Rabu, 01 September 2010

Math C 06: Jejak-jejak Makna, serta Cinta dan Syukur.

Habis ngeliat foto-foto bareng teman kelas rasanya kok sedih ya? Gaya mereka sih bikin aku ketawa karena pada aneh, lucu dan narsis abis. Nggak terasa udah 4 tahun kami sama-sama. Meskipun yang intensifnya tuh cuma 3 tahun. Kuliah bareng-bareng, nunggu dosen bareng-bareng, Kerja tugas bareng, apalagi kalo yang udah nggak ketolong, pasti dikasi ma Iswandi terus di copy paste. Wandi benar-benar berjasa waktu kami mahasiswa yang otaknya pas-pasan pada sok memprogram MK stural (Struktur Aljabar) yang lebih banyak pembuktian. Kayaknya jawaban anak2 satu kelas tuh pada nyatat punya dia yang udah di foto copy. Setiap pekan selama satu semester, usai kuliah aljabar pasti tempat fotocopy pada ramai oleh kami mahasiswa berseragam hitam putih sambil cekikian sana sini. He..he..he… thanks ya Wandi.
Ini dia foto-foto mereka




Liat aja. Dari gaya mereka yang rela jungkir balik n numpuk-numpuk di bangku kuliah, bahkan ada yang sampe rela ngelepasin headset (meskipun hasratnya-untuk ikutan bergaya- nggak kesampean). Keliatan banget kan kalo mereka gipo alias gila photo abis. Ck..ck…ck… teman-teman ku yang narsis. tobat…tobat…

Yang diatas itu adalah para model sukarela, bisa diandelin buat promo iklan apa saja, Anda berminat? 


Liat nih Jaket baru ku.. Cuma 80 rb loh…..

Nah yang sibuk mamerin jaket persatuannya kelas C itu yang namanya Wandi. Someone smart in study but lemot in plesetan. Iya, dia tuh paling nggak bisa main plesetan kata. Lama mikirnya. Ternyata si einsten kami yang satu ini emang udah di program untuk nyelesaiin soal matematika, bukan soal plesetan. Maap ye…

Acara pernikahan salah satu teman kelas ku Rosdiana (kiri), ini namanya kawin kembar. teman-teman pada turut bahagia karena kebagian makanan gratis dan juga momen berharga untuk FOTO-FOTO

Hiks jadi kangen ma teman-teman semuanya, kangen ma kebersamaan mereka, kangen sama cerita lucu dan keisengan mereka. Meskipun aku jarang banget gabung sama mereka karena kesibukanku di prodi, tapi aku senang kalo ngeliat mereka ngumpul. Rasanya aku berada di tengah-tengah mereka.



Saat ini sebagian besar teman kelas ku sudah kelar kuliahnya alias S.Pd. tinggal beberapa orang yang belum. Udah jarang ngumpul-ngumpul kayak dulu soalnya dan pada balik ke kampong masing-masing. Hiks. Sedih juga. Nggak kebayang sebelumnya kalo ternyata 4 tahun itu adalah waktu yang singkat untuk kebersamaan yang indah.
Buat seluruh teman-teman kelas C.. Aku bersyukur bisa kenal dengan kalian semua. kenangan bersama kalian akan tersimpan rapi di dalam memoriku. menjadi satu asset yang nggak akan bisa tergantikan oleh apa pun. karena kalian Istimewa. selamat atas kelulusan kalian. semoga kebersamaan kita selama 4 tahun di kelas C matematika UNM ini bukanlah hal sia-sia. Bersama kalian aku merasa bahwa kita tak pernah benar-benar sendiri.

Lagu untuk persahabatan by: Rain
hidup tak lagi terasa sepi, malam pun tak lagi terasa sunyi
ketika ada teman yang peduli, dan mau untuk untuk berbagi
kesedihan pun terganti tawa, kebimbangan pun terhapus sirna
ketika ada sahabat setia, yang mampu sembuhkan luka..
tiada yang abadi di dunia tiada yang kekal selamanya
coba dengarkan petuah dari mereka semua
kita hidup di dunia hanya sementara
dan tak ka nada yang sanggup untuk tetap bertahan
kecuali cinta dan persahabatan.
Pastikan ada teman yang peduli dan mau untuk berbagi

Senin, 30 Agustus 2010

Keracunan Keong

Dedew baru aja pindah dari kost Flora. yah... berkurang lagi deh personil flora ceria.
Dedew pindah di kost yang dijuluki kost 'gudang'. Yah... mungkin karena kosannya nampung orang2 bekas kayak dedew (bekas Flora) he..he..he *dipelototin mata kucingnya dedew yang siap nelan aku. ampun dew, jangan makan aku.
Kondisi kost ini sangat bertolak belakang dengan kost Flora. misalnya nih ya, Kalo kost Flora cuma di huni oleh para cewek2 sok imut, nah di 'gudang' personilnya nambah cowok2 yang ga ku kenal. ya iyalah..
ada lagi nih, di Flora ada peraturan nggak boleh muter musik keras2, karena kami bersepakat bahwa nggak semua yang kita sukai juga disukai oleh orang lain, seperti suara musik termasuk aku.
2 hal ini yanglah yang menjadi bumerang bwt dewi di kost barux.
alkisah, kamar dewi tepat bersebelahan dengan kamar seorang cowok yang terkesan pendiam dan angkuh. bweh bahasanya... malam pertama dewi nggak bisa tidur. gimana bisa tidur kalo tetangga kamarnya muter musik keras-keras pake salon (speaker besar itu loh, bukan tempat potong rambut) pula. ck..ck..ck.. serasa rumah sendiri aja. belum lagi lagu yang diputar (keong racun dan cinta satu malam). itu terus yang diulang2. Dedew benar2 tersiksa. Pasalnya suaranya keras banget, tepat di kepala dedew. berkali2 dedew mencoba memberi teguran dengan cara mengetuk dinding pembatas yang terbuat dari tripleks. tapi yang ditegur tetap nggak ngeh juga. gimana mo dengar, kalo suara musiknya ngalahin suara ketukan.
Akhirnya dedew mencoba pasrah. perlahan-lahan rasa pusing mulai menjalar dikepalanya, "duh mual, Hoek!" dedew mo muntah.
"TIDAK!!!!! AKU KERACUNAN KEONG BERACUN, HIKS..HIKS..HIKS..." tangis sesal Dedew pengen balik ke Flora.

