Selasa, 27 September 2011
Rayap, si kecil yang rakus
Anti ‘anti Nyamuk’
Guru Pamong
Ku awali kisah ini dengan senyum yang berbulir-bulir kayak pulpy orange. *Apaan sih?
Minggu, 25 September 2011
Story In ANgkot: Dimana Dompet ku?
Very-very shy…..!
Ini adalah pengalaman yang paling aku takutkan selama tinggal di Makassar. Aku tidak pernah berharap ini akan tejadi padaku. karenanya sebelum berangkat dari rumah aku selalu mengecek ke empat hal yang ga boleh aku lupakan; Dompet, HP, kunci, dan FD. Dan yang paling pertama aku sebutkan adalah hal yang memiliki tingkat keurgenan yang paling tinggi. Yup, Dompet. tentunya dompet yang berisi uang. sebenarnya meskipun ga bawa dompet yang penting bawa uang itu ga jadi masalah.
Masalahnya, hari ini aku akhirnya mengalami hal yang aku wanti-wanti, emang apa sih? itu loh… ga bawa dompet maupun uang sepeser pun ketika naik angkot.
aku berangkat ke sekolah dari jalan malengkeri 1 pada pukul 8 lewat 15. dengan penuh percaya diri aku menyebreangi jalan dan menaiki angkot yang akan membawaku ke tempat tujuan setelah sebelumnya berseru kepada pak sopir, “Baji Gau, Pak!”
di Angkot, aku lebih banyak diam memperhatikan model rumah di sepanjang jalan yang dilalui oleh Angkot. kali Ini perjalanan agak panjang, karena Pak Sopir mengambil jalur Dg. Tata 3, abdul Kadir, Dangko, Cenrawasih. Mendekati lokasi yang aku tuju yakni SMA MAKASSAR RAYA yang terletak di depan jalan Baji Gau, aku mulai mencari dompet ku untuk membayar Angkot. tapi alangkah terkejutnya aku manakali kusadari bahwa dompetku tidak ada di dalam tas. “Hah?! di mana dompetku? perasaan aku selalu naro di tas, kok sekarang ga ada?” tanyaku dalam hati. setelah ku keluarkan semua buku-buku dan barang yang ada di tas ku aku pun tersadar, bahwa dompetku emang benar-benar nggak ada di dalam tas. HUaAAAA….. kalo gitu dompetku masih di lemari donk…. GIMANA NIH????
Aku panik banget. Bingung, takut, dan malu mau bilang apa sama pak sopir, nggak tau harus gimana. mana di mobil nggak ada akhawat ato orang yang bisa nolongin lagi. ku coba menghubungi kak Alya yang mungkin sudah ada di sekolah, tapi nggak diangkat-angkat. aku pun pasrah. “kiri, pak!!!” seru ku ketika menyadari bahwa angkot sudah lewat di depan sekolah. aku tidak segera turun dari Angkot.
“kenapa, mbak?” tanya pak sopir.
“pak dompet saya ketinggalan” kataku dengan suara tertahan. Mata ku udah berkaca-kaca.
“oh,.. kalo gitu nggak usah bayar, nggak papa”
kata-kata supir tersebut membuatku terharu. aku semakin ingin menangis.
“saya minta maaf ya, pak… dan makasih banyak” ucapku sugguh-sungguh berterimakasih. dalam hati aku berjanji aku akan membayar nya jika aku bertemu dengannya lagi.
benar-benar pengalaman yang memalukan. lain kali aku bakal lebih teliti lagi. cukup sekali aja aku mengalami hal kayak gini.
“ya Allah… pertemukan aku dengan pak sopir itu lagi”
Ini Bukan Akhir cerita kost Flora
Upe
|
2007
|
Pindah
ke rumah kakakx di Gowa.
|
Uppa
|
2007
|
Menetap
di Flora. Sementara menggarap proposal.
|
Rara
|
2006
|
Pindah
ke rumah kemenakannya di jalan veteran. Kuliahx dah kelar tinggal seminar dan
ujian meja.
|
Anti
|
2006
|
Udah
pulkam tahun lalu dan sekarang ada di Cirebon, jadi hantu, ups ghost writer
dan kursus menjahit.
|
Dedew
|
2006
|
Udah
pindah sejak tahun lalu, masih di kompleks yang sama dengan kost Flora.
|
Nunu
|
2006
|
Jurusan
fisika yang lulus bersamaan dengan ku.
