Kamis, 13 Oktober 2011

Setelah Setahun

Akhirnya tabir itu pun tersingkap. Aku tak pernah bermaksud untuk menyembunyikannya, hanya saja aku memang tak pernah mengatakannya secara blak-blakan, karena sejak awal aku mengira mereka semua sudah tahu. tanpa ada maksud berbohong, menipu atau merahasiakan apapun dari siapapun. Sungguh....

Tapi entah mengapa perasaan bersalah dan tidak enak itu tetap saja hadir manakala salah seorang guru di sekolah menyampaikan kepada Pak Kepsek, kalau aku sebenarnya alumni jurusan Matematika. Meskipun ibu itu menambahkan bahwa aku 'jago bahasa inggris', raut wajah kurang berkenan dari pak Kepsek tetap saja tergambar. "saya kira dari jurusan Bahasa Inggris?" Serta merta aku tak dapat berkata apa-apa dan tak mampu lagi mengangkat kepala. Aku tidak tahu apa yang ada di dalam hati pak kepsek. Aku sempat memberikan penjelasan ke Pak Kepsek kenapa aku bisa mengajar bahasa Inggris. Entah dia bisa mengerti atau tidak, aku sama sekali tak tahu.  Ketidaktahuan ku itu menimbulkan berbagai macam perasaan yang berkecamuk di dada.

***

Waktu itu tanggal 7 Oktober 2010, aku menerima tawaran mengajar bahasa Inggris di SMA dari Kak Alya. Saat itu kondisi keuangan ku sangat memprihatinkan. Untuk meminta kepada mama aku sudah tak punya nyali. Aku kan sudah Sarjana, (meski baru lulus) masa masih nadahin tangan ke orang tua? ***pikir ku saat itu. Di saat yang bersamaan kak Alya menawariku pekerjaan tersebut.
"Ega, mau nggak ngajar bahasa inggris di t4 ngajar ku?"
Awalnya aku enggan, soalnya aku belum pernah menghadapi anak-anak SMA, selain itu English is not my subject. Sempat ku tanyakan hal itu kepada kak Alya, "Emang bisa?" 
Dia bilang bisa, dia aja guru biologi, ngajar TIK di sekolah. 
Alasan kenapa akhirnya aku menerima tawaran tersebut adalah ucapan kak Alya yang bilang kalau aku cuma jadi pengganti sementara dari Bu Hasmiah, soalnya beliau lagi sakit magh akut. Aku pun meng-iya kan.
hari pertama  ke sekolah aku sempat nyasar, mesti beberapa kali naik angkot. Aku disambut oleh beberapa tentara di pintu gerbang, maklum letak sekolahku berada dalam lokasi tentara. Waktu itu aku dengan PD nya menyapa pak tentara, "permisi pak, SMA MKS RY dmn ya?". " di sana" jawab pak tentara dengan  tampang bengong. Mungkin baru kali ini ada orang yang negur buat nanya alamat. hehehe...
Selanjutnya aku pun bertemu denga wakil Kepsala Sekolah, soalnya saat itu pak Kepsek lagi ke luar kota. Bu Sri mempersilahkan ku untuk mengamati kondisi sekolah dan kelas-kelas, bahkan ruang guru. Kali aja ada yang membuat ku nggak srek. Beliau  pun menjelaskan bahwa siswa-siswi di sini udah hampir sebulan nggak belajar bahasa Inggris karena nggak ada guru. Naluriku terusik, Aku merasa terpanggil. pengen jadi seperti bu Muslimah. wkwkwkwk.
Mengajar di SMA swasta dengan kondisi kelas yang padat serta kondisi siswa yang super ribut menjadi tantangan tersendiri buat ku. Di awal-awal mengajar aku sering pulang dengan leher yang sakit, serta tubuh yang penat. Belum lagi mesti korban perasaan, karena menghadapi siswa yang susah diatur. Bagaimana tidak, aku langsung memegang 3 kelas (kelas 1, 2, dan 3) dan untuk mata pelajaran bahasa Inggris, kelas IPA dan IPS digabung, kebayang ga sih gimana beratnya mengajar di situ. Tapi itulah resiko yang harus kutanggung. oh iya, aku termasuk orang yang penuh pertimbangan dalam mengambil keputusan, malash saking lamanya, biasanya kesempatan itu sudah pergi baru aku bisa memutuskan. Tapi ketika aku sudah memutuskan sesuatu, maka tak mudah untuk melepaskannya. Aku akan berusaha sebaik mungkin untuk melakukannya.
Hari bergati hari, bulan pun terus bergulir akhirnya genap 3 bulan aku mengajar. Keakraban mulai terjalin baik antara aku dengan guru-guru, maupun dengan siswa. Mengajar bahasa Inggris menjadi hal yang menyenangkan buatku. meski kadang masih ada saja hal-hal yang kurang berkenan dari siswa. Dan nilai plusnya Kemampuan Bahasa Inggris ku makin bertambah. Guru kan harus lebih tahu dari pada siswa.(pikirku) aku nggak mau malu-maluin.
Setelah 3 bulan berlalu, usai Ulangan semester, aku menanyakan kepada BU Sri mengenai kelanjutan 'kontrak' ku. Tapi salah ku aku nggak pernah bilang kalau aku bukan alumni bahasa Inggris. Aku selalu merasa mereka sudah tahu dari Bu Alya. lagi perasaan ku yang bermain.
Bu Sri mengatakan agar aku tetap melanjutkan mengajar, karena bu hasmiah masih nggak ada kabarnya. Aku pun melanjutkan mengajar, karena aku belum berniat pulang kampung, "sekalian buat alasan sama mama, kalo di sini aku punya kerjaan, biar diizinin tetap di makassar untuk nuntut ilmu agama"
Begitulah, sampai saat ini, sudah setahun aku melakoni tugas ku sebagai pengajar di SMA MKS RY, tentunya bukan itu saja pekerjaan yang kujalani. Aku juga menjadi pengajar (tentor) matematika di sebuah LBB (lembaga Bimbingan Belajar) Islami di Makassar, dan nyambi as a private teacher. Meskipun gaji di kedua job ku itu lebih besar dibandingkan di skolah, tapi ada hal lain yang membuatku bertahan, yakni pengalaman. Pengalaman menjadi guru di kelas, di sekolah, berinteraksi dengan sesama guru dan siswa. 
Selama setahun ini, banyak hal yang sudah kualami di sini. Mengajar siswa dengan tingkat IQ dan sifat2 yang beraneka ragam, bagaimana menyiapkan perangkat pembelajaran bahsa Inggris (silabus, Prota, Promes, RPP, KKM), bagaimana menyusun soal ulangan, membuat kisi Ujian Sekolah, pergi mengawas UN di sekolah lain, rapat guru, ngurus ini, buat itu dll. Guru-guru di sekolah ini pun sangat menyenangkan, ramah, dan kekeluargaan. Ada ibu Sri yang blak-blakan dan suka ngasi masukan, ada bu J yang keibuan, penyayang dan kadang nyentrik juga, Pak K yang pengetahuan agamanya lumayan, yang awalnya sangat kutakuti karena ia dijuluki 'polisi bahasa' oleh guru-guru yg lain, kudu ati-ati klo ngomong sama bapak yg satu ini, tapi lama-lama aku mulai merasakn kebaikan dari beliau. bu nana, bu ipe, bu dewi, bu alya, bu Anti, bu rahma, yang termasuk guru-guru honor seperti ku. Mereka adalah senior-senior ku di Kampus, tapi di sekolah mereka adalah rekan kerja yang baik. Bu S yang baik, Pak H, Pak Haji Hrn, Pak guru Olahraga, dan masih banyak lagi. Mereka semua nggak sombong, selalu memeberikan motivasi kepada yang lain. Saling mengoreksi dan menerima masukan. Pokoknya semangat kekeluargaan di sekolah ini terasa banget. Tentunya semua ini tak lepas dari peran pak Kepsek yang rendah hati dan bijaksana. Selalu mengingkan yang terbaik buat siswa dan guru. Saat menulis ini aku baru sadar kalau ternyata banyak hal berharga yang kudapat dari 'salah alamat' ini. 
Nah... sekarang aku jadi bimbang, gundah, resah, dan sejenisnya. Sifat perasa ku kumat lagi, merasa nggak enak tanpa tahu apa yang sebenernya dirasakan oleh pak Kepsek. Sempat terpikir juga untuk mengundurkan diri, dan mencari sekolah yang lain. Hanya saja, saat ini kami tengah dalam proses merampungkan perangkat sekolah. Apa kata pak Kepsek jika tiba-tiba aku mengundurkan diri. Tadinya aku berniat menghadap ke pak Kepsek untuk menyakan masalah penentuan KKM bahasa Inggris yang aku belom ngerti caranya, karena aku bukan anak bahasa Inggris. Sayangnya, sebelum sempat menghadap, bu S sudah keburu ngomong, jadi nggak enak deh. 
Kupikir ini memang salah ku, tak ingin merahasiakan tapi tak pernah menyampaikan. (abis nggak ditanya sih)
saya sama sekali tidak pernah berpikir akan mengajar bahasa Inggris selama ini. Ini di luar rencana ku. Meski  saya yakin ini adalah bagian dari rencana Allah. Satu hal yang dapat menghiburku adalah aku yakin kalo aku selalu melakukan yang terbaik dalam pekerjaan yang kujalani. Aku bukan guru yang malas, malah kak Alya sebel karena aku terlalu 'rajin'. 
Aku terkesan dengan perkataan Ali bin Abi Thalib radiyallahu 'anhu: "seorang Insan dinilai dari apa yang bisa dikerjakannya dengan baik"
Hal itu memacuku untuk senantiasa melakukan yang terbaik dalam setiap pekerjaan. Suatu pekerjaan sekecil apapun itu, ia tetap pekerjaan, lakukanlah dengan baik dan kebaikannya juga akan mengalir pada kita dan orang-orang di sekitar kita.
Mudah-mudahan itu bisa jadi pertimbangan buat pak Kepsek dalam menilai ku. Aku nggak takut dipecat, aku hanya khawatir jika pak Kepsek marah, itu saja. Aku sama sekali tidak takut kehilangan pekerjaan, yang aku takutkan adalah kehilangan kepercayaan.

