assalamualaykum semuanya....
sekarang aku lagi di warnet loh.... malas pake modem, lambatnya bukan main.
hari ini sebenarnya aku ada beberapa rencana yang tak terlaksana, seperti ikut daurah pernikahan, interview perekrutan MC, dan menjadi panitia ikhtibar.
sejak kemarin sampai tadi pagi aku mumet banget mikirin gmn semua itu bisa terlaksana dengan waktu yang saling tabrak sana tabrak sini.
akhirnya hari ini aq cuma bisa melaksanakan jadwal rutinku, mengajar bimbel mat dan TPA di Al _insan, setelah itu berkantor sampai jam 2. interview ku di tunda ke entah hari apa, dikarenakan banyak akhawaat yg musti ikut DP (Daurah Pernikahan), huh.. padahal aq udah ngasih tiket ku ke temanku demi ikut interview. waktu mo ke tempat kepanitiaan, temanku malah bilang ga perlu ke situ, karena pekerjaan ga banyak lagi, selesaikan saja urusan ku. wah... naqibahku itu emang baik banget.
jam 2 aku pulang ke parangtambung dengan menumpang mobil 02 yg sgt kencang.
setelah sekian lama bolak-balik naik angkot, akhirnya aq menyadari satu hal lagi, yakni angkot bisa berjalan sangat kencang di siang hari karena:
1. jalan bebas hambatan (masih jam kantor)
2. orang-orang pada malas keluar rumah (panas bo') so sopirnya ga perlu singgah-singgah
untuk sementara 2 aja dulu.
oh iya, baru kali ini aq ke warnet agak siang, ada beberapa file yg musti ku download dan kupelajari.
belakangan ini aq sibuk. lagi2 sibuk. aq dan beberapa pengelolan di bimbingan belajar, lagi memfokuskan perhatian pada persiapan snmptnx siswa. sampai-sampai aq jarang nginap di rumah.
dan kemarin akhirnya aq pun terkapar, tak berdaya. lemes... lagi. gini nih, kalo aktivitas segudang tp asupan gizi kurang. makan apa adanya, tidur pun nyuri2 waktu.
jangan ditiru, yah....
pokoknya tetap berharap kekuatan dari Allah, karena kita bukanlah orang yg kuat. kekuatan itu datangnya semata dari ALlah...
ya Allah berikan lah kekuatan untuk mampu menjalankan semua amanah ini.
Selasa, 17 Mei 2011
kenapa bisa begini?
heran deh... gimana caranya sih, biar kalo aku akses ke blog bisa langsung masuk ke dasbor ku?
selama ini aku meti masuk ke dasbornya orang dulu.
bt. mana waktu di warnet terhitung 000 rupiah per 20 menit lagi.
apa sih penyebabnya?
any body can explain to me?
tell me please, what should i do?
selama ini aku meti masuk ke dasbornya orang dulu.
bt. mana waktu di warnet terhitung 000 rupiah per 20 menit lagi.
apa sih penyebabnya?
any body can explain to me?
tell me please, what should i do?
Jumat, 15 April 2011
Congratulation to BULAN
Alhamdulillahirabbil alamin....
Sungguh tak dapat ku gambarkan bagaimana bahagianya hati ini manakala pertama kali melihat cover bukumu yng pertama sobat....
sungguh aq sangat terharu. akhirnya, setelah melalui penantian, pengorbanan, celaan dan cibiran dari beberapa orang di sekitar mu yang tidak dapat menerima alasan mu kluar dari bangku kuliah- buku mu pun akan terbit juga.
aku turut senang, karena sekarang saat orang2 menanyakan tentangmu pada ku, dengan bangga aq katakan, "bukunya akan segera terbit" atau jika ada yang bertanya pada ku siapa saja teman2ku, kini aq bisa menjawab dengan lugas bahwa aq punya teman seorang dokter, bidan, suster, dan seorang penulis.
Tahukah kamu, dulu aq pernah menginginkan di antara kita berlima ga ada yang sama pekerjaannya, dan itu akhirnya terwujud. ups... tpi bukan berarti aku yang mendepakmu dari biologi.
Hari ini ku dengar buku mu telah terbit. AAAA..........aku ingin teriak dan ngasih tau ke orang2 tentang itu. aku sena..ngg....... sampai2 ingin menangis. ini bukan karena 3 bulan lagi kau akan,mentraktir ku atau membayar utang-utang mu. hehehehe. bukan, sobat... tapi karena kau sahabatku. aq tau bangetg gimana perjuangan mu selama ini. inilah sesuatu yang kau cintai itu. I'M VERY PROUD OF YOU.
Tapi yang perlu kau tau, bukumu terbit atau tidak,itu tak menjadi masalah buatku. aq tetap bangga padamu. kamu kuat, kamu berani, kamu the best lah...
as usual i say be the best who you are
Sungguh tak dapat ku gambarkan bagaimana bahagianya hati ini manakala pertama kali melihat cover bukumu yng pertama sobat....
sungguh aq sangat terharu. akhirnya, setelah melalui penantian, pengorbanan, celaan dan cibiran dari beberapa orang di sekitar mu yang tidak dapat menerima alasan mu kluar dari bangku kuliah- buku mu pun akan terbit juga.
aku turut senang, karena sekarang saat orang2 menanyakan tentangmu pada ku, dengan bangga aq katakan, "bukunya akan segera terbit" atau jika ada yang bertanya pada ku siapa saja teman2ku, kini aq bisa menjawab dengan lugas bahwa aq punya teman seorang dokter, bidan, suster, dan seorang penulis.
Tahukah kamu, dulu aq pernah menginginkan di antara kita berlima ga ada yang sama pekerjaannya, dan itu akhirnya terwujud. ups... tpi bukan berarti aku yang mendepakmu dari biologi.
Hari ini ku dengar buku mu telah terbit. AAAA..........aku ingin teriak dan ngasih tau ke orang2 tentang itu. aku sena..ngg....... sampai2 ingin menangis. ini bukan karena 3 bulan lagi kau akan,mentraktir ku atau membayar utang-utang mu. hehehehe. bukan, sobat... tapi karena kau sahabatku. aq tau bangetg gimana perjuangan mu selama ini. inilah sesuatu yang kau cintai itu. I'M VERY PROUD OF YOU.