Sekarang justru jadi pegawai
BRI.
|
Yuyu
|
2006
|
Jurusan
Biologi, lanjut S1 kedua, dan tinggal
di kost lain
|
K
Uni
|
2005
|
,
pulkam ke Sulbar dan jadi guru, bentar lagi merid
|
K
Alya
|
2002
|
Pindah
ke jalan sunu, tapi lebih sering tinggal di secretariat lembaga muslimah. Sekarang
juga jadi guru.
|
K
iya’
|
2002
|
Udah
merid dan punya anak, bakal berdomisili di Takalar.
|
K
Wati
|
2005
|
Udah
jadi PNS di Luwu Timur di salah satu SMK
|
Leli
|
2007
|
Pindah
ke Abdesir, bareng 3 orang adiknya, lagi sibuk kerja di salah satu LBB dan
cuti kuliah 1 semeter. Tinggal penelitian dan seminar hasil serta ujian meja.
|
Kamis, 16 Juni 2011
Ayooooo SEKOLAH!!!!
Masih ingat nggak, salah satu iklan layanan masyarakat yang Jingglex seperi judul di atas. akhir-akhir ini aku kok jadi kepikiran buat lanjut lagi yah? hmmm mungkin dah bosan dengan aktivitas kerja. aku butuh asupan ilmu baru tentang bidang ku. aku pengen mengembangkan kemampuan ku. pengen nambah pengetahuan. dan masih banyak pengen yang lain. Tapi sayangnya keinginan yang menggebu-gebu itu harus terhalang oleh beberapa hal. hal yang paling utama adalah masalah BIAYA. untuk lanjut S-2 itu nggak mudah n ga murah. Butuh persediaan dana yang nggak main-main. Sementara penghasilan ku saat ini masih belum memadai untuk itu.
Aku sering sharing ma salah satu teman seangkatan waktu di S-1 dulu. Namanya Husni, sekarang dia udah di Daerah. dipanggil pulang oleh ortunya. meskipun demikian, semangatnya untuk lanjut S-2 tak pernah pupus.
Rencananya sih mau cari Beasiswa bwt lanjut, tapi bingung mau cari di mana. Husni nawarin cari beasiswa kuliah di jawa. Wow.. keren tuh, but masalahnya aku berani nggak yah pergi sejauh itu dari mama.
Husni sih berani aja, tapi sayang nggak diizinin sama ortunya. ckckckc, salah satu sifat yang menghambat perkembangan karier anak nih… tapi yakin deh, mereka kayak gitu karena kasih sayangnya yang teramat besar kepada anaknya.
Kemarin sore tiba-tiba mama nelfon, *ya iyalah tiba-tiba, emang musti izin dulu kalo mo nelpon?
“Mega…. kamu mau lanjut S2 kah?” loh kok tau, siapa yang nngabarin yak?
“mmmm mau sih, kenapa ma”
“emang biaya untuk lanjut itu berapa?”
dst, dsb…..
heran juga sih kenapa mama bisa tiba2 nanyain tentang S2, di saat aku lagi bersemangatnya memikirkannya. hmm, mungkin ini yang disebut kontak batin antara Ibu dan anaknya. luar biasa. begitu kuatnya firasat seorang ibu.
Aku sendiri gimana yah…
meski semangat itu ada, dan usaha ke sana juga mulai digencarkan, tapi rasa takut itu masih bercokol dengan manis di hatiku. untuk menjalani kuliah yang kayak kuli sih insyaAllah aku siap, apalagi dengan fasilitas yang ada saat ini. tapi ketakutan ku justru pada saat proses penyelsaiannya. Masih trauma yang waktu di S1. Aku berharap, nantinya kalo jadi lanjut (amin…) semua bisa berjalan lancar. bisa tetap kerja, n bisa bisa punya teman yang kompak lagi, biar kuliah yang dijalani ga terlalu terasa berat, karena ada kawan senasib dan sepenanggungan yang senantiasa meghibur, dan memotivasi.
btw, kayaknya seru juga kalo kuliah di Bandung or Bogor terus ngekos berdua ma Husni. wah.. mulai lagi deh menghayalnya.
teruslah bermimpi, karena kesuksesan besar itu berawal dari mimpi. Don’t stop to think, don’t sop to do, and don’t stop to pray. key, selamat bermimpi….