gara-gara tragedi BHP

Masih ngelanjutin tragedi BHP alias benda hitam panjang.
Di hari yang sama, abis dari TKK aku dan Rara melaju ke Jl. Landak. kami akan ke rumah K silvia Adelina untuk mengambil barang yang akan disumbangkan selanjutnya. kami berdua sama-sama belum pernah datang ke sana. Melaui pesan yang dikirim oleh kak Salwa ,kami memperoleh alamat Kak Silvia.
"Jl. landak Inspeksi Kanal no 11, Graha quality, sebelum jembatan merah sebelah kanan"
Berbekal pengetahuan itu, dua gadis yang tangguh ini pun mulai beraksi.
"Brummmm" Rara mulai melarikan motornya, sesampainya di jalan veteran bukannya terus ke jalan di depan kami, Rara malah membelokkan motornya ke kanan mengikuti arus kendaraan yang menuju ke Parang tambung.
"loh, Ra'?Kok nggak terus aja?"
"Nggak bisa, jalurnya searah, bukan dua arah" Jawabnya.
"masa' sih?" perasaanku mengatakan nggak gitu, karena aku pernah berkendara dengan Nurul (rekan ku di Prodi)melalui jalur itu. Bisa kok. Dengan rasa tak percaya, aku memperhatikan arus kendaraan yang keluar dan masuk jalan Landak. what! masuk?! it means that...
"Ra' bisa kok, tuh mobil yang dari Veteran bisa masuk kok"
"Ah yang benar?" ucap Rara setengah percaya. Tapi akhirnya di ujung jalan veteran Rara punmemutar motornya. terus melewati jalan landak, terus belok lagi ke jalan Landak.
"ya! putaran kedua..."seruku. Nggak tahu kenapa aku kok suka banget ya ngusilin Rara?
kami pun tiba di jembatan yang kami duga jembatan yang berada di atas kanal.
"stop! stop! stop!" seru ku sotoy. Rara pun menghentikan motorx.
"btw, ada 4 jalan di samping kanal, mana jalan yang benar?"
"ntar dulu, aku mo baca do'a: ihdinasiratal mustaqim" itu yang kuharap akan dikatakan oleh Rara. Tapi ternyata nggak gitu.
setelah capek celingak-celinguk dan membuat deduksi yang nggak masuk akal, akhirnya Rara memutuskan menelpon kak Silvia Adelina. Jiaaahh!!! kenapa nggak dari tadi aja?
"Assalamu alaykum"
"waalykum salam" jawab suara di sebarang sana.
"Kak,kami udah ada di dekat jemabatan, yang mana di sini jalan ke rumah ta'?" tanya Rara. aku masih sibuk melihat ke sana kemari, tapi kali ini lebih hati2, takut tragedi BHP terulang lagi."Tak akan terulang lagi.. semu..wa... kesalahanku..." sayup-sayup terdengar suara merdu mas Afgan.
Kak silvia sibuk menjelaskan ke Rara lokasi rumahnya, Rara nggak ngeh-ngeh juga. Aku berkali-kali nyeletuk. Dan anehnya Rara mengucapkan kembali kata-kata yang ku celetukin. Kasihan Rara...
"apa, kak? Graha Polisi?"
What?! aku tersentak demi mendengar ucapan Rara. "hush! bukan graha Polisi,neng! Graha Quality" ucapku meluruskan.
"oh.. Graha Quality"
"Ra' tanyain, gimana bentuk gerbangnya?" saranku sambil mondar-mandir diantara 2 tiang listrik, tempat kami memarkir motor.
"eh, katanya yang ada tiang warna biru" Rara memberitahuku.
"lah ini tiang warna biru" tunjukku pada tiang listrik yang ku maksud tadi. Rara kembali ber oo... ria. ia kembali bertanya, "terus kak?"
aku iseng iseng memperhatikan tiang biru itu, dan aku terpana dengan temuanku.
"Ra'! ini tuh ada tulisannya Graha quality" aku menunjuk pada tulisan kecil di pinggir tiang. Rara menoleh, dan melihat ke Atas.
"astagfirullah ini nih gerbangnya. Liat di atas" ucap rara,"udah kak, udah ketemu, assalamaualaykum" lanjutnya seraya memutuskan hubungan telp dengan kak silvia.
HA...di situ tertulis gede-gede "GRAHA QUALITY"
Aku tercengang. Ternyata dari tadi kami sudah nongkrong di bawah gerbang kompleks Graha quality. Tiang yang kukira tiang listrik ternyata Tiang gerbang. Saking sibuknya melihat ke kiri, kanan depan dan belakang, kami sampai tidak memperhatikan tulisan di atas kami. Ini semua gara2 BHP..