Tapi yang perlu kau tau, bukumu terbit atau tidak,itu tak menjadi masalah buatku. aq tetap bangga padamu. kamu kuat, kamu berani, kamu the best lah...
as usual i say be the best who you are
Sabtu, 22 Januari 2011
Menyibak Hujan (potongan Novel yg ga jadi-jadi)
Hujan terus saja turun di luar sana. Tita dan sari terjebak di ruang kelas di kampus mereka. Apa boleh buat mereka tidak membawa payung. Ini lah akibatnya kalau tidak sedia payung sbelum hujan. Benar kata pepatah sesal kemudian tak berguna.
“ gimana nih sar, hujan gak reda juga” suara tita memecah keheningan.
“gimana, yah. Kita tunggu aja sampai jam 5. Kalau nggak reda juga, apa boleh buat kita nekat aja pulang hujan-hujan. Anggap aja kita lagi main hujan kayak waktu kecil dulu.”
Tita mengangguk setuju, “kalau gitu kenapa nggak dari tadi aja?”
“maunya sih gitu. Tapi kalau sekarang masih terang. Tengsin lah diliatin ma banyak orang. Kita mesti jaga image donk. Masa’ cewek popular kayak kita pulang basah-basahan. Nggak lagi.” Kata Sari sambil mengibaskan rambutnya.
“popular? Alah.. gaya aja lo. Yang ada kita tuh adalah dua orang cupu. yang selalu dipandang dengan tatapan mata jijik dan benci oleh anak-anak di kampus kita ini. Secara Cuma kiita berdua khan yang nggak punya kendaraan pibadi. Aku heran kenapa kita bisa terhjebak di sini ya?”
“Maksudmu terjebak hujan atau terjebak kuliah di kampus ini?”
“ya terjebak di kampus ini lah, kalo terjebak hujan itu mah gara-gara kebegoan kita yang sok-sok ga bawa payung.” Jawab tita sambil menjitak kepala sari.
“ga papa deh. Meskipun kata orang kita cupu, miskin dan bego –bego dikit, yang penting kita selalu bersama, maka everything is ok. “
“yap, setuju. Kita akan ngadapin semuanya sama-sama . nggak peduli apa kata orang. Selama kita bersama semua akan baik-baik saja”
“Ok, kayaknya udah jam 5 . sok atuh kita kemon?”
“beneran nih mo main hujan? Nggak takut?”
“Hujan?! Siapa takut.” Belum selesai ia bicara, sari bicara, tita sudah basah kuyup di bawah guyuran hujan. “woi, tungguin donk!!!” seru Sari.
“ gimana nih sar, hujan gak reda juga” suara tita memecah keheningan.
“gimana, yah. Kita tunggu aja sampai jam 5. Kalau nggak reda juga, apa boleh buat kita nekat aja pulang hujan-hujan. Anggap aja kita lagi main hujan kayak waktu kecil dulu.”
Tita mengangguk setuju, “kalau gitu kenapa nggak dari tadi aja?”
“maunya sih gitu. Tapi kalau sekarang masih terang. Tengsin lah diliatin ma banyak orang. Kita mesti jaga image donk. Masa’ cewek popular kayak kita pulang basah-basahan. Nggak lagi.” Kata Sari sambil mengibaskan rambutnya.
“popular? Alah.. gaya aja lo. Yang ada kita tuh adalah dua orang cupu. yang selalu dipandang dengan tatapan mata jijik dan benci oleh anak-anak di kampus kita ini. Secara Cuma kiita berdua khan yang nggak punya kendaraan pibadi. Aku heran kenapa kita bisa terhjebak di sini ya?”
“Maksudmu terjebak hujan atau terjebak kuliah di kampus ini?”
“ya terjebak di kampus ini lah, kalo terjebak hujan itu mah gara-gara kebegoan kita yang sok-sok ga bawa payung.” Jawab tita sambil menjitak kepala sari.
“ga papa deh. Meskipun kata orang kita cupu, miskin dan bego –bego dikit, yang penting kita selalu bersama, maka everything is ok. “
“yap, setuju. Kita akan ngadapin semuanya sama-sama . nggak peduli apa kata orang. Selama kita bersama semua akan baik-baik saja”
“Ok, kayaknya udah jam 5 . sok atuh kita kemon?”
“beneran nih mo main hujan? Nggak takut?”
“Hujan?! Siapa takut.” Belum selesai ia bicara, sari bicara, tita sudah basah kuyup di bawah guyuran hujan. “woi, tungguin donk!!!” seru Sari.
Hujan, Secangkir cokelat, dan dua potong roti.
Masih seputar hujan. Brrrrrr dingin banget.
Rasa dingin emang membuat kita cepat lapar, dengan malas ku langkahkan kaki ku ke dapur untuk menanak nasi di rice cooker. Kayaknya kalo nunggu nasi matang agak lama, aku pun berinisiatif keluar untuk cari cemilan, mumpung hujan lagi reda, kalo nggak pintar ambil kesempatan kita bakal terus-terusa terkurung di kamar. So harus cerdas.
Awalnya aku mo beli roti tawar, tapi nggak ada so cuman beli dua potong roti kemasan. Ga papalah. Pas banget ketika pintu kamar ku tutup hujan pun turun lagi langsung deras.
Aku segera memanaskan air, lalu menyeduh energen dan menghidangkannya di atas meja. Aku pun duduk dengan hikmatnya di depan meja. Menikmati secangkir energen cokelat panas dan dua potong roti cokelat wijen. Emmmm sedapnya……
Rinai hujan diluar sana menambah syahdunya kesendirian ku…
Rasa dingin emang membuat kita cepat lapar, dengan malas ku langkahkan kaki ku ke dapur untuk menanak nasi di rice cooker. Kayaknya kalo nunggu nasi matang agak lama, aku pun berinisiatif keluar untuk cari cemilan, mumpung hujan lagi reda, kalo nggak pintar ambil kesempatan kita bakal terus-terusa terkurung di kamar. So harus cerdas.
Awalnya aku mo beli roti tawar, tapi nggak ada so cuman beli dua potong roti kemasan. Ga papalah. Pas banget ketika pintu kamar ku tutup hujan pun turun lagi langsung deras.
Aku segera memanaskan air, lalu menyeduh energen dan menghidangkannya di atas meja. Aku pun duduk dengan hikmatnya di depan meja. Menikmati secangkir energen cokelat panas dan dua potong roti cokelat wijen. Emmmm sedapnya……
Rinai hujan diluar sana menambah syahdunya kesendirian ku…
Teror di Tengah Hujan
Makassar lagi diguyur hujan abis-abisan. Bukan Cuma hujan tapi disertai pula dengan angin kencang atau anging ribut, kencang atau ribut ya? ah whateverlah yang jelas anginnya tuh kencang dan juga ribut. Aku sendiri berpendapat kalo ini bukan hujan biasa, tapi badai. Tadi saja salah satu terpal tetangga yang biasa dipasang di atap, terbang ke kost Flora dan nyangkut di atas bak penampungan air. Aku menjadi saksi mata kejadian ini.