Senin, 13 Juni 2011
Me n By Best Friend
dulu kita sahabat, teman begitu hangat,
mengalahkan sinar mentari....
dulu kita sahabat, berteman bagai ulat
berharap jadi kupu-kupu....
kini kita melangkah berjauh-jauhan,
kau jauhi dirku karena sesuatu,
mungkin ku terlalu bertingkah kejauhan
namun itu karena ku sayaaaaang.....
persahabatan bagai kepompong...
lagu Persahabatan dari Sindentosca terngiang-ngiang di telingaku. duh... kok kayaknya pas banget yah dengan perasaan ku saat ini. sedih juga sih. Dulu sering banget make lagu ini sebagai backing soundx vidio narsis aku dan sahabat ku. bahkan kami sampai membuat koreografinya segala. hihihi lucu juga kalo ingat zaman gokil-gokilx diriku dan dia.
Ngomong-ngomong tentang perasahabatan, aku ga setuju dengan lagu "kepompong". soalnya masa hidup kupu-kupu itu kan bentar banget. aku nggak mau persahabatan ku kaya gitu. yah.... meski sekarang aku dan sahabatku lagi dalam masa dormansi, tapi sebanarnya aku tetap berharap persahabatanku itu bisa seperti sendal jepit. seperti yang pernah dikatakannya pada ku. filosofi sendal jepit, ga eksis kalo cuman satu aja, ga ada pasangannya.
pfuhhh.....
Sejak hari kamis lalu aku uring-uringan, dan sekarang blom baikan juga. setiap kali ingat masalah itu, ada perasaan kesal sekaligus perasaan bersalah. entahlah..
semakin ingin melupakan, eh... malah semakin sering muncul diingatan.
benci..benci... tapi rindu jua ...
rindu-rindu... tapi benci jua...
so mesti gmana donk?????
padahal aku juga pengen banget tahu kegiatan dia di sana. lagi ngapain, ketemu ma siapa aja, gmana kegiatannya, sempat jalan2 kemana? trus mo minta ole-ole juga, tapi karena dia nggak bilang-bilang masalah keberangkatannya (alias dirahasiain) artinya aq juga ga berhak nanya2 tentang hal itu. hiks...mewek lagi.
dia katanya mo jadi goshwriter. ku search di wikipedia gosht writer itu artinya penulis untuk orang lain. dan itu di bayar. bagus juga. so selain bisa dapat duit dari situ, dia juga bisa tetap nulis untuk dirinya sendiri. cukup realistis. yah.... semoga cita-cita mu bisa tercapai sobat!
hmmmm.....jadi kangen masa sama-sama dulu. Tempat atau keadaan seburuk apapun jadi menyenangkan jika bersama. contohnya
- waktu di bus dalam perjalanan masamba - makassar, waktu itu pak sopir nyetel musik keras-keras. duh... kepala ku tuh udah kayak digebukin. ditambah lagi, orang yang duduk di kursi di depan kami menyetel kursinya ke belakang banget. uhhhh BT. udah pusing, kejepit lagi. dengan sedikit lebay aq menjerit, "aduh..!!" dan sahabat ku langsung menegur orang tsb, "pak tolong maju-maju sediki, terjepit temanku!" hiks jadi terharu. habis itu kita cekikikan deh... hihihi.
- waktu laporan pas jadi maba 2006. kompakan bo'ong biar terhindar dari siksaan. xixixi
- waktu pertama kali datang ke mks bwt kul, nunggu di pinggir jalan dekat telp umum dari jam 3 subuh ampe jam 6, ditemani sopir taksi dan anjing - anjing.