Minggu, 29 Agustus 2010

Tragedi BendaHitam Panjang

Hari ini abis shalat subuh aku nggak tidur lagi, cz Rara minta ditemenin ngecek lokasi kebakaran di jalan Garuda. Aku dengan senang hati menyambut tawaran Rara, kebetulan aku pengen tahu lokasi tepatx, cz aku penasaran banget sama keadaanx Ika rahayu.
Bismillah, alhamdulillah kasani hadzassauba warazaqni haulimminni wa la kuwwatin. Loh,itu kan doa berpakaian. padahal sekarang kan aku mo naik kendaraan.
"Ra', doa naik kendaraan gimana lagi? aku lupa? masa' aku bacanya doa berpakaian"
rara cengengesan "Bismillah, alhamdulillah, subhanalladzi sakhkharalana wama kunnalahu mukrinina wa inna ila rabbina la munkalibun"
oh iya, baru ngeh.
motor pun dijalankan oleh rara. dengan semangatnya aku berseru, "mari kita robek keheningan pagi ini dengan deruman motor kita, ha..ha..ha..." ala pangeran bertopengx sinchan.
rara cengengesan.
jalanan masih sepi. wajarlah masih pagi banget. udara juga masih bersih. rara menyuruhku membuka scraf yang kupakai menutup hidung ku katanya udara pagi baik untuk kesehatan. A sa...h
sesampainya di TKK (tempat kejadian kebakaran, kami bingung sendiri mo ngapain. akhirnya kamibertanya kepada salah seorang warga yang menjadi korban kebakaran mengenai orang yang dapat ditemui untuk menyalurkan bantuan, soalnya saat itu aku dan rara bawa 2 kantong pakaian besar, cuman bingung aja gimana baginya ke warga. kami pun di antar ke rumah pak Rosidi, dari situ kami disuruh membawa ke Bu' rasma. di sinilah tragedi itu terjadi.
saat Rara sedang berbicara dengan bu' Rasma, mataku asyik memandang keadaan di lokasi tersebut. tanpa sengaja mataku menangkap sesuatu yang tergantung, berwarna hitam dan aneh di samping rumah Bu' rasma. Astagfirullah seorang pria yang tidak kulihat wajahnya sedang memparbaiki sarung yang dikenakannya sebagai pakaian , dan tragisx dia tidak mengenakan pakain dalam. dan oMG... tidak!!!!!!! aku menutup wajahku dengan helm dengan isak tertahan. Rara heran dengan sikapku ini. "kenapa, Ga'?" aku tak mampu menjawabnya di tempat itu. aku malu. aku Syok. aku takut... Oh tuhan.. apa yang sudah ku lihat????
di motor aku terus-terusan menjerit, aku nggak terima! aku berharap tidak melihat benda menjijikkan itu, hu..hu..hu...
Rara kembali tertawa ketika kuceritakan hal tersebut. "oo... jadi itu sebabnya kamu nutup muka pake helm di tempat tadi?"
"he..eh"
"ha..ha..ha.. hati-hati loh bisa -bisa hilang semua hapalan surah mu" aku tergugu mendengarnya.
Ya Allah... ampuni aku karena telah melihathal yang tidak sepantasnya ku lihat. aku benar-benar nggak sengaja. kalau boleh memilih, aku justru memilih tidak melihatnya.

Tangisan si Rara

Kisah ini terjadi pada hari ahad tanggal 29 agustus 2010. Aku ngasih liat rara film tentang anak-anak kost flora yang kubuat di picasa movie maker. Film itu berisi kumpulan foto-foto anak2 flora sejak tahun 2008 ampe 2010. Kebersamaan yang dilewatibersama, makan bareng, nobar, kerja bakti, dandan asal-asalan, dan beragam aktivitas narsis lainnya. Waktu liat video itu rara ketawa-ketawa terus.
Tapi hal berbeda terjadi ketika ku perluhatkan film foto-foto ku ma Anti, dengan soundtrack lagunya Mytha “tentang mimpiku”. Baru di awal-awal dia udah bilang, “kayak sedih?”
Aku hanya mengangguk.aku terus aja ngoceh, menceritakan ini dan itu, kepada rara yang baring di ranjang di belakangku. Sayup-sayup kudengar isak tangis di balik punggungku.
“hiks..hiks,,”
Aku menoleh, “Rara?! Kamu nangis? Ya ampun, Ra’. Cup..cup…”
Tangisnya semakin menjadi-jadi dengan raungan yang memekakkan telinga, *nggak ding!
“Aku keingat Anti, hiks”
Aku nggak pernah nyangka reaksi Rara bakal kayak gitu banget. Cz aku aja nggak nangis ngeliatnya. (nangisx udah waktu tgl 4 agustus). Aku jadi pengen nagis ngeliat rara. Ternyata rara mendadak ingat Anti pas ngeliat foto-foto itu. Bukan maen, matax bengkak loh…
Aku nggak tahu apa maksud tangisan rara, dia kangen atau kasian ma Anti. “Wusshhh.. “ dilempar uang ma Anti. He..he.. he.. ngarep.
Anti, ternyata bukan Cuma aku aja yang merasa kehilangan mu. Semoga kau tenang di sana.
(“apaan seeh?”)

