Senin, 29 April 2013

Sendiri

Apa yang salah dengan sendiri? bukankah kita awalnya lahir sendiri dan mati pun akan sendiri?
Oho!, tentu tidak ada yang salah dengan sendiri. Hanya saja kata yang satu itu benar-benar bisa mengusik gundah dalam hati ku. Membuatku tak tenang dan gelisah. Yup I don't like being alone. Aku takut sendiri.

Sebelum aku bercerita lebih jauh ingin kusampaikan terlebih dahulu kehidupan baruku di rumah baruku. Bukan rumah baru dalam arti yang sebenarnnya tentunya, namun lebih tepat jika dikatakan tempat tinggal baru.
Saat ini aku dan rekan-rekanku di al insan tinggal di Jl. Prof. Abdurrahman Basalamah 2 No. 31 Makassar. Jalan yang dulunya bernama Racing Center ini kini menjadi saksi bisu atas jejak langkah yang kupijakkan setiap harinya. Jalanan-nya sejuk, rindang meski banyak juga kendaraan yang lalu lalang di atasnya.

Alhamdulillah, beribu syukur kupanjatkan kepada Allah atas segala resky yang diberikanNya kepada kami, kami boleh dibilang tinggal di ruko ini secara cuma-cuma. Kok bisa? ya bisalah, apa sih yang ga bisa kalau Allah berkehendak. Ceritanya gini, Bu khadijah (pemilik ruko) mengelola sebuah tahfidzul Qur'an  sabtu-ahad. Beliau terendala dari segi pengelolaan dan tenaga pengajar. Ia pun menawarkan kepada kami untuk tinggal di rumahnya sembari menjadi tenaga pengajar di Tahfidz beliau. Saat itu kami memang berencana untuk pindah dari hartako, dan bingung mau pindah kemana. Maka jadilah kami berempat (aku, Ela, Yusma dan k Nahda) pindah kemari.

Kami berempat hidup dengan damai, mesi pada awalnya suasana dan lingkungan yang masih baru membuat kami agak sulit beradaptasi. Mulai dari mencari jalur pt2 yang paling efisien, lokasi pasar yang tidak sebaik di hartako, jarak kampus dan tempat kerja yang semakin jauh membuat kami sempat sedikit tidak puas dengan keputusan kami. Belum lagi ketika pertama kali menghadapi anak-anak tahfidz yang beraneka ragam. Namun setelah hampir sebulan tinggal bersama sedikit-sedikit rasa itu semakin pupus. Kami mulai betah tinggal di sini dan menganggap ruko ini sebagai rumah kami, tempat kami melepaskan segala kepenatan yang kami rasakan di luar, tempat kami berbagi suka maupun duka, tempat mengekpresikan diri yang tidak sempat terekspresikan di luar sana. Keramahan Ibu Khadijah juga menjadikan kami nyaman tinggal di sini. meski lelah karena sering berjalan jauh, namun jika mengingat nikmat Allah atas tempat tinggal yang nyaman dan gratis ini kami lantas berucap syukur yang tiada henti. khusunya diriku.

Sayangnya kebahagiaan itu tidak berlangsung lama. Perlahan-lahan satu demi penghuni mulai jarang bermalam di rumah. Diawali dengan kak Nahdah yang berpikir untuk memaksimalkan tempat ini sebagai kantor. Ia meganggap jika ia tinggal di tempat ini maka ia hanya akan memberikan sisa-sisa waktunya saja, sehingga sulit untuk bisa mengembangkan tempat ini. Kakak yang satu ini memang suka berubah-ubah pikirannya, selalu meloncat-loncat dari satu hal ke hal lain, orangnya susah fokus, motonya: lebih baik tahu sedikit banyak hal dari pada tahu banyak sedikit hal. really not me. dengannya aku sering menemukan ketidak cocokan bahkan sering 'berantem'. Sikap ngototnya membuatku sering kesal.  tapi biar bagaimanapun dia masih punya segudang kebaikan yang nggak bisa disepelekan. love you sista, i'm sorry for everything. Akhirnya K Nahda resmi tidak menjadi penghuni ruko ini sejak bulan April, kini beliau tinggal di Antang, entah dengan siapa dan di mana tepatnya ia selalu merahasiakannya, kami adik2nya sulit mengerti tindakan yang ia lakukan namun kami tetap berusaha menerimanya.
Next
Setelah mulai bisa menerima 'hengkangnya' K Nahda dari kehidupan kami dan terbiasa menjalani hari-hari tanpa K Nahda di rumah ini, satu orang lagi mengambil langkah mundur bahkan tanpa membicarakannya lebih dulu dengan ku sebagai ketua pondokan mengenai rencananya. Ada sedikit rasa kecewa manakala kita merasa sangat bodoh karena tidak tahu apa-apa yang sedang terjadi. Seolah diri ini tidak berarti apa-apa bahkan untuk sekedar ukuran teman kost. Paling tidak ketika ingin pergi, kan bisa dia bilang "Kak mabit di rumahnya ka' sepupuku malam ini?" jadinya saya nggak perlu repot-repot menafsirkan kemana perginya dia? mau bilang apa saya sama Bu khadijah kalau ditanya.
Berbeda dengan kak Nahdah yang langsung mengatakan apa yang ada dihatinya atau yang dia lihat tanpa harus diminta tanggapan dan tanpa memperhatikan perasaan orang lain, Ela adalah tipe orang yang lebih sabar, lebih pendiam, lebih banyak nggak enaknya, dan tidak akan mengungkapkan perasaannnya kalau tidak ditanya. Ditanya pun belum tentu lengkap jawabanya, aku juga pernah menghadapi orang seperti ini sebelumnya. Aku mendapat Info dari Yusma yang juga serumahku, bahwa Ela selama satu atau dua bulan ini akan lebih banyak bermalam di Rumah sepupunya alasannya untuk menemani sepupunya ini karena pamannya sedang pergi KKN. 

Sebenarnya aku tidak akan pernah melarang, atau marah. Aku ini juga sangat pengertian meski kadang keras kepala. Aku sangat memahami mungkin ini yang terbaik untuk Ela, geraknya lebih leluasa karena ada motor di sana yang bisa ia gunakan untuk mengurusi skripsinya yang belum kelar juga. Hanya saja nggak ada salahnya kan kalau dikomunikasikan lebih awal biar kami juga nggak shock begini,  pembagian tugas rumah juga menjadi berantakan. 

Setelah seminggu menghabiskan waktu berdua dengan Yusma, aku mulai berusaha menerima apa yang terjadi pada kami. Toh, Ela masih datang bermalam minggu untuk mengurusi Tahfidz. lumayanlah.
Hari ini tibalah saat yang aku cemaskan itu, saat-saat dimana semua orang menginggalkan aku. Tadi sore, Yusma menelponku dengan suara yang takut-takut penuh harap juga. "Kak, Afwan mo ka pulkam ini. libburka selasa rabu. Kamis balik ma kemakassar"

Keget? Tentu saja, Tapi, aku mo bilang apa? apa iya aku ngelarang dia buat pulkam? nggak mungkin kan... Aku mencoba untuk tegar merelakan 'ke-pul-kam-an' Yusma. Setidaknya Yusma sudah beritikad baik dengan menginfokan terlebih dahulu kepadaku, anak yang satu ini meski cukup rumit tapi kutahu dia sangat pengertian agak mirip dengan kareter ku, mungkin karena golongan darah kami sama. Nggak seperti dua orang sebelumnya yang nanti di tanya baru mengatakan keadaan yang sebenarnya.  yang satu  karena emang cuek, yang satu karena merasa nggak enak. 

Aku pasrah saja, mau bagaimana lagi. Kalo memang harus sendiri ya sendiri. Pasti ini yang terbaik menurut Allah. InsyaAllah. Mungkin ini juga merupakan kesempatan bagiku untuk introspeksi diri. Bertanya pada diriku sendiri mengapa orang-orang begitu mudah pergi meninggalkanku. Mungkin ada banyak sifat dan sikap ku yang membuat mereka tidak tahan hidup bersamaku. :(  

Sedih...jika mengingat keadaanku saat ini. Aku juga ingin pulkam, bertemu dengan Mama, Ayu, Ilham, om, Tante, sepupu-sepupu. Pengen makan langsat yang kata Ilham lagi banyak banget. Tapi segala urusan di sini memaksaku untuk tetap tinggal. Kadang aku ingin melepas semuanya dan membiarkan diri ini bebassssssssss tapi apakah aku akan bisa bahagi setelah semuanya hilang? TIDAK, mungkin saat ini aku sedih, tapi masih banyak kebahagiaan2 lain yang tetap bisa kurasakan ditengah-tengah aktifitas ku. Masih ada manis yang bisa kuteguk di antara sekian banyak pahit.. Setidaknya aku masih bisa tersenyum setiap kali  tangis  ku reda. Aku masih bertahan. bersabarlah Ega.... tinggal sedikit lagi.  Besar harapanku semoga rasa sedih yang kurasakan karena kesendirian ini akan digantikan Allah dengan kebahagiaan yang lain. Amiiin. 

NB" belum selesai saya menulis note ini, mamanya Hilda yang tinggal di lantai 1 membawakan saya sayur sop dan Opor Ayam. wah.... Alhamdulillah... :)



Kamis, 29 November 2012

Sebuah Perenungan

28 November 2012

Pada tanggal yang sama dengan hari ini, 24 tahun yang lalu , ibu saya berjuang untuk menghadirkan saya di dunia ini. ibu bilang pada hari itu awan di langit tampak begitu indah, membiaskan cahaya matahari sore yang memukau. Karena itu beliau memberikan nama Megasari kepada saya. 

Setiap kali saya merenungi sejarah pemberian nama tersebut, membuat saya tersenyum sendiri. Mengingat betapa waktu kecil saya sering sekali  bertanya, menangis, dan selalu ingin menjadi nomor 1 membuat saya berpikir, apa kah ini ada hubungannya dengan nama saya? hm... jawabnya bisa iya, bisa juga tidak.
Saya mulai berpikir, mungkin salah satu alasan mengapa ibu saya memberi nama seperti itu adalah supaya saya juga bisa selalu memberikan kebahagiaan kepada ibu, dan orang-orang di sekitar saya, menjadi orang yang tidak sombong, memilki hati yang teduh dan cita-cita yang tinggi.

Sejak masih duduk di sekolah dasar sampai SMA saya selalu berusaha untuk menjadi yang terbaik.Peluang-peluang beasiswa tak pernah saya biarkan lewat begitu saja. Karenanya belajar sungguh-sungguh adalah sebuah keharusan. Bersyukur karena saya merupakan tipe pebelajar, saya sangat menyukai belajar. Matematika, bahasa inggris, Kimia, Fisika, Komputer, dll merupakan teman baikku. Tapi jangan salah, saya juga tetap punya sahabat-sahabat. Saya tidak lantas menjadi orang yang hanya asyik dengan buku dan pelajaran, saya juga sangat senang dengan pertemanan. Bisa berbagi dengan orang-orang yang memiliki kesamaan pandangan dan memilki selera humor yang lumayan gokil merupakan hal yang sangat saya syukuri dalam hidup ini. 

Jika mengingat bagaimana besarnya usaha dan semangat juang, serta cita-cita yang tinggi saat masih sekolah dulu, saya merasa terheran-heran sendiri. Bagaimana saya bisa begitu bersemangatnya di tengah kesulitan hidup saat itu? di tengah himpitan ekonomi yang tidak mudah, saya dengan percaya dirinya mengatakan pada diri saya, ibu saya dan orang-orang lain di sekitar saya, bahwa saya akan kuliah di Makassar, ibu kota Provinsi Sul-Sel. Padahal tentu bagi ibu saya yang saat itu belum berstatus PNS persoalan itu bukanlah hal yang mudah. Jangankan uang kuliah, ongkos berangkat saja belum tentu punya, belum lagi biaya hidup yang harus ditanggung nantinya. Waktu itu ibu sempat membuat keputusan bahwa saya hanya akan kuliah di daerah. masuk kebidanan. hal tersebut tidak mematahkan semangat saya untuk tetap belajar keras. Akan kubuktikan bahwa saya juga bisa seperti teman-teman yang lain. Saya ingin mengejar cita-cita saya, saya ingin melompat lebih jauh dari apa yang saya bisa. Masih Ada waktu! kata saya waktu itu, dan inilah saya saat ini, berhasil lulus tepat waktu (4 tahun) di Jurusan Matematika Universitas Negeri Makassar, dan sempat meraih gelar lulusan terbaik.