- jalan kaki dari Telkom sampai ke rumah atau sebaliknya sambil bawaain acara jejak kaki.
- ngeMC bareng di acara PesKilnya maba 2008
- keliling pasar Sentral yang sumpek dengan barang dagangan dan para penjualnya yang dengan riang gembira berkoar-koar menawarkan barang dagangannya , "cari apa buk, singgah belanja" awalnya kami menjawab sapaan itu dengan senyum. tapi lama-lama BT juga, apa ga bosan ngomong gitu terus, akhirnya kau pun mejawab sekenanya, "cari jalan keluar mbak, mas" ganti sahabat ku yang cekikikan.
- maming bareng di kosannya kak Ambu
- belanja bulanan di Sejahtera, (tragedi obat penghilang daki)
- jalan-jalan ke Mall, cek per cek cuman buat nengokin buku-buku di Gramedia. dasar kutu buku.
- bercerita panjang lebar tentang apa saja sampai lupa waktu, mau di rumahku, di rumahnya, di rumah neneknya, di kosan kakaknya, di kosan ku. di rumahnya fera, di jalanan.
Ya.... semua ada jamannya*ngutip dari iklan. Itu waktu jamannya kita masih sama-sama, sekarang kita udah jauhan. udah ga bisa jalan bareng lagi atau yg sejenisx. Udah sibuk dengan urusan masing-masing. Walau begitu, tak akan ada yang berubah dengan makna persahabatan kami. Bagi ku sahabat sejati itu bukanlah yg selalu di depan mata atau yang senantiasa di sisi. Tetapi dia yg setia di hati & di ingat dalam setiap bisikan Doa.
Special to my best friend
thanks for your coming in my live.
thanks for undersanding me
thanks for your time
thanks for listening my story
thanks for sharing with me.
bagi ku kau istimewa, aku pun ingin jadi istimewa untukmu.
Namun jika itu sulit, tak apa, aku tak akan memaksa.
"laa ikraaha fiddiin.." tidak ada paksaan dalam agama.
begitu pula seharusnya, tidak ada paksaan dalam persahabatan.
Just be my Best Friend Forever ....
Selasa, 27 September 2011
Rayap, si kecil yang rakus
Anti ‘anti Nyamuk’
Guru Pamong
Ku awali kisah ini dengan senyum yang berbulir-bulir kayak pulpy orange. *Apaan sih?
Minggu, 25 September 2011
Story In ANgkot: Dimana Dompet ku?
Very-very shy…..!
Ini adalah pengalaman yang paling aku takutkan selama tinggal di Makassar. Aku tidak pernah berharap ini akan tejadi padaku. karenanya sebelum berangkat dari rumah aku selalu mengecek ke empat hal yang ga boleh aku lupakan; Dompet, HP, kunci, dan FD. Dan yang paling pertama aku sebutkan adalah hal yang memiliki tingkat keurgenan yang paling tinggi. Yup, Dompet. tentunya dompet yang berisi uang. sebenarnya meskipun ga bawa dompet yang penting bawa uang itu ga jadi masalah.
Masalahnya, hari ini aku akhirnya mengalami hal yang aku wanti-wanti, emang apa sih? itu loh… ga bawa dompet maupun uang sepeser pun ketika naik angkot.
aku berangkat ke sekolah dari jalan malengkeri 1 pada pukul 8 lewat 15. dengan penuh percaya diri aku menyebreangi jalan dan menaiki angkot yang akan membawaku ke tempat tujuan setelah sebelumnya berseru kepada pak sopir, “Baji Gau, Pak!”
di Angkot, aku lebih banyak diam memperhatikan model rumah di sepanjang jalan yang dilalui oleh Angkot. kali Ini perjalanan agak panjang, karena Pak Sopir mengambil jalur Dg. Tata 3, abdul Kadir, Dangko, Cenrawasih. Mendekati lokasi yang aku tuju yakni SMA MAKASSAR RAYA yang terletak di depan jalan Baji Gau, aku mulai mencari dompet ku untuk membayar Angkot. tapi alangkah terkejutnya aku manakali kusadari bahwa dompetku tidak ada di dalam tas. “Hah?! di mana dompetku? perasaan aku selalu naro di tas, kok sekarang ga ada?” tanyaku dalam hati. setelah ku keluarkan semua buku-buku dan barang yang ada di tas ku aku pun tersadar, bahwa dompetku emang benar-benar nggak ada di dalam tas. HUaAAAA….. kalo gitu dompetku masih di lemari donk…. GIMANA NIH????