Sabtu, 28 Agustus 2010

Selesai Lagi Satu Masalah

Kalau ada yang nanya gimana perasaanku saat ini, jawabannya aku sangat…sangat bahagia. Alhamdulillah aku dah selesai seminar hasil. Meskipun rasanya kayak mimpi tapi itu adalah kenyataan. yah… beres lagi satu masalah, beban di pundak berkurang sedikit.
Penguji 1 ku adalah Dr. Djadir, M.Pd. Pertanyaan yang diajukan tidak begitu berat, hanya berkisar masalah penelitian, rumusan masalah, indicator, dan hasil. Seminar ku berlangsung sangat singkat dan mulus. Nggak sampai 10 menit. Lebih lama nunggu penguji dari pada seminarx. Aku bersyukur pada ALLAH atas kemudahan yang diberikan oleh-Nya. Padahal sejak kemarin sore aku sudah nerveous banget. Nggak bisa makan dan tidur. Selalu memikirkan skripsi. Gimana kalo nggak bisa jawab? Gimana kalo aku malu-maluin. ternyata nggak sesulit apa yang aku bayangin. Alhamdulillah…
Aku berterima kasih banget pada orang-orang yang telah mendoakanku dan memberiku semangat. Buat mama tersayang, Anti, kak Hur, Kak Alya (atas kuenya), Dewi, Rara, Husni, kak Akfiyah, dan Sahlan. Untuk nama yang terakhir ini tiba-tiba aja muncul, kebetulan aku dan dia sama-sama lagi ngurusin map biru sejak hari jumat lalu. Ups hampir lupa, thanks juga bwt adikku Ayu, yang setia nemenin kakaknya seminar.
Nggak pernah terbayang di kepalaku bagaimana bentuk seminarku. Tanpa pembimbing, tanpa power point, tanpa peserta, tanpa presentasi, tanpa baju hitam putih. Seminar yang paling nyantai kayaknya deh. Rasanya seperti cuma diskusi-diskusi biasa dengan bapak. Teman-teman aja pada heran ketika tahu aku sudah seminar, ceritanya kan mereka pada pergi makan, trus waktu pulang, aku telah selesai. Adikku aja bengong waktu tahu aku udah selesai ujiannya.
Pak Djadir memberiku nilai, 3.6, bu Aswi: 3,7, mudah-mudahan pak nurdin juga ngasih nilai di atas 3,5. Pak nurdin belum ngasih aku nilai. Aku bahkan udah nunggu sampai jam 5.15 pm. Mungkin sibuk. Tapi aku nggak mau ngerusak kebahagiaanku dengan memikirkan pak Nurdin. Insyaallah besok ketemu. Pokoknya diusahain. Moga aja pekan depan aku udah bisa jadi S.Pd (Sarjana Pendidikan) Matematika.
Aku bahagia karena punya orang yang care sama aku, meskipun mereka nggak ada di dekatku, tapi do’a mereka selalu menemani kapan pun dan dimanapun. Aku sadar aku tak kan mungkin sanggup melewati semua ini tanpa do’a dan dukungan dari mereka sebagai wujud kasih sayang mereka kepada ku.
Terima kasih ya allah kau hadirkan mereka dalam hidupku. sayangilah mereka sebagaimana mereka menyayangiku, karena aku aku takkan sanggun membalas kasih sayang mereka kepadaku.
NB: Doanya malor mujarab terutama yang bunyinya: “….dalam tempo yang sesingkat-singkatnya”

Kamis, 26 Agustus 2010

Buku tamu

Duh... Rara mana sih? Janjinya kan mo jemput abis shalat asar. tapi sekarang udah jam setengah lima dia belum datang-datang juga. mana pantat ku dah sakit banget lagi duduk selama 6 jam depan komputer prodi. untung aja internet lagi connect. so aku bisa blogging dulu.
oh iya, aku baru aja nambahin buku tamu di blog aku. bagi siapa saja yang baca blog aku, tolong di kasih commentnya ya, buat masukan buat aku sekaligus untuk membesarkan hati bahwa ternyata ada orang yang baca blog ku.
sebenarnya saat membuat blog ini, niatnya cuma sebagai 'pelampiasan' segala unek-unekku yang ga bisa ku ceritakan sama orang lain yang kenal ma aku. Tapi toh akhirnya ada juga yang tau blog ini. ya nggak papa lah sekalian latihan menulis.
rara belum datang, kak hur alias Indigo minta di tungguin. gimana nih? kalo rara datang, ndigo musti jalan sendirian deh, soalnya kan aku dibonceng ma Rara. duh... rara cepet donk. biar aku nggak merasa bersalah sama Indigo.
Kangen... kangen... banget ma sahabat-sahabat kuw. Fera, Anti, iin, Ika, hallimah, Ika, dan semuanya. aku berdoa semoga mereka baik-baik aja di manapun mereka berada. khususnya ika rahayu dan keluarga yang tempat tinggalnya dekat sama tempat kebakaran besar baru2 ini,. semoga selamat. sampai saat ini aku belum dengar kabar apapun dari nya. hpx ga aktif.
aah.... capek cuap-cuap. udah dulu yah... bye

Rabu, 01 September 2010

Math C 06: Jejak-jejak Makna, serta Cinta dan Syukur.