Seumur-umur tinggal di Flora, musim hujan kali ini lah yang kurasakan paling dahsyat. Derasnya hujan yang turun berhari-hari tak terperikan (hahaha, syahdu banget sih bahasanya) sampai-sampai halaman yang biasa ditempati jemur pakaian tergenang air, “masyaallah, udah kayak kolam renang nih…” ucapku ketika iseng-iseng keluar kamar saat hujan lagi turun dengan derasnya.
Agak lama aku di berdiri di luar mengawasi hujan, layaknya mbah Marijan yang menjaga gunung merapi. Aku merasa sangat cemas. Sebagai informasi, aku paling takut sama hujan deras, angin kencang dan mati lampu. Nah inilah yang terjadi siang ini. Meskipun siang, kamar ku tetap gelap, karena matahari tertutupi oleh awan mendung. Namanya juga lagi hujan. Saat hujan seperti ini sangat rawan terjadi kejahatan.
Sekedar info untuk masyarkat Malengkeri, DG Tata & sekitarnya bahwa saudara/saudari diharapkan kalau keluar sekarang kudu hati-hati, Malengkeri & Dg tata Mulai jaga-jaga (waspada) Semalam sekitar pukul 20.00 WITA di tikungan Malengkeri Dg Tata dekat kampus UNM ditemukan korban MUTILASI yang bernama Marta. Marta ditemukan dengan kondisi fisik yang sudah terpotong menjadi 8 bagian, dia menjadi korban mutilasi yang diletakkan di dalam plastic, sungguh TRAGIS…..
Saat ini polisi sudah menemukan identitas Marta secara lengkap. Dan ternyata warga setempat biasa menyapanya dengan sebutan MARTABAK yang biasa limabelas ribu yang special duapuluh ribu. Mau pilih yang mana?
Hehehe..
Ya! Demikianlah laporan tentang hujan di Makassar hari ini, saya Megasari contributor kost flora melaporkan.
Makassar, 16 Januari 2011
NB: - INGAT pesan dari bang Napi “kejahatan terjadi bukan hanya karena ada niat tapi juga karena ada kesempatan, jadi WASPADALAH!!!
- jangan lupa baca doa ketika turun hujan : Allahumma Shayyiban Naafia’an. (Ya Allah turunkanlah hujan yang bermanfaat (untuk manusia, tanaman dan binatang).
Seumur-umur tinggal di Flora, musim hujan kali ini lah yang kurasakan paling dahsyat. Derasnya hujan yang turun berhari-hari tak terperikan (hahaha, syahdu banget sih bahasanya) sampai-sampai halaman yang biasa ditempati jemur pakaian tergenang air, “masyaallah, udah kayak kolam renang nih…” ucapku ketika iseng-iseng keluar kamar saat hujan lagi turun dengan derasnya.
Agak lama aku di berdiri di luar mengawasi hujan, layaknya mbah Marijan yang menjaga gunung merapi. Aku merasa sangat cemas. Sebagai informasi, aku paling takut sama hujan deras, angin kencang dan mati lampu. Nah inilah yang terjadi siang ini. Meskipun siang, kamar ku tetap gelap, karena matahari tertutupi oleh awan mendung. Namanya juga lagi hujan. Saat hujan seperti ini sangat rawan terjadi kejahatan.
Sekedar info untuk masyarkat Malengkeri, DG Tata & sekitarnya bahwa saudara/saudari diharapkan kalau keluar sekarang kudu hati-hati, Malengkeri & Dg tata Mulai jaga-jaga (waspada) Semalam sekitar pukul 20.00 WITA di tikungan Malengkeri Dg Tata dekat kampus UNM ditemukan korban MUTILASI yang bernama Marta. Marta ditemukan dengan kondisi fisik yang sudah terpotong menjadi 8 bagian, dia menjadi korban mutilasi yang diletakkan di dalam plastic, sungguh TRAGIS…..
Saat ini polisi sudah menemukan identitas Marta secara lengkap. Dan ternyata warga setempat biasa menyapanya dengan sebutan MARTABAK yang biasa limabelas ribu yang special duapuluh ribu. Mau pilih yang mana?
Hehehe..
Ya! Demikianlah laporan tentang hujan di Makassar hari ini, saya Megasari contributor kost flora melaporkan.
Makassar, 16 Januari 2011
NB: - INGAT pesan dari bang Napi “kejahatan terjadi bukan hanya karena ada niat tapi juga karena ada kesempatan, jadi WASPADALAH!!!
- jangan lupa baca doa ketika turun hujan : Allahumma Shayyiban Naafia’an. (Ya Allah turunkanlah hujan yang bermanfaat (untuk manusia, tanaman dan binatang).
Shool again N Some People Leave Me
Hidup ini emang nggak bisa di tebak. Manusia hanya berencana dan Tuhan jualah yang menentukan. Awalnya aku berencana hanya tiga bulan saja mengajar di SMA Makassar Raya. Bulan januari pengen pulkam. Ninggalin anak2 yang bandel di sekolah. Tapi ternyata aku nggak lulus CPNS dan memutuskan untuk tetap tinggal di Makassar. Kontrakku pun diperpanjang karena ibu Hasmiah (guru bahasa inggris beneran) ga ada kabar sama sekali.
Hari senin tanggal 10 januari 2011 aku kembali masuk sekolah setelah libur semester selama 2 pekan. Aku terkejut karena salah seorang siswa ku yang bernama M. Jaya Saputra Paat akan pindah ke Jawa. Ia ikut tantenya. Ibunya ada di Menado, dan ayahnya entah di mana. itu yang kudengar dari bu Jo’.
Aku merasakan nyeri di dadaku. Aku…aku … merasa kehilangan. Ternyata siswa juga bisa membuatku merasa kehilangan. Siapa sih siswa itu sehingga bisa membuatku merasa nggak enak kayak gini.
M. Jaya Saputra Puat. Itu nama lengkapnya. Siswa kelas 1 SMA. Sekaligus ketua kelas. Anaknya sopan, baik, ga suka ribut, dan dia juga antusias megikuti pelajaran ku. Dia sering merasa kasihan kepadaku karena ulah temannya yang bernama Suparman yang suka berisik di kelas. Kalo Suparman lagi ribut teriak2, Jaya akan memandangku dengan tatapan yang dapat di artikan, “sabar ya bu’” dia malah pernah bilang, “kelas ini bakal tenang kalo Suparman udah ga ada”, aku tersenyum mendengarnya.