Aku panik banget. Bingung, takut, dan malu mau bilang apa sama pak sopir, nggak tau harus gimana. mana di mobil nggak ada akhawat ato orang yang bisa nolongin lagi. ku coba menghubungi kak Alya yang mungkin sudah ada di sekolah, tapi nggak diangkat-angkat. aku pun pasrah. “kiri, pak!!!” seru ku ketika menyadari bahwa angkot sudah lewat di depan sekolah. aku tidak segera turun dari Angkot.
“kenapa, mbak?” tanya pak sopir.
“pak dompet saya ketinggalan” kataku dengan suara tertahan. Mata ku udah berkaca-kaca.
“oh,.. kalo gitu nggak usah bayar, nggak papa”
kata-kata supir tersebut membuatku terharu. aku semakin ingin menangis.
“saya minta maaf ya, pak… dan makasih banyak” ucapku sugguh-sungguh berterimakasih. dalam hati aku berjanji aku akan membayar nya jika aku bertemu dengannya lagi.
benar-benar pengalaman yang memalukan. lain kali aku bakal lebih teliti lagi. cukup sekali aja aku mengalami hal kayak gini.
“ya Allah… pertemukan aku dengan pak sopir itu lagi”
Ini Bukan Akhir cerita kost Flora
Upe
|
2007
|
Pindah
ke rumah kakakx di Gowa.
|
Uppa
|
2007
|
Menetap
di Flora. Sementara menggarap proposal.
|
Rara
|
2006
|
Pindah
ke rumah kemenakannya di jalan veteran. Kuliahx dah kelar tinggal seminar dan
ujian meja.
|
Anti
|
2006
|
Udah
pulkam tahun lalu dan sekarang ada di Cirebon, jadi hantu, ups ghost writer
dan kursus menjahit.
|
Dedew
|
2006
|
Udah
pindah sejak tahun lalu, masih di kompleks yang sama dengan kost Flora.
|
Nunu
|
2006
|
Jurusan
fisika yang lulus bersamaan dengan ku.
Sekarang justru jadi pegawai
BRI.
|
Yuyu
|
2006
|
Jurusan
Biologi, lanjut S1 kedua, dan tinggal
di kost lain
|
K
Uni
|
2005
|
,
pulkam ke Sulbar dan jadi guru, bentar lagi merid
|
K
Alya
|
2002
|
Pindah
ke jalan sunu, tapi lebih sering tinggal di secretariat lembaga muslimah. Sekarang
juga jadi guru.
|
K
iya’
|
2002
|
Udah
merid dan punya anak, bakal berdomisili di Takalar.
|
K
Wati
|
2005
|
Udah
jadi PNS di Luwu Timur di salah satu SMK
|
Leli
|
2007
|
Pindah
ke Abdesir, bareng 3 orang adiknya, lagi sibuk kerja di salah satu LBB dan
cuti kuliah 1 semeter. Tinggal penelitian dan seminar hasil serta ujian meja.
|
Kamis, 16 Juni 2011
Ayooooo SEKOLAH!!!!
Masih ingat nggak, salah satu iklan layanan masyarakat yang Jingglex seperi judul di atas. akhir-akhir ini aku kok jadi kepikiran buat lanjut lagi yah? hmmm mungkin dah bosan dengan aktivitas kerja. aku butuh asupan ilmu baru tentang bidang ku. aku pengen mengembangkan kemampuan ku. pengen nambah pengetahuan. dan masih banyak pengen yang lain. Tapi sayangnya keinginan yang menggebu-gebu itu harus terhalang oleh beberapa hal. hal yang paling utama adalah masalah BIAYA. untuk lanjut S-2 itu nggak mudah n ga murah. Butuh persediaan dana yang nggak main-main. Sementara penghasilan ku saat ini masih belum memadai untuk itu.