Habis ngeliat foto-foto bareng teman kelas rasanya kok sedih ya? Gaya mereka sih bikin aku ketawa karena pada aneh, lucu dan narsis abis. Nggak terasa udah 4 tahun kami sama-sama. Meskipun yang intensifnya tuh cuma 3 tahun. Kuliah bareng-bareng, nunggu dosen bareng-bareng, Kerja tugas bareng, apalagi kalo yang udah nggak ketolong, pasti dikasi ma Iswandi terus di copy paste. Wandi benar-benar berjasa waktu kami mahasiswa yang otaknya pas-pasan pada sok memprogram MK stural (Struktur Aljabar) yang lebih banyak pembuktian. Kayaknya jawaban anak2 satu kelas tuh pada nyatat punya dia yang udah di foto copy. Setiap pekan selama satu semester, usai kuliah aljabar pasti tempat fotocopy pada ramai oleh kami mahasiswa berseragam hitam putih sambil cekikian sana sini. He..he..he… thanks ya Wandi.
Ini dia foto-foto mereka




Liat aja. Dari gaya mereka yang rela jungkir balik n numpuk-numpuk di bangku kuliah, bahkan ada yang sampe rela ngelepasin headset (meskipun hasratnya-untuk ikutan bergaya- nggak kesampean). Keliatan banget kan kalo mereka gipo alias gila photo abis. Ck..ck…ck… teman-teman ku yang narsis. tobat…tobat…

Yang diatas itu adalah para model sukarela, bisa diandelin buat promo iklan apa saja, Anda berminat? 


Liat nih Jaket baru ku.. Cuma 80 rb loh…..

Nah yang sibuk mamerin jaket persatuannya kelas C itu yang namanya Wandi. Someone smart in study but lemot in plesetan. Iya, dia tuh paling nggak bisa main plesetan kata. Lama mikirnya. Ternyata si einsten kami yang satu ini emang udah di program untuk nyelesaiin soal matematika, bukan soal plesetan. Maap ye…

Acara pernikahan salah satu teman kelas ku Rosdiana (kiri), ini namanya kawin kembar. teman-teman pada turut bahagia karena kebagian makanan gratis dan juga momen berharga untuk FOTO-FOTO

Hiks jadi kangen ma teman-teman semuanya, kangen ma kebersamaan mereka, kangen sama cerita lucu dan keisengan mereka. Meskipun aku jarang banget gabung sama mereka karena kesibukanku di prodi, tapi aku senang kalo ngeliat mereka ngumpul. Rasanya aku berada di tengah-tengah mereka.



Saat ini sebagian besar teman kelas ku sudah kelar kuliahnya alias S.Pd. tinggal beberapa orang yang belum. Udah jarang ngumpul-ngumpul kayak dulu soalnya dan pada balik ke kampong masing-masing. Hiks. Sedih juga. Nggak kebayang sebelumnya kalo ternyata 4 tahun itu adalah waktu yang singkat untuk kebersamaan yang indah.
Buat seluruh teman-teman kelas C.. Aku bersyukur bisa kenal dengan kalian semua. kenangan bersama kalian akan tersimpan rapi di dalam memoriku. menjadi satu asset yang nggak akan bisa tergantikan oleh apa pun. karena kalian Istimewa. selamat atas kelulusan kalian. semoga kebersamaan kita selama 4 tahun di kelas C matematika UNM ini bukanlah hal sia-sia. Bersama kalian aku merasa bahwa kita tak pernah benar-benar sendiri.

Lagu untuk persahabatan by: Rain
hidup tak lagi terasa sepi, malam pun tak lagi terasa sunyi
ketika ada teman yang peduli, dan mau untuk untuk berbagi
kesedihan pun terganti tawa, kebimbangan pun terhapus sirna
ketika ada sahabat setia, yang mampu sembuhkan luka..
tiada yang abadi di dunia tiada yang kekal selamanya
coba dengarkan petuah dari mereka semua
kita hidup di dunia hanya sementara
dan tak ka nada yang sanggup untuk tetap bertahan
kecuali cinta dan persahabatan.
Pastikan ada teman yang peduli dan mau untuk berbagi

Senin, 30 Agustus 2010

Keracunan Keong

Dedew baru aja pindah dari kost Flora. yah... berkurang lagi deh personil flora ceria.
Dedew pindah di kost yang dijuluki kost 'gudang'. Yah... mungkin karena kosannya nampung orang2 bekas kayak dedew (bekas Flora) he..he..he *dipelototin mata kucingnya dedew yang siap nelan aku. ampun dew, jangan makan aku.
Kondisi kost ini sangat bertolak belakang dengan kost Flora. misalnya nih ya, Kalo kost Flora cuma di huni oleh para cewek2 sok imut, nah di 'gudang' personilnya nambah cowok2 yang ga ku kenal. ya iyalah..
ada lagi nih, di Flora ada peraturan nggak boleh muter musik keras2, karena kami bersepakat bahwa nggak semua yang kita sukai juga disukai oleh orang lain, seperti suara musik termasuk aku.
2 hal ini yanglah yang menjadi bumerang bwt dewi di kost barux.
alkisah, kamar dewi tepat bersebelahan dengan kamar seorang cowok yang terkesan pendiam dan angkuh. bweh bahasanya... malam pertama dewi nggak bisa tidur. gimana bisa tidur kalo tetangga kamarnya muter musik keras-keras pake salon (speaker besar itu loh, bukan tempat potong rambut) pula. ck..ck..ck.. serasa rumah sendiri aja. belum lagi lagu yang diputar (keong racun dan cinta satu malam). itu terus yang diulang2. Dedew benar2 tersiksa. Pasalnya suaranya keras banget, tepat di kepala dedew. berkali2 dedew mencoba memberi teguran dengan cara mengetuk dinding pembatas yang terbuat dari tripleks. tapi yang ditegur tetap nggak ngeh juga. gimana mo dengar, kalo suara musiknya ngalahin suara ketukan.
Akhirnya dedew mencoba pasrah. perlahan-lahan rasa pusing mulai menjalar dikepalanya, "duh mual, Hoek!" dedew mo muntah.
"TIDAK!!!!! AKU KERACUNAN KEONG BERACUN, HIKS..HIKS..HIKS..." tangis sesal Dedew pengen balik ke Flora.