Namun, jika saya mecoba membandingkan, semangat juang saya waktu sekolah lebih kuat dibandingkan saat kuliah dan bekerja. Saya mulai merasa bosan dengan apa yang saya jalani. Menjalani aktivitas sehari-hari tanpa ambisi, tanpa tantangan, dan begitu-begitu saja. Jelas bosan dengan ritme yang selalu sama. Saya tanyakan kembali pada diri saya, mana semangat itu? apa sampai di sini saja perjuangan itu? sudah pantaskah saya untuk merasa puas dengan apa yang sudah saya capai saat ini? 

Jujur saya merasa, saya masih bisa lebih dari diri saya saat ini. Jika orang lain bisa kenapa saya tidak? lalu kenapa saya tidak berusaha mencoba? kenapa tidak saya kembali membangun cita-cita hidup saya? kalau dulu orientasi saya hanyalah dunia, maka saat ini saya harus melandaskan cita-cita saya pada pondasi yang kokoh, yakni keimanan kepada Allah, dan keinginan untuk meraih keridhaan-Nya. 

Perlahan saya mulai memungut kembali kepingan-kepingan impian saya yang pernah saya campakkan karena mengannggapnya mustahil. Beberapa orang yang ada di sekitar saya meyakinkan ku bahwa tidak ada yang mustahil jika kita benar-benar mengingikannya -tentunya atas kehendak Allah- dan berusaha mewujudkannya. Mereka membangkitkan rasa percaya diri saya, sikap optimis yang pernah pudar kini sedikit demi sedikit kembali cerah . Thanks for supporting me. Arigato minna ^_^

Ada rasa malu ketika menyadari di usia saya saat ini belum banyak yang saya bisa lakukan untuk diri saya, orang tua saya, keluarga saya, dan ummat ini. sungguh saya sangat  ingin dengan ilmu yang saya miliki saya bisa mengambil peran dalam membangun peradaban, mengembalikan kejayaan Islam. Saya ingin membuktikan pada dunia bahwa umat islam bukanlah orang yang terbelakang, bukanlah umat yang tidak punya cita-cita, namun mereka juga bisa maju, menggebrak dan menggenggam dunia. Namun bukan dunia semata  tujuan kami, melainkan kampung akhirat lah yang dituju. 

Karena itu, saya mengazzamkan diri untuk tidak berhenti bermimipi. Untuk terus bercita-cita yang tinggi. Menyusun bata-bata impian untuk menjadi bangunan yang kokoh di atas pondasi yang kuat.  Akan kusingkirkan segala hal (rasa takut, pesimis, ragu-ragu) yang bisa mengahalangi terwujudnya impian ini dan akan kuganti dengan optimisme yang didukung dengan iman, usaha, do'a dan tawakkal kepada Allah.

Saat kutatap semburat  jingga di langit sore ini, kubisikkan semangat pada diri ku
"ini belum selesai, semua belum berakhir. akan kukejar mimpi ku. takkan saya biarkan ia berlalu begitu saja. impian ini begitu indah, seindah lukisan mega di atas sana"



Megasari

cerita Lebaran ku...

Allahu Akbar.. Allahu Akbar…. Laa Ilaaha Illallahu Allahu Akbar .. Allahu Akbar ….Wa lillaah
Ilham…
Kumandang Takbir memenuhi seantero negeri khususnya di sini, aMakassar. Lebaran kali ini saya putuskan untuk tidak pulang kampung. Selain karena tidak ada libur, mahram ku sepertinya tidak sempat menjemput.
Alhamdulillah semua tidak seburuk yang saya bayangkan. Saya tidak sendiri di sini, ada Uni (teman serumah) yang tidak pulkam, dan seorang adik binaan saya di kampus. Kami bertiga menjalani lebaran kali ini dengan fun.
Sehari sebelumnya saya pergi berbelanja di supermarket dan pasar tradisional. Kami tidak ingin ketinggalan suasana lebaran meskipun berada jauh dari kampung sendiri. Suasana itu harus tetap terasa, bukankah Idul Adha adalah hari raya umat Islam yang harus disambut dengan penuh semangat?
Menu lebaran kali ini adalah sup ayam, dan ayam goreng kecap. Sebenarnya saya ingin sekali membuat puding, tapi lupa membeli bahannya. Namun yang namanya rezeky itu memang tidak kemana. Buktinya, ba’da Shalat ‘Id kami disuguhi puding cokelat di rumah salah seorang teman seperjuangan.Alhamdulillah….
kami melaksanakan Shalat ‘id di lapangan basket  FT UNM yang terletak di Parang Tambung. Shalat dilaksanakan lebih cepat dibandingkan shalat idul fitri. Hall ini sesuai dengan yang diajarkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Hikmahnya adalah karena ba’da shalat orang-orang akan menyembelih hewan kurban.  Suasana shalat berlangsung hikmat, ditambah dengan bacaan shalat yang dibawakan secara tartil hingga menyusup ke dalam hati membasahi jiwa-jiwa para jama’ah. tidak sedikit yang sampai meneteskan air mata.
Usai shalat dan khutbah para Jama’ah berdiri ada yang langsung pulang, ada juga yang masih tinggal untuk saling mengucapkan selamat hari raya antara satu dengan yang lainnya. Ucapan Taqabbalallahu minna wa minkum mewarnai amtmosfer di lapangan. Ku sempatkan diri menelpon keluarga di kampung, mulai dari mama, tante, adik, sepupu. hiks.. sedih juga sih tidak bisa berkumpul dengan keluarga di hari yang berbahagia ini. Padahal hari raya seperti inilah yang bisa mengumpulkan seluruh keluarga besar Simak Samad. Tapi tak apa, ini lah yang terbaik dari Allah. Harus tetap semangat, lagi pula di sini saya punya saudara-saudara seiman yang insyaAllah bisa menjadi pengobat rindu.
Memenuhi undangan salah seorang Akhawaat, kami pun berjalan menuju rumahnya. Di situlah kami disuguhi dengan beberapa jenis hidangan mulai dari puding cokelat fla, soto, sampai es buah. MasyaAllah ini baru satu rumah gimana dengan rumah yag lain. Dari situ kami pun melajutkan silaturahim ke rumah yang lain, hari itu ada 5 rumah yang kami kunjungi. Masing-masing menyuguhkan menu yang berbeda,, dan semua memaksa untuk memakan hidangannya. Ada kari ayam, kurma, mangga, bakso goreng, opor ayam, buras, es nutrijel. Wal hasil kami benar-benar kenyang, sampai-sampai makanan yang dirumah tidak tersentuh sama sekali.
Sore hari setelah istirahat siang dan shalat, kami pun melanjutkan kunjungan kami ke rumah salah seorang staff Al_insan. Saya memberanikan diri membawa motor, itu pun setelah dikompor-kompori oleh adik binaan saya. Alhamdulillah bisa sampai dengan selamat.
Malam hariya, barulah makanan yang kami siapkan sejak sore kemarin tersentuh. ternyata masakan kami nggak kalah enak dengan masakan di tempat lain. “mmmmm….Ayam goreng buatan kakak enak loh…”  seru Hilya. Syukran…. hehehe…
Melalui kesempatan ini saya  mengucapkan
SELAMAT HARI RAYA IDUL ADHA 10 DZULHIJJAH 1433 H. IED MUBARAK. TAQABBALALLALLAHU  MINNA WA MINKUM.

Jumat, 14 September 2012

assalamu'alaykum warahmatullahi wa barakatuh.
nggak terasa udah hampir setahun saya nggak buka blog ini dan nggak posting apa pun. ck..ck..ck... ini kah yang disebut cinta menulis? saya jadi ragu.
eits.. tunggu dulu, nggak ngeblog bukan berarti nggak suka nulis. toh saya masih sering nulis di diary walaupun nggak rutin. xixixixi.
Banyak sekali hal yang sudah terjadi dalam selang waktu setahun ini. Salah satunya adalah saya sudah pindah rumah lagi, nggak betah saya lama-lama tinggal di kost yang kemarin. sudah banyak kucing, panas, berisik dan deketan sama cowok. Nggak bisa bebas bergerak.
Impian-impian ku juga makin banyak, dan sekarang saya sedang berusaha untuk merintis jalan menuju ke sana. Beberapa buku dan novel yang saya baca membuat saya sadar tentang arti sebuah impian, dan jangan pernah menyepelakan impia n sekecil apa pun itu dan semustahil apa pun itu, karena kalau Allah menghendaki nggak ada yang mustahil.
nah karena makanan sudah terhidang, makan dulu ah...

Rabu, 02 November 2011

Selamat Jalan Pore

Akhirnya, setelah genap seminggu sakit, Pore pun menghembuskan nafas terakhirnya. Aku pikir dia bakal sembuh, soalnya kemarin dan tadi malam dia udah bisa makan dan ngejilat-jilat tubuhnya. Tadi pagi pun aku masih ngeliat dia di pintu kamar.
Hari ini aku seharian ful di rumah, Internetan sepuasnya mumpung masih ada bonus, dan emang nggak ada schedule di luar. So asyik browsing, danmendandani blog. Menjelang shalat Ashar, waktu mo pergi ambil wudhu, tiba-tiba aku teringat Pore, si kucing yang udah seminggu sakit. Aku nggak melihat dia dari tadi. Habis wudhu, barulah aku nyariin Pore. Dimana-mana kucari ngga ketemu. Akhirnya kunyalakan lampu kamar agar bisa leih leluasa melihat. Alangkah terkejutnya aku ketika kutemukan Pore di sudut kamar sudah tergeletak kaku tak bergerak dengan mata dan mulut yang terbuka.
"innalillah...Pore dah meninggal" tak dapat kupungkiri, aku sedih atas kematiannya. Ternyata cuma sampai hari ini aja batas hidup Pore. Dan tadi malam waktu dia masuk ke kelambu dan tidur di kasurku, itu adalah salam perpisahan terakhirnya.
Hiks.... nggak ada lagi kucing cantik yang menjadi kebanggan kami. Kucing yang paling rajin mandi, kucing yang paling keras ngeongannya. yang menjadi saingan Poro kalo mo makan.
Sekarang Anak kucing Jamesha tinggal 2, rasanya nggak complete, karena aku menjumpai mereka saat masih bertiga. dan bagiku mereka adalah satu kesatuan yang saling melengkapi.
Padahal Firah udah berusaha agar Pore sembuh, termasuk mengancam Pore, "Pore, kamu harus sembuh yah sebelum saya pulkam, kalo tidak nanti saya taruh di luar loh..."
Mungkin Pore ngerasa nggak kuat dan akhirnya memilih mati. hiks...
Selamat Jalan Pore. ..

Sampai saat aku nulis blog ini, Firah belum tahu kalo kucing cantiknya mati. Aku sendiri nggak berani mengangkat mayatnya. What should I do?

Selasa, 01 November 2011

Aku dan Tulisanku


Aku bukan penulis, tapi aku suka menulis, karena dengan menulislah aku bisa mengeluarkan unek-unek ku tentang apa saja Tentangku, sahabatku, kehidupanku, dan mimpi-mimpiku.

Sebenarnya, aku menulis hanya untuk diriku, tapi kalau itu dibaca sama orang lain nggak papa juga sih, asal jangan protes aja sama gaya menulisku yang nggak ngikutin tata bahasa kepenulisan. Maklumlah aku bukan sastrawan, atau jurnalis, or cerpenis melainkan seorang alumni jurusan Matematika.