Jaya ngebet banget menyalami tangan ku, tapi tak pernah ku terima karena Jaya kan udah baligh. Udah nggak boleh lagi ku salami. Berkali2 ia curi kesempatan. Misallnya, ketika teman2 perempuannya pada menjabat tanganku, dia pun nyelipin tangannya di antara tangan anak2 perempuan. Tapu usahanya tak pernah berhasil, dia kesal sekali karena itu. Akhirnya pada suatu kesempatan sepulang sekolah aku mendudukannya di hadapanku dan menjelaskan kepadanya alasanku tak mau menjabat tangannya. Dia tidak begitu memahami penjelasanku, tapi sejak saat itu dia tidak lagi berusaha untuk menyalami ku.
Akan tetapi di hari senin, hari terakhirnya ke sekolah dia masuk ke ruang guru dengan maksud berpamitan kepada guru-guru, disalaminya Bu Jo’ kemudian dia menjulirkan tangannya kepadaku. Tapi seperti biasa aku tetap tidak menerima uluran tangannya hanya menelungkupkan kedua tanganku di dada begitu pula dengan Husni. Jaya tampak kecewa.
Maafin Ibu ya Jaya. Bukannya aku sombong dan tidak menyukaimu, hanya saja kamu bukan mahramku, aku takut dosa yang akan menimpaku maupun dirimu. Semoga suatu saat nanti kau bisa mengerti… Ya Allah berikanlah ia hidayah-Mu.
Aku sempat melihatnya pergi meninggalkan sekolah, rasanya pengen nangis, sedih…
Baik2 ya Jaya di Tanah Jawa…. SEMOGA SUKSES!
NB: Suparman si biang kerok, ternyata juga pindah sekolah. Dan dia pindahnya ke Palopo, hahaha kasian banget guru di sekolah barunya itu. Jika aku sedih dengan pindahnya Jaya, lain halnya dengan Suparman. Aku sangat bahagia! I m so happy
Hari senin tanggal 10 januari 2011 aku kembali masuk sekolah setelah libur semester selama 2 pekan. Aku terkejut karena salah seorang siswa ku yang bernama M. Jaya Saputra Paat akan pindah ke Jawa. Ia ikut tantenya. Ibunya ada di Menado, dan ayahnya entah di mana. itu yang kudengar dari bu Jo’.
Aku merasakan nyeri di dadaku. Aku…aku … merasa kehilangan. Ternyata siswa juga bisa membuatku merasa kehilangan. Siapa sih siswa itu sehingga bisa membuatku merasa nggak enak kayak gini.
M. Jaya Saputra Puat. Itu nama lengkapnya. Siswa kelas 1 SMA. Sekaligus ketua kelas. Anaknya sopan, baik, ga suka ribut, dan dia juga antusias megikuti pelajaran ku. Dia sering merasa kasihan kepadaku karena ulah temannya yang bernama Suparman yang suka berisik di kelas. Kalo Suparman lagi ribut teriak2, Jaya akan memandangku dengan tatapan yang dapat di artikan, “sabar ya bu’” dia malah pernah bilang, “kelas ini bakal tenang kalo Suparman udah ga ada”, aku tersenyum mendengarnya.
Jaya ngebet banget menyalami tangan ku, tapi tak pernah ku terima karena Jaya kan udah baligh. Udah nggak boleh lagi ku salami. Berkali2 ia curi kesempatan. Misallnya, ketika teman2 perempuannya pada menjabat tanganku, dia pun nyelipin tangannya di antara tangan anak2 perempuan. Tapu usahanya tak pernah berhasil, dia kesal sekali karena itu. Akhirnya pada suatu kesempatan sepulang sekolah aku mendudukannya di hadapanku dan menjelaskan kepadanya alasanku tak mau menjabat tangannya. Dia tidak begitu memahami penjelasanku, tapi sejak saat itu dia tidak lagi berusaha untuk menyalami ku.
Akan tetapi di hari senin, hari terakhirnya ke sekolah dia masuk ke ruang guru dengan maksud berpamitan kepada guru-guru, disalaminya Bu Jo’ kemudian dia menjulirkan tangannya kepadaku. Tapi seperti biasa aku tetap tidak menerima uluran tangannya hanya menelungkupkan kedua tanganku di dada begitu pula dengan Husni. Jaya tampak kecewa.
Maafin Ibu ya Jaya. Bukannya aku sombong dan tidak menyukaimu, hanya saja kamu bukan mahramku, aku takut dosa yang akan menimpaku maupun dirimu. Semoga suatu saat nanti kau bisa mengerti… Ya Allah berikanlah ia hidayah-Mu.
Aku sempat melihatnya pergi meninggalkan sekolah, rasanya pengen nangis, sedih…
Baik2 ya Jaya di Tanah Jawa…. SEMOGA SUKSES!
NB: Suparman si biang kerok, ternyata juga pindah sekolah. Dan dia pindahnya ke Palopo, hahaha kasian banget guru di sekolah barunya itu. Jika aku sedih dengan pindahnya Jaya, lain halnya dengan Suparman. Aku sangat bahagia! I m so happy
Langganan:
Postingan (Atom)
Selasa, 17 Mei 2011
santai sejenak...
assalamualaykum semuanya....
sekarang aku lagi di warnet loh.... malas pake modem, lambatnya bukan main.
hari ini sebenarnya aku ada beberapa rencana yang tak terlaksana, seperti ikut daurah pernikahan, interview perekrutan MC, dan menjadi panitia ikhtibar.
sejak kemarin sampai tadi pagi aku mumet banget mikirin gmn semua itu bisa terlaksana dengan waktu yang saling tabrak sana tabrak sini.
akhirnya hari ini aq cuma bisa melaksanakan jadwal rutinku, mengajar bimbel mat dan TPA di Al _insan, setelah itu berkantor sampai jam 2. interview ku di tunda ke entah hari apa, dikarenakan banyak akhawaat yg musti ikut DP (Daurah Pernikahan), huh.. padahal aq udah ngasih tiket ku ke temanku demi ikut interview. waktu mo ke tempat kepanitiaan, temanku malah bilang ga perlu ke situ, karena pekerjaan ga banyak lagi, selesaikan saja urusan ku. wah... naqibahku itu emang baik banget.
jam 2 aku pulang ke parangtambung dengan menumpang mobil 02 yg sgt kencang.