gara-gara tragedi BHP

Masih ngelanjutin tragedi BHP alias benda hitam panjang.
Di hari yang sama, abis dari TKK aku dan Rara melaju ke Jl. Landak. kami akan ke rumah K silvia Adelina untuk mengambil barang yang akan disumbangkan selanjutnya. kami berdua sama-sama belum pernah datang ke sana. Melaui pesan yang dikirim oleh kak Salwa ,kami memperoleh alamat Kak Silvia.
"Jl. landak Inspeksi Kanal no 11, Graha quality, sebelum jembatan merah sebelah kanan"
Berbekal pengetahuan itu, dua gadis yang tangguh ini pun mulai beraksi.
"Brummmm" Rara mulai melarikan motornya, sesampainya di jalan veteran bukannya terus ke jalan di depan kami, Rara malah membelokkan motornya ke kanan mengikuti arus kendaraan yang menuju ke Parang tambung.
"loh, Ra'?Kok nggak terus aja?"
"Nggak bisa, jalurnya searah, bukan dua arah" Jawabnya.
"masa' sih?" perasaanku mengatakan nggak gitu, karena aku pernah berkendara dengan Nurul (rekan ku di Prodi)melalui jalur itu. Bisa kok. Dengan rasa tak percaya, aku memperhatikan arus kendaraan yang keluar dan masuk jalan Landak. what! masuk?! it means that...
"Ra' bisa kok, tuh mobil yang dari Veteran bisa masuk kok"
"Ah yang benar?" ucap Rara setengah percaya. Tapi akhirnya di ujung jalan veteran Rara punmemutar motornya. terus melewati jalan landak, terus belok lagi ke jalan Landak.
"ya! putaran kedua..."seruku. Nggak tahu kenapa aku kok suka banget ya ngusilin Rara?
kami pun tiba di jembatan yang kami duga jembatan yang berada di atas kanal.
"stop! stop! stop!" seru ku sotoy. Rara pun menghentikan motorx.
"btw, ada 4 jalan di samping kanal, mana jalan yang benar?"
"ntar dulu, aku mo baca do'a: ihdinasiratal mustaqim" itu yang kuharap akan dikatakan oleh Rara. Tapi ternyata nggak gitu.
setelah capek celingak-celinguk dan membuat deduksi yang nggak masuk akal, akhirnya Rara memutuskan menelpon kak Silvia Adelina. Jiaaahh!!! kenapa nggak dari tadi aja?
"Assalamu alaykum"
"waalykum salam" jawab suara di sebarang sana.
"Kak,kami udah ada di dekat jemabatan, yang mana di sini jalan ke rumah ta'?" tanya Rara. aku masih sibuk melihat ke sana kemari, tapi kali ini lebih hati2, takut tragedi BHP terulang lagi."Tak akan terulang lagi.. semu..wa... kesalahanku..." sayup-sayup terdengar suara merdu mas Afgan.
Kak silvia sibuk menjelaskan ke Rara lokasi rumahnya, Rara nggak ngeh-ngeh juga. Aku berkali-kali nyeletuk. Dan anehnya Rara mengucapkan kembali kata-kata yang ku celetukin. Kasihan Rara...
"apa, kak? Graha Polisi?"
What?! aku tersentak demi mendengar ucapan Rara. "hush! bukan graha Polisi,neng! Graha Quality" ucapku meluruskan.
"oh.. Graha Quality"
"Ra' tanyain, gimana bentuk gerbangnya?" saranku sambil mondar-mandir diantara 2 tiang listrik, tempat kami memarkir motor.
"eh, katanya yang ada tiang warna biru" Rara memberitahuku.
"lah ini tiang warna biru" tunjukku pada tiang listrik yang ku maksud tadi. Rara kembali ber oo... ria. ia kembali bertanya, "terus kak?"
aku iseng iseng memperhatikan tiang biru itu, dan aku terpana dengan temuanku.
"Ra'! ini tuh ada tulisannya Graha quality" aku menunjuk pada tulisan kecil di pinggir tiang. Rara menoleh, dan melihat ke Atas.
"astagfirullah ini nih gerbangnya. Liat di atas" ucap rara,"udah kak, udah ketemu, assalamaualaykum" lanjutnya seraya memutuskan hubungan telp dengan kak silvia.
HA...di situ tertulis gede-gede "GRAHA QUALITY"
Aku tercengang. Ternyata dari tadi kami sudah nongkrong di bawah gerbang kompleks Graha quality. Tiang yang kukira tiang listrik ternyata Tiang gerbang. Saking sibuknya melihat ke kiri, kanan depan dan belakang, kami sampai tidak memperhatikan tulisan di atas kami. Ini semua gara2 BHP..