Pada akhirnya aku haya bisa berharap yang terbaik pada Allah. Wish everything is OK.






Kamis, 06 Oktober 2011

Kemaksiatan Melahirkan Kemaksiatan Lainnya

catatan ini aku copas dari note seorang teman di fb.  mudah-mudahan bermanfaat. selamat membaca!

Sesungguhnya kemaksiatan yang dilakukan seorang hamba akan melahirkan kemaksiatan-kemaksiatan yang lain, sehingga pelakunya susah dan berat meninggalkannya. Sebagian salaf mengatakan: “Sesungguhnya diantara hukuman keburukan adalah terjadinya keburukan setelahnya, dan sesungguhnya di antara pahala kebaikan adalah kebaikan setelahnya”. Jika seorang hamba telah melakukan sebuah kebaikan, maka kebaikan yang berada di dekatnya mengatakan: “Hendaklah engkau mengamalkan aku juga!”. Jika dia telah mengamalkan kebaikan kedua, maka kebaikan ketiga akan mengatakan seperti itu juga , dan begitu seterusnya. Sehingga kebaikan selalu bertambah dan keuntungan berlipat ganda. Sebaliknya, keburukan juga seperti itu. Maka akhirnya ketaatan dan kemaksiatan itu menjadi sifat yang melekat dan keadaan yang tetap ada pada pelakunya. Jika seorang muhsin (orang yang sudah terbiasa berbuat ketaatan dengan sebaik-baiknya) meninggalkan ketaatan-ketaatan, maka jiwanya tertekan, bumi yang luas terasa sempit, dan dia merasa seperti ikan yang meninggalkan air. Sampai dia kembali melaksanakan ketaatan-ketaatan, maka jiwanya akan menjadi tenang dan hatinya menjadi tenteram. Sebaliknya, jika seorang mujrim (orang yang sudah terbiasa melakukan kemaksiatan-kemaksiatan yang besar) meninggalkan kemaksiatan dan menuju ketaatan, maka jiwanya tertekan, dadanya terasa sempit, sampai dia terbiasa melaksanakan ketaatan-ketaatan (Lihat Ad-Da' wa Dawa' karya Ibnul Qoyyim Al-Jauziyah)

Hal ini diisyaratkan di dalam sebuah hadits Nabi Muhammmad saw dengan sabda Beliau “Hendaklah kamu selalu jujur, karena sesungguhnya jujur itu akan menuntun menuju kebaikan, dan sesungguhnya kebaikan itu akan menuntun kepada surga. Dan tidaklah seseorang selalu berkata jujur dan berusaha menetapi kejujuran, sampai dia ditulis di sisi Allah swt sebagai orang yang sangat jujur. Dan hendaklah kamu selalu menjauhi dusta, karena sesungguhnya dusta itu akan menuntun menuju kemaksiatan, dan sesungguhnya kemaksiatan itu akan menuntun menuju neraka. Dan tidaklah seseorang selalu berkata dusta dan selalu memilih kedustaan, sampai dia ditulis di sisi Allah swt sebagai orang yang pendusta (HR. Muslim dari 'Abdullah bin Mas'ud)


Oleh karena itu Allah swt melarang kemaksiatan dan sarana-sarananya. Allah swt telah mengharamkan perbuatan-perbuatan keji, baik yang nampak maupun yang tidak nampak.Allah swt juga melarang mendekati perbuatan-perbuatan keji itu dan sebab-sebab yang menghantarkan kepadanya. Semua itu sebagai rahmat-Nya kepada para hamba dan menjaga mereka dari perkara yang membahayakan mereka di dunia dan akhirat.


Diantara perbuatan keji yang telah Allah swt haramkan di dalam Kitab-Nya dan lewat lisan Rasul-Nya adalah zina. Allah swt berfirman yang artinya “Dan janganlah kamu mendekati zina, Sesungguhnya zina itu suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk” (Al-Isra:32)


Sarana-sarana yang menghantarkan menuju zina juga diharamkan, seperti wanita keluar rumah memakai parfum, membuka aurat kepada orang lain, berbicara manja kepada laki-laki yang bukan mahram, bersafar tanpa mahram, ikhtilath (campur baur laki-laki dan perempuan), khalwat (laki-laki berduaan dengan wanita yang bukan mahramnya), tabarruj (perbuatan wanita yang memamerkan dandanan dan perhiasan), mengumbar pandangan kepada wanita yang bukan mahram, dan lain-lain.


Ketika larangan Allah swt diterjang, maka apakah yang terjadi? Kemaksiatan berantai membelenggu sang pelaku. Akhirnya berujung kepada zina. Ketika si wanita telah hamil karena zina, aborsi ditempuh sebagai solusi. Dengan banyaknya perzinaan, maka aborsi juga semakin meningkat pesat. Padahal di dalam perbuatan aborsi terdapat berbagai bahaya dan pelanggaran syariat yang dilakukan. Maka perlu ada usaha bersama untuk membendung perilaku menyimpang dari agama ini, sehingga harapan mearaih kebahagiaan dunia dan akhirat bisa diraih oleh umat ini dengan ridha ilahi.


Diambil dari Majalah As-Sunnah, Jumadil Tsani 1430/Juni 2009
dipublish ulang oleh http://perpustakaan-islam.com/

Selasa, 27 September 2011

Rayap, si kecil yang rakus

Kemarin malam, tepatnya malam rabu tanggal 27 September 2011 aku dikjutkan oleh ‘sesuatu’. Fira, teman serumah ku sekarang, berseru hebat * nggak ding, dia kan nggak kayak aku. xixixixi.
“ega… kardus ta’ di kerumuni rayap!”
Aku terbelalak, melihat aksi seru rayap-rayap itu mengrayapgerogoti buku-buku yang ada di dalam kardus sekaligus kardusnya. GRrrrrrr! aku geram banget menyaksikan ulah mereka. kardusku yang berisi map-map penting seenaknya saja dicabik-cabik oleh mereka. untungnya ijazah dan sertifikat-sertifikat penting di dalamnya belum sempat terlehap oleh rayap-rayap rakus itu.
Sambil menahan tangis, kubersihkan satu per satu map dan kertas berharrga di dalamnya. padahal saat itu aku lagi sakit. lagi butuh istirahat. aku lemah….. *lebay deh. tapi beneran, aku emang lagi sakit (baca posting ku sebelumnya  ‘anti’anti nyamuk’). Pora hanya bisa memandangi ku dengan tatapan simpati. mungkin menyesal karena tidak bisa berbuat apa-apa sebelumnya.
“harusnya kamu ngawasin yang kayak ginian pora. bukannya ngawasin aku kalo lagi masak dan makan” wejang ku kepada Pora. Kucing hitam putih yang paling dekat dengan ku dibandingkan kedua saudaranya, (Pore dan Poro)
Kardusku udah nggak bisa diselamatkan. keduanya hancur terkoyak-koyak. masyaAllah….rayap yang sekecil itu bisa menghancurkan kardus yang berkali-kali lipat besarnya dari tubuhnya yang lebih kecil dari biji beras. terpaksa untuk sementara map-map penting itu kutempatkan di keranjang pakaian.
hikmah: persatuan itu penting. waspada juga penting!