setelah sekian lama bolak-balik naik angkot, akhirnya aq menyadari satu hal lagi, yakni angkot bisa berjalan sangat kencang di siang hari karena:
1. jalan bebas hambatan (masih jam kantor)
2. orang-orang pada malas keluar rumah (panas bo') so sopirnya ga perlu singgah-singgah
untuk sementara 2 aja dulu.
oh iya, baru kali ini aq ke warnet agak siang, ada beberapa file yg musti ku download dan kupelajari.
belakangan ini aq sibuk. lagi2 sibuk. aq dan beberapa pengelolan di bimbingan belajar, lagi memfokuskan perhatian pada persiapan snmptnx siswa. sampai-sampai aq jarang nginap di rumah.
dan kemarin akhirnya aq pun terkapar, tak berdaya. lemes... lagi. gini nih, kalo aktivitas segudang tp asupan gizi kurang. makan apa adanya, tidur pun nyuri2 waktu.
jangan ditiru, yah....
pokoknya tetap berharap kekuatan dari Allah, karena kita bukanlah orang yg kuat. kekuatan itu datangnya semata dari ALlah...
ya Allah berikan lah kekuatan untuk mampu menjalankan semua amanah ini.
sekarang aku lagi di warnet loh.... malas pake modem, lambatnya bukan main.
hari ini sebenarnya aku ada beberapa rencana yang tak terlaksana, seperti ikut daurah pernikahan, interview perekrutan MC, dan menjadi panitia ikhtibar.
sejak kemarin sampai tadi pagi aku mumet banget mikirin gmn semua itu bisa terlaksana dengan waktu yang saling tabrak sana tabrak sini.
akhirnya hari ini aq cuma bisa melaksanakan jadwal rutinku, mengajar bimbel mat dan TPA di Al _insan, setelah itu berkantor sampai jam 2. interview ku di tunda ke entah hari apa, dikarenakan banyak akhawaat yg musti ikut DP (Daurah Pernikahan), huh.. padahal aq udah ngasih tiket ku ke temanku demi ikut interview. waktu mo ke tempat kepanitiaan, temanku malah bilang ga perlu ke situ, karena pekerjaan ga banyak lagi, selesaikan saja urusan ku. wah... naqibahku itu emang baik banget.
jam 2 aku pulang ke parangtambung dengan menumpang mobil 02 yg sgt kencang.
setelah sekian lama bolak-balik naik angkot, akhirnya aq menyadari satu hal lagi, yakni angkot bisa berjalan sangat kencang di siang hari karena:
1. jalan bebas hambatan (masih jam kantor)
2. orang-orang pada malas keluar rumah (panas bo') so sopirnya ga perlu singgah-singgah
untuk sementara 2 aja dulu.
oh iya, baru kali ini aq ke warnet agak siang, ada beberapa file yg musti ku download dan kupelajari.
belakangan ini aq sibuk. lagi2 sibuk. aq dan beberapa pengelolan di bimbingan belajar, lagi memfokuskan perhatian pada persiapan snmptnx siswa. sampai-sampai aq jarang nginap di rumah.
dan kemarin akhirnya aq pun terkapar, tak berdaya. lemes... lagi. gini nih, kalo aktivitas segudang tp asupan gizi kurang. makan apa adanya, tidur pun nyuri2 waktu.
jangan ditiru, yah....
pokoknya tetap berharap kekuatan dari Allah, karena kita bukanlah orang yg kuat. kekuatan itu datangnya semata dari ALlah...
ya Allah berikan lah kekuatan untuk mampu menjalankan semua amanah ini.
kenapa bisa begini?
heran deh... gimana caranya sih, biar kalo aku akses ke blog bisa langsung masuk ke dasbor ku?
selama ini aku meti masuk ke dasbornya orang dulu.
bt. mana waktu di warnet terhitung 000 rupiah per 20 menit lagi.
apa sih penyebabnya?
any body can explain to me?
tell me please, what should i do?
selama ini aku meti masuk ke dasbornya orang dulu.
bt. mana waktu di warnet terhitung 000 rupiah per 20 menit lagi.
apa sih penyebabnya?
any body can explain to me?
tell me please, what should i do?
Jumat, 15 April 2011
Congratulation to BULAN
Alhamdulillahirabbil alamin....
Sungguh tak dapat ku gambarkan bagaimana bahagianya hati ini manakala pertama kali melihat cover bukumu yng pertama sobat....
sungguh aq sangat terharu. akhirnya, setelah melalui penantian, pengorbanan, celaan dan cibiran dari beberapa orang di sekitar mu yang tidak dapat menerima alasan mu kluar dari bangku kuliah- buku mu pun akan terbit juga.
aku turut senang, karena sekarang saat orang2 menanyakan tentangmu pada ku, dengan bangga aq katakan, "bukunya akan segera terbit" atau jika ada yang bertanya pada ku siapa saja teman2ku, kini aq bisa menjawab dengan lugas bahwa aq punya teman seorang dokter, bidan, suster, dan seorang penulis.
Tahukah kamu, dulu aq pernah menginginkan di antara kita berlima ga ada yang sama pekerjaannya, dan itu akhirnya terwujud. ups... tpi bukan berarti aku yang mendepakmu dari biologi.
Hari ini ku dengar buku mu telah terbit. AAAA..........aku ingin teriak dan ngasih tau ke orang2 tentang itu. aku sena..ngg....... sampai2 ingin menangis. ini bukan karena 3 bulan lagi kau akan,mentraktir ku atau membayar utang-utang mu. hehehehe. bukan, sobat... tapi karena kau sahabatku. aq tau bangetg gimana perjuangan mu selama ini. inilah sesuatu yang kau cintai itu. I'M VERY PROUD OF YOU.
Tapi yang perlu kau tau, bukumu terbit atau tidak,itu tak menjadi masalah buatku. aq tetap bangga padamu. kamu kuat, kamu berani, kamu the best lah...
as usual i say be the best who you are
Sungguh tak dapat ku gambarkan bagaimana bahagianya hati ini manakala pertama kali melihat cover bukumu yng pertama sobat....
sungguh aq sangat terharu. akhirnya, setelah melalui penantian, pengorbanan, celaan dan cibiran dari beberapa orang di sekitar mu yang tidak dapat menerima alasan mu kluar dari bangku kuliah- buku mu pun akan terbit juga.
aku turut senang, karena sekarang saat orang2 menanyakan tentangmu pada ku, dengan bangga aq katakan, "bukunya akan segera terbit" atau jika ada yang bertanya pada ku siapa saja teman2ku, kini aq bisa menjawab dengan lugas bahwa aq punya teman seorang dokter, bidan, suster, dan seorang penulis.