Sejak kecil aku suka menulis ***selain membaca tentunya. Aku menuliskan perasaanku, pengalamanku atau khayalanku di dalam sebuah buku. Mungkin ini disebabkan karena sifatku yang pemalu dan nggak banyak omong (kecuali sama orang-orang tertentu). Disatu sisi aku sangat suka bercerita, sementara di sisi lain nggak selalu ada orang didekat ku yang bersedia mendengar cerita ku 24 jam, so jadilah menulis sebagai sarana yang tepat buatku untuk mengekspresikan diri. cieh..

Setelah keseringan menulis, aku menyadari bahwa ada banyak sekali kejadian di sekitar kita yang bisa diceritakan kembali dalam bentuk tulisan. Meskipun itu bukanlah sebuah tulisan yang bagus, never mind. Setiap dari kita punya hak untuk menyalurkan kebutuhannya, termasuk menulis. Karena nggak semua orang mampu mengutarakan apa yang dia rasakan lewat lisan. Seseorang mungkin butuh menulis supaya dia nggak stress karena banyak memendam masalah dan sebagainya. Yah... sepanjang hal itu nggak mengganggu orang lain, aku rasa nggak apa-apa.

Aku mengenal blog dari seorang teman kuliahku, Mardiyah. Thanks ya udah ngenalin aku sama dunia blogging. Blog ini bener-bener berguna. Jujur aku lebih suka nulis di blog dari pada di fb. Kalo di fb kan banyak teman-teman yang kenal sosok aku kayak apa, rasanya malu aja kalo mereka membaca tulisan aku. ***wah.... ga PD banget yah. Kalo di blog khan nggak ada yang kenal kecuali segelintir teman dekatku. Blog rasanya lebih nyaman. Seperti 'rumah sendiri', Lebih bebas berekspresi. hehehe...

Pelajaran Kesatu (Part 2#)

B. ......DE ........ DESU

Bentuk ini berfungsi untuk menghubungkan dua kata benda atau kalimat, Desu yang pertama, kita ganti dengan "de". Langsung ke contoh aja kali yah...
> Watashi wa Mega desu.
> Watashi wa Indonesia jin desu
= Watashi wa Mega de, Indonesia-jin desu

Gampang khan...
Ini aku kasih beberapa contoh lagi
> Anda tuan Tanaka, Orang Jepang = Anata wa Tanaka-san de, Nihon-jin desu
> Rita seorang perempuan, pegawai toko = Rita-san wa onna de, ten-in desu
> Ilham seorang laki-laki pegawai Bank = Ilham-san wa otoko de, ginko~in desu
> Kami guru, mereka dokter = watashi-tachi wa sensei de, anohito-tachi wa isha desu
> Ini Radio, itu Televisi = Kore wa rajio d , sore wa terebi
> Ini pensil, itu pulpen = kore wa empitsu de, sore wa mennenhitsu desu.

Tango (Kosa Kata)
Nihon = Jepang
Rajio = Rajio
Televisi = Terebi
Pensil = Empitsu
Pulpen = Mannenhitsu
Buku = hon
... - san = tuan/nona/saudara
... - tachi = bentuk jamak untuk orang
Isha = Dokter
Sensei = guru
Ten-in = pegawai toko
Ginko~in = Pegawai bank
Kore = ini
Sore = itu (dekat dengan lawan bicara).
Are = it (jauh dari keduanya)

Kamis, 27 Oktober 2011

DAIKKA (Pelajaran Kesatu)

A.  ....Wa .......... Desu (Dearimasu)
 Wa adalah kata bantu subjek (pokok kalimat)
Desu atau Dearimasu adalah bentuk positif yang digunakan untuk membuat sebuah ucapan menjadi formal. Huruf u biasanya tidak disuarakan.

Nah... sekarang saat ini saya akan mencoba membuat kalimat dalam bahasa Jepang. Tapi saya juga lagi belajar loh... jadi gomen ne ... klo salah.

Watashi wa Mega desu
= Saya adalah mega

Watashi wa indonesia-jin desu
= saya adalah orang Indonesia

Watashi wa Eigo no sensei desu
= saya adalah guru bahasa inggris

Anohito wa Anti-san desu
= Dia (adalah) nona Anti

Kanojo wa Indonesia-jin desu
= dia (perempuan) (adalah) orang Indonesia

Kare wa Nihon-jin desu
= dia (laki-laki) adalah orang Jepang

Watashi-tachi wa shimbunkisha desu
= kami adalah wartawan



Derita Pore

Sudah 2 hari ini, pore berdiam diri, nggak bersemangat. Dia betah selama berjam-jam menggelung dirinya si atas karton. Kasihan pore, dia lagi sakit. Sepertinya terserang flu. nggak mau makan sedikit pun meskipun hanya seteguk air,  soalnya tenggorkannya lagi sakit. Akibatnya, tubuhnya jadi kurus. kecantikannya pun mulai pudar. 

Saya jadi iba jika melihat ekspresi kesakitannya. Saya nggak tau mau ngelakuin apa. Saya sudah berusaha memberinya makan, tapi ditolaknya. Begitupun dengan air. Saya takut dia nggak kuat menahan sakit atau kekurangan cairan dan akhirnya mati. Saya hanya bisa menyelimutinya, berusaha memberikan kehangatan pada tubuh kecil tak berdosa itu.

Sementara itu, kedua saudaranya Pora dan Poro sama sekali tidak peduli akan penderitaan Pore. Mereka asyik kejar-kejaran, berlomba menghabiskan makanan yang disiapkan. yah.. namanya juga binatang. Tapi yang nyebelin, ibunya ituloh, si Jamesha sama sekali nggak merasa kasihan terhadap anaknya. oh... Jamesha, dimana naluri keibuan mu? dia itu anakmu...

Saat ini Pore kembali menggelung dirinya di sudut ruangan, di atas tumpukan tikar dan kain lap. Sepertinya ia berusaha mencari tempat yang bisa membuatnya hangat. Ekspresi sakit masih tergambar jelas dari wajah dan gerak tubuhnya.
Met istirahat ya Pore, moga cepat sembuh....
 

Selasa, 25 Oktober 2011

Masih Sama

Hari ahad kemarin Anti (My BF) tiba di Makassar. Aku tidak deg-degan menantinya, tapi tetap mendoakan semoga perjalannya lancar. aku juga tidak mengirimkannya sms meski itu hanya untuk bertanya, "dah dimana?"

Aku hanya berpikir, "insyaAllah ntar ketemu kok" lagian dia juga bukan orang yang baru di Makassar ini. Saat itu aku tetap fokus pada pembicaraan dalam pertemuan, di sekretariat. Sesekali ku lihat hp ku, siapa tahu ada sms darinya yang menanyakan alamat baru ku. 

Pukul 5.00 WITA barulah ada sms darinya, itu artinya dia dah tiba. Segera ku kirimkan sms balasan menjelaskan lokasi tempat tinggalku yang baru. Aku lebih dulu tiba dibandingkan dia. Dia tiba di rumah, saat aku sedang mandi. Usai mandi, aku mendengar ada suara yang nggak asing lagi di telingaku. 

Suara itu...begitu mencekam... "hmmmm... Anti dah tiba". Aku nggak langsung menemuinya, aku malah asyik nyuci pakaian di kamar mandi. Habis itu aku menuju kamar, sambil berkata, "wah, kamu berhasil juga nemuin alamat ini?" ujarku 
"berhasil donk... saya nggak mungkin di sini kalo ga berhasil"
"bagus... bagus..."
Untuk sementara, aku tinggalkan dulu Anti  di ruang tamu ngobrol bareng Firah. Aku mesti pakaian dulu khan... Usai persalinan ups maksudnya ganti baju, aku menghampirinya dan menarik tanganya ke atas untuk berdiri...

"ckckckck .... nggak berubah" ucapku mengomentari ukuran tubuhnya.

"iya nih... tambah kurus saya" timpal Anti, "peluk dulu donk..." lanjutnya. 

Barulah di situ kami cupika cupiki melepaskan kerinduan yang tak terperikan ..***halah
HAAAAA...... aku kangen banget ma tuh anak....gemes deh.. kirain bodynya udah bertambah eh, taunya masih sama aja. Abis itu langsung minta ole2. tau nggak dia ngasih apa, aku dikasih tiket pesawat, katanya itu harganya satu juta. aku melengos. 
"he... Ga, ini yang beneran. Ambil ini" dia mengeluarkan sesuatu dari tasnya, aku dengan senang hati menerimanya. dan dengan penuh semangat membuka bungkusan itu. Isinya  apa yah? penasaran. buka...buka...buka... 
"hah???? Roti????!!!!" GUBRAKK!!! aku pun terlontar ke belakang. Anti tertawa cekikikan. Anti toh... masa' ole2nya roti dari pesawat. Huaaaa.....nggak bener iki. Mana pesanan rok batikku????
"Wei... itu Roti satu Juta tau..." bela Anti.
Aku memang penggemar Roti, tapi .... ah... sudahlah, Thanks Sob...
Kamu emang ga berubah, masih kayak dulu, masih suka ga bawa ole-ole...
hehehe..piece ^_^ V



Cantik dengan Jilbab

Aku bangga menjadi wanita muslimah
di saat yang lain bangga menjadi wanita modern
Aku bangga jilbabku menguntai di dada
di saat yang lain bangga menguntai kecantikannya
yang memukau dan menawan yang tiada henti
aku bangga jika mahkota adalah jilbabku
di saat yang lain bangga jika rambut adalah mahkotanya
wahai kawan yang bermimpi
sanjungan akan cantik bukanlah buka-bukaan
cantik bukan selalu berdandan
dan cantik bukan berarti seorang pujaan
kuulurkan jilbabku hingga terasa damai hatiku

Kost Baru dan Kucing-kucing

Rabu 23 Agustus 2011 aku resmi meniggalkan kost Flora. Berat…. sungguh berat rasanya kaki ini melangkah meniggalkan my lovely kost. Rumah kedua ku setelah rumah yang ada di Masamba. 5 tahun bukan waktu yang singkat hingga mampu membuatku meninggalkannya. Kutatap kost ku itu dengan perasaan gamang, sambil menutup pagar depan berulang kali ku katakana “angiong Flora… sayonara…” dua kata dua bahasa yang artinya sama-sama selamat tinggal.di boncengan motor Rara, air mataku pun tumpah…. hiks sedih banget 
Tiba di kost baru, aku disambut dengan bau yang semerbak. Benar-benar menyengat. Bukan bau yang sedap, tapi bau kotoran kucing. HOEK!!! itulah kesan pertama ku di kost baru. Membersihkan tahi kucing yang ada di dekat tempat cuci piring. Karena itu aku bertekad untuk tidak membaik-baiki kucing-kucing yang ada di rumah ini. Mereka adalah kucing-kucing peliharaan teman kost ku yang baru. Sempat ada niat gini, "aku bakalan ngebaik-baikin tuh anak kucing di depan tuannya, tapi kalo tuannya ga ada aku bakalan taro mereka di luar" ***bergumam dengan tatapan sinis dan kepala yang meliuk-liuk ala pemeran antagonis di sinetron2 Indonesia
Anti sempat bilang, " tapi kan mereka lucu me..."
Aku jawab, "tapi kan tainya ga lucu  ti..."
Tapi... tapi .... itu dulu, semua rencana  jahat ku hanya ada di angan-angan. Beberapa hari tinggal di kost baru bersama Firah, Ferda dan Nisa aku mulai menyukai kucing-kucing tersebut. Apalagi dengan keberadaan Fira aku nggak bisa leluasa melakukan aksi gila ku. Bukan.. bukan karena takut sama firah, tapi karena Firah rajin ngurusin kucingnya, so aku nggak perlu direpotkan dengan urusan kotoran kucing lagi. 
Kini, hampir 2 bulan tinggal di sini aku malah jadi sayang sama kucing-kucing itu. Sering ngajakin mereka main, ngelus-ngelus bulunya, ngasih mereka makan, menatap mereka dengan tatapan kasih sayang ***kurker banget yak.
Kucing-kucing itu bernama Jamesha, Pora, Pore, dan Poro. berikut Deskripsi dari keempat kucing tersebut.
1. Jamesha, Ibu kucing yang baik hati. Sering membawakan makanan kepada anak-anaknya. Saking baiknya, dia rela mencuri demi ketiga anak-anak nya. Dia rela diusik tidurnya oleh ketiga anaknya yang ingin menyusu. Dia suka sekali menggoyang-goyangkan ekornya untuk meggoda anak-anaknya. Dia rela nggak makan demi anak-anaknya. kalo anak-anaknya lagi menyusu, dia bakalan menjilati satu persatu anaknya  dengan tujuan memandikan tentunya. Tapi akhir-akhir ini Jamesha mulai galak, mungkin karena dia hamil lagi. oh NO! 


