku yang tercinta… sungguh aku mencintaimu karena Allah. Terimakasih atas segala do’a dan kasih sayang yang kau berikan pada ku. Tak dapat kuhitung sudah berapa banyak pengorbanan yang kau lakukan demi aku. Ku tahu aku tak kan bisa membalas semua jasamu padaku. Karena itu aku akan berusaha untuk menjadi anak yang shaleh supaya bisa menjadi tabunganmu di akhirat kelak. Amin…
NB: tiga hal yang pahalanya terus mengalir kepada orang yang sudah wafat: sedekah jariah, ilmu yang bermanfaat, dan do’a anak yang saleh.

teman baru


hehehehe
aku baru aja abis buka-buka facebook. aku dapat teman baru loh. namanya nurul Azkiyah. mirip ma nama hijrahnya aku. orangnya manis, kayak aku. ho..ho..ho.. Narsis abis....tetep.
yap. sekarang aku mo cari teman sebanyak-banyaknya ga cuma yang ku kenal tapi juga dari luar (luar negeri kali yah.kayaknya boleh juga tuh).
ini dia fotonya.
menurut aku sih rada-rada mirip ma Anti, tapi kata kakak Ani nggak tuh.
berhubung sekarang aku mo ke BEM buat ambil SKKB bareng k Ani jadi blognya dipendingnya dulu yah...
oh iya aku sekarang lagi suka baca note haris Hirata hirowling. lucu abis, gokil punya. kayaknya bakal calon orang tenar deh. semoga sukses ya Ris...

Jumat, 30 Juli 2010

Syok Plus Happy

"Prenk,, prsiapkan waktu ta nh tgl 7-8-10 bwt dtng k prnikhnx Ijha ma k imo yg akan d adakan d rmhx Ijha..So bg yg wisuda tgl 5, jgn cpt2 pulkam okay.."
Degggg!!! jantungku berhenti berdetak. (nggak Ding!), aku tertegun membaca pesan yang tampil di layar hp kuw. Ija Mau nikah? sama Kak Imo?
Waktu itu aku baru saja tiba di kampus, belum hilang lelah ku berjalan dari kost malah kabar mengejutkan yang aku terima. Nggak tahu kenapa, rasanya pengen nangis. Terharu kali yah? Pelan-pelan kuatur nafasku yang masih memburu karena capek sekaligus syok. Aku nggak tahan untuk nggak ngasih tahu Anti. mo tau anti bilang apa?
"Innalillah. eh maksudnya barakallah. Tapi tapi tapi kok bisa Ija ma kak Imo. jangan-jangan dijodohin ma dosen-dosen di jurusan mu lagi."
Aku tak membalas 'tuduhannya' itu. Memang sih sudah menjadi rahasia umum kalau di jurusanku pemuda-dan pemudi nya saling dijodohkan. katanya kenapa harus dari luar kalo ada orang dalam.
hari itu, topik yang menjadi pembahasan hangat di jurusanku adalah K Imo dan Ija. Bukan hanya di kalangan mahasiswa kelas C 2006 tapi juga di angkatan lain, asisten-asisten bahkan dosen-dosen.
Waktu aku di minta tolongi oleh salah seorang dosen di jurusanku untuk memintakan nomor surat di k Imo, aku jadi salah tingkah sendiri. Aku mo menghadapi kak imo dengan cara yang bagaimana yah? loh kok jadi aku yang grogi, harusnya kak imo yang grogi. Ada-ada aja. Di ruang administrasi aku berusaha mencari kecocokan antara temanku hadijah dengan K Imo melalui foto-foto asisten Administrasi yang ada di ruangan tersebut. setelah berkali-kali menatap dengan seksama foto itu. Akhirnya dengan helaan nafas yang berat aku mengatakan pada diriku sendiri.
"Yah... boleh lah" (nggak ikhlas banget deh kayaknya)
bukan gitu, fren. Aku nggak pernah bayangin seorang Ija yang bodinya imut-imut, manis, dan santun meskipun kadang nyebelin bisa berjodoh dengan seorang K Imo yang aku yakin semua orang akan bilang dia nyebelin, rese suka bikin orang kecele, bodinya agak tinggi besar, dan agak manis sih sebenarnya.adduh. Pokoknya bener-bener nggak kebayang deh. (Sewot banget ya)
Namanya juga jodoh, nggak bisa ditebak, tadinya dikira bakal sama si A eh ternyata jadinya sama si B. Aku Jadi kepikiran seseorang. Kira-kira gimana ya perassannya pas tau ija bakal merid ma k Imo bukan dengan dirinya. Yang sabar ya Fren. pasti ada yang lebih baik. (halah Sok Tua)
However, aku turut bahagia mendengar kabar ini. Bahagia banget malah. Sampe mo nangis saking bahagianya. Satu lagi teman ku yang akan menyempurnakan sepaurh dari agamanya.
Bwt Ija dan K imo : Semoga bisa menjadi keluarga yang SaMaRa "Sakinah ma waddah wa rahmah"
Habis ini, siapa lagi ya? hmmmmmmmmm.......

Kamis, 22 Juli 2010

hiks..hiks... apa yang aku takutkan akhirnya terjadi juga. Alhamdulillah skripsi ku sudah kelar. tapi kelar doank. kedua pembimbing ku sama-sama sibuk. Mereka terus-terusan nuntut penyelesaian studyku tapi mereka sama sekali nggak ada waktu bwt baca skripsi yang telah ku buat dengan penuh perasaan. padahal pembayaran SPP sudah berlangsung.
aku pusing banget. kepalaku rasanya mo pecah memikirkan semua masalah yang menghampiriku belakangan ini. aku harus bisa menyelesaikan studyku sebelum tanggal 9 Agustus 2010 karena kalau tidak, aku harus membayar SPP untuk 1 semester ke depan sebesar Rp 675.000.belum lagi sewa kost yang naik sampai 3jeti. untung lah ummy ku mau ngerti, katanya nggak papa.
baru aja mama nelpon, aku terharu banget waktu beliau bilang, berusaha saja nak. begitu memang itu urusan. nggak selalu mudah. mau di apa kalo memang nggak bisa selesai pada waktunya. sabar. aku nggak tahan buat nggak nangis