Tahukah kamu, dulu aq pernah menginginkan di antara kita berlima ga ada yang sama pekerjaannya, dan itu akhirnya terwujud. ups... tpi bukan berarti aku yang mendepakmu dari biologi.
Hari ini ku dengar buku mu telah terbit. AAAA..........aku ingin teriak dan ngasih tau ke orang2 tentang itu. aku sena..ngg....... sampai2 ingin menangis. ini bukan karena 3 bulan lagi kau akan,mentraktir ku atau membayar utang-utang mu. hehehehe. bukan, sobat... tapi karena kau sahabatku. aq tau bangetg gimana perjuangan mu selama ini. inilah sesuatu yang kau cintai itu. I'M VERY PROUD OF YOU.
Tapi yang perlu kau tau, bukumu terbit atau tidak,itu tak menjadi masalah buatku. aq tetap bangga padamu. kamu kuat, kamu berani, kamu the best lah...
as usual i say be the best who you are
Sabtu, 22 Januari 2011
Menyibak Hujan (potongan Novel yg ga jadi-jadi)
Hujan terus saja turun di luar sana. Tita dan sari terjebak di ruang kelas di kampus mereka. Apa boleh buat mereka tidak membawa payung. Ini lah akibatnya kalau tidak sedia payung sbelum hujan. Benar kata pepatah sesal kemudian tak berguna.
“ gimana nih sar, hujan gak reda juga” suara tita memecah keheningan.
“gimana, yah. Kita tunggu aja sampai jam 5. Kalau nggak reda juga, apa boleh buat kita nekat aja pulang hujan-hujan. Anggap aja kita lagi main hujan kayak waktu kecil dulu.”
Tita mengangguk setuju, “kalau gitu kenapa nggak dari tadi aja?”
“maunya sih gitu. Tapi kalau sekarang masih terang. Tengsin lah diliatin ma banyak orang. Kita mesti jaga image donk. Masa’ cewek popular kayak kita pulang basah-basahan. Nggak lagi.” Kata Sari sambil mengibaskan rambutnya.
“popular? Alah.. gaya aja lo. Yang ada kita tuh adalah dua orang cupu. yang selalu dipandang dengan tatapan mata jijik dan benci oleh anak-anak di kampus kita ini. Secara Cuma kiita berdua khan yang nggak punya kendaraan pibadi. Aku heran kenapa kita bisa terhjebak di sini ya?”
“Maksudmu terjebak hujan atau terjebak kuliah di kampus ini?”
“ya terjebak di kampus ini lah, kalo terjebak hujan itu mah gara-gara kebegoan kita yang sok-sok ga bawa payung.” Jawab tita sambil menjitak kepala sari.
“ga papa deh. Meskipun kata orang kita cupu, miskin dan bego –bego dikit, yang penting kita selalu bersama, maka everything is ok. “
“yap, setuju. Kita akan ngadapin semuanya sama-sama . nggak peduli apa kata orang. Selama kita bersama semua akan baik-baik saja”
“Ok, kayaknya udah jam 5 . sok atuh kita kemon?”
“beneran nih mo main hujan? Nggak takut?”
“Hujan?! Siapa takut.” Belum selesai ia bicara, sari bicara, tita sudah basah kuyup di bawah guyuran hujan. “woi, tungguin donk!!!” seru Sari.
“ gimana nih sar, hujan gak reda juga” suara tita memecah keheningan.
“gimana, yah. Kita tunggu aja sampai jam 5. Kalau nggak reda juga, apa boleh buat kita nekat aja pulang hujan-hujan. Anggap aja kita lagi main hujan kayak waktu kecil dulu.”
Tita mengangguk setuju, “kalau gitu kenapa nggak dari tadi aja?”
“maunya sih gitu. Tapi kalau sekarang masih terang. Tengsin lah diliatin ma banyak orang. Kita mesti jaga image donk. Masa’ cewek popular kayak kita pulang basah-basahan. Nggak lagi.” Kata Sari sambil mengibaskan rambutnya.
“popular? Alah.. gaya aja lo. Yang ada kita tuh adalah dua orang cupu. yang selalu dipandang dengan tatapan mata jijik dan benci oleh anak-anak di kampus kita ini. Secara Cuma kiita berdua khan yang nggak punya kendaraan pibadi. Aku heran kenapa kita bisa terhjebak di sini ya?”
“Maksudmu terjebak hujan atau terjebak kuliah di kampus ini?”
“ya terjebak di kampus ini lah, kalo terjebak hujan itu mah gara-gara kebegoan kita yang sok-sok ga bawa payung.” Jawab tita sambil menjitak kepala sari.
“ga papa deh. Meskipun kata orang kita cupu, miskin dan bego –bego dikit, yang penting kita selalu bersama, maka everything is ok. “
“yap, setuju. Kita akan ngadapin semuanya sama-sama . nggak peduli apa kata orang. Selama kita bersama semua akan baik-baik saja”
“Ok, kayaknya udah jam 5 . sok atuh kita kemon?”
“beneran nih mo main hujan? Nggak takut?”
“Hujan?! Siapa takut.” Belum selesai ia bicara, sari bicara, tita sudah basah kuyup di bawah guyuran hujan. “woi, tungguin donk!!!” seru Sari.
Hujan, Secangkir cokelat, dan dua potong roti.
Masih seputar hujan. Brrrrrr dingin banget.
Rasa dingin emang membuat kita cepat lapar, dengan malas ku langkahkan kaki ku ke dapur untuk menanak nasi di rice cooker. Kayaknya kalo nunggu nasi matang agak lama, aku pun berinisiatif keluar untuk cari cemilan, mumpung hujan lagi reda, kalo nggak pintar ambil kesempatan kita bakal terus-terusa terkurung di kamar. So harus cerdas.
Awalnya aku mo beli roti tawar, tapi nggak ada so cuman beli dua potong roti kemasan. Ga papalah. Pas banget ketika pintu kamar ku tutup hujan pun turun lagi langsung deras.