Anti ‘anti Nyamuk’

bahaya obat nyamukBagi sebagian orang, anti nyamuk merupakan bahan yang dapat membantu mereka dalam mengatasi gangguan nyamuk. Berbagai macam anti nyamuk yang beredar di masyarakat saat ini, ada anti nyamuk bakar, semprot, di usapin ke tubuh, atau yang berupa cairan. tentunya anti nyamuk tersebut sangat berguna bagi para pemakainya.
Tapi tidak dengan ku. kesemua anti nyamuk yang kusebutkan di atas memberikan efek yang buruk buatku. itulah sebabnya di zaman yang kata orang udah modern kayak gini ini aku masih menggunakan kelambu dari pada zat-zat anti nyamuk. Anti nyamuk semprot (spray) membuatku seperti tercekik karena bau dan zatnya yang sangat keras. anti nyamuk oles, membuat kulitku kering dan panas, dan bagiku itu seperti mengoleskan racun ke tubuh kita. sedangkan anti nyamuk bakar efeknya bagiku seungguh luar biasa, setiap kali menggunakan anti nyamuk ini aku pasti terkena penyakit flu.
Inilah yang kualami saat ini. Beberapa hari yang lalu, kami (aku dan teman2 serumah) lagi asik mengerjakan tugas masing-masing di ruang tamu. saat itu banyak sekali nyamuk yang berseliweran di sekitar kami. suara dan gigitannya benar-benar memancing emosi. akhirnya karena kami udah kehabisan anti nyamuk semprot maka dengan berat hati kubakar anti nyamuk bakar yang ada.
Keesokan harinya, leherku terasa sakit. makanan maupun minuman yang masuk ke tenggorokan memberikan sensasi nyeri yang nggak enak banget. Aku sangat yakin itu adala ciri-ciri orang yang mau flu. 1 hari kemudian, hidung mulai meler, bersin-bersin terus. 2 hari kemudian, meler makin menjadi-jadi, di sertai dengan naiknya suhu tubuh dan juga batuk. leher aku tuh sakit banget. da hari ini, ketika bangun dari tidur, suara ku udah nggak mau keluar. huhuhuuuu, kalo aku ngomong rasanya sakit. eckckckck sungguh megerikan. jadi penasaran apa sih yang terkndun dalam anti nyamuk bakar sampe-sampe mebuatku jadi begini? Atau jangan-jangan aku emang alergi sama yang namanya anti nyamuk yah?

Guru Pamong

SmileSmileSmileSmile
Ku awali kisah ini dengan senyum yang berbulir-bulir kayak pulpy orange. *Apaan sih?
Hari Selasa 20 September 2011,  3 orang perempuan berpakaian hitam putih berdiri di depan ruag guru di SMA Makassar Raya. selidik punya selidik, mereka adalah mahasiswi PPL yang ditugaskan melaksanakan PPLnya di sekolah tempat ku mengajar. Dan dari hasil interogasiku, mereka mengaku bahwa mereka dari jurusan Bahasa Inggris. Jumla mereka ada lima orang, tapi yang bisa datang baru 3 itu. Pak Kepsek  meminta ku untuk membimbing mereka. Jadilah saat itu aku mendadak jadi guru pamong. Secara aku tuh atu-atunya guru bahasa Inggris di sekolah itu.
Aku merasa geli sendiri. Masa’aku sih? aku kan bukan guru tetap, lagian aku baru selesai PPL tahun lalu, bulan januari 2010. Pengalaman ngajar ku pun boleh dibilang masih berumur jagung, bukan..bukan jagung, tapi apa ya? hmmm coba deh cariin tanaman yang umurnya baru setahun gitu. Pokoknya gitu deh, aku masih muda nan polos, *hoek, yang baca pada muntah. Sorry.. lebaynya kumat lagi. Yang lebih heboh lagi, I’m not d real english Teacher. I’m just the graduate of Mathematics department. Hua… nggak bener iki. But what ever lah, mo gimana lagi. hadapi aja. berani berbuat berani bertanggung jawab.
Teman-teman ngajar yang nota bene adalah senior2 ku, senyum-senyum simpul melihat sikap ku yang sok kayak guru senior, menanyakan dan menjelaskan ini dan itu kepada mahasiswa tersebut. Yang lucunya legi, umur mereka cuma terpaut satu tahun di bawah ku, bahkan yang laki-laki umurnya lebih tua dari ku. Aku cukup terbantu dengan bakat aktingku yang sudah ku asah sejak kecil. Masalah Jaim itu udah menjadi keahlianku.
Siswa-siswi ku keberatan waktu kusampaikan bahwa mereka akan di ajar oleh guru baru. mereka baru bisa terima waktu kukatakan bahwa aku juga tetap mengawasi mereka.
“syukurlah… soalnya ma’m biasanya mereka tuh ngajarnya ga bagus, malah bikin bingung. kita malah jadi nggak ngerti”
aku terharu mendengarnya, artinya selama ini mereka cukup menyukaiku. ku pikir mereka membenci ku.
Reaksi anak kelas satu lebih parah lagi. mereka teriak, dan ber “hu….” protes. bahkan ada yang mo nangis. dikirain nya aku mo pindah ke sekolah lain. padahal kalo ku pikir-pikir, aku paling keras sama anak kelas satu. pernah mereka kusurh kengkreng karena dari semua orang di dalam kelas hanya empat orang yang mengerjakan PR. mungkin mereka sadar kalo aku hanya ingin mendisiplinkan mereka.
Hal yang kulakukan sebagai guru pamong adalah mengarahkan anak-anak PPL itu sesuai dengan apa yang pernah dilakukan oleh Guru Pamong ku waktu aku PPL dulu. Aku bersyukur karena pernah PPL juga dan menjalaninya dengan serius. Jadi Ilmunya benar-benar berbekas. Beda dengan orang-orang yang PPL fiktif. memprogram mata Kuliah PPL tapi nggak pernah hadir di sekolah. Nilai tinggal di beli. emang ada? maybe. Nothing is impossible in the world. but the most  important is we through our life as honest as possible. Because, although no body look our act, there is still Allah who always watch our step. konsep ihsan kan begitu.
Thanks buat Pak Arif yang udah mengarahkan kami dengan baik. Ilmux benar-benar bermanfaat pak…

Minggu, 25 September 2011

Story In ANgkot: Dimana Dompet ku?

HUA…..HUA….HUA….
Very-very shy…..!
Ini adalah pengalaman yang paling aku takutkan selama tinggal di Makassar. Aku tidak pernah berharap ini akan tejadi padaku. karenanya sebelum berangkat dari rumah aku selalu mengecek ke empat hal yang ga boleh aku lupakan; Dompet, HP, kunci, dan FD. Dan yang paling pertama aku sebutkan adalah hal yang memiliki tingkat keurgenan yang paling tinggi. Yup, Dompet. tentunya dompet yang berisi uang. sebenarnya meskipun ga bawa dompet yang penting bawa uang itu ga jadi masalah.
Masalahnya, hari ini aku akhirnya mengalami hal yang aku wanti-wanti, emang apa sih? itu loh… ga bawa dompet maupun uang sepeser pun ketika naik angkot.
aku berangkat ke sekolah dari jalan malengkeri 1 pada pukul 8 lewat 15. dengan penuh percaya diri aku menyebreangi jalan dan menaiki angkot yang akan membawaku ke tempat tujuan setelah sebelumnya berseru kepada pak sopir, “Baji Gau, Pak!”
di Angkot, aku lebih banyak diam memperhatikan model rumah di sepanjang jalan yang dilalui oleh Angkot. kali Ini perjalanan agak panjang, karena Pak Sopir mengambil jalur Dg. Tata 3, abdul Kadir, Dangko, Cenrawasih. Mendekati lokasi yang aku tuju yakni SMA MAKASSAR RAYA yang terletak di depan jalan Baji Gau, aku mulai mencari dompet ku untuk membayar Angkot. tapi alangkah terkejutnya aku manakali kusadari bahwa dompetku tidak ada di dalam tas. “Hah?! di mana dompetku? perasaan aku selalu naro di tas, kok sekarang ga ada?” tanyaku dalam hati. setelah ku keluarkan semua buku-buku dan barang yang ada di tas ku aku pun tersadar, bahwa dompetku emang benar-benar nggak ada di dalam tas. HUaAAAA….. kalo gitu dompetku masih di lemari donk…. GIMANA NIH????
Aku panik banget. Bingung, takut, dan malu mau bilang apa sama pak sopir, nggak tau harus gimana. mana di mobil nggak ada akhawat ato orang yang bisa nolongin lagi. ku coba menghubungi kak Alya yang mungkin sudah ada di sekolah, tapi nggak diangkat-angkat. aku pun pasrah. “kiri, pak!!!” seru ku ketika menyadari  bahwa angkot sudah lewat di depan sekolah. aku tidak segera turun dari Angkot.
“kenapa, mbak?” tanya pak sopir.
“pak dompet saya ketinggalan” kataku dengan suara tertahan. Mata ku udah berkaca-kaca.
“oh,.. kalo gitu nggak usah bayar, nggak papa”
kata-kata supir tersebut membuatku terharu. aku semakin ingin menangis.
“saya minta maaf ya, pak… dan makasih banyak” ucapku sugguh-sungguh berterimakasih. dalam hati aku berjanji aku akan membayar nya jika aku bertemu dengannya lagi.
benar-benar pengalaman yang memalukan. lain kali aku bakal lebih teliti lagi. cukup sekali aja aku mengalami hal kayak gini.
“ya Allah… pertemukan aku dengan pak sopir itu lagi”