Aku sering sharing ma salah satu teman seangkatan waktu di S-1 dulu. Namanya Husni, sekarang dia udah di Daerah. dipanggil pulang oleh ortunya. meskipun demikian, semangatnya untuk lanjut S-2 tak pernah pupus.
Rencananya sih mau cari Beasiswa bwt lanjut, tapi bingung mau cari di mana. Husni nawarin cari beasiswa kuliah di jawa. Wow.. keren tuh, but masalahnya aku berani nggak yah pergi sejauh itu dari mama.
Husni sih berani aja, tapi sayang nggak diizinin sama ortunya. ckckckc, salah satu sifat yang menghambat perkembangan karier anak nih… tapi yakin deh, mereka kayak gitu karena kasih sayangnya yang teramat besar kepada anaknya.
Kemarin sore tiba-tiba mama nelfon, *ya iyalah tiba-tiba, emang musti izin dulu kalo mo nelpon?
“Mega…. kamu mau lanjut S2 kah?” loh kok tau, siapa yang nngabarin yak?
“mmmm mau sih, kenapa ma”
“emang biaya untuk lanjut itu berapa?”
dst, dsb…..
heran juga sih kenapa mama bisa tiba2 nanyain tentang S2, di saat aku lagi bersemangatnya memikirkannya. hmm, mungkin ini yang disebut kontak batin antara Ibu dan anaknya. luar biasa. begitu kuatnya firasat seorang ibu.
Aku sendiri gimana yah…
meski semangat itu ada, dan usaha ke sana juga mulai digencarkan, tapi rasa takut itu masih bercokol dengan manis di hatiku. untuk menjalani kuliah yang kayak kuli sih insyaAllah aku siap, apalagi dengan fasilitas yang ada saat ini. tapi ketakutan ku justru pada saat proses penyelsaiannya. Masih trauma yang waktu di S1. Aku berharap, nantinya kalo jadi lanjut (amin…) semua bisa berjalan lancar. bisa tetap kerja, n bisa bisa punya teman yang kompak lagi, biar kuliah yang dijalani ga terlalu terasa berat, karena ada kawan senasib dan sepenanggungan yang senantiasa meghibur, dan memotivasi.
btw, kayaknya seru juga kalo kuliah di Bandung or Bogor terus ngekos berdua ma Husni. wah.. mulai lagi deh menghayalnya.
teruslah bermimpi, karena kesuksesan besar itu berawal dari mimpi. Don’t stop to think, don’t sop to do, and don’t stop to pray. key, selamat bermimpi….
Senin, 13 Juni 2011
Me n By Best Friend
dulu kita sahabat, teman begitu hangat,
mengalahkan sinar mentari....
dulu kita sahabat, berteman bagai ulat
berharap jadi kupu-kupu....
kini kita melangkah berjauh-jauhan,
kau jauhi dirku karena sesuatu,
mungkin ku terlalu bertingkah kejauhan
namun itu karena ku sayaaaaang.....
persahabatan bagai kepompong...
lagu Persahabatan dari Sindentosca terngiang-ngiang di telingaku. duh... kok kayaknya pas banget yah dengan perasaan ku saat ini. sedih juga sih. Dulu sering banget make lagu ini sebagai backing soundx vidio narsis aku dan sahabat ku. bahkan kami sampai membuat koreografinya segala. hihihi lucu juga kalo ingat zaman gokil-gokilx diriku dan dia.
Ngomong-ngomong tentang perasahabatan, aku ga setuju dengan lagu "kepompong". soalnya masa hidup kupu-kupu itu kan bentar banget. aku nggak mau persahabatan ku kaya gitu. yah.... meski sekarang aku dan sahabatku lagi dalam masa dormansi, tapi sebanarnya aku tetap berharap persahabatanku itu bisa seperti sendal jepit. seperti yang pernah dikatakannya pada ku. filosofi sendal jepit, ga eksis kalo cuman satu aja, ga ada pasangannya.
pfuhhh.....