Aku segera memanaskan air, lalu menyeduh energen dan menghidangkannya di atas meja. Aku pun duduk dengan hikmatnya di depan meja. Menikmati secangkir energen cokelat panas dan dua potong roti cokelat wijen. Emmmm sedapnya……
Rinai hujan diluar sana menambah syahdunya kesendirian ku…
Rasa dingin emang membuat kita cepat lapar, dengan malas ku langkahkan kaki ku ke dapur untuk menanak nasi di rice cooker. Kayaknya kalo nunggu nasi matang agak lama, aku pun berinisiatif keluar untuk cari cemilan, mumpung hujan lagi reda, kalo nggak pintar ambil kesempatan kita bakal terus-terusa terkurung di kamar. So harus cerdas.
Awalnya aku mo beli roti tawar, tapi nggak ada so cuman beli dua potong roti kemasan. Ga papalah. Pas banget ketika pintu kamar ku tutup hujan pun turun lagi langsung deras.
Aku segera memanaskan air, lalu menyeduh energen dan menghidangkannya di atas meja. Aku pun duduk dengan hikmatnya di depan meja. Menikmati secangkir energen cokelat panas dan dua potong roti cokelat wijen. Emmmm sedapnya……
Rinai hujan diluar sana menambah syahdunya kesendirian ku…
Teror di Tengah Hujan
Makassar lagi diguyur hujan abis-abisan. Bukan Cuma hujan tapi disertai pula dengan angin kencang atau anging ribut, kencang atau ribut ya? ah whateverlah yang jelas anginnya tuh kencang dan juga ribut. Aku sendiri berpendapat kalo ini bukan hujan biasa, tapi badai. Tadi saja salah satu terpal tetangga yang biasa dipasang di atap, terbang ke kost Flora dan nyangkut di atas bak penampungan air. Aku menjadi saksi mata kejadian ini.
Seumur-umur tinggal di Flora, musim hujan kali ini lah yang kurasakan paling dahsyat. Derasnya hujan yang turun berhari-hari tak terperikan (hahaha, syahdu banget sih bahasanya) sampai-sampai halaman yang biasa ditempati jemur pakaian tergenang air, “masyaallah, udah kayak kolam renang nih…” ucapku ketika iseng-iseng keluar kamar saat hujan lagi turun dengan derasnya.
Agak lama aku di berdiri di luar mengawasi hujan, layaknya mbah Marijan yang menjaga gunung merapi. Aku merasa sangat cemas. Sebagai informasi, aku paling takut sama hujan deras, angin kencang dan mati lampu. Nah inilah yang terjadi siang ini. Meskipun siang, kamar ku tetap gelap, karena matahari tertutupi oleh awan mendung. Namanya juga lagi hujan. Saat hujan seperti ini sangat rawan terjadi kejahatan.
Sekedar info untuk masyarkat Malengkeri, DG Tata & sekitarnya bahwa saudara/saudari diharapkan kalau keluar sekarang kudu hati-hati, Malengkeri & Dg tata Mulai jaga-jaga (waspada) Semalam sekitar pukul 20.00 WITA di tikungan Malengkeri Dg Tata dekat kampus UNM ditemukan korban MUTILASI yang bernama Marta. Marta ditemukan dengan kondisi fisik yang sudah terpotong menjadi 8 bagian, dia menjadi korban mutilasi yang diletakkan di dalam plastic, sungguh TRAGIS…..
Saat ini polisi sudah menemukan identitas Marta secara lengkap. Dan ternyata warga setempat biasa menyapanya dengan sebutan MARTABAK yang biasa limabelas ribu yang special duapuluh ribu. Mau pilih yang mana?
Hehehe..
Ya! Demikianlah laporan tentang hujan di Makassar hari ini, saya Megasari contributor kost flora melaporkan.
Makassar, 16 Januari 2011
NB: - INGAT pesan dari bang Napi “kejahatan terjadi bukan hanya karena ada niat tapi juga karena ada kesempatan, jadi WASPADALAH!!!
- jangan lupa baca doa ketika turun hujan : Allahumma Shayyiban Naafia’an. (Ya Allah turunkanlah hujan yang bermanfaat (untuk manusia, tanaman dan binatang).
Seumur-umur tinggal di Flora, musim hujan kali ini lah yang kurasakan paling dahsyat. Derasnya hujan yang turun berhari-hari tak terperikan (hahaha, syahdu banget sih bahasanya) sampai-sampai halaman yang biasa ditempati jemur pakaian tergenang air, “masyaallah, udah kayak kolam renang nih…” ucapku ketika iseng-iseng keluar kamar saat hujan lagi turun dengan derasnya.
Agak lama aku di berdiri di luar mengawasi hujan, layaknya mbah Marijan yang menjaga gunung merapi. Aku merasa sangat cemas. Sebagai informasi, aku paling takut sama hujan deras, angin kencang dan mati lampu. Nah inilah yang terjadi siang ini. Meskipun siang, kamar ku tetap gelap, karena matahari tertutupi oleh awan mendung. Namanya juga lagi hujan. Saat hujan seperti ini sangat rawan terjadi kejahatan.
Sekedar info untuk masyarkat Malengkeri, DG Tata & sekitarnya bahwa saudara/saudari diharapkan kalau keluar sekarang kudu hati-hati, Malengkeri & Dg tata Mulai jaga-jaga (waspada) Semalam sekitar pukul 20.00 WITA di tikungan Malengkeri Dg Tata dekat kampus UNM ditemukan korban MUTILASI yang bernama Marta. Marta ditemukan dengan kondisi fisik yang sudah terpotong menjadi 8 bagian, dia menjadi korban mutilasi yang diletakkan di dalam plastic, sungguh TRAGIS…..
Saat ini polisi sudah menemukan identitas Marta secara lengkap. Dan ternyata warga setempat biasa menyapanya dengan sebutan MARTABAK yang biasa limabelas ribu yang special duapuluh ribu. Mau pilih yang mana?
Hehehe..
Ya! Demikianlah laporan tentang hujan di Makassar hari ini, saya Megasari contributor kost flora melaporkan.
Makassar, 16 Januari 2011
NB: - INGAT pesan dari bang Napi “kejahatan terjadi bukan hanya karena ada niat tapi juga karena ada kesempatan, jadi WASPADALAH!!!
- jangan lupa baca doa ketika turun hujan : Allahumma Shayyiban Naafia’an. (Ya Allah turunkanlah hujan yang bermanfaat (untuk manusia, tanaman dan binatang).
Shool again N Some People Leave Me
Hidup ini emang nggak bisa di tebak. Manusia hanya berencana dan Tuhan jualah yang menentukan. Awalnya aku berencana hanya tiga bulan saja mengajar di SMA Makassar Raya. Bulan januari pengen pulkam. Ninggalin anak2 yang bandel di sekolah. Tapi ternyata aku nggak lulus CPNS dan memutuskan untuk tetap tinggal di Makassar. Kontrakku pun diperpanjang karena ibu Hasmiah (guru bahasa inggris beneran) ga ada kabar sama sekali.