Ini Bukan Akhir cerita kost Flora


Cerita ini masih seputar kost Flora. Kost yang dihuni cewek baik-baik (ga makan kompor, maupun sabun). Agustus 2011, akhir periode kost-kosan. Pilihanx Cuma 2, menikah atau putuskan!  ups, salah! yang bener tuh, melanjutkan kontrakan, or move alias pindah.
Beberapa penghuni memutuskan untuk lanjut, ini berlaku bagi mahasiswa semester awal yang udah kesengsem sama kost flora dan malas nyari yang lebih bagus dan lebih murah. Yang lebih mahal banyak, tapi fasilitas ga sebanding dengan kost Flora ini. Yang lebih murah, apalagi. Pokoknya susah banget deh, di jaman kayak gini mo nyari kosan dengan fasilitas mendukung, dan kondisi lingkungan yang kondusif kayak gini. *waduh, dibayar berapa nih sama bu Hilda? Bukan…sungguh ga ada niat buat promo, aq cuman mau ngungkapin fakta bukan janji.
However, ada juga yang  memutuskan buat hengkang.  Yah….keputusan yang diambil dengan sangat berat hati. Pasalnya kenaikan kali ini udah diluar kemampuan kantong mereka. Lagi pula pertimbangan kuliah yang tinggal beberapa bulan. Dan mungkin udah kenyang asam garam tinggal di Flora. Siapa saja sih yang bakal pindah? Lets check it out.
TADAAA!!!!!
Para penghuni yang bakal pindah adalah flora lovers,  Rara, Upe, dan Aku.
Hmmm…. Benar-benar ga nyangka semua bakal berakkhir seperti ini. Emang sih sudah sunnatullah kalo ga aka nada yang abadi di dunia ini, termasuk kebersamaan kami. Tapi tetap aja, yang namanya perpisahan itu selalu ninggalin rasa sesak di dada, dan diiringi dengan kekosongan or kehampaan.  Selalu saja ada rasa  tak siap menerima kenyataan ini. Kami yang udah  4 tahun sama-sama bahkan ada juga yang ampe 5 tahun, mesti berpisah di tahun ini.
Ga papalah…. Ga ada yang perlu disesali, dan aku juga ga pernah menyesal. kenapa harus mesnyesal jika  hari-hari yang kami lalui bersama adalah hari-hari yang penuh makna, penuh warna kayak pelangi. Kami udah mengisinya dengan sebaik-baiknya. Kami punya banyak kenangan yang bisa kami ingat kembali saat kami sudah tidak tinggal satu atap. Kami bisa membuka kembali catatan-catatan harian kami, atau koleksi foto dan video konyol kami. Aku ngerasa ga ada yang perlu di sesali.  Justru sebaliknya, aku bersyukur banget bisa dikasih kesempatan buat tinggal di kost Flora, bisa ketemu dengan anak-anak flora, bisa berteman, bersahabat, berbagi cerita dan berbagi makanan. Hehehe.
Anak-anak kost flora yang menyenangkan, meski kadang ada juga saatsaat yang menyebalkan, tapi berujung pada kelucuan.
Adek Uppa pernah bilang, “banyak sekali kesan yang ku dapat selama tinggal di kost Flora, ada suka dan duka. Tapi kalo diitung-itung sih lebih banyak sukax” katanya sambil tertawa renyah. *biskut kali?!
Yup! Benar banget, tinggal di kost Flora emang merupakan pengalaman yang menyenangkan. Aku yang kalo di rumah jarang banget ngomong, karena jarak usia ku dengan adik-adikku pada jauhan, jadi cerewet banget pas tinggal di kost ini, soalnya aku dapat teman yang bisa di ajak share apa aja. Baik itu kakak-kakak, teman seangkatan maupun adik-adik. Jarang banget aku ngerasaain beban berat selama tinggal di kost ini. Selalu aja ada orang yang bisa menghibur, baik langsung maupun ga langsung. Saling menghibur, saling support, saling sayang-menyayangi, tenggang rasa, tepa salira, patriotism serta cinta tanah air. * tunggu..tunggu… kok jadi belajar pkn sih?
Singkatnya, Aku menemukan suadara-saudara baru di sini. Cinggu…… uhibbukifillah….(aku mencintai kalian karena Allah). Allah yang udah mempertemukan kita, dan menjalin tali ukhuwah di antara kita, mempertautkan hati-hati kita. Kita bertemu atas izin Allah, so jangan pernah sesali pertemuan dan jangan tangisi perpisahan. Ok?! (tapi kok yang nulis justru mewek?)
Aku bukan menangisi ataupun menyesali perpisahan ini. Aku hanya merasa sedih, karena merasa kehilangan. Bukankah kita hanya akan merasa kehinlangan jika yang hilang itu adalah sesuatu yang kita anggap berharga? Artinya kalian benar-benar berharga buatku. Ck..ck.ck.. Bisa-bisa nya yah..
Nggak kebayang gimana tampang kosan ini sepeninggal kami. Apa masih bakal rame juga? Apa bakal seseru waktu kami masih di sini? Atau malah makin sepi? Yah kita liat aja nanti, dan kita berikan tugas mulia untuk mengamati ini kepada adik Uppa. Omedetto (selamat ya…)
Oh iya, di antara Flora Lovers (mo di singkat flores, tapi pasti pada ga setuju) masih ada satu orang yang bakal meneruskan perjuangan kami. Dialah Achnida Zulfaidah  alias Uppa. Dia pasti bakal kesepian banget sepeninggal kami. Kachian deh adek Uppa.



Upe
2007
Pindah ke rumah kakakx di Gowa.
Uppa
2007
Menetap di Flora. Sementara menggarap proposal.
Rara
2006
Pindah ke rumah kemenakannya di jalan veteran. Kuliahx dah kelar tinggal seminar dan ujian meja.
Anti
2006
Udah pulkam tahun lalu dan sekarang ada di Cirebon, jadi hantu, ups ghost writer dan kursus menjahit.
Dedew
2006
Udah pindah sejak tahun lalu, masih di kompleks yang sama dengan kost Flora.
Nunu
2006
Jurusan fisika yang lulus bersamaan dengan ku.  Sekarang justru  jadi pegawai BRI.
Yuyu
2006
Jurusan Biologi,  lanjut S1 kedua, dan tinggal di kost lain
K Uni
2005
, pulkam ke Sulbar dan jadi guru, bentar lagi merid
K Alya
2002
Pindah ke jalan sunu, tapi lebih sering tinggal di secretariat lembaga muslimah. Sekarang juga jadi guru.
K iya’
2002
Udah merid dan punya anak, bakal berdomisili di Takalar.
K Wati
2005
Udah jadi PNS di Luwu Timur di salah satu SMK
Leli
2007
Pindah ke Abdesir, bareng 3 orang adiknya, lagi sibuk kerja di salah satu LBB dan cuti kuliah 1 semeter. Tinggal penelitian dan seminar hasil serta ujian meja.

Aku sendiri, bakalan pindah di salah satu rumah kontrakan di jalan malengkeri. Untuk sementara tinggal sama teman dulu selama 5 bulan. Berhubung rumah yang kuincar masih ada penghuninya.
Anak-anak flora…. Meskipun akhirnya kita ga tinggal sama-sama lagi, ku harap persaudaraan kita ga akan berakhir juga. Kita tetap bisa menjalin ukhuwah. Kalau kalian rindu telpon aja aku. Hehehe…
Kita masih bisa ngumpul-ngumpul bareng sekali-kali di Flora. Kan masih ada Uppa. Ok?!
Angiong cingu.
,
.
.