Minggu, 29 Agustus 2010

Tragedi BendaHitam Panjang

Hari ini abis shalat subuh aku nggak tidur lagi, cz Rara minta ditemenin ngecek lokasi kebakaran di jalan Garuda. Aku dengan senang hati menyambut tawaran Rara, kebetulan aku pengen tahu lokasi tepatx, cz aku penasaran banget sama keadaanx Ika rahayu.
Bismillah, alhamdulillah kasani hadzassauba warazaqni haulimminni wa la kuwwatin. Loh,itu kan doa berpakaian. padahal sekarang kan aku mo naik kendaraan.
"Ra', doa naik kendaraan gimana lagi? aku lupa? masa' aku bacanya doa berpakaian"
rara cengengesan "Bismillah, alhamdulillah, subhanalladzi sakhkharalana wama kunnalahu mukrinina wa inna ila rabbina la munkalibun"
oh iya, baru ngeh.
motor pun dijalankan oleh rara. dengan semangatnya aku berseru, "mari kita robek keheningan pagi ini dengan deruman motor kita, ha..ha..ha..." ala pangeran bertopengx sinchan.
rara cengengesan.
jalanan masih sepi. wajarlah masih pagi banget. udara juga masih bersih. rara menyuruhku membuka scraf yang kupakai menutup hidung ku katanya udara pagi baik untuk kesehatan. A sa...h
sesampainya di TKK (tempat kejadian kebakaran, kami bingung sendiri mo ngapain. akhirnya kamibertanya kepada salah seorang warga yang menjadi korban kebakaran mengenai orang yang dapat ditemui untuk menyalurkan bantuan, soalnya saat itu aku dan rara bawa 2 kantong pakaian besar, cuman bingung aja gimana baginya ke warga. kami pun di antar ke rumah pak Rosidi, dari situ kami disuruh membawa ke Bu' rasma. di sinilah tragedi itu terjadi.
saat Rara sedang berbicara dengan bu' Rasma, mataku asyik memandang keadaan di lokasi tersebut. tanpa sengaja mataku menangkap sesuatu yang tergantung, berwarna hitam dan aneh di samping rumah Bu' rasma. Astagfirullah seorang pria yang tidak kulihat wajahnya sedang memparbaiki sarung yang dikenakannya sebagai pakaian , dan tragisx dia tidak mengenakan pakain dalam. dan oMG... tidak!!!!!!! aku menutup wajahku dengan helm dengan isak tertahan. Rara heran dengan sikapku ini. "kenapa, Ga'?" aku tak mampu menjawabnya di tempat itu. aku malu. aku Syok. aku takut... Oh tuhan.. apa yang sudah ku lihat????
di motor aku terus-terusan menjerit, aku nggak terima! aku berharap tidak melihat benda menjijikkan itu, hu..hu..hu...
Rara kembali tertawa ketika kuceritakan hal tersebut. "oo... jadi itu sebabnya kamu nutup muka pake helm di tempat tadi?"
"he..eh"
"ha..ha..ha.. hati-hati loh bisa -bisa hilang semua hapalan surah mu" aku tergugu mendengarnya.
Ya Allah... ampuni aku karena telah melihathal yang tidak sepantasnya ku lihat. aku benar-benar nggak sengaja. kalau boleh memilih, aku justru memilih tidak melihatnya.

Tangisan si Rara

Kisah ini terjadi pada hari ahad tanggal 29 agustus 2010. Aku ngasih liat rara film tentang anak-anak kost flora yang kubuat di picasa movie maker. Film itu berisi kumpulan foto-foto anak2 flora sejak tahun 2008 ampe 2010. Kebersamaan yang dilewatibersama, makan bareng, nobar, kerja bakti, dandan asal-asalan, dan beragam aktivitas narsis lainnya. Waktu liat video itu rara ketawa-ketawa terus.
Tapi hal berbeda terjadi ketika ku perluhatkan film foto-foto ku ma Anti, dengan soundtrack lagunya Mytha “tentang mimpiku”. Baru di awal-awal dia udah bilang, “kayak sedih?”
Aku hanya mengangguk.aku terus aja ngoceh, menceritakan ini dan itu, kepada rara yang baring di ranjang di belakangku. Sayup-sayup kudengar isak tangis di balik punggungku.
“hiks..hiks,,”
Aku menoleh, “Rara?! Kamu nangis? Ya ampun, Ra’. Cup..cup…”
Tangisnya semakin menjadi-jadi dengan raungan yang memekakkan telinga, *nggak ding!
“Aku keingat Anti, hiks”
Aku nggak pernah nyangka reaksi Rara bakal kayak gitu banget. Cz aku aja nggak nangis ngeliatnya. (nangisx udah waktu tgl 4 agustus). Aku jadi pengen nagis ngeliat rara. Ternyata rara mendadak ingat Anti pas ngeliat foto-foto itu. Bukan maen, matax bengkak loh…
Aku nggak tahu apa maksud tangisan rara, dia kangen atau kasian ma Anti. “Wusshhh.. “ dilempar uang ma Anti. He..he.. he.. ngarep.
Anti, ternyata bukan Cuma aku aja yang merasa kehilangan mu. Semoga kau tenang di sana.
(“apaan seeh?”)