Hari senin tanggal 10 januari 2011 aku kembali masuk sekolah setelah libur semester selama 2 pekan. Aku terkejut karena salah seorang siswa ku yang bernama M. Jaya Saputra Paat akan pindah ke Jawa. Ia ikut tantenya. Ibunya ada di Menado, dan ayahnya entah di mana. itu yang kudengar dari bu Jo’.
Aku merasakan nyeri di dadaku. Aku…aku … merasa kehilangan. Ternyata siswa juga bisa membuatku merasa kehilangan. Siapa sih siswa itu sehingga bisa membuatku merasa nggak enak kayak gini.
M. Jaya Saputra Puat. Itu nama lengkapnya. Siswa kelas 1 SMA. Sekaligus ketua kelas. Anaknya sopan, baik, ga suka ribut, dan dia juga antusias megikuti pelajaran ku. Dia sering merasa kasihan kepadaku karena ulah temannya yang bernama Suparman yang suka berisik di kelas. Kalo Suparman lagi ribut teriak2, Jaya akan memandangku dengan tatapan yang dapat di artikan, “sabar ya bu’” dia malah pernah bilang, “kelas ini bakal tenang kalo Suparman udah ga ada”, aku tersenyum mendengarnya.
Jaya ngebet banget menyalami tangan ku, tapi tak pernah ku terima karena Jaya kan udah baligh. Udah nggak boleh lagi ku salami. Berkali2 ia curi kesempatan. Misallnya, ketika teman2 perempuannya pada menjabat tanganku, dia pun nyelipin tangannya di antara tangan anak2 perempuan. Tapu usahanya tak pernah berhasil, dia kesal sekali karena itu. Akhirnya pada suatu kesempatan sepulang sekolah aku mendudukannya di hadapanku dan menjelaskan kepadanya alasanku tak mau menjabat tangannya. Dia tidak begitu memahami penjelasanku, tapi sejak saat itu dia tidak lagi berusaha untuk menyalami ku.
Akan tetapi di hari senin, hari terakhirnya ke sekolah dia masuk ke ruang guru dengan maksud berpamitan kepada guru-guru, disalaminya Bu Jo’ kemudian dia menjulirkan tangannya kepadaku. Tapi seperti biasa aku tetap tidak menerima uluran tangannya hanya menelungkupkan kedua tanganku di dada begitu pula dengan Husni. Jaya tampak kecewa.
Maafin Ibu ya Jaya. Bukannya aku sombong dan tidak menyukaimu, hanya saja kamu bukan mahramku, aku takut dosa yang akan menimpaku maupun dirimu. Semoga suatu saat nanti kau bisa mengerti… Ya Allah berikanlah ia hidayah-Mu.
Aku sempat melihatnya pergi meninggalkan sekolah, rasanya pengen nangis, sedih…
Baik2 ya Jaya di Tanah Jawa…. SEMOGA SUKSES!
NB: Suparman si biang kerok, ternyata juga pindah sekolah. Dan dia pindahnya ke Palopo, hahaha kasian banget guru di sekolah barunya itu. Jika aku sedih dengan pindahnya Jaya, lain halnya dengan Suparman. Aku sangat bahagia! I m so happy
Hari senin tanggal 10 januari 2011 aku kembali masuk sekolah setelah libur semester selama 2 pekan. Aku terkejut karena salah seorang siswa ku yang bernama M. Jaya Saputra Paat akan pindah ke Jawa. Ia ikut tantenya. Ibunya ada di Menado, dan ayahnya entah di mana. itu yang kudengar dari bu Jo’.
Aku merasakan nyeri di dadaku. Aku…aku … merasa kehilangan. Ternyata siswa juga bisa membuatku merasa kehilangan. Siapa sih siswa itu sehingga bisa membuatku merasa nggak enak kayak gini.
M. Jaya Saputra Puat. Itu nama lengkapnya. Siswa kelas 1 SMA. Sekaligus ketua kelas. Anaknya sopan, baik, ga suka ribut, dan dia juga antusias megikuti pelajaran ku. Dia sering merasa kasihan kepadaku karena ulah temannya yang bernama Suparman yang suka berisik di kelas. Kalo Suparman lagi ribut teriak2, Jaya akan memandangku dengan tatapan yang dapat di artikan, “sabar ya bu’” dia malah pernah bilang, “kelas ini bakal tenang kalo Suparman udah ga ada”, aku tersenyum mendengarnya.
Jaya ngebet banget menyalami tangan ku, tapi tak pernah ku terima karena Jaya kan udah baligh. Udah nggak boleh lagi ku salami. Berkali2 ia curi kesempatan. Misallnya, ketika teman2 perempuannya pada menjabat tanganku, dia pun nyelipin tangannya di antara tangan anak2 perempuan. Tapu usahanya tak pernah berhasil, dia kesal sekali karena itu. Akhirnya pada suatu kesempatan sepulang sekolah aku mendudukannya di hadapanku dan menjelaskan kepadanya alasanku tak mau menjabat tangannya. Dia tidak begitu memahami penjelasanku, tapi sejak saat itu dia tidak lagi berusaha untuk menyalami ku.
Akan tetapi di hari senin, hari terakhirnya ke sekolah dia masuk ke ruang guru dengan maksud berpamitan kepada guru-guru, disalaminya Bu Jo’ kemudian dia menjulirkan tangannya kepadaku. Tapi seperti biasa aku tetap tidak menerima uluran tangannya hanya menelungkupkan kedua tanganku di dada begitu pula dengan Husni. Jaya tampak kecewa.
Maafin Ibu ya Jaya. Bukannya aku sombong dan tidak menyukaimu, hanya saja kamu bukan mahramku, aku takut dosa yang akan menimpaku maupun dirimu. Semoga suatu saat nanti kau bisa mengerti… Ya Allah berikanlah ia hidayah-Mu.
Aku sempat melihatnya pergi meninggalkan sekolah, rasanya pengen nangis, sedih…
Baik2 ya Jaya di Tanah Jawa…. SEMOGA SUKSES!
NB: Suparman si biang kerok, ternyata juga pindah sekolah. Dan dia pindahnya ke Palopo, hahaha kasian banget guru di sekolah barunya itu. Jika aku sedih dengan pindahnya Jaya, lain halnya dengan Suparman. Aku sangat bahagia! I m so happy
Langganan:
Postingan (Atom)