Kamis, 13 Oktober 2011

Setelah Setahun

Akhirnya tabir itu pun tersingkap. Aku tak pernah bermaksud untuk menyembunyikannya, hanya saja aku memang tak pernah mengatakannya secara blak-blakan, karena sejak awal aku mengira mereka semua sudah tahu. tanpa ada maksud berbohong, menipu atau merahasiakan apapun dari siapapun. Sungguh....

Tapi entah mengapa perasaan bersalah dan tidak enak itu tetap saja hadir manakala salah seorang guru di sekolah menyampaikan kepada Pak Kepsek, kalau aku sebenarnya alumni jurusan Matematika. Meskipun ibu itu menambahkan bahwa aku 'jago bahasa inggris', raut wajah kurang berkenan dari pak Kepsek tetap saja tergambar. "saya kira dari jurusan Bahasa Inggris?" Serta merta aku tak dapat berkata apa-apa dan tak mampu lagi mengangkat kepala. Aku tidak tahu apa yang ada di dalam hati pak kepsek. Aku sempat memberikan penjelasan ke Pak Kepsek kenapa aku bisa mengajar bahasa Inggris. Entah dia bisa mengerti atau tidak, aku sama sekali tak tahu.  Ketidaktahuan ku itu menimbulkan berbagai macam perasaan yang berkecamuk di dada.

***

Waktu itu tanggal 7 Oktober 2010, aku menerima tawaran mengajar bahasa Inggris di SMA dari Kak Alya. Saat itu kondisi keuangan ku sangat memprihatinkan. Untuk meminta kepada mama aku sudah tak punya nyali. Aku kan sudah Sarjana, (meski baru lulus) masa masih nadahin tangan ke orang tua? ***pikir ku saat itu. Di saat yang bersamaan kak Alya menawariku pekerjaan tersebut.
"Ega, mau nggak ngajar bahasa inggris di t4 ngajar ku?"
Awalnya aku enggan, soalnya aku belum pernah menghadapi anak-anak SMA, selain itu English is not my subject. Sempat ku tanyakan hal itu kepada kak Alya, "Emang bisa?" 
Dia bilang bisa, dia aja guru biologi, ngajar TIK di sekolah. 
Alasan kenapa akhirnya aku menerima tawaran tersebut adalah ucapan kak Alya yang bilang kalau aku cuma jadi pengganti sementara dari Bu Hasmiah, soalnya beliau lagi sakit magh akut. Aku pun meng-iya kan.
hari pertama  ke sekolah aku sempat nyasar, mesti beberapa kali naik angkot. Aku disambut oleh beberapa tentara di pintu gerbang, maklum letak sekolahku berada dalam lokasi tentara. Waktu itu aku dengan PD nya menyapa pak tentara, "permisi pak, SMA MKS RY dmn ya?". " di sana" jawab pak tentara dengan  tampang bengong. Mungkin baru kali ini ada orang yang negur buat nanya alamat. hehehe...
Selanjutnya aku pun bertemu denga wakil Kepsala Sekolah, soalnya saat itu pak Kepsek lagi ke luar kota. Bu Sri mempersilahkan ku untuk mengamati kondisi sekolah dan kelas-kelas, bahkan ruang guru. Kali aja ada yang membuat ku nggak srek. Beliau  pun menjelaskan bahwa siswa-siswi di sini udah hampir sebulan nggak belajar bahasa Inggris karena nggak ada guru. Naluriku terusik, Aku merasa terpanggil. pengen jadi seperti bu Muslimah. wkwkwkwk.
Mengajar di SMA swasta dengan kondisi kelas yang padat serta kondisi siswa yang super ribut menjadi tantangan tersendiri buat ku. Di awal-awal mengajar aku sering pulang dengan leher yang sakit, serta tubuh yang penat. Belum lagi mesti korban perasaan, karena menghadapi siswa yang susah diatur. Bagaimana tidak, aku langsung memegang 3 kelas (kelas 1, 2, dan 3) dan untuk mata pelajaran bahasa Inggris, kelas IPA dan IPS digabung, kebayang ga sih gimana beratnya mengajar di situ. Tapi itulah resiko yang harus kutanggung. oh iya, aku termasuk orang yang penuh pertimbangan dalam mengambil keputusan, malash saking lamanya, biasanya kesempatan itu sudah pergi baru aku bisa memutuskan. Tapi ketika aku sudah memutuskan sesuatu, maka tak mudah untuk melepaskannya. Aku akan berusaha sebaik mungkin untuk melakukannya.
Hari bergati hari, bulan pun terus bergulir akhirnya genap 3 bulan aku mengajar. Keakraban mulai terjalin baik antara aku dengan guru-guru, maupun dengan siswa. Mengajar bahasa Inggris menjadi hal yang menyenangkan buatku. meski kadang masih ada saja hal-hal yang kurang berkenan dari siswa. Dan nilai plusnya Kemampuan Bahasa Inggris ku makin bertambah. Guru kan harus lebih tahu dari pada siswa.(pikirku) aku nggak mau malu-maluin.
Setelah 3 bulan berlalu, usai Ulangan semester, aku menanyakan kepada BU Sri mengenai kelanjutan 'kontrak' ku. Tapi salah ku aku nggak pernah bilang kalau aku bukan alumni bahasa Inggris. Aku selalu merasa mereka sudah tahu dari Bu Alya. lagi perasaan ku yang bermain.
Bu Sri mengatakan agar aku tetap melanjutkan mengajar, karena bu hasmiah masih nggak ada kabarnya. Aku pun melanjutkan mengajar, karena aku belum berniat pulang kampung, "sekalian buat alasan sama mama, kalo di sini aku punya kerjaan, biar diizinin tetap di makassar untuk nuntut ilmu agama"
Begitulah, sampai saat ini, sudah setahun aku melakoni tugas ku sebagai pengajar di SMA MKS RY, tentunya bukan itu saja pekerjaan yang kujalani. Aku juga menjadi pengajar (tentor) matematika di sebuah LBB (lembaga Bimbingan Belajar) Islami di Makassar, dan nyambi as a private teacher. Meskipun gaji di kedua job ku itu lebih besar dibandingkan di skolah, tapi ada hal lain yang membuatku bertahan, yakni pengalaman. Pengalaman menjadi guru di kelas, di sekolah, berinteraksi dengan sesama guru dan siswa. 
Selama setahun ini, banyak hal yang sudah kualami di sini. Mengajar siswa dengan tingkat IQ dan sifat2 yang beraneka ragam, bagaimana menyiapkan perangkat pembelajaran bahsa Inggris (silabus, Prota, Promes, RPP, KKM), bagaimana menyusun soal ulangan, membuat kisi Ujian Sekolah, pergi mengawas UN di sekolah lain, rapat guru, ngurus ini, buat itu dll. Guru-guru di sekolah ini pun sangat menyenangkan, ramah, dan kekeluargaan. Ada ibu Sri yang blak-blakan dan suka ngasi masukan, ada bu J yang keibuan, penyayang dan kadang nyentrik juga, Pak K yang pengetahuan agamanya lumayan, yang awalnya sangat kutakuti karena ia dijuluki 'polisi bahasa' oleh guru-guru yg lain, kudu ati-ati klo ngomong sama bapak yg satu ini, tapi lama-lama aku mulai merasakn kebaikan dari beliau. bu nana, bu ipe, bu dewi, bu alya, bu Anti, bu rahma, yang termasuk guru-guru honor seperti ku. Mereka adalah senior-senior ku di Kampus, tapi di sekolah mereka adalah rekan kerja yang baik. Bu S yang baik, Pak H, Pak Haji Hrn, Pak guru Olahraga, dan masih banyak lagi. Mereka semua nggak sombong, selalu memeberikan motivasi kepada yang lain. Saling mengoreksi dan menerima masukan. Pokoknya semangat kekeluargaan di sekolah ini terasa banget. Tentunya semua ini tak lepas dari peran pak Kepsek yang rendah hati dan bijaksana. Selalu mengingkan yang terbaik buat siswa dan guru. Saat menulis ini aku baru sadar kalau ternyata banyak hal berharga yang kudapat dari 'salah alamat' ini. 
Nah... sekarang aku jadi bimbang, gundah, resah, dan sejenisnya. Sifat perasa ku kumat lagi, merasa nggak enak tanpa tahu apa yang sebenernya dirasakan oleh pak Kepsek. Sempat terpikir juga untuk mengundurkan diri, dan mencari sekolah yang lain. Hanya saja, saat ini kami tengah dalam proses merampungkan perangkat sekolah. Apa kata pak Kepsek jika tiba-tiba aku mengundurkan diri. Tadinya aku berniat menghadap ke pak Kepsek untuk menyakan masalah penentuan KKM bahasa Inggris yang aku belom ngerti caranya, karena aku bukan anak bahasa Inggris. Sayangnya, sebelum sempat menghadap, bu S sudah keburu ngomong, jadi nggak enak deh. 
Kupikir ini memang salah ku, tak ingin merahasiakan tapi tak pernah menyampaikan. (abis nggak ditanya sih)
saya sama sekali tidak pernah berpikir akan mengajar bahasa Inggris selama ini. Ini di luar rencana ku. Meski  saya yakin ini adalah bagian dari rencana Allah. Satu hal yang dapat menghiburku adalah aku yakin kalo aku selalu melakukan yang terbaik dalam pekerjaan yang kujalani. Aku bukan guru yang malas, malah kak Alya sebel karena aku terlalu 'rajin'. 
Aku terkesan dengan perkataan Ali bin Abi Thalib radiyallahu 'anhu: "seorang Insan dinilai dari apa yang bisa dikerjakannya dengan baik"
Hal itu memacuku untuk senantiasa melakukan yang terbaik dalam setiap pekerjaan. Suatu pekerjaan sekecil apapun itu, ia tetap pekerjaan, lakukanlah dengan baik dan kebaikannya juga akan mengalir pada kita dan orang-orang di sekitar kita.
Mudah-mudahan itu bisa jadi pertimbangan buat pak Kepsek dalam menilai ku. Aku nggak takut dipecat, aku hanya khawatir jika pak Kepsek marah, itu saja. Aku sama sekali tidak takut kehilangan pekerjaan, yang aku takutkan adalah kehilangan kepercayaan.