Sabtu, 28 Agustus 2010

Selesai Lagi Satu Masalah

Kalau ada yang nanya gimana perasaanku saat ini, jawabannya aku sangat…sangat bahagia. Alhamdulillah aku dah selesai seminar hasil. Meskipun rasanya kayak mimpi tapi itu adalah kenyataan. yah… beres lagi satu masalah, beban di pundak berkurang sedikit.
Penguji 1 ku adalah Dr. Djadir, M.Pd. Pertanyaan yang diajukan tidak begitu berat, hanya berkisar masalah penelitian, rumusan masalah, indicator, dan hasil. Seminar ku berlangsung sangat singkat dan mulus. Nggak sampai 10 menit. Lebih lama nunggu penguji dari pada seminarx. Aku bersyukur pada ALLAH atas kemudahan yang diberikan oleh-Nya. Padahal sejak kemarin sore aku sudah nerveous banget. Nggak bisa makan dan tidur. Selalu memikirkan skripsi. Gimana kalo nggak bisa jawab? Gimana kalo aku malu-maluin. ternyata nggak sesulit apa yang aku bayangin. Alhamdulillah…
Aku berterima kasih banget pada orang-orang yang telah mendoakanku dan memberiku semangat. Buat mama tersayang, Anti, kak Hur, Kak Alya (atas kuenya), Dewi, Rara, Husni, kak Akfiyah, dan Sahlan. Untuk nama yang terakhir ini tiba-tiba aja muncul, kebetulan aku dan dia sama-sama lagi ngurusin map biru sejak hari jumat lalu. Ups hampir lupa, thanks juga bwt adikku Ayu, yang setia nemenin kakaknya seminar.
Nggak pernah terbayang di kepalaku bagaimana bentuk seminarku. Tanpa pembimbing, tanpa power point, tanpa peserta, tanpa presentasi, tanpa baju hitam putih. Seminar yang paling nyantai kayaknya deh. Rasanya seperti cuma diskusi-diskusi biasa dengan bapak. Teman-teman aja pada heran ketika tahu aku sudah seminar, ceritanya kan mereka pada pergi makan, trus waktu pulang, aku telah selesai. Adikku aja bengong waktu tahu aku udah selesai ujiannya.
Pak Djadir memberiku nilai, 3.6, bu Aswi: 3,7, mudah-mudahan pak nurdin juga ngasih nilai di atas 3,5. Pak nurdin belum ngasih aku nilai. Aku bahkan udah nunggu sampai jam 5.15 pm. Mungkin sibuk. Tapi aku nggak mau ngerusak kebahagiaanku dengan memikirkan pak Nurdin. Insyaallah besok ketemu. Pokoknya diusahain. Moga aja pekan depan aku udah bisa jadi S.Pd (Sarjana Pendidikan) Matematika.
Aku bahagia karena punya orang yang care sama aku, meskipun mereka nggak ada di dekatku, tapi do’a mereka selalu menemani kapan pun dan dimanapun. Aku sadar aku tak kan mungkin sanggup melewati semua ini tanpa do’a dan dukungan dari mereka sebagai wujud kasih sayang mereka kepada ku.
Terima kasih ya allah kau hadirkan mereka dalam hidupku. sayangilah mereka sebagaimana mereka menyayangiku, karena aku aku takkan sanggun membalas kasih sayang mereka kepadaku.
NB: Doanya malor mujarab terutama yang bunyinya: “….dalam tempo yang sesingkat-singkatnya”

Kamis, 26 Agustus 2010

Buku tamu

Duh... Rara mana sih? Janjinya kan mo jemput abis shalat asar. tapi sekarang udah jam setengah lima dia belum datang-datang juga. mana pantat ku dah sakit banget lagi duduk selama 6 jam depan komputer prodi. untung aja internet lagi connect. so aku bisa blogging dulu.
oh iya, aku baru aja nambahin buku tamu di blog aku. bagi siapa saja yang baca blog aku, tolong di kasih commentnya ya, buat masukan buat aku sekaligus untuk membesarkan hati bahwa ternyata ada orang yang baca blog ku.
sebenarnya saat membuat blog ini, niatnya cuma sebagai 'pelampiasan' segala unek-unekku yang ga bisa ku ceritakan sama orang lain yang kenal ma aku. Tapi toh akhirnya ada juga yang tau blog ini. ya nggak papa lah sekalian latihan menulis.
rara belum datang, kak hur alias Indigo minta di tungguin. gimana nih? kalo rara datang, ndigo musti jalan sendirian deh, soalnya kan aku dibonceng ma Rara. duh... rara cepet donk. biar aku nggak merasa bersalah sama Indigo.
Kangen... kangen... banget ma sahabat-sahabat kuw. Fera, Anti, iin, Ika, hallimah, Ika, dan semuanya. aku berdoa semoga mereka baik-baik aja di manapun mereka berada. khususnya ika rahayu dan keluarga yang tempat tinggalnya dekat sama tempat kebakaran besar baru2 ini,. semoga selamat. sampai saat ini aku belum dengar kabar apapun dari nya. hpx ga aktif.
aah.... capek cuap-cuap. udah dulu yah... bye