Sejak hari kamis lalu aku uring-uringan, dan sekarang blom baikan juga. setiap kali ingat masalah itu, ada perasaan kesal sekaligus perasaan bersalah. entahlah..
semakin ingin melupakan, eh... malah semakin sering muncul diingatan.
benci..benci... tapi rindu jua ...
rindu-rindu... tapi benci jua...
so mesti gmana donk?????
padahal aku juga pengen banget tahu kegiatan dia di sana. lagi ngapain, ketemu ma siapa aja, gmana kegiatannya, sempat jalan2 kemana? trus mo minta ole-ole juga, tapi karena dia nggak bilang-bilang masalah keberangkatannya (alias dirahasiain) artinya aq juga ga berhak nanya2 tentang hal itu. hiks...mewek lagi.
dia katanya mo jadi goshwriter. ku search di wikipedia gosht writer itu artinya penulis untuk orang lain. dan itu di bayar. bagus juga. so selain bisa dapat duit dari situ, dia juga bisa tetap nulis untuk dirinya sendiri. cukup realistis. yah.... semoga cita-cita mu bisa tercapai sobat!
hmmmm.....jadi kangen masa sama-sama dulu. Tempat atau keadaan seburuk apapun jadi menyenangkan jika bersama. contohnya
- waktu di bus dalam perjalanan masamba - makassar, waktu itu pak sopir nyetel musik keras-keras. duh... kepala ku tuh udah kayak digebukin. ditambah lagi, orang yang duduk di kursi di depan kami menyetel kursinya ke belakang banget. uhhhh BT. udah pusing, kejepit lagi. dengan sedikit lebay aq menjerit, "aduh..!!" dan sahabat ku langsung menegur orang tsb, "pak tolong maju-maju sediki, terjepit temanku!" hiks jadi terharu. habis itu kita cekikikan deh... hihihi.
- waktu laporan pas jadi maba 2006. kompakan bo'ong biar terhindar dari siksaan. xixixi
- waktu pertama kali datang ke mks bwt kul, nunggu di pinggir jalan dekat telp umum dari jam 3 subuh ampe jam 6, ditemani sopir taksi dan anjing - anjing.
- jalan kaki dari Telkom sampai ke rumah atau sebaliknya sambil bawaain acara jejak kaki.
- ngeMC bareng di acara PesKilnya maba 2008
- keliling pasar Sentral yang sumpek dengan barang dagangan dan para penjualnya yang dengan riang gembira berkoar-koar menawarkan barang dagangannya , "cari apa buk, singgah belanja" awalnya kami menjawab sapaan itu dengan senyum. tapi lama-lama BT juga, apa ga bosan ngomong gitu terus, akhirnya kau pun mejawab sekenanya, "cari jalan keluar mbak, mas" ganti sahabat ku yang cekikikan.
- maming bareng di kosannya kak Ambu
- belanja bulanan di Sejahtera, (tragedi obat penghilang daki)
- jalan-jalan ke Mall, cek per cek cuman buat nengokin buku-buku di Gramedia. dasar kutu buku.
- bercerita panjang lebar tentang apa saja sampai lupa waktu, mau di rumahku, di rumahnya, di rumah neneknya, di kosan kakaknya, di kosan ku. di rumahnya fera, di jalanan.
Ya.... semua ada jamannya*ngutip dari iklan. Itu waktu jamannya kita masih sama-sama, sekarang kita udah jauhan. udah ga bisa jalan bareng lagi atau yg sejenisx. Udah sibuk dengan urusan masing-masing. Walau begitu, tak akan ada yang berubah dengan makna persahabatan kami. Bagi ku sahabat sejati itu bukanlah yg selalu di depan mata atau yang senantiasa di sisi. Tetapi dia yg setia di hati & di ingat dalam setiap bisikan Doa.
Special to my best friend
thanks for your coming in my live.
thanks for undersanding me
thanks for your time
thanks for listening my story
thanks for sharing with me.
bagi ku kau istimewa, aku pun ingin jadi istimewa untukmu.
Namun jika itu sulit, tak apa, aku tak akan memaksa.
"laa ikraaha fiddiin.." tidak ada paksaan dalam agama.
begitu pula seharusnya, tidak ada paksaan dalam persahabatan.
Just be my Best Friend Forever ....