Pada akhirnya aku haya bisa berharap yang terbaik pada Allah. Wish everything is OK.






Kamis, 06 Oktober 2011

Kemaksiatan Melahirkan Kemaksiatan Lainnya

catatan ini aku copas dari note seorang teman di fb.  mudah-mudahan bermanfaat. selamat membaca!

Sesungguhnya kemaksiatan yang dilakukan seorang hamba akan melahirkan kemaksiatan-kemaksiatan yang lain, sehingga pelakunya susah dan berat meninggalkannya. Sebagian salaf mengatakan: “Sesungguhnya diantara hukuman keburukan adalah terjadinya keburukan setelahnya, dan sesungguhnya di antara pahala kebaikan adalah kebaikan setelahnya”. Jika seorang hamba telah melakukan sebuah kebaikan, maka kebaikan yang berada di dekatnya mengatakan: “Hendaklah engkau mengamalkan aku juga!”. Jika dia telah mengamalkan kebaikan kedua, maka kebaikan ketiga akan mengatakan seperti itu juga , dan begitu seterusnya. Sehingga kebaikan selalu bertambah dan keuntungan berlipat ganda. Sebaliknya, keburukan juga seperti itu. Maka akhirnya ketaatan dan kemaksiatan itu menjadi sifat yang melekat dan keadaan yang tetap ada pada pelakunya. Jika seorang muhsin (orang yang sudah terbiasa berbuat ketaatan dengan sebaik-baiknya) meninggalkan ketaatan-ketaatan, maka jiwanya tertekan, bumi yang luas terasa sempit, dan dia merasa seperti ikan yang meninggalkan air. Sampai dia kembali melaksanakan ketaatan-ketaatan, maka jiwanya akan menjadi tenang dan hatinya menjadi tenteram. Sebaliknya, jika seorang mujrim (orang yang sudah terbiasa melakukan kemaksiatan-kemaksiatan yang besar) meninggalkan kemaksiatan dan menuju ketaatan, maka jiwanya tertekan, dadanya terasa sempit, sampai dia terbiasa melaksanakan ketaatan-ketaatan (Lihat Ad-Da' wa Dawa' karya Ibnul Qoyyim Al-Jauziyah)

Hal ini diisyaratkan di dalam sebuah hadits Nabi Muhammmad saw dengan sabda Beliau “Hendaklah kamu selalu jujur, karena sesungguhnya jujur itu akan menuntun menuju kebaikan, dan sesungguhnya kebaikan itu akan menuntun kepada surga. Dan tidaklah seseorang selalu berkata jujur dan berusaha menetapi kejujuran, sampai dia ditulis di sisi Allah swt sebagai orang yang sangat jujur. Dan hendaklah kamu selalu menjauhi dusta, karena sesungguhnya dusta itu akan menuntun menuju kemaksiatan, dan sesungguhnya kemaksiatan itu akan menuntun menuju neraka. Dan tidaklah seseorang selalu berkata dusta dan selalu memilih kedustaan, sampai dia ditulis di sisi Allah swt sebagai orang yang pendusta (HR. Muslim dari 'Abdullah bin Mas'ud)


Oleh karena itu Allah swt melarang kemaksiatan dan sarana-sarananya. Allah swt telah mengharamkan perbuatan-perbuatan keji, baik yang nampak maupun yang tidak nampak.Allah swt juga melarang mendekati perbuatan-perbuatan keji itu dan sebab-sebab yang menghantarkan kepadanya. Semua itu sebagai rahmat-Nya kepada para hamba dan menjaga mereka dari perkara yang membahayakan mereka di dunia dan akhirat.


Diantara perbuatan keji yang telah Allah swt haramkan di dalam Kitab-Nya dan lewat lisan Rasul-Nya adalah zina. Allah swt berfirman yang artinya “Dan janganlah kamu mendekati zina, Sesungguhnya zina itu suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk” (Al-Isra:32)


Sarana-sarana yang menghantarkan menuju zina juga diharamkan, seperti wanita keluar rumah memakai parfum, membuka aurat kepada orang lain, berbicara manja kepada laki-laki yang bukan mahram, bersafar tanpa mahram, ikhtilath (campur baur laki-laki dan perempuan), khalwat (laki-laki berduaan dengan wanita yang bukan mahramnya), tabarruj (perbuatan wanita yang memamerkan dandanan dan perhiasan), mengumbar pandangan kepada wanita yang bukan mahram, dan lain-lain.


Ketika larangan Allah swt diterjang, maka apakah yang terjadi? Kemaksiatan berantai membelenggu sang pelaku. Akhirnya berujung kepada zina. Ketika si wanita telah hamil karena zina, aborsi ditempuh sebagai solusi. Dengan banyaknya perzinaan, maka aborsi juga semakin meningkat pesat. Padahal di dalam perbuatan aborsi terdapat berbagai bahaya dan pelanggaran syariat yang dilakukan. Maka perlu ada usaha bersama untuk membendung perilaku menyimpang dari agama ini, sehingga harapan mearaih kebahagiaan dunia dan akhirat bisa diraih oleh umat ini dengan ridha ilahi.


Diambil dari Majalah As-Sunnah, Jumadil Tsani 1430/Juni 2009
dipublish ulang oleh http://perpustakaan-islam.com/

Selasa, 27 September 2011

Rayap, si kecil yang rakus

Kemarin malam, tepatnya malam rabu tanggal 27 September 2011 aku dikjutkan oleh ‘sesuatu’. Fira, teman serumah ku sekarang, berseru hebat * nggak ding, dia kan nggak kayak aku. xixixixi.
“ega… kardus ta’ di kerumuni rayap!”
Aku terbelalak, melihat aksi seru rayap-rayap itu mengrayapgerogoti buku-buku yang ada di dalam kardus sekaligus kardusnya. GRrrrrrr! aku geram banget menyaksikan ulah mereka. kardusku yang berisi map-map penting seenaknya saja dicabik-cabik oleh mereka. untungnya ijazah dan sertifikat-sertifikat penting di dalamnya belum sempat terlehap oleh rayap-rayap rakus itu.
Sambil menahan tangis, kubersihkan satu per satu map dan kertas berharrga di dalamnya. padahal saat itu aku lagi sakit. lagi butuh istirahat. aku lemah….. *lebay deh. tapi beneran, aku emang lagi sakit (baca posting ku sebelumnya  ‘anti’anti nyamuk’). Pora hanya bisa memandangi ku dengan tatapan simpati. mungkin menyesal karena tidak bisa berbuat apa-apa sebelumnya.
“harusnya kamu ngawasin yang kayak ginian pora. bukannya ngawasin aku kalo lagi masak dan makan” wejang ku kepada Pora. Kucing hitam putih yang paling dekat dengan ku dibandingkan kedua saudaranya, (Pore dan Poro)
Kardusku udah nggak bisa diselamatkan. keduanya hancur terkoyak-koyak. masyaAllah….rayap yang sekecil itu bisa menghancurkan kardus yang berkali-kali lipat besarnya dari tubuhnya yang lebih kecil dari biji beras. terpaksa untuk sementara map-map penting itu kutempatkan di keranjang pakaian.
hikmah: persatuan itu penting. waspada juga penting!