2. PORA
 2. Pora, Kucing hitam putih. Anak pertama dari tiga kembaran. Kucing ini paling sering mengalami peristiwa tragis bahkan sejak pertama dilahirkannya. Waktu itu Jamesha sudah waktunya melahirkan, tapi dengan santainya dia jalan-jalan di dalam rumah, sementara Pora sudah bergelantungan di lubang kelahirannya. terpaksa Nisa membantu menariknya keluar. Pernah jatuh dari loteng ketika jamesha menggendongnya, pernah juga jatuh dari lemari. Sifat: paling akrab dengan manusia, paling kecil suaranya, suka makan jagung, kacang panjang  dan wajik khas mandar, plus kerupuk. 

3. Pore. Kucing belang, warisan dari Jamesha. Paling dekat dengan ibunya, paling cantik dan pemberani. selain itu kucing ini juga paling manja. Pore juga paling kerang ngeongannya, dan paling kuat firasatnya. Pernah suatu kali, pore uring-uringangan. Bawaannya lesu melulu, tampangnya sedih, kami semua khawatir melihat sikapnya saat itu. ternyata malamnya dia menjadi pembahasan dalam rapat pondokan. Anak-anak tetangga sebelah berniat untuk membuangnya. kasian Pore. Kucing yang satu ini juga punya kebiasaan yang baik, dia rajin banget mandi dan memandikan saudaranya dengan lidahnya. tidak heran jika di antara ketiga kembarannya dialah yang paling bersih.

 4. Poro. Si bungsu yang sok jago. Tapi sebenarnya dia yang paling penakut. Begitu ada ancaman, dia langsung lari ke bawah lemari. kucing yang paling agresif saat makan atau saat Jamesha membawakan makanan. Kalo aku perhatikan nih, ya ..  Poro itu adalah kucing yang paling bandel,  suka ngegangguin saudara-saudaranya yang lagi tidur. Emang sih awalnya cuma mengelus-ngelus, tapi kemudian dia tidak tahan untuk tidak menggigit telinga Pore maupun Pora. dia juga beberapa kali kepergok mencuri ikan, ***gini nih kalo kebiasaan di kasih makanan hasil curian. nah... kucing ini paling dekat dengan tikar. dia juga yang paling nyebelin. Tadi malam aja sarung ku dikencingi olehnya. PORO....!!!!!! awas kamu yah.. hehehe
 

Kami paling repot pada saat menjelang makan, kucing -kucing ini akan segera berlari ke dapur dan mengeong-ngeong di kaki kami dengan suara yang super nyaring (kecuali pora).Supaya kami bisa makan dengan tenang, kucing-kucing ini kami simpan di luar rumah dulu. kadang dengan makanannya, kadang juga tidak. Ferda tuh yang paling sering ngebooingin  kucing. Biasa juga, kami berlari ke kamar, menghindari kejaran kucing-kucing yang agresif itu dan menguncikannya. pokoknya di kost ini butuh perjuangan untuk makan.
Saat malam datang, nyamuk-nyamuk pun mulai beraksi. Berhubung aku orangnya paling anti sama anti nyamuk, maka kami memasang kelambu di ruang tamu untuk menghindari serbuan nyamuk. emang sih... serbuan nyamuk bisa dihindari, tapi serbuan lain datang kemudian. Ketika Kelambu mulai terpasang, trio kucing ini pada tawaf di sekitar kelambu. Tahu tawaf khan... itu loh prosesi mutar-mutar di sekitar ka'bah kalo orang naik haji. Kucing-kucing ini tawafnya di sekitar kelambu. kalo tawaf biasa sih nggak masalah. tapi yang jadi masalah mereka tawaf sambil menyerang kelambu. melompat-lompat dan bergelantungan di kelambu. Duh.... kucing.... kalian kenapa sih...?
Meskipun begitu, kami tetap sayang pada mereka. Aku paling suka ngeliatin mereka yang lagi tidur dengan pulas sambil berpelukan satu sama lain. Kucing aja bisa saling menyayangi, so kenapa kita (manusia) tidak?




Rabu, 19 Oktober 2011

Cowok-Cowok Penggemar FTV

            Kali ini saya mau bercerita tentang tetangga-tetangga baru saya. ups, salah, yang benar sayalah yang jadi tetangga baru mereka. Mereka memang anak-anak cowok, tapi selera mereka nggak beda-beda amat dengan selera remaja cewek. Like the title above, mereka rajin banget nonton FTV siang bareng-bareng. Entah apa yang ada di benak para pria itu ketika menyaksikan tontonan tersebut.

           Saya diam-diam memperhatikan kebiasaan mereka ini. Asal tahu saja, rumah saya dan rumah mereka hanya dibatasi oleh dinding seng, so apapun yang mereka omongin ataupun lakukan bisa terdengar jelas dari kamar kami. Saya ikut tertawa, manakala mendengar tawa mereka saat menonton FTV.

          Seperti Siang ini, lagi-lagi mereka -yang umurnya kutaksir sekitar 19-20 an - pada ngumpul rame-rame buat nonton FTV. kali Ini ceritanya tentang cowok tampan yang jadi pengantar bunga. Ketika dia sedang menjalankan tugasnya tersebut, ada pria lain yang sangat percaya pada mimpi. Dia baru saja bermmimpi bahwa ada seseorang yang memberinya bunga. dan dalam mimpi itu dikatakan bahwa orang yang memberinya bunga adalah jodohnya. nah...bertemulah 'sang pemimpi' tadi dengan cowok pengantar bunga, lalu 'sang pemimpi' berkata, "saya adalah orang yang sangat percaya pada mimpi, dan saya yakin kalau anda ini adalah jodoh saya"
           Kontan aja cowok2 tetangga kost saya pada tertawa. Mungkin mereka ngeri jika mereka mengalami hal yang sama. Kemudian mereka kembali heboh pada bagian berikut:

Cewek yang jadi pemeran utama akhirnya bertemu dengan cowok pengantar bunga,
"kamu percaya nggak, kalo ada orang bisa langsung suka pada pandangan pertama?" ciri-ciri mau menyatakan cinta tuh...

            Kali ini mereka bahkan bersorak, dan berhu....hu... ria. Saya yakin, itu adalah kalimat  yang tidak asing bagi mereka. Soalnya kemarin malam waktu Firah lagi begadang, dia sempat dengar tetangga kamar kami baik yang di sebelah kiri maupun kanan pada asyik ngegombal cewek-cewek di telepon menjelang jam 12-san. hemmm gini nih kerjaan anak muda sekarang, saya jadi iba sama cewek-cewek yang jadi korban keisengan mereka.

            Ketika melihat pemeran FTV yang ganteng, tiba-tiba ada yang nyeletuk, "orang itu mirip saya kan?"
***hahaha kepedean. Temannya pun menjawab, "iya mirip, pantat dia mirip muka mu?" majelis nonton itu pun kembali berguncang oleh tawa mereka.

            Ada lagi kebiasaan mereka yang unik, mereka suka banget nonton infotainment. Setahu saya, yang suka nonton acara gosip begitu tuh cuma perempuan, ternyata pengetahuan saya salah. Wah.... tetanggaku emang unik.

Selasa, 18 Oktober 2011

New Spirit


Setelah membaca beberapa tulisan dari Icha, semangat saya kembali terpacu untuk mewujudkan mimpi-mimpi saya. Saya ingin melakukan hal-hal yang sempat pudar karena terlalu nyaman dengan keadaan yang ada sekarang, istilah kerennya sih "zona nyaman". Padahal as a human, saya juga punya mimpi (nan kkumi isseotjyo). ***salah satunya mimpi waktu lagi tidur.

Saya nggak peduli, apakah mimpi saya bisa terwujud atau tidak, yang jelas saya akan berusaha dengan penuh semangat dan tawakkal kepada Allah. seperti yang sempat saya kutip dari blognya Icha:


"We are responsible for the effort, notthe outcome. Ketika kita menaruh seluruh effort yang kita miliki disetiap kegiatan yang kita lakukan, maka orang lain pun juga menghargai seluruhusaha kita.. Dan ketika sudah melewati masa-masa berat tersebut, ketika kitabertambah dewasa, dan bertukar pikiran dengan orang lain, yang kita ingatbukanlah hasil akhir dari apa yang kita lakukan, tapi yang lebih membuat kitabangga adalah seberapa besar dan keras usaha kita untuk bisa mencapai hasilakhir tersebut. Karena kehidupan itu adalah proses.."
Yup! Benar banget, hidup adalah proses, proses untuk senantiasa menjadi lebih baik dari kemarin. Rasanya sayang banget kalo nggak ada perubahan dalam hidup, bahkan malah mundur. Tapi tetap mesti memperhatikan batasan-batasan Allah. Cz kalo kita sudah berani melanggar batasan itu, maka apa yang kita kerjakan nggak akan berberkah, bahkan boleh jadi ia menjadi penghalang diri kita untuk mengapai keridhaan Allah.
Nah.... mumpung sekarang saya masih bebas, belum ada yang mengikat, so nggak ada salahnya buat saya untuk mengejar mimpi-mimpi saya. Bahkan kalo boleh meminta pada Allah, saya ingin diberikan pasangan yang sama-sama memiliki mimpi yang besar. Bukan hanya untuk diri sendiri, tapi juga demi kemaslahatan Umat
Di antar mimpi yang ingin saya wujudkan adalah: Lanjut S2 di luar Sulawesi, Punya pekerjaan yang bagus, Mendirikan Islamic Boarding School, Go abroad especially Madinah n Japan...
Never give Up. Trust to Allah. InsyaAllah You'll find the way..... Ganbarimasu!!!! Allahu Akbar!!!


Senin, 17 Oktober 2011

Mie Titi........


Resep Mie Titi
Bahan
- Mie kering halus
- Sawi hijau 
- Bakso



- Telur 2(dikocok)
- Tepung Maizena/ Kanji
Bumbu
- Bawang putih
- Bawang Merah
- Merica
- Daun Bawang
- Sere
Cara membuat
- rebus mie nya terlebih dahulu, lalu tiriskan
- Panaskan Minyak goreng, lalu goreng minya sampai keras ***awas gosong
- Haluskan bawang putih, merica, bawang merah, dan batanf sere
- Tumis bumbu-bumbu yang sudah dihaluskan
- Masukkan bakso yang sudah dipotong-potong ke dalam tumisan lalu tambahkan air secukupnya
- Masukkan telur yang sudah di kocok, biarkan mendidih
- Masukka sawi yang sudah dipotong-potong ke dalamnya, tunggu hingga layu.
- Tambahkan tepung maizana atau tepung kanji yang sudah dikentalkan ke dalamnya.
- Aduk-aduk beberapa saat, lalu Angkat
cara Menghidangkan
- Mie tidak langsung di campur ke dalam kuah tadi tapi di letakkan di piring sesuai porsi orangyang akan memakannya dan di siram dengan kuah tadi
- Mie titi sebaiknya dihidangkan dengan bawang goreng, daun bawang, lombok biji, kerupuk, jeruk nipis.
- Bakso bisa diganti dengan ayam, atau udang.

**Selamat Mencoba**

Senin, 29 April 2013

Sendiri

Apa yang salah dengan sendiri? bukankah kita awalnya lahir sendiri dan mati pun akan sendiri?
Oho!, tentu tidak ada yang salah dengan sendiri. Hanya saja kata yang satu itu benar-benar bisa mengusik gundah dalam hati ku. Membuatku tak tenang dan gelisah. Yup I don't like being alone. Aku takut sendiri.

Sebelum aku bercerita lebih jauh ingin kusampaikan terlebih dahulu kehidupan baruku di rumah baruku. Bukan rumah baru dalam arti yang sebenarnnya tentunya, namun lebih tepat jika dikatakan tempat tinggal baru.
Saat ini aku dan rekan-rekanku di al insan tinggal di Jl. Prof. Abdurrahman Basalamah 2 No. 31 Makassar. Jalan yang dulunya bernama Racing Center ini kini menjadi saksi bisu atas jejak langkah yang kupijakkan setiap harinya. Jalanan-nya sejuk, rindang meski banyak juga kendaraan yang lalu lalang di atasnya.

Alhamdulillah, beribu syukur kupanjatkan kepada Allah atas segala resky yang diberikanNya kepada kami, kami boleh dibilang tinggal di ruko ini secara cuma-cuma. Kok bisa? ya bisalah, apa sih yang ga bisa kalau Allah berkehendak. Ceritanya gini, Bu khadijah (pemilik ruko) mengelola sebuah tahfidzul Qur'an  sabtu-ahad. Beliau terendala dari segi pengelolaan dan tenaga pengajar. Ia pun menawarkan kepada kami untuk tinggal di rumahnya sembari menjadi tenaga pengajar di Tahfidz beliau. Saat itu kami memang berencana untuk pindah dari hartako, dan bingung mau pindah kemana. Maka jadilah kami berempat (aku, Ela, Yusma dan k Nahda) pindah kemari.

Kami berempat hidup dengan damai, mesi pada awalnya suasana dan lingkungan yang masih baru membuat kami agak sulit beradaptasi. Mulai dari mencari jalur pt2 yang paling efisien, lokasi pasar yang tidak sebaik di hartako, jarak kampus dan tempat kerja yang semakin jauh membuat kami sempat sedikit tidak puas dengan keputusan kami. Belum lagi ketika pertama kali menghadapi anak-anak tahfidz yang beraneka ragam. Namun setelah hampir sebulan tinggal bersama sedikit-sedikit rasa itu semakin pupus. Kami mulai betah tinggal di sini dan menganggap ruko ini sebagai rumah kami, tempat kami melepaskan segala kepenatan yang kami rasakan di luar, tempat kami berbagi suka maupun duka, tempat mengekpresikan diri yang tidak sempat terekspresikan di luar sana. Keramahan Ibu Khadijah juga menjadikan kami nyaman tinggal di sini. meski lelah karena sering berjalan jauh, namun jika mengingat nikmat Allah atas tempat tinggal yang nyaman dan gratis ini kami lantas berucap syukur yang tiada henti. khusunya diriku.

Sayangnya kebahagiaan itu tidak berlangsung lama. Perlahan-lahan satu demi penghuni mulai jarang bermalam di rumah. Diawali dengan kak Nahdah yang berpikir untuk memaksimalkan tempat ini sebagai kantor. Ia meganggap jika ia tinggal di tempat ini maka ia hanya akan memberikan sisa-sisa waktunya saja, sehingga sulit untuk bisa mengembangkan tempat ini. Kakak yang satu ini memang suka berubah-ubah pikirannya, selalu meloncat-loncat dari satu hal ke hal lain, orangnya susah fokus, motonya: lebih baik tahu sedikit banyak hal dari pada tahu banyak sedikit hal. really not me. dengannya aku sering menemukan ketidak cocokan bahkan sering 'berantem'. Sikap ngototnya membuatku sering kesal.  tapi biar bagaimanapun dia masih punya segudang kebaikan yang nggak bisa disepelekan. love you sista, i'm sorry for everything. Akhirnya K Nahda resmi tidak menjadi penghuni ruko ini sejak bulan April, kini beliau tinggal di Antang, entah dengan siapa dan di mana tepatnya ia selalu merahasiakannya, kami adik2nya sulit mengerti tindakan yang ia lakukan namun kami tetap berusaha menerimanya.
Next
Setelah mulai bisa menerima 'hengkangnya' K Nahda dari kehidupan kami dan terbiasa menjalani hari-hari tanpa K Nahda di rumah ini, satu orang lagi mengambil langkah mundur bahkan tanpa membicarakannya lebih dulu dengan ku sebagai ketua pondokan mengenai rencananya. Ada sedikit rasa kecewa manakala kita merasa sangat bodoh karena tidak tahu apa-apa yang sedang terjadi. Seolah diri ini tidak berarti apa-apa bahkan untuk sekedar ukuran teman kost. Paling tidak ketika ingin pergi, kan bisa dia bilang "Kak mabit di rumahnya ka' sepupuku malam ini?" jadinya saya nggak perlu repot-repot menafsirkan kemana perginya dia? mau bilang apa saya sama Bu khadijah kalau ditanya.
Berbeda dengan kak Nahdah yang langsung mengatakan apa yang ada dihatinya atau yang dia lihat tanpa harus diminta tanggapan dan tanpa memperhatikan perasaan orang lain, Ela adalah tipe orang yang lebih sabar, lebih pendiam, lebih banyak nggak enaknya, dan tidak akan mengungkapkan perasaannnya kalau tidak ditanya. Ditanya pun belum tentu lengkap jawabanya, aku juga pernah menghadapi orang seperti ini sebelumnya. Aku mendapat Info dari Yusma yang juga serumahku, bahwa Ela selama satu atau dua bulan ini akan lebih banyak bermalam di Rumah sepupunya alasannya untuk menemani sepupunya ini karena pamannya sedang pergi KKN. 

Sebenarnya aku tidak akan pernah melarang, atau marah. Aku ini juga sangat pengertian meski kadang keras kepala. Aku sangat memahami mungkin ini yang terbaik untuk Ela, geraknya lebih leluasa karena ada motor di sana yang bisa ia gunakan untuk mengurusi skripsinya yang belum kelar juga. Hanya saja nggak ada salahnya kan kalau dikomunikasikan lebih awal biar kami juga nggak shock begini,  pembagian tugas rumah juga menjadi berantakan. 

Setelah seminggu menghabiskan waktu berdua dengan Yusma, aku mulai berusaha menerima apa yang terjadi pada kami. Toh, Ela masih datang bermalam minggu untuk mengurusi Tahfidz. lumayanlah.
Hari ini tibalah saat yang aku cemaskan itu, saat-saat dimana semua orang menginggalkan aku. Tadi sore, Yusma menelponku dengan suara yang takut-takut penuh harap juga. "Kak, Afwan mo ka pulkam ini. libburka selasa rabu. Kamis balik ma kemakassar"

Keget? Tentu saja, Tapi, aku mo bilang apa? apa iya aku ngelarang dia buat pulkam? nggak mungkin kan... Aku mencoba untuk tegar merelakan 'ke-pul-kam-an' Yusma. Setidaknya Yusma sudah beritikad baik dengan menginfokan terlebih dahulu kepadaku, anak yang satu ini meski cukup rumit tapi kutahu dia sangat pengertian agak mirip dengan kareter ku, mungkin karena golongan darah kami sama. Nggak seperti dua orang sebelumnya yang nanti di tanya baru mengatakan keadaan yang sebenarnya.  yang satu  karena emang cuek, yang satu karena merasa nggak enak. 

Aku pasrah saja, mau bagaimana lagi. Kalo memang harus sendiri ya sendiri. Pasti ini yang terbaik menurut Allah. InsyaAllah. Mungkin ini juga merupakan kesempatan bagiku untuk introspeksi diri. Bertanya pada diriku sendiri mengapa orang-orang begitu mudah pergi meninggalkanku. Mungkin ada banyak sifat dan sikap ku yang membuat mereka tidak tahan hidup bersamaku. :(  

Sedih...jika mengingat keadaanku saat ini. Aku juga ingin pulkam, bertemu dengan Mama, Ayu, Ilham, om, Tante, sepupu-sepupu. Pengen makan langsat yang kata Ilham lagi banyak banget. Tapi segala urusan di sini memaksaku untuk tetap tinggal. Kadang aku ingin melepas semuanya dan membiarkan diri ini bebassssssssss tapi apakah aku akan bisa bahagi setelah semuanya hilang? TIDAK, mungkin saat ini aku sedih, tapi masih banyak kebahagiaan2 lain yang tetap bisa kurasakan ditengah-tengah aktifitas ku. Masih ada manis yang bisa kuteguk di antara sekian banyak pahit.. Setidaknya aku masih bisa tersenyum setiap kali  tangis  ku reda. Aku masih bertahan. bersabarlah Ega.... tinggal sedikit lagi.  Besar harapanku semoga rasa sedih yang kurasakan karena kesendirian ini akan digantikan Allah dengan kebahagiaan yang lain. Amiiin. 

NB" belum selesai saya menulis note ini, mamanya Hilda yang tinggal di lantai 1 membawakan saya sayur sop dan Opor Ayam. wah.... Alhamdulillah... :)



Kamis, 29 November 2012

Sebuah Perenungan

28 November 2012

Pada tanggal yang sama dengan hari ini, 24 tahun yang lalu , ibu saya berjuang untuk menghadirkan saya di dunia ini. ibu bilang pada hari itu awan di langit tampak begitu indah, membiaskan cahaya matahari sore yang memukau. Karena itu beliau memberikan nama Megasari kepada saya. 

Setiap kali saya merenungi sejarah pemberian nama tersebut, membuat saya tersenyum sendiri. Mengingat betapa waktu kecil saya sering sekali  bertanya, menangis, dan selalu ingin menjadi nomor 1 membuat saya berpikir, apa kah ini ada hubungannya dengan nama saya? hm... jawabnya bisa iya, bisa juga tidak.
Saya mulai berpikir, mungkin salah satu alasan mengapa ibu saya memberi nama seperti itu adalah supaya saya juga bisa selalu memberikan kebahagiaan kepada ibu, dan orang-orang di sekitar saya, menjadi orang yang tidak sombong, memilki hati yang teduh dan cita-cita yang tinggi.

Sejak masih duduk di sekolah dasar sampai SMA saya selalu berusaha untuk menjadi yang terbaik.Peluang-peluang beasiswa tak pernah saya biarkan lewat begitu saja. Karenanya belajar sungguh-sungguh adalah sebuah keharusan. Bersyukur karena saya merupakan tipe pebelajar, saya sangat menyukai belajar. Matematika, bahasa inggris, Kimia, Fisika, Komputer, dll merupakan teman baikku. Tapi jangan salah, saya juga tetap punya sahabat-sahabat. Saya tidak lantas menjadi orang yang hanya asyik dengan buku dan pelajaran, saya juga sangat senang dengan pertemanan. Bisa berbagi dengan orang-orang yang memiliki kesamaan pandangan dan memilki selera humor yang lumayan gokil merupakan hal yang sangat saya syukuri dalam hidup ini. 

Jika mengingat bagaimana besarnya usaha dan semangat juang, serta cita-cita yang tinggi saat masih sekolah dulu, saya merasa terheran-heran sendiri. Bagaimana saya bisa begitu bersemangatnya di tengah kesulitan hidup saat itu? di tengah himpitan ekonomi yang tidak mudah, saya dengan percaya dirinya mengatakan pada diri saya, ibu saya dan orang-orang lain di sekitar saya, bahwa saya akan kuliah di Makassar, ibu kota Provinsi Sul-Sel. Padahal tentu bagi ibu saya yang saat itu belum berstatus PNS persoalan itu bukanlah hal yang mudah. Jangankan uang kuliah, ongkos berangkat saja belum tentu punya, belum lagi biaya hidup yang harus ditanggung nantinya. Waktu itu ibu sempat membuat keputusan bahwa saya hanya akan kuliah di daerah. masuk kebidanan. hal tersebut tidak mematahkan semangat saya untuk tetap belajar keras. Akan kubuktikan bahwa saya juga bisa seperti teman-teman yang lain. Saya ingin mengejar cita-cita saya, saya ingin melompat lebih jauh dari apa yang saya bisa. Masih Ada waktu! kata saya waktu itu, dan inilah saya saat ini, berhasil lulus tepat waktu (4 tahun) di Jurusan Matematika Universitas Negeri Makassar, dan sempat meraih gelar lulusan terbaik.

Namun, jika saya mecoba membandingkan, semangat juang saya waktu sekolah lebih kuat dibandingkan saat kuliah dan bekerja. Saya mulai merasa bosan dengan apa yang saya jalani. Menjalani aktivitas sehari-hari tanpa ambisi, tanpa tantangan, dan begitu-begitu saja. Jelas bosan dengan ritme yang selalu sama. Saya tanyakan kembali pada diri saya, mana semangat itu? apa sampai di sini saja perjuangan itu? sudah pantaskah saya untuk merasa puas dengan apa yang sudah saya capai saat ini? 

Jujur saya merasa, saya masih bisa lebih dari diri saya saat ini. Jika orang lain bisa kenapa saya tidak? lalu kenapa saya tidak berusaha mencoba? kenapa tidak saya kembali membangun cita-cita hidup saya? kalau dulu orientasi saya hanyalah dunia, maka saat ini saya harus melandaskan cita-cita saya pada pondasi yang kokoh, yakni keimanan kepada Allah, dan keinginan untuk meraih keridhaan-Nya. 

Perlahan saya mulai memungut kembali kepingan-kepingan impian saya yang pernah saya campakkan karena mengannggapnya mustahil. Beberapa orang yang ada di sekitar saya meyakinkan ku bahwa tidak ada yang mustahil jika kita benar-benar mengingikannya -tentunya atas kehendak Allah- dan berusaha mewujudkannya. Mereka membangkitkan rasa percaya diri saya, sikap optimis yang pernah pudar kini sedikit demi sedikit kembali cerah . Thanks for supporting me. Arigato minna ^_^

Ada rasa malu ketika menyadari di usia saya saat ini belum banyak yang saya bisa lakukan untuk diri saya, orang tua saya, keluarga saya, dan ummat ini. sungguh saya sangat  ingin dengan ilmu yang saya miliki saya bisa mengambil peran dalam membangun peradaban, mengembalikan kejayaan Islam. Saya ingin membuktikan pada dunia bahwa umat islam bukanlah orang yang terbelakang, bukanlah umat yang tidak punya cita-cita, namun mereka juga bisa maju, menggebrak dan menggenggam dunia. Namun bukan dunia semata  tujuan kami, melainkan kampung akhirat lah yang dituju. 

Karena itu, saya mengazzamkan diri untuk tidak berhenti bermimipi. Untuk terus bercita-cita yang tinggi. Menyusun bata-bata impian untuk menjadi bangunan yang kokoh di atas pondasi yang kuat.  Akan kusingkirkan segala hal (rasa takut, pesimis, ragu-ragu) yang bisa mengahalangi terwujudnya impian ini dan akan kuganti dengan optimisme yang didukung dengan iman, usaha, do'a dan tawakkal kepada Allah.

Saat kutatap semburat  jingga di langit sore ini, kubisikkan semangat pada diri ku
"ini belum selesai, semua belum berakhir. akan kukejar mimpi ku. takkan saya biarkan ia berlalu begitu saja. impian ini begitu indah, seindah lukisan mega di atas sana"



Megasari

cerita Lebaran ku...

Allahu Akbar.. Allahu Akbar…. Laa Ilaaha Illallahu Allahu Akbar .. Allahu Akbar ….Wa lillaah
Ilham…
Kumandang Takbir memenuhi seantero negeri khususnya di sini, aMakassar. Lebaran kali ini saya putuskan untuk tidak pulang kampung. Selain karena tidak ada libur, mahram ku sepertinya tidak sempat menjemput.
Alhamdulillah semua tidak seburuk yang saya bayangkan. Saya tidak sendiri di sini, ada Uni (teman serumah) yang tidak pulkam, dan seorang adik binaan saya di kampus. Kami bertiga menjalani lebaran kali ini dengan fun.
Sehari sebelumnya saya pergi berbelanja di supermarket dan pasar tradisional. Kami tidak ingin ketinggalan suasana lebaran meskipun berada jauh dari kampung sendiri. Suasana itu harus tetap terasa, bukankah Idul Adha adalah hari raya umat Islam yang harus disambut dengan penuh semangat?
Menu lebaran kali ini adalah sup ayam, dan ayam goreng kecap. Sebenarnya saya ingin sekali membuat puding, tapi lupa membeli bahannya. Namun yang namanya rezeky itu memang tidak kemana. Buktinya, ba’da Shalat ‘Id kami disuguhi puding cokelat di rumah salah seorang teman seperjuangan.Alhamdulillah….
kami melaksanakan Shalat ‘id di lapangan basket  FT UNM yang terletak di Parang Tambung. Shalat dilaksanakan lebih cepat dibandingkan shalat idul fitri. Hall ini sesuai dengan yang diajarkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Hikmahnya adalah karena ba’da shalat orang-orang akan menyembelih hewan kurban.  Suasana shalat berlangsung hikmat, ditambah dengan bacaan shalat yang dibawakan secara tartil hingga menyusup ke dalam hati membasahi jiwa-jiwa para jama’ah. tidak sedikit yang sampai meneteskan air mata.
Usai shalat dan khutbah para Jama’ah berdiri ada yang langsung pulang, ada juga yang masih tinggal untuk saling mengucapkan selamat hari raya antara satu dengan yang lainnya. Ucapan Taqabbalallahu minna wa minkum mewarnai amtmosfer di lapangan. Ku sempatkan diri menelpon keluarga di kampung, mulai dari mama, tante, adik, sepupu. hiks.. sedih juga sih tidak bisa berkumpul dengan keluarga di hari yang berbahagia ini. Padahal hari raya seperti inilah yang bisa mengumpulkan seluruh keluarga besar Simak Samad. Tapi tak apa, ini lah yang terbaik dari Allah. Harus tetap semangat, lagi pula di sini saya punya saudara-saudara seiman yang insyaAllah bisa menjadi pengobat rindu.
Memenuhi undangan salah seorang Akhawaat, kami pun berjalan menuju rumahnya. Di situlah kami disuguhi dengan beberapa jenis hidangan mulai dari puding cokelat fla, soto, sampai es buah. MasyaAllah ini baru satu rumah gimana dengan rumah yag lain. Dari situ kami pun melajutkan silaturahim ke rumah yang lain, hari itu ada 5 rumah yang kami kunjungi. Masing-masing menyuguhkan menu yang berbeda,, dan semua memaksa untuk memakan hidangannya. Ada kari ayam, kurma, mangga, bakso goreng, opor ayam, buras, es nutrijel. Wal hasil kami benar-benar kenyang, sampai-sampai makanan yang dirumah tidak tersentuh sama sekali.
Sore hari setelah istirahat siang dan shalat, kami pun melanjutkan kunjungan kami ke rumah salah seorang staff Al_insan. Saya memberanikan diri membawa motor, itu pun setelah dikompor-kompori oleh adik binaan saya. Alhamdulillah bisa sampai dengan selamat.
Malam hariya, barulah makanan yang kami siapkan sejak sore kemarin tersentuh. ternyata masakan kami nggak kalah enak dengan masakan di tempat lain. “mmmmm….Ayam goreng buatan kakak enak loh…”  seru Hilya. Syukran…. hehehe…
Melalui kesempatan ini saya  mengucapkan
SELAMAT HARI RAYA IDUL ADHA 10 DZULHIJJAH 1433 H. IED MUBARAK. TAQABBALALLALLAHU  MINNA WA MINKUM.

Jumat, 14 September 2012

assalamu'alaykum warahmatullahi wa barakatuh.
nggak terasa udah hampir setahun saya nggak buka blog ini dan nggak posting apa pun. ck..ck..ck... ini kah yang disebut cinta menulis? saya jadi ragu.
eits.. tunggu dulu, nggak ngeblog bukan berarti nggak suka nulis. toh saya masih sering nulis di diary walaupun nggak rutin. xixixixi.
Banyak sekali hal yang sudah terjadi dalam selang waktu setahun ini. Salah satunya adalah saya sudah pindah rumah lagi, nggak betah saya lama-lama tinggal di kost yang kemarin. sudah banyak kucing, panas, berisik dan deketan sama cowok. Nggak bisa bebas bergerak.
Impian-impian ku juga makin banyak, dan sekarang saya sedang berusaha untuk merintis jalan menuju ke sana. Beberapa buku dan novel yang saya baca membuat saya sadar tentang arti sebuah impian, dan jangan pernah menyepelakan impia n sekecil apa pun itu dan semustahil apa pun itu, karena kalau Allah menghendaki nggak ada yang mustahil.
nah karena makanan sudah terhidang, makan dulu ah...

Rabu, 02 November 2011

Selamat Jalan Pore

Akhirnya, setelah genap seminggu sakit, Pore pun menghembuskan nafas terakhirnya. Aku pikir dia bakal sembuh, soalnya kemarin dan tadi malam dia udah bisa makan dan ngejilat-jilat tubuhnya. Tadi pagi pun aku masih ngeliat dia di pintu kamar.
Hari ini aku seharian ful di rumah, Internetan sepuasnya mumpung masih ada bonus, dan emang nggak ada schedule di luar. So asyik browsing, danmendandani blog. Menjelang shalat Ashar, waktu mo pergi ambil wudhu, tiba-tiba aku teringat Pore, si kucing yang udah seminggu sakit. Aku nggak melihat dia dari tadi. Habis wudhu, barulah aku nyariin Pore. Dimana-mana kucari ngga ketemu. Akhirnya kunyalakan lampu kamar agar bisa leih leluasa melihat. Alangkah terkejutnya aku ketika kutemukan Pore di sudut kamar sudah tergeletak kaku tak bergerak dengan mata dan mulut yang terbuka.
"innalillah...Pore dah meninggal" tak dapat kupungkiri, aku sedih atas kematiannya. Ternyata cuma sampai hari ini aja batas hidup Pore. Dan tadi malam waktu dia masuk ke kelambu dan tidur di kasurku, itu adalah salam perpisahan terakhirnya.
Hiks.... nggak ada lagi kucing cantik yang menjadi kebanggan kami. Kucing yang paling rajin mandi, kucing yang paling keras ngeongannya. yang menjadi saingan Poro kalo mo makan.
Sekarang Anak kucing Jamesha tinggal 2, rasanya nggak complete, karena aku menjumpai mereka saat masih bertiga. dan bagiku mereka adalah satu kesatuan yang saling melengkapi.
Padahal Firah udah berusaha agar Pore sembuh, termasuk mengancam Pore, "Pore, kamu harus sembuh yah sebelum saya pulkam, kalo tidak nanti saya taruh di luar loh..."
Mungkin Pore ngerasa nggak kuat dan akhirnya memilih mati. hiks...
Selamat Jalan Pore. ..

Sampai saat aku nulis blog ini, Firah belum tahu kalo kucing cantiknya mati. Aku sendiri nggak berani mengangkat mayatnya. What should I do?

Selasa, 01 November 2011

Aku dan Tulisanku


Aku bukan penulis, tapi aku suka menulis, karena dengan menulislah aku bisa mengeluarkan unek-unek ku tentang apa saja Tentangku, sahabatku, kehidupanku, dan mimpi-mimpiku.

Sebenarnya, aku menulis hanya untuk diriku, tapi kalau itu dibaca sama orang lain nggak papa juga sih, asal jangan protes aja sama gaya menulisku yang nggak ngikutin tata bahasa kepenulisan. Maklumlah aku bukan sastrawan, atau jurnalis, or cerpenis melainkan seorang alumni jurusan Matematika.

Sejak kecil aku suka menulis ***selain membaca tentunya. Aku menuliskan perasaanku, pengalamanku atau khayalanku di dalam sebuah buku. Mungkin ini disebabkan karena sifatku yang pemalu dan nggak banyak omong (kecuali sama orang-orang tertentu). Disatu sisi aku sangat suka bercerita, sementara di sisi lain nggak selalu ada orang didekat ku yang bersedia mendengar cerita ku 24 jam, so jadilah menulis sebagai sarana yang tepat buatku untuk mengekspresikan diri. cieh..

Setelah keseringan menulis, aku menyadari bahwa ada banyak sekali kejadian di sekitar kita yang bisa diceritakan kembali dalam bentuk tulisan. Meskipun itu bukanlah sebuah tulisan yang bagus, never mind. Setiap dari kita punya hak untuk menyalurkan kebutuhannya, termasuk menulis. Karena nggak semua orang mampu mengutarakan apa yang dia rasakan lewat lisan. Seseorang mungkin butuh menulis supaya dia nggak stress karena banyak memendam masalah dan sebagainya. Yah... sepanjang hal itu nggak mengganggu orang lain, aku rasa nggak apa-apa.

Aku mengenal blog dari seorang teman kuliahku, Mardiyah. Thanks ya udah ngenalin aku sama dunia blogging. Blog ini bener-bener berguna. Jujur aku lebih suka nulis di blog dari pada di fb. Kalo di fb kan banyak teman-teman yang kenal sosok aku kayak apa, rasanya malu aja kalo mereka membaca tulisan aku. ***wah.... ga PD banget yah. Kalo di blog khan nggak ada yang kenal kecuali segelintir teman dekatku. Blog rasanya lebih nyaman. Seperti 'rumah sendiri', Lebih bebas berekspresi. hehehe...

Pelajaran Kesatu (Part 2#)

B. ......DE ........ DESU

Bentuk ini berfungsi untuk menghubungkan dua kata benda atau kalimat, Desu yang pertama, kita ganti dengan "de". Langsung ke contoh aja kali yah...
> Watashi wa Mega desu.
> Watashi wa Indonesia jin desu
= Watashi wa Mega de, Indonesia-jin desu

Gampang khan...
Ini aku kasih beberapa contoh lagi
> Anda tuan Tanaka, Orang Jepang = Anata wa Tanaka-san de, Nihon-jin desu
> Rita seorang perempuan, pegawai toko = Rita-san wa onna de, ten-in desu
> Ilham seorang laki-laki pegawai Bank = Ilham-san wa otoko de, ginko~in desu
> Kami guru, mereka dokter = watashi-tachi wa sensei de, anohito-tachi wa isha desu
> Ini Radio, itu Televisi = Kore wa rajio d , sore wa terebi
> Ini pensil, itu pulpen = kore wa empitsu de, sore wa mennenhitsu desu.

Tango (Kosa Kata)
Nihon = Jepang
Rajio = Rajio
Televisi = Terebi
Pensil = Empitsu
Pulpen = Mannenhitsu
Buku = hon
... - san = tuan/nona/saudara
... - tachi = bentuk jamak untuk orang
Isha = Dokter
Sensei = guru
Ten-in = pegawai toko
Ginko~in = Pegawai bank
Kore = ini
Sore = itu (dekat dengan lawan bicara).
Are = it (jauh dari keduanya)

Kamis, 27 Oktober 2011

DAIKKA (Pelajaran Kesatu)

A.  ....Wa .......... Desu (Dearimasu)
 Wa adalah kata bantu subjek (pokok kalimat)
Desu atau Dearimasu adalah bentuk positif yang digunakan untuk membuat sebuah ucapan menjadi formal. Huruf u biasanya tidak disuarakan.

Nah... sekarang saat ini saya akan mencoba membuat kalimat dalam bahasa Jepang. Tapi saya juga lagi belajar loh... jadi gomen ne ... klo salah.

Watashi wa Mega desu
= Saya adalah mega

Watashi wa indonesia-jin desu
= saya adalah orang Indonesia

Watashi wa Eigo no sensei desu
= saya adalah guru bahasa inggris

Anohito wa Anti-san desu
= Dia (adalah) nona Anti

Kanojo wa Indonesia-jin desu
= dia (perempuan) (adalah) orang Indonesia

Kare wa Nihon-jin desu
= dia (laki-laki) adalah orang Jepang

Watashi-tachi wa shimbunkisha desu
= kami adalah wartawan



Derita Pore

Sudah 2 hari ini, pore berdiam diri, nggak bersemangat. Dia betah selama berjam-jam menggelung dirinya si atas karton. Kasihan pore, dia lagi sakit. Sepertinya terserang flu. nggak mau makan sedikit pun meskipun hanya seteguk air,  soalnya tenggorkannya lagi sakit. Akibatnya, tubuhnya jadi kurus. kecantikannya pun mulai pudar. 

Saya jadi iba jika melihat ekspresi kesakitannya. Saya nggak tau mau ngelakuin apa. Saya sudah berusaha memberinya makan, tapi ditolaknya. Begitupun dengan air. Saya takut dia nggak kuat menahan sakit atau kekurangan cairan dan akhirnya mati. Saya hanya bisa menyelimutinya, berusaha memberikan kehangatan pada tubuh kecil tak berdosa itu.

Sementara itu, kedua saudaranya Pora dan Poro sama sekali tidak peduli akan penderitaan Pore. Mereka asyik kejar-kejaran, berlomba menghabiskan makanan yang disiapkan. yah.. namanya juga binatang. Tapi yang nyebelin, ibunya ituloh, si Jamesha sama sekali nggak merasa kasihan terhadap anaknya. oh... Jamesha, dimana naluri keibuan mu? dia itu anakmu...

Saat ini Pore kembali menggelung dirinya di sudut ruangan, di atas tumpukan tikar dan kain lap. Sepertinya ia berusaha mencari tempat yang bisa membuatnya hangat. Ekspresi sakit masih tergambar jelas dari wajah dan gerak tubuhnya.
Met istirahat ya Pore, moga cepat sembuh....
 

Selasa, 25 Oktober 2011

Masih Sama

Hari ahad kemarin Anti (My BF) tiba di Makassar. Aku tidak deg-degan menantinya, tapi tetap mendoakan semoga perjalannya lancar. aku juga tidak mengirimkannya sms meski itu hanya untuk bertanya, "dah dimana?"

Aku hanya berpikir, "insyaAllah ntar ketemu kok" lagian dia juga bukan orang yang baru di Makassar ini. Saat itu aku tetap fokus pada pembicaraan dalam pertemuan, di sekretariat. Sesekali ku lihat hp ku, siapa tahu ada sms darinya yang menanyakan alamat baru ku. 

Pukul 5.00 WITA barulah ada sms darinya, itu artinya dia dah tiba. Segera ku kirimkan sms balasan menjelaskan lokasi tempat tinggalku yang baru. Aku lebih dulu tiba dibandingkan dia. Dia tiba di rumah, saat aku sedang mandi. Usai mandi, aku mendengar ada suara yang nggak asing lagi di telingaku. 

Suara itu...begitu mencekam... "hmmmm... Anti dah tiba". Aku nggak langsung menemuinya, aku malah asyik nyuci pakaian di kamar mandi. Habis itu aku menuju kamar, sambil berkata, "wah, kamu berhasil juga nemuin alamat ini?" ujarku 
"berhasil donk... saya nggak mungkin di sini kalo ga berhasil"
"bagus... bagus..."
Untuk sementara, aku tinggalkan dulu Anti  di ruang tamu ngobrol bareng Firah. Aku mesti pakaian dulu khan... Usai persalinan ups maksudnya ganti baju, aku menghampirinya dan menarik tanganya ke atas untuk berdiri...

"ckckckck .... nggak berubah" ucapku mengomentari ukuran tubuhnya.

"iya nih... tambah kurus saya" timpal Anti, "peluk dulu donk..." lanjutnya. 

Barulah di situ kami cupika cupiki melepaskan kerinduan yang tak terperikan ..***halah
HAAAAA...... aku kangen banget ma tuh anak....gemes deh.. kirain bodynya udah bertambah eh, taunya masih sama aja. Abis itu langsung minta ole2. tau nggak dia ngasih apa, aku dikasih tiket pesawat, katanya itu harganya satu juta. aku melengos. 
"he... Ga, ini yang beneran. Ambil ini" dia mengeluarkan sesuatu dari tasnya, aku dengan senang hati menerimanya. dan dengan penuh semangat membuka bungkusan itu. Isinya  apa yah? penasaran. buka...buka...buka... 
"hah???? Roti????!!!!" GUBRAKK!!! aku pun terlontar ke belakang. Anti tertawa cekikikan. Anti toh... masa' ole2nya roti dari pesawat. Huaaaa.....nggak bener iki. Mana pesanan rok batikku????
"Wei... itu Roti satu Juta tau..." bela Anti.
Aku memang penggemar Roti, tapi .... ah... sudahlah, Thanks Sob...
Kamu emang ga berubah, masih kayak dulu, masih suka ga bawa ole-ole...
hehehe..piece ^_^ V



Cantik dengan Jilbab

Aku bangga menjadi wanita muslimah
di saat yang lain bangga menjadi wanita modern
Aku bangga jilbabku menguntai di dada
di saat yang lain bangga menguntai kecantikannya
yang memukau dan menawan yang tiada henti
aku bangga jika mahkota adalah jilbabku
di saat yang lain bangga jika rambut adalah mahkotanya
wahai kawan yang bermimpi
sanjungan akan cantik bukanlah buka-bukaan
cantik bukan selalu berdandan
dan cantik bukan berarti seorang pujaan
kuulurkan jilbabku hingga terasa damai hatiku

Kost Baru dan Kucing-kucing

Rabu 23 Agustus 2011 aku resmi meniggalkan kost Flora. Berat…. sungguh berat rasanya kaki ini melangkah meniggalkan my lovely kost. Rumah kedua ku setelah rumah yang ada di Masamba. 5 tahun bukan waktu yang singkat hingga mampu membuatku meninggalkannya. Kutatap kost ku itu dengan perasaan gamang, sambil menutup pagar depan berulang kali ku katakana “angiong Flora… sayonara…” dua kata dua bahasa yang artinya sama-sama selamat tinggal.di boncengan motor Rara, air mataku pun tumpah…. hiks sedih banget 
Tiba di kost baru, aku disambut dengan bau yang semerbak. Benar-benar menyengat. Bukan bau yang sedap, tapi bau kotoran kucing. HOEK!!! itulah kesan pertama ku di kost baru. Membersihkan tahi kucing yang ada di dekat tempat cuci piring. Karena itu aku bertekad untuk tidak membaik-baiki kucing-kucing yang ada di rumah ini. Mereka adalah kucing-kucing peliharaan teman kost ku yang baru. Sempat ada niat gini, "aku bakalan ngebaik-baikin tuh anak kucing di depan tuannya, tapi kalo tuannya ga ada aku bakalan taro mereka di luar" ***bergumam dengan tatapan sinis dan kepala yang meliuk-liuk ala pemeran antagonis di sinetron2 Indonesia
Anti sempat bilang, " tapi kan mereka lucu me..."
Aku jawab, "tapi kan tainya ga lucu  ti..."
Tapi... tapi .... itu dulu, semua rencana  jahat ku hanya ada di angan-angan. Beberapa hari tinggal di kost baru bersama Firah, Ferda dan Nisa aku mulai menyukai kucing-kucing tersebut. Apalagi dengan keberadaan Fira aku nggak bisa leluasa melakukan aksi gila ku. Bukan.. bukan karena takut sama firah, tapi karena Firah rajin ngurusin kucingnya, so aku nggak perlu direpotkan dengan urusan kotoran kucing lagi. 
Kini, hampir 2 bulan tinggal di sini aku malah jadi sayang sama kucing-kucing itu. Sering ngajakin mereka main, ngelus-ngelus bulunya, ngasih mereka makan, menatap mereka dengan tatapan kasih sayang ***kurker banget yak.
Kucing-kucing itu bernama Jamesha, Pora, Pore, dan Poro. berikut Deskripsi dari keempat kucing tersebut.
1. Jamesha, Ibu kucing yang baik hati. Sering membawakan makanan kepada anak-anaknya. Saking baiknya, dia rela mencuri demi ketiga anak-anak nya. Dia rela diusik tidurnya oleh ketiga anaknya yang ingin menyusu. Dia suka sekali menggoyang-goyangkan ekornya untuk meggoda anak-anaknya. Dia rela nggak makan demi anak-anaknya. kalo anak-anaknya lagi menyusu, dia bakalan menjilati satu persatu anaknya  dengan tujuan memandikan tentunya. Tapi akhir-akhir ini Jamesha mulai galak, mungkin karena dia hamil lagi. oh NO! 


2. PORA
 2. Pora, Kucing hitam putih. Anak pertama dari tiga kembaran. Kucing ini paling sering mengalami peristiwa tragis bahkan sejak pertama dilahirkannya. Waktu itu Jamesha sudah waktunya melahirkan, tapi dengan santainya dia jalan-jalan di dalam rumah, sementara Pora sudah bergelantungan di lubang kelahirannya. terpaksa Nisa membantu menariknya keluar. Pernah jatuh dari loteng ketika jamesha menggendongnya, pernah juga jatuh dari lemari. Sifat: paling akrab dengan manusia, paling kecil suaranya, suka makan jagung, kacang panjang  dan wajik khas mandar, plus kerupuk. 

3. Pore. Kucing belang, warisan dari Jamesha. Paling dekat dengan ibunya, paling cantik dan pemberani. selain itu kucing ini juga paling manja. Pore juga paling kerang ngeongannya, dan paling kuat firasatnya. Pernah suatu kali, pore uring-uringangan. Bawaannya lesu melulu, tampangnya sedih, kami semua khawatir melihat sikapnya saat itu. ternyata malamnya dia menjadi pembahasan dalam rapat pondokan. Anak-anak tetangga sebelah berniat untuk membuangnya. kasian Pore. Kucing yang satu ini juga punya kebiasaan yang baik, dia rajin banget mandi dan memandikan saudaranya dengan lidahnya. tidak heran jika di antara ketiga kembarannya dialah yang paling bersih.

 4. Poro. Si bungsu yang sok jago. Tapi sebenarnya dia yang paling penakut. Begitu ada ancaman, dia langsung lari ke bawah lemari. kucing yang paling agresif saat makan atau saat Jamesha membawakan makanan. Kalo aku perhatikan nih, ya ..  Poro itu adalah kucing yang paling bandel,  suka ngegangguin saudara-saudaranya yang lagi tidur. Emang sih awalnya cuma mengelus-ngelus, tapi kemudian dia tidak tahan untuk tidak menggigit telinga Pore maupun Pora. dia juga beberapa kali kepergok mencuri ikan, ***gini nih kalo kebiasaan di kasih makanan hasil curian. nah... kucing ini paling dekat dengan tikar. dia juga yang paling nyebelin. Tadi malam aja sarung ku dikencingi olehnya. PORO....!!!!!! awas kamu yah.. hehehe
 

Kami paling repot pada saat menjelang makan, kucing -kucing ini akan segera berlari ke dapur dan mengeong-ngeong di kaki kami dengan suara yang super nyaring (kecuali pora).Supaya kami bisa makan dengan tenang, kucing-kucing ini kami simpan di luar rumah dulu. kadang dengan makanannya, kadang juga tidak. Ferda tuh yang paling sering ngebooingin  kucing. Biasa juga, kami berlari ke kamar, menghindari kejaran kucing-kucing yang agresif itu dan menguncikannya. pokoknya di kost ini butuh perjuangan untuk makan.
Saat malam datang, nyamuk-nyamuk pun mulai beraksi. Berhubung aku orangnya paling anti sama anti nyamuk, maka kami memasang kelambu di ruang tamu untuk menghindari serbuan nyamuk. emang sih... serbuan nyamuk bisa dihindari, tapi serbuan lain datang kemudian. Ketika Kelambu mulai terpasang, trio kucing ini pada tawaf di sekitar kelambu. Tahu tawaf khan... itu loh prosesi mutar-mutar di sekitar ka'bah kalo orang naik haji. Kucing-kucing ini tawafnya di sekitar kelambu. kalo tawaf biasa sih nggak masalah. tapi yang jadi masalah mereka tawaf sambil menyerang kelambu. melompat-lompat dan bergelantungan di kelambu. Duh.... kucing.... kalian kenapa sih...?
Meskipun begitu, kami tetap sayang pada mereka. Aku paling suka ngeliatin mereka yang lagi tidur dengan pulas sambil berpelukan satu sama lain. Kucing aja bisa saling menyayangi, so kenapa kita (manusia) tidak?




Rabu, 19 Oktober 2011

Cowok-Cowok Penggemar FTV

            Kali ini saya mau bercerita tentang tetangga-tetangga baru saya. ups, salah, yang benar sayalah yang jadi tetangga baru mereka. Mereka memang anak-anak cowok, tapi selera mereka nggak beda-beda amat dengan selera remaja cewek. Like the title above, mereka rajin banget nonton FTV siang bareng-bareng. Entah apa yang ada di benak para pria itu ketika menyaksikan tontonan tersebut.

           Saya diam-diam memperhatikan kebiasaan mereka ini. Asal tahu saja, rumah saya dan rumah mereka hanya dibatasi oleh dinding seng, so apapun yang mereka omongin ataupun lakukan bisa terdengar jelas dari kamar kami. Saya ikut tertawa, manakala mendengar tawa mereka saat menonton FTV.

          Seperti Siang ini, lagi-lagi mereka -yang umurnya kutaksir sekitar 19-20 an - pada ngumpul rame-rame buat nonton FTV. kali Ini ceritanya tentang cowok tampan yang jadi pengantar bunga. Ketika dia sedang menjalankan tugasnya tersebut, ada pria lain yang sangat percaya pada mimpi. Dia baru saja bermmimpi bahwa ada seseorang yang memberinya bunga. dan dalam mimpi itu dikatakan bahwa orang yang memberinya bunga adalah jodohnya. nah...bertemulah 'sang pemimpi' tadi dengan cowok pengantar bunga, lalu 'sang pemimpi' berkata, "saya adalah orang yang sangat percaya pada mimpi, dan saya yakin kalau anda ini adalah jodoh saya"
           Kontan aja cowok2 tetangga kost saya pada tertawa. Mungkin mereka ngeri jika mereka mengalami hal yang sama. Kemudian mereka kembali heboh pada bagian berikut:

Cewek yang jadi pemeran utama akhirnya bertemu dengan cowok pengantar bunga,
"kamu percaya nggak, kalo ada orang bisa langsung suka pada pandangan pertama?" ciri-ciri mau menyatakan cinta tuh...

            Kali ini mereka bahkan bersorak, dan berhu....hu... ria. Saya yakin, itu adalah kalimat  yang tidak asing bagi mereka. Soalnya kemarin malam waktu Firah lagi begadang, dia sempat dengar tetangga kamar kami baik yang di sebelah kiri maupun kanan pada asyik ngegombal cewek-cewek di telepon menjelang jam 12-san. hemmm gini nih kerjaan anak muda sekarang, saya jadi iba sama cewek-cewek yang jadi korban keisengan mereka.

            Ketika melihat pemeran FTV yang ganteng, tiba-tiba ada yang nyeletuk, "orang itu mirip saya kan?"
***hahaha kepedean. Temannya pun menjawab, "iya mirip, pantat dia mirip muka mu?" majelis nonton itu pun kembali berguncang oleh tawa mereka.

            Ada lagi kebiasaan mereka yang unik, mereka suka banget nonton infotainment. Setahu saya, yang suka nonton acara gosip begitu tuh cuma perempuan, ternyata pengetahuan saya salah. Wah.... tetanggaku emang unik.

Selasa, 18 Oktober 2011

New Spirit


Setelah membaca beberapa tulisan dari Icha, semangat saya kembali terpacu untuk mewujudkan mimpi-mimpi saya. Saya ingin melakukan hal-hal yang sempat pudar karena terlalu nyaman dengan keadaan yang ada sekarang, istilah kerennya sih "zona nyaman". Padahal as a human, saya juga punya mimpi (nan kkumi isseotjyo). ***salah satunya mimpi waktu lagi tidur.

Saya nggak peduli, apakah mimpi saya bisa terwujud atau tidak, yang jelas saya akan berusaha dengan penuh semangat dan tawakkal kepada Allah. seperti yang sempat saya kutip dari blognya Icha:


"We are responsible for the effort, notthe outcome. Ketika kita menaruh seluruh effort yang kita miliki disetiap kegiatan yang kita lakukan, maka orang lain pun juga menghargai seluruhusaha kita.. Dan ketika sudah melewati masa-masa berat tersebut, ketika kitabertambah dewasa, dan bertukar pikiran dengan orang lain, yang kita ingatbukanlah hasil akhir dari apa yang kita lakukan, tapi yang lebih membuat kitabangga adalah seberapa besar dan keras usaha kita untuk bisa mencapai hasilakhir tersebut. Karena kehidupan itu adalah proses.."
Yup! Benar banget, hidup adalah proses, proses untuk senantiasa menjadi lebih baik dari kemarin. Rasanya sayang banget kalo nggak ada perubahan dalam hidup, bahkan malah mundur. Tapi tetap mesti memperhatikan batasan-batasan Allah. Cz kalo kita sudah berani melanggar batasan itu, maka apa yang kita kerjakan nggak akan berberkah, bahkan boleh jadi ia menjadi penghalang diri kita untuk mengapai keridhaan Allah.
Nah.... mumpung sekarang saya masih bebas, belum ada yang mengikat, so nggak ada salahnya buat saya untuk mengejar mimpi-mimpi saya. Bahkan kalo boleh meminta pada Allah, saya ingin diberikan pasangan yang sama-sama memiliki mimpi yang besar. Bukan hanya untuk diri sendiri, tapi juga demi kemaslahatan Umat
Di antar mimpi yang ingin saya wujudkan adalah: Lanjut S2 di luar Sulawesi, Punya pekerjaan yang bagus, Mendirikan Islamic Boarding School, Go abroad especially Madinah n Japan...
Never give Up. Trust to Allah. InsyaAllah You'll find the way..... Ganbarimasu!!!! Allahu Akbar!!!


Senin, 17 Oktober 2011

Mie Titi........


Resep Mie Titi
Bahan
- Mie kering halus
- Sawi hijau 
- Bakso



- Telur 2(dikocok)
- Tepung Maizena/ Kanji
Bumbu
- Bawang putih
- Bawang Merah
- Merica
- Daun Bawang
- Sere
Cara membuat
- rebus mie nya terlebih dahulu, lalu tiriskan
- Panaskan Minyak goreng, lalu goreng minya sampai keras ***awas gosong
- Haluskan bawang putih, merica, bawang merah, dan batanf sere
- Tumis bumbu-bumbu yang sudah dihaluskan
- Masukkan bakso yang sudah dipotong-potong ke dalam tumisan lalu tambahkan air secukupnya
- Masukkan telur yang sudah di kocok, biarkan mendidih
- Masukka sawi yang sudah dipotong-potong ke dalamnya, tunggu hingga layu.
- Tambahkan tepung maizana atau tepung kanji yang sudah dikentalkan ke dalamnya.
- Aduk-aduk beberapa saat, lalu Angkat
cara Menghidangkan
- Mie tidak langsung di campur ke dalam kuah tadi tapi di letakkan di piring sesuai porsi orangyang akan memakannya dan di siram dengan kuah tadi
- Mie titi sebaiknya dihidangkan dengan bawang goreng, daun bawang, lombok biji, kerupuk, jeruk nipis.
- Bakso bisa diganti dengan ayam, atau udang.

**Selamat Mencoba**