Anti ‘anti Nyamuk’

bahaya obat nyamukBagi sebagian orang, anti nyamuk merupakan bahan yang dapat membantu mereka dalam mengatasi gangguan nyamuk. Berbagai macam anti nyamuk yang beredar di masyarakat saat ini, ada anti nyamuk bakar, semprot, di usapin ke tubuh, atau yang berupa cairan. tentunya anti nyamuk tersebut sangat berguna bagi para pemakainya.
Tapi tidak dengan ku. kesemua anti nyamuk yang kusebutkan di atas memberikan efek yang buruk buatku. itulah sebabnya di zaman yang kata orang udah modern kayak gini ini aku masih menggunakan kelambu dari pada zat-zat anti nyamuk. Anti nyamuk semprot (spray) membuatku seperti tercekik karena bau dan zatnya yang sangat keras. anti nyamuk oles, membuat kulitku kering dan panas, dan bagiku itu seperti mengoleskan racun ke tubuh kita. sedangkan anti nyamuk bakar efeknya bagiku seungguh luar biasa, setiap kali menggunakan anti nyamuk ini aku pasti terkena penyakit flu.
Inilah yang kualami saat ini. Beberapa hari yang lalu, kami (aku dan teman2 serumah) lagi asik mengerjakan tugas masing-masing di ruang tamu. saat itu banyak sekali nyamuk yang berseliweran di sekitar kami. suara dan gigitannya benar-benar memancing emosi. akhirnya karena kami udah kehabisan anti nyamuk semprot maka dengan berat hati kubakar anti nyamuk bakar yang ada.
Keesokan harinya, leherku terasa sakit. makanan maupun minuman yang masuk ke tenggorokan memberikan sensasi nyeri yang nggak enak banget. Aku sangat yakin itu adala ciri-ciri orang yang mau flu. 1 hari kemudian, hidung mulai meler, bersin-bersin terus. 2 hari kemudian, meler makin menjadi-jadi, di sertai dengan naiknya suhu tubuh dan juga batuk. leher aku tuh sakit banget. da hari ini, ketika bangun dari tidur, suara ku udah nggak mau keluar. huhuhuuuu, kalo aku ngomong rasanya sakit. eckckckck sungguh megerikan. jadi penasaran apa sih yang terkndun dalam anti nyamuk bakar sampe-sampe mebuatku jadi begini? Atau jangan-jangan aku emang alergi sama yang namanya anti nyamuk yah?

Guru Pamong

SmileSmileSmileSmile
Ku awali kisah ini dengan senyum yang berbulir-bulir kayak pulpy orange. *Apaan sih?
Hari Selasa 20 September 2011,  3 orang perempuan berpakaian hitam putih berdiri di depan ruag guru di SMA Makassar Raya. selidik punya selidik, mereka adalah mahasiswi PPL yang ditugaskan melaksanakan PPLnya di sekolah tempat ku mengajar. Dan dari hasil interogasiku, mereka mengaku bahwa mereka dari jurusan Bahasa Inggris. Jumla mereka ada lima orang, tapi yang bisa datang baru 3 itu. Pak Kepsek  meminta ku untuk membimbing mereka. Jadilah saat itu aku mendadak jadi guru pamong. Secara aku tuh atu-atunya guru bahasa Inggris di sekolah itu.
Aku merasa geli sendiri. Masa’aku sih? aku kan bukan guru tetap, lagian aku baru selesai PPL tahun lalu, bulan januari 2010. Pengalaman ngajar ku pun boleh dibilang masih berumur jagung, bukan..bukan jagung, tapi apa ya? hmmm coba deh cariin tanaman yang umurnya baru setahun gitu. Pokoknya gitu deh, aku masih muda nan polos, *hoek, yang baca pada muntah. Sorry.. lebaynya kumat lagi. Yang lebih heboh lagi, I’m not d real english Teacher. I’m just the graduate of Mathematics department. Hua… nggak bener iki. But what ever lah, mo gimana lagi. hadapi aja. berani berbuat berani bertanggung jawab.
Teman-teman ngajar yang nota bene adalah senior2 ku, senyum-senyum simpul melihat sikap ku yang sok kayak guru senior, menanyakan dan menjelaskan ini dan itu kepada mahasiswa tersebut. Yang lucunya legi, umur mereka cuma terpaut satu tahun di bawah ku, bahkan yang laki-laki umurnya lebih tua dari ku. Aku cukup terbantu dengan bakat aktingku yang sudah ku asah sejak kecil. Masalah Jaim itu udah menjadi keahlianku.
Siswa-siswi ku keberatan waktu kusampaikan bahwa mereka akan di ajar oleh guru baru. mereka baru bisa terima waktu kukatakan bahwa aku juga tetap mengawasi mereka.
“syukurlah… soalnya ma’m biasanya mereka tuh ngajarnya ga bagus, malah bikin bingung. kita malah jadi nggak ngerti”
aku terharu mendengarnya, artinya selama ini mereka cukup menyukaiku. ku pikir mereka membenci ku.
Reaksi anak kelas satu lebih parah lagi. mereka teriak, dan ber “hu….” protes. bahkan ada yang mo nangis. dikirain nya aku mo pindah ke sekolah lain. padahal kalo ku pikir-pikir, aku paling keras sama anak kelas satu. pernah mereka kusurh kengkreng karena dari semua orang di dalam kelas hanya empat orang yang mengerjakan PR. mungkin mereka sadar kalo aku hanya ingin mendisiplinkan mereka.
Hal yang kulakukan sebagai guru pamong adalah mengarahkan anak-anak PPL itu sesuai dengan apa yang pernah dilakukan oleh Guru Pamong ku waktu aku PPL dulu. Aku bersyukur karena pernah PPL juga dan menjalaninya dengan serius. Jadi Ilmunya benar-benar berbekas. Beda dengan orang-orang yang PPL fiktif. memprogram mata Kuliah PPL tapi nggak pernah hadir di sekolah. Nilai tinggal di beli. emang ada? maybe. Nothing is impossible in the world. but the most  important is we through our life as honest as possible. Because, although no body look our act, there is still Allah who always watch our step. konsep ihsan kan begitu.
Thanks buat Pak Arif yang udah mengarahkan kami dengan baik. Ilmux benar-benar bermanfaat pak…

Minggu, 25 September 2011

Story In ANgkot: Dimana Dompet ku?

HUA…..HUA….HUA….
Very-very shy…..!
Ini adalah pengalaman yang paling aku takutkan selama tinggal di Makassar. Aku tidak pernah berharap ini akan tejadi padaku. karenanya sebelum berangkat dari rumah aku selalu mengecek ke empat hal yang ga boleh aku lupakan; Dompet, HP, kunci, dan FD. Dan yang paling pertama aku sebutkan adalah hal yang memiliki tingkat keurgenan yang paling tinggi. Yup, Dompet. tentunya dompet yang berisi uang. sebenarnya meskipun ga bawa dompet yang penting bawa uang itu ga jadi masalah.
Masalahnya, hari ini aku akhirnya mengalami hal yang aku wanti-wanti, emang apa sih? itu loh… ga bawa dompet maupun uang sepeser pun ketika naik angkot.
aku berangkat ke sekolah dari jalan malengkeri 1 pada pukul 8 lewat 15. dengan penuh percaya diri aku menyebreangi jalan dan menaiki angkot yang akan membawaku ke tempat tujuan setelah sebelumnya berseru kepada pak sopir, “Baji Gau, Pak!”
di Angkot, aku lebih banyak diam memperhatikan model rumah di sepanjang jalan yang dilalui oleh Angkot. kali Ini perjalanan agak panjang, karena Pak Sopir mengambil jalur Dg. Tata 3, abdul Kadir, Dangko, Cenrawasih. Mendekati lokasi yang aku tuju yakni SMA MAKASSAR RAYA yang terletak di depan jalan Baji Gau, aku mulai mencari dompet ku untuk membayar Angkot. tapi alangkah terkejutnya aku manakali kusadari bahwa dompetku tidak ada di dalam tas. “Hah?! di mana dompetku? perasaan aku selalu naro di tas, kok sekarang ga ada?” tanyaku dalam hati. setelah ku keluarkan semua buku-buku dan barang yang ada di tas ku aku pun tersadar, bahwa dompetku emang benar-benar nggak ada di dalam tas. HUaAAAA….. kalo gitu dompetku masih di lemari donk…. GIMANA NIH????
Aku panik banget. Bingung, takut, dan malu mau bilang apa sama pak sopir, nggak tau harus gimana. mana di mobil nggak ada akhawat ato orang yang bisa nolongin lagi. ku coba menghubungi kak Alya yang mungkin sudah ada di sekolah, tapi nggak diangkat-angkat. aku pun pasrah. “kiri, pak!!!” seru ku ketika menyadari  bahwa angkot sudah lewat di depan sekolah. aku tidak segera turun dari Angkot.
“kenapa, mbak?” tanya pak sopir.
“pak dompet saya ketinggalan” kataku dengan suara tertahan. Mata ku udah berkaca-kaca.
“oh,.. kalo gitu nggak usah bayar, nggak papa”
kata-kata supir tersebut membuatku terharu. aku semakin ingin menangis.
“saya minta maaf ya, pak… dan makasih banyak” ucapku sugguh-sungguh berterimakasih. dalam hati aku berjanji aku akan membayar nya jika aku bertemu dengannya lagi.
benar-benar pengalaman yang memalukan. lain kali aku bakal lebih teliti lagi. cukup sekali aja aku mengalami hal kayak gini.
“ya Allah… pertemukan aku dengan pak sopir itu lagi”

Ini Bukan Akhir cerita kost Flora


Cerita ini masih seputar kost Flora. Kost yang dihuni cewek baik-baik (ga makan kompor, maupun sabun). Agustus 2011, akhir periode kost-kosan. Pilihanx Cuma 2, menikah atau putuskan!  ups, salah! yang bener tuh, melanjutkan kontrakan, or move alias pindah.
Beberapa penghuni memutuskan untuk lanjut, ini berlaku bagi mahasiswa semester awal yang udah kesengsem sama kost flora dan malas nyari yang lebih bagus dan lebih murah. Yang lebih mahal banyak, tapi fasilitas ga sebanding dengan kost Flora ini. Yang lebih murah, apalagi. Pokoknya susah banget deh, di jaman kayak gini mo nyari kosan dengan fasilitas mendukung, dan kondisi lingkungan yang kondusif kayak gini. *waduh, dibayar berapa nih sama bu Hilda? Bukan…sungguh ga ada niat buat promo, aq cuman mau ngungkapin fakta bukan janji.
However, ada juga yang  memutuskan buat hengkang.  Yah….keputusan yang diambil dengan sangat berat hati. Pasalnya kenaikan kali ini udah diluar kemampuan kantong mereka. Lagi pula pertimbangan kuliah yang tinggal beberapa bulan. Dan mungkin udah kenyang asam garam tinggal di Flora. Siapa saja sih yang bakal pindah? Lets check it out.
TADAAA!!!!!
Para penghuni yang bakal pindah adalah flora lovers,  Rara, Upe, dan Aku.
Hmmm…. Benar-benar ga nyangka semua bakal berakkhir seperti ini. Emang sih sudah sunnatullah kalo ga aka nada yang abadi di dunia ini, termasuk kebersamaan kami. Tapi tetap aja, yang namanya perpisahan itu selalu ninggalin rasa sesak di dada, dan diiringi dengan kekosongan or kehampaan.  Selalu saja ada rasa  tak siap menerima kenyataan ini. Kami yang udah  4 tahun sama-sama bahkan ada juga yang ampe 5 tahun, mesti berpisah di tahun ini.
Ga papalah…. Ga ada yang perlu disesali, dan aku juga ga pernah menyesal. kenapa harus mesnyesal jika  hari-hari yang kami lalui bersama adalah hari-hari yang penuh makna, penuh warna kayak pelangi. Kami udah mengisinya dengan sebaik-baiknya. Kami punya banyak kenangan yang bisa kami ingat kembali saat kami sudah tidak tinggal satu atap. Kami bisa membuka kembali catatan-catatan harian kami, atau koleksi foto dan video konyol kami. Aku ngerasa ga ada yang perlu di sesali.  Justru sebaliknya, aku bersyukur banget bisa dikasih kesempatan buat tinggal di kost Flora, bisa ketemu dengan anak-anak flora, bisa berteman, bersahabat, berbagi cerita dan berbagi makanan. Hehehe.
Anak-anak kost flora yang menyenangkan, meski kadang ada juga saatsaat yang menyebalkan, tapi berujung pada kelucuan.
Adek Uppa pernah bilang, “banyak sekali kesan yang ku dapat selama tinggal di kost Flora, ada suka dan duka. Tapi kalo diitung-itung sih lebih banyak sukax” katanya sambil tertawa renyah. *biskut kali?!
Yup! Benar banget, tinggal di kost Flora emang merupakan pengalaman yang menyenangkan. Aku yang kalo di rumah jarang banget ngomong, karena jarak usia ku dengan adik-adikku pada jauhan, jadi cerewet banget pas tinggal di kost ini, soalnya aku dapat teman yang bisa di ajak share apa aja. Baik itu kakak-kakak, teman seangkatan maupun adik-adik. Jarang banget aku ngerasaain beban berat selama tinggal di kost ini. Selalu aja ada orang yang bisa menghibur, baik langsung maupun ga langsung. Saling menghibur, saling support, saling sayang-menyayangi, tenggang rasa, tepa salira, patriotism serta cinta tanah air. * tunggu..tunggu… kok jadi belajar pkn sih?
Singkatnya, Aku menemukan suadara-saudara baru di sini. Cinggu…… uhibbukifillah….(aku mencintai kalian karena Allah). Allah yang udah mempertemukan kita, dan menjalin tali ukhuwah di antara kita, mempertautkan hati-hati kita. Kita bertemu atas izin Allah, so jangan pernah sesali pertemuan dan jangan tangisi perpisahan. Ok?! (tapi kok yang nulis justru mewek?)
Aku bukan menangisi ataupun menyesali perpisahan ini. Aku hanya merasa sedih, karena merasa kehilangan. Bukankah kita hanya akan merasa kehinlangan jika yang hilang itu adalah sesuatu yang kita anggap berharga? Artinya kalian benar-benar berharga buatku. Ck..ck.ck.. Bisa-bisa nya yah..
Nggak kebayang gimana tampang kosan ini sepeninggal kami. Apa masih bakal rame juga? Apa bakal seseru waktu kami masih di sini? Atau malah makin sepi? Yah kita liat aja nanti, dan kita berikan tugas mulia untuk mengamati ini kepada adik Uppa. Omedetto (selamat ya…)
Oh iya, di antara Flora Lovers (mo di singkat flores, tapi pasti pada ga setuju) masih ada satu orang yang bakal meneruskan perjuangan kami. Dialah Achnida Zulfaidah  alias Uppa. Dia pasti bakal kesepian banget sepeninggal kami. Kachian deh adek Uppa.



Upe
2007
Pindah ke rumah kakakx di Gowa.
Uppa
2007
Menetap di Flora. Sementara menggarap proposal.
Rara
2006
Pindah ke rumah kemenakannya di jalan veteran. Kuliahx dah kelar tinggal seminar dan ujian meja.
Anti
2006
Udah pulkam tahun lalu dan sekarang ada di Cirebon, jadi hantu, ups ghost writer dan kursus menjahit.
Dedew
2006
Udah pindah sejak tahun lalu, masih di kompleks yang sama dengan kost Flora.
Nunu
2006
Jurusan fisika yang lulus bersamaan dengan ku.  Sekarang justru  jadi pegawai BRI.
Yuyu
2006
Jurusan Biologi,  lanjut S1 kedua, dan tinggal di kost lain
K Uni
2005
, pulkam ke Sulbar dan jadi guru, bentar lagi merid
K Alya
2002
Pindah ke jalan sunu, tapi lebih sering tinggal di secretariat lembaga muslimah. Sekarang juga jadi guru.
K iya’
2002
Udah merid dan punya anak, bakal berdomisili di Takalar.
K Wati
2005
Udah jadi PNS di Luwu Timur di salah satu SMK
Leli
2007
Pindah ke Abdesir, bareng 3 orang adiknya, lagi sibuk kerja di salah satu LBB dan cuti kuliah 1 semeter. Tinggal penelitian dan seminar hasil serta ujian meja.

Aku sendiri, bakalan pindah di salah satu rumah kontrakan di jalan malengkeri. Untuk sementara tinggal sama teman dulu selama 5 bulan. Berhubung rumah yang kuincar masih ada penghuninya.
Anak-anak flora…. Meskipun akhirnya kita ga tinggal sama-sama lagi, ku harap persaudaraan kita ga akan berakhir juga. Kita tetap bisa menjalin ukhuwah. Kalau kalian rindu telpon aja aku. Hehehe…
Kita masih bisa ngumpul-ngumpul bareng sekali-kali di Flora. Kan masih ada Uppa. Ok?!
Angiong cingu.
